The Boy I Love

The Boy I Love
siapa dalang semua ini


__ADS_3

kamar yang masih gelap padahal sudah pukul 8 pagi tapi cia masih tidur dengan keboknya, sebenarnya jendela kamarnya tepat lansung berhadapan dengan jendela tapi karna tirai kamarnya sengaja ia gunakan berwarna abu-abu tua membuat ia tidak merasakan terpaan panas


cia memang sangat suka menggunakan tirai, seprei dan apapun itu yang berwarna gelap, walaupun pada umumnya anak perempuan lebih suka warna pink, purple dan lain lain tapi berbeda dengan cia yang lebih mengagumi warna gelap


di tempat yang berbeda semi sudah siap dengan sepatu olahraganya, sambil bergaya di depan cermin setelah ia rasa cukup rapi ia pergi menuju rumah cia, karena mereka sudah janji akan pergi nggym pagi itu


"assalamualaikum" ia memasuki rumah itu tapi begitu sepi dan tak ada yang menjawab salamnya, tanpa pikir panjang ia lansung masuk ke dapur karena dapur


"bik Atun" sapa semi pada bik Atun yang sedang mencuci piring


"eh ada den semi, udah sarapan belum, tadi pagi nyonya masak banyak tapi belom ada yang sarapan" kata bik atun


"cia belum turun bik?" tanya semi kaget, karna biasanya cia tidak pernah kesiangan seperti ini


"belum den, mungkin non cia kecapean karna kemaren pulangnya telat banget terus mukanya kayak kecapean gitu"


"ya udah bik biar semi liat"


"Monggo silahkan den"


sambil menaiki anak tangga satu persatu semi tak habis fikir apa yang di lakukan cia, ia tau persis adik sepupunya seperti apa, cia tidak suka melakukan kegiatan yang tidak berguna


"kalau dia pergi bareng teman-temannya gak mungkin berlebihan begini ada yang cia sembunyiin"


sebelum membuka kamar cia, semi mengeluarkan ponselnya dan tak lama memasukannya lagi ke saku celananya


"astaghfirullahhhhh" sontak semi lansung menyebut istighfar begitu melihat kamar cia yang gelap tanpa ada penerangan sedangkan ia masih molor dengan gaya yang gak banget deh untuk cewek


"ciaaa bangun astaghfirullah, sejak kapan Lo ngebom kek begini" sambil ngedumel semi membuka gorden hitam itu dan membiarkan cahaya matahari memasuki kamar itu "anak cewek udah mirip jebol aja Lo"


"apaan sih Sem masih pagi Lo udah rusuh aja" teriak cia dengan suara serak khas bangun tidurnya


"eh bangun liat ni jam berapa, semalam Lo bilang jam 8 udah siap, ini lima menit lagi jam 9 astaghfirullah anak gadis" mendengar ocehan semi sontak rasanya seperti nyawanya lansung terkumpul


"jam berapa tadi?" tanya cia tak percaya


"noh liat" semi menunjukan arloji di tangannya


"Sem gue kesiangan?" dengan polosnya masih bertanya


"mulai idiot ni anak, cepat bangun gue tunggu di bawah 30 menit harus udah kelar" sambil menarik 5angan cia mengambilkannya handuk dan lansung mendorongnya masuk ke kamar mandi


"huhh.. untung gue sabar" ucapnya setelah menghela nafas panjang


setelah ampir satu jam menunggu akhirnya mereka pergi ke sebuah tempat fitness yang beberapa kali pernah mereka jumpai, yang kira kira sekitar 15 menit dari rumah

__ADS_1


bahkan baru setangah jam melakukan aktivitas randomnya di situ cia sudah kelelahan dan di banjiri keringat, setelah turun dari sebuah kinetik treadmill cia lansung menuju loker tasnya dan meminum air yang sudah ia siapkan tu Tumblernya tak lama semi lansung menyusul


"udah lama banget gak olahraga gini lagi" kata semi sambil ngos ngosan


"kayak di Jakarta gak ata tempat fitness aja" sambung cia sambil menutup Tumbler


"gimana ya.. Lo tau sendiri di Jakarta gue Mageran, basket aja udah cukup"


"ya elah basket jarang jarang palingan sekali seminggu kecuali kalau ada kegiatan aja latihannya empat kali seminggu dan itu juga masih sering bolos" olok cia


"Lo kaysk gak tau aja semi cowok terganteng dan tersantai ini mudah bosen" lalu keduanya tertawa melihat semi dengan tingkahnya


_____


"bocah ingusan beraninya dia main main dengan kita" Guam wanita paruh baya yang menatap cermin dengan gusar


"kita harus hapus semua bukti itu buk" kata alfraksin


"HAHAH... dia kira dia bisa main main dengan «)\kita dasar anak kecil, DIKO!!" wanita itu berteriak memanggil, seseorang masuk dengan menggunakan pakaian serba hitam "hapus semua bukti yang di kumpulkan anak itu" setelah mengangguk orang itu segera pergi


_____


"gue mau pergi dengan teh Jesi udah ada janji Lo deluan aja" kata cia beriringan bersama semi keluar dari tempat fitness menuju mo


"beneran mau pergi abis keringatan gini" semi mengerutkan dahinya sambil menarik sebelah lengan baju cia ke atas


"ya udah gue temenin sampai teh Jesi Dateng"


"btw berapa hari lagi tahun baru Lo gak ada plan gitu ?" tanya cia


"guee.." semi terdiam dan bingung harus menjawab apa, cia mengangkat alisnya dan menatap semi lekat "gue gak ke mana mana sih lo kan tau temen-temen gue pada pada mencar keluar daerah" jawab semi


"gabung dengan teman teman gue juga gak papa"


"em thanks tapi Lo pergi aja sama temen temen Lo itu"


di tengah percakapan mereka berdua, sebuah mobil Tesla warna purple berhenti tepat di dekat mereka melihat itu sontak cia terdiam dan menatap kosong ke arah mobil itu, perlahan sosok yang mengemudi turun yang juga menatap cia


begitu menyadari itu Renaldi semi Landung menarik tangan cia untuk lebih dekat dengannya, dan sosok gadis cantik keluar dari mobil Renaldi dan lansung menggandengnya


tanpa sepatah katapun mereka pergi memasuki tempat fitness, cia terus memperhatikan sampai kedua sejoli itu tak terlihat


"masih belom move on?" tanya semi pelan


tanpa menanggapi serius ucapan semi, cia lansung tertawa

__ADS_1


"ya enggak lah, gue cuma mikir kok gue dulu bisa suka sama yang modelan begitu" kemudian tawa keduanya Landung pecah


"syukurlah, gue kira Lo masih aja berharap sama tu orang"


"eh itu teh Jesi gue deluan ya bye.." sambil berlari menuju mobil di seberang jalan cia melambaikan pada semi yang masih berdiri menatapnya


_____


setelah beberapa hari berlalu dan malam pergantian tahun akhirnya akan segera terlewatkan, saat pukul 10 malam cia setelah bersiap akhirnya keluar dari kamar, malam ini ia dan teman temannya akan merayakan malam tahun baru bersama di rumah cessa


begitu ingin menuruni anak tangga lakinya Landung berhenti melangkah melihat adiknya yang baru saja bergi dan terdengar suara bentakan itu lagi di telinganya selangkah lagi si turun ke bawah dan sedikit menunduk melihat keadaan di bawah


"Alvian.. Alvian mama belom selesai bicara" teriak mama sambil terisak


"harus berapa kali aku bilang jangan terlalu ngekang dia anak laki laki, kamu itu ngerti gak sih jadi ibu" suara bass itu lanung menyambar dengan emosi


"kamu nyalahin aku, pernah gak sekali aja kamu perhatian sama anak kamu, kita gak tau dia ke mana pergi seenaknya, yang kamu pikirkan cuma kerja dan uang"


sejenak cia memejamkan matanya menarik nafasnya dan membuangnya perlahan dan lansung berlari keluar menganggap tak ada orang di sana


selama perjalanan menuju rumah cessa pikirannya terus terus campur aduk berbagai ingatan kejadian di dalam rumah seolah kembali begitu saja


tanpa di sengaja semi yang duduk di balkon sambil memetik gitarnya melihat mobil cia melaju cukup kencang, dan ia tau apa yang sedang terjadi. tiba tiba ingatannya mengingat sesuatu, setelah meraih dompetnya lansung terlihat foto dua orang yang menatap kamera dengan penuh tawa dengan membelakangi pasar malam kala itu


senyum tipis terlukis dibibir semi menatap fotonya


_____


menunggu detik detik pergantian tahun seperti biasanya cia dan teman temannya akan BBQan di halaman rumah cessa


"bersulang untuk Keta semua" sila mengangkat gelas yang berisi soda dan di ikuti Yang lainnya


"BERSULANG.."


tak bisa di bohongi melihat semua teman-temannya berkumpul lagi, sambil duduk ia tersenyum melihat teman temannya yang penuh dengan tawa rasanya ia tak ingin pulang dan kembali menyaksikan persetruan antara ayah dan ibunya


"HAPPY NEW YEARR!!!..." teriak mereka bersama dengan diikuti kembang api yang meriah


semua menata kembang api itu dengan berbahagia saling merangkul satu sama lain dan berbeda dengan semi yang hanya berdiri di balkon sambil menghirup secangkir kopi


sebulan berlalu setelah tahun baru itu cia sudah kembali ke Jakarta dan sekolah seperti biasa, melanjutkan aktivitas dan tetap masih sibuk dengan organisasi organisasinya


seorang gadis yang bersandar di mobil sambil melahap ice cream coklatnya terlihat sedang menunggu semi sepupu itu


"haiii ciii..."sapa Sherly dengan heboh sambil menggandeng tangan pacarnya, cia hanya diam menatapnya datar. "belom pulang?" tanya Sherly

__ADS_1


"gak liat gue lagi nunggu semi" jawab cia datar


"ya elah.. santai aja kalik, gue balik deluan ya" katanya sambil melambaikan


__ADS_2