The Boy I Love

The Boy I Love
camping


__ADS_3

dua bus terparki rapi di halaman sekolah yang luas para siswa yang akan berangkat ke Bandara sudah bersiap siap dengan barang masing masing semua siswa yang akan pergi berbaris rapi di samping bus


"baik pagi ini kita akan berangkat ke lokasi studi tour kita yaitu Bali" para siswa bersorak gembira di selingi tepuk tangan yang meriah "sekali lagi bapak ingatkan jangan membuat keributan selama perjalanan ataupun selama kegiatan kalian semua udah besar bapak yakin kalian


semu bisa amanah dalam menjalankan perintah" kata pak Angus dengan tegas


"baik siap pak" jawab mereka serempak


"habis ini kalian tata barang kalian dengan rapi dan satu satu masuk kedalam bus dengan teratur"


setelah menyimpan tasnya cia duduk sambil memandangi luar jendela dengan tatapan kosong, entah apa yang sedang dipikirkan, tiba tiba ia tersentak setelah merasakan ada seseorang yang duduk di sebelahnya, sontak matanya terbelalak melihat siapa itu


"Revan " gumamnya kaget matanya membulat sempurna


"ngapa kaget gitu, biasa aja kalik" Revan terkekeh lalu menaikan Hoodie sweaternya dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya


cia hanya terdiam dan kembali menatap keluar jendela, perlahan bus bergerak, para siswa mulai bersorak ria, ada yang bernyanyi ada juga yang membuat tingkah tingkah lucu membuat yang lain tertawa dana da cuga yang hanya sibuk sendiri seperti Revan yang asik bermain game dan cia Yang terus termenung menatap luar jendela dengan headset di telinganya


sampai tiba di bandara semua masuk dengan tertib dan tanpa cia sadari Revan terus membuntutinya sampai cia kaget saat di pesawat pun Revan yang ada di sampingnya


selama perjalanan tak banyak percakapan di antara cia dan Revan, sudah setengah perjalanan pesawat menjadi sepi, cia sedikit melirik sekeliling banyak mereka yang sudah tertidur termasuk Revan di sampingnya, ia mengubah posisi duduknya menghadap Revan senyum itu terpancar sempurna


"apa gue bakal benar jadi pacar Lo Van" batinnya


"astaghfirullah cia" gumamnya pelan "Lo mikir apa sih" batinnya, cia mengubah lagi posisinya menghadap depan sambil bersandar


setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan dari bandaraoun sudah ada dua bus menunggu kedatangan mereka


didalan bus Revan tersadar merasakan bus telah berhenti ia mengucek matanya melirik sekelilingnya dan setengah keget melihat cia yang meringkuk dalam lelap di pangkuannya, senyum tipis itu lansung terpancar di wajahnya


"hemm..." ia bergumam dalam tidurnya, perlahan mata cia terbuka, dengan cepat Revan memejamkan matanya berpura pura tidur


menyadari posisi tidurnya yang berbeda cia panik apalagi begitu tau ia tidur di pangkuan Revan


"duh kok ketiduran dipangku dia sih, untung aja dia belom bangun" batin cia, ia menggerakkan tangannya di depan wajah Revan merasa tidak ada pergerakan ia merasa lega


"Van.. Van.."cia menggoyang bahu Revan pelan, perlahan Revan bangun sambil mengerjapkan matanya, walaupun ia sudah bangun dari tadi


"bangun udah sampe" lanjut cia setelah itu dengan sedikit kikuk ia bergegas keluar bus sambil memegangi kedua pipinya


"Lo kenapa ci ?" tanya Salma begitu ia keluar bus


"enggak cuma kecapean aja"


"ayo semuanya berkumpul dulu" teriak Naufal dengan tegas, semuanya dengan berbaris rapi didepan bus


"Alhamdulillah kita sampai dengan selamat dan tepat waktu, sekarang kalian silahkan dirikan tenda, satu kelompok empat orang dan setelah itu istirahat 15 menit lalu kita berkumpul lagi untuk menyiapkan kegiatan nanti malam" kata pak Agus dengan toanya


"setelah ini ikuti arahan dari Naufal" lanjut pak Agus


"baik pak" jawab mereka serempak


satu persatu mereka mengeluarkan tenda dari bus dengan kerja sama, cia Salma Dian dan juga Maurel memutuskan untuk satu kelompok, tak butuh waktu lama mereka mampu menyelesaikan tenda, sebenarnya cia ingin memilih tempat yang baling ujung karena ia takut banyak orang yang akan melihat saat penyakitnya kambuh, tapi karena Maurel takut tempat gelap dan sepi, cia tidak mau terlalu banyak menceritakan tentang dirinya jadi ia memutuskan mengiku yang lain saja dan memilih tempat di tengah dan tidak terlalu jauh dengan api unggun membuat cia sedikit lega


sore menjelang malam setelah melakukan ibadah para anggota putra menyiapkan untuk kegiatan malam bersama pak Agus


"guys.. sumpah sport foto di sini bagus bagus banget liat deh" kata Maurel yang berbaring di pangku Dian sambil menggeser geser ponselnya melibatkan hasil fotonya tadi sore


"awalnya gue kira Lo itu orangnya pendiem rupanya narsis juga" cia terkekeh sambil mencepol rambutnya ke atas


"Lo orang yang kesekian bilang begitu ci" jawab Maurel


" tapi bener deh Lo itu awalannya kalem banget" sambung Dian


"ci itu leher Lo kenapa?" tanya Salma ketika cia selesai mencepol rambutnya, sontak Dian dan maurel ikut heran


"memangnya kenapa?" tanya cia heranswgera mengambil cermin


"lah iya yak merah ci, di ****** Ama siape lu" ceplos Maurel


"mulai otak sang*k keluar sembarang aja lu ngomong" sambat Dian menutup mulut Maurel


"iya ni anak asal ngerocos aja Lo, tapi ci tadi gue gak liat ada merah merah di situ " sambung Salma


segera cia mengambil botol kecil di tasnya yang berisikan kapsul dan mengambil botol minumnya yang maasih penuh


"minum apaan Lo" tanya Maurel pnasaran


"gue lupa minum vitamin karna akhir akhir ini selalu kecapean, tapi gak papa kok" dengan wajah santainya cia menjawab menyakinkan teman temannya tapi tidak dengan Salma, setelah kebersamaan mereka Salma mulai bisa membaca gerak geriknya


"ada yang gak mau dia omongin dengan orang lain masalah dia" batin Salma


setelah berkemas mereka semua pergi ke tepi pantai bersiap untuk nonton bersama karna besok mereka akan tour dan malam ni khususnya untuk fun


Sherly Tasya Salma dan keni memilih bangku yang paling tengah sedangkan cia Dian dan Maurel harus berada paling depan karena mereka tim panitia dan tanpa cia sadari di bangku paling belakang Revan terus mengamatinya dengan senyum handsomenya memperhatikan setiap gerakannya melihat tawanya sembuat senyum itu terus melekat pad bibirnya


"entah sejak kapan tapi semenjak kejadian di lapangan tenis gue ngerasain hal yang beda, ditinggal sherly bahkan gak bikin gue patah hati tapi gue bersyukur sherly adalah prantara untuk gue dan cia bisa saling kenal, walaupun gue gak tau perasaan gue ke gue gimana tapi satu hal untuk Lo ci gue janji selalu buat Lo ketawa kayak gitu" ucap semi pada dirinya


acara nobar malam itu berjalan lancar setelah nobar ada yang memanggang steak dan ada yang mengelilingi api unggun sambil bermain gitar dan bernyanyi


Salma dan tasya asik memakan marsmellow, Dian masih mengabari pacarnya di Jakarta, ia pacara dengan kakak kelas dan teman kak Angga, sherly dan fido memainkan gitar di sebelah api unggun dan Maurel yang baru saja keluar dari tenda baru menyadari cia tidak ada


"loh cia kemana" gumamnya panik sambil melemparkan pandangan ke mana mana mencari cia


"kenapa ?" tanya Revan yang tidak sengaja lewat dan mendengarnya


"upsss" ia menutup mulutnya


"kenapa diam" tanya Revan sekali lagi


"gue cuma nyariin cia cuma gak ketemu"


"jangan bikin heboh semuanya gue tau dia di mana" kata Revan sedikit berbisikdan lansung pergi


"oh okey" dengan santai Maurel bergabung bersama Salma dan tasya


di sisi lain cia berdiri di samping batu besar yang cukup untuk menutupi tubuhnya, walaupun sudah menggunakan sweater yang sangat tebat, syal, kupluk rajut dan tidak lupa dengan kaos kaki dan sepatunya tapi dinginnya masih bisa ia rasakan

__ADS_1


"kakak kan udah bilang jangan cari masalah dulu dengan tubuh kamu, dan kamu juga pasti tau kondisi pantai itu seperti apa kakak udh peringatkan sama kamu" suara di telfon terdengar panik dan gusar tapi cia masih menanggapinya dengan sabar


"iya kak cia tau, kak kiana tenang aja aku udah minum obat dan ada bawa suntik juga dan gejalanya juga udah hilang" jawab cia


"huh syukur deh, jangan telat minum obatnya dan cari tempat yang bisa bikin kamu tetap hangat"


"iya kak, udah dulu ya cia mau balik dulu" dan suara telfon dimatikan, samar samar cia berjalan keluar dari tempat itu tapi samar sama ia melihat seperti ada seseorang yang berjalan di kejauhan


"siapa tu" batinnya


karena gelap cia mematikan layar ponselnya dan berjalan sambil menempel di bebatuan besar agar orang itu tak melihatnya


hanya mengharapkan senter ponsel yang tidak seberapa orang itu berjalan seperti tidak tau arah, cia masih diam sambil melangkah dengan perlahan, dekat semakin dekat jarak keduanya hingga membuat cia semikin deg degan bagaimana ia itu orang jahat yang akan menculiknya, pikiran pikiran aneh bermunculan di kepalanya


"kenapa gak telfon aja" batin Revan, segera ia mengutak-atik ponselnya dan meletakan di samping telinganya


"kok kayak gak asing sih" derdd.. dredd.. Ponsel di sakunya bergetar dan berdering keras membuat ia semakin panik dan meringis takut


"siapa sih yang nelfon gak pas banget waktunya" lanjut cia dalam hatinya sambil perlahan melihat siapa yang menelfon


segera ia meraih ponselnya hendak mematikannya tetapi tangannya terhenti setelah membaca nama pada layar ponselnya


"Revan " gumamnya pelan


"cia" panggil orang itu


cia tersentak Suara yang tidak asing lagi di telinganya, terdengar langkah itu mendekat ke arahnya sambil berlari


"Van.." panggil cia pada peria yang ada di depannya saat ini


"sukur deh rupanya benar Lo" kata Revan


"Lo ngapain di sini ?" tanya cia


"ya nyariin Lo lah, tiba tiba hilang, rupanya di sini, ngapain Lo kesini" cia sedikit tertegun melihat ekspresi cemas Revan walaupun gelap tapi sangat terlihat jelas karena percikan sentar ponsel


"gue.. tadi abis nelfon semi nanyai kabar Kimi, tadi di sana sinyalnya agak jelek makanya jalan ke sini"


"Ya udah ikut gue balik deh" ia menarik tangan cia sambil menuntun jalan untuknya


keduanya berjalan menyusuri pinggir pantai, cia beberapa langkah di belakangnya terus memandang Revan dengan datar


"lain kali kalau mau pergi bilang dengan gue atau yang lainnya biar gak ngiranya Lo hilang" kata Revan lalu memutar tubuhnya


"nelfon juga harus izin" cia berdecak dengan sedikit tersenyum


"tapi gak sejauh ini juga kalik Lo itu cewek ada apa apa gimana.. " dred.. dred..


Revan berhenti berbicara mendengar ponselnya yang berdering 'maurel' nama yang tertulis di layar ponselnya


"hallo rav cianya gimana, Maurel baru aja cerita sama gue kenapa gak bilang dari tadi sih" teriak Salma dengan panik dari telfon


"tenang aja cia udah dengan gue" revan terkekeh pelan mendengar Salma yang panik


"Alhamdulillah syukur deh eh mana dia gue mau ngomong" Revan memberikan ponselnya pada cia padahal dia juga mendengarkan semuanya karna volumenya di speaker oleh Revan


"udah deh berhenti ngerocos gak jelas, cia udah dengan gue tenang aja" Revan lansung mengambil ponselnya dan mematikannya


"sellow aja kalik jangan ngegas gitu" gumam cia sambil memalingkan mukanya


tanpa menghiraukan cia Revan berjalan mendekati bibir pantai dan duduk mengelontorkan sebelah kakinya sedangkan sebelah lagi di tekuk untuk menopang lengannya cia menyusul duduk di sebelahnya sambil menatap ombak ombak k cup yang menerpa ujung kakinya


"dulu gue pernah ngejalin hubungan yang toksik banget apapun yang gue lakuin harus laporan, gue gak boleh Deket dengan teman cewek gue kadang kadang akur kadang kadang ribut, san setiap kita bertengkar dia akan cari cara untuk ngelukain dirinya sendiri, awalnya gue kira itu karna dia sayang sama gue tapi lama kelamaan gue sadar itu bukan sayang tapi memang hubungan itu yang udah enggak sehat" cia diam menatap Revan, walaupun gelap tapi sangat jelas matanya saat itu berkaca


"Aku sayang banget sama kamu ci" "gak nyangka udah setahun aja" "akuau kita putus" "aku tau kamu dengar semuanya aku mau jelasin semuanya" berbagai kata kata itu muncul di otaknya


"rupanya di orang seroyal dan friendly dia pernah di fase itu" cia menatap kosong ke arah Revan


"kenapa Lo berani ceritain ini ke gue?" lanjut tanya cia pelan


"waktu gue kenal sherly rasanya ada yang ngehibur gue setiap hari selalu ada cerita untuk di bahas, sampai gue kira gue satu satunya orang yang ada untuk dia rupanya gue salah ada yang lebih dekat, mana teman gue sendiri lagi" terlihat Revan yang membuang nafasnya kasar "tapi gue bersyukur sih fido deluan dari gue" lanjutnya


"lah kenapa bukannya Lo suka banget sama sherly"


"shutt.. ralat sayang aja gak ada bangetnya lagian perasaan sayang antar teman apa lagi lawan jenis itu pasti ada, tapi bisa di simpulkan lagi perasaan itu sayang aja sebagai sahabat atau sayang yang ingin memiliki, dan gue sadar perasaan gue untuk Sherly itu hanya semu setelah gue tau seperti apa orangnya" cia sedikit tercengang mendengarnya


"menurut Lo Sherly itu gimana ?"tanya cia Revan tak menjawab malah tertawa dengan gayanya yang cool


"ciaaaaa Lo di sana" cahaya sentar lansung tertuju pada kedua sejoli itu


"iya" jawab Revan, Maurel dan Veni segera menghampiri keduanya


"udah waktunya istirahat buruan balik"


keesokan hari semua sudah tapi dan sudah siap akal melaksanakan tour ke beberapa pabrik hasil laut dan perkebunan rumput laut


yang pertama mereka datangi adalah sebuah pabri di mana hasil tangkapan nelayan akan di olah dan di fermentasikan dengdu pandu dengan pak Gunawan selaku pemilik pabrik


"semua hasil tangkapan nelayan akan di pilah sesuai jenis dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum memasuki proses selanjutnya" kata pak Gunawan sambil memperhatikan karyawan yang sedang membersihkan hasil tangkapan nelayan


hingga dua jam berlalu mereka gunakan untuk mengelilingi pabrik lalu mereka menuju ladang rumput laut yang tidak terlalu jauh dari sana, semua di ajak menyusuri pantai karena ladang rumput laut terletak di pantai yang memiliki kedalaman 70 - 100 cm, mereka di ajarkan banyak hal seperti cara ketik rumput laut, cara membersihkannya dan lain lain


terlihat raut wajah cia yang sangat menikmati dari kejauhan tanpa cia sadari dia orang di posisi berbeda sedang memperhatikannya, Revan dan Mario masing masing tersenyum pada cia


"woii bisa pelan pelan gak Lo liat ni baju gue jadi kotor!!" tiba tiba terdengar suara teriakan seseorang memuat semua pasang mata memandang kearah suara itu


"maaf kak saya gak sengaja" seorang gadis yang seumur dengan mereka terus berminta maaf pada Saskia


gadis itu bernama jella ayahnya seorang petani rumput laut yang akan membantuerwka studi di sini


"baju gue mahal kalau tidak gimana, memangnya petani kayak Lo bisa ganti rugi" bentak Saskia dengan arogan, mendengar itu jell menangis dan terus minta maaf


"SASKIAA!!โ€ bentak pak Agus membuat semua menjadi hening "maaf nak siswa kami tidak bermaksud seperti itu" kata pak Agus pada jella


Saskia yang melihat itu dengan marah Lansung pergi meninggalkan semuanya dengan kesal


"sudah sudah kita lanjutkan lagi" kata pak Agus pada seluruh siswa "maaf atas kelancaran anak kami pak" lanjut pak Agus pada ayah jella

__ADS_1


"saya memakluminya pak" jawap peria paruhbaya itu dengan ramah


malam hari semua berkumpul di depan api unggun sambil bernyanyi di selingi petikan gitar sambil memanggang ikan hasil pancingan anak anak cowok tadi sore


cia duduk bersama teman temannya sambil memperhatikan Salma yang memanggang ikan di bantu beberapa anak cowok


"buruan Sal udah ngiler ni" olok dian


"giliran makan aja pada cepat" umpat Salma sambil membolak-balikkan ikan di pemanggang


"cia sini bentar dong" panggil wildo


"bentar ya guys" ia meninggalkan Teman temannya dan pergi bersama wildo


"kenapa?" tanya cia


"untuk perlengkapan besok malam apa udah beres semua?" tanya wildo gugup


"udah kok, udah beres semua"


"gini ci, kepsek baru ngabarin gue untuk segera nyerahin laporan kegiatan Kita selama satu semester ini, Lo bisa bantu gue "


cia memiringkan alisnya "minta bantu apaan nih"


"gak berat kok, gue udah prediksi ini bakal terjadi, jadi gue udah siapkan berkas berkasnya di mobil susun semua pertanggal gue lagi bantuin Naufal untuk rekap kegiatan ini dan harus ke cari warna dekat sini, pak agus lagi ke dokter gigi jadi kita harus kerja mandiri"


"ya elah cuma nyusun berkas doang, ya udah gue ambil"


"thanks ya ci" wildo penepuk sebelah pundak cia lalu cia pergi menuju bus


di berjalan menuju bus tidak sengaja cia mendengar kegaduhan yang sepertinya tidak terlalu jauh, tapi ia tak menghiraukannya segera masuk kedalam bus mencari berkas itu, setelah mendapatkannya cia bergegas turun tapi saat hendak kembali dua gadis yang sedang berseteru di pinggir pantai arah selatan


"Saskiaaa"matanya membulat melihat Saskia dan tidak lain adalah jella yang saat itu di Jambaknya


segera cia berlari mendekati keduanya dan berusaha melerai keduanya


"Saskia udah" teriak cia


"dia harus dikasi pelajaran ci biar gak seenaknya dengan orang lain" bentak Saskia sambil menunjuk jella yang terduduk di tanah dengan linangan air mata


"sas gak gini caranya" bentak cia segera ia berlari menghampiri jella membantunya berdiri


"Lo gak papa" jella hanya mengangguk dengan mata yang sembab


Saskia semakin marah ia mengepalkan tangannya perlahan mendekati ke arah jella, dengan cepat menarik liontin di lehernya dan membuangnya ke laut, sontak keduanya kaget jella kembali menangis, cia tak mengerti apa yang ada di fikiran Saskia sampai Senekat itu


"itu liontin peninggalan almarhum mamaku, kamu jahat" tangisnya semakin pecah


"bahkan liontin itu gak sebanding dengan harga baju gue" kata Saskia dengan angkuhnya


mendengar kata almarhum cia sedikit tersentuh manatap jella cia menatapnya dengan tajam Saskia pun menyadari tatapan itu tapi ia hanya menatap cia dengan datar seperti tak bersalah


"pegang jangan sampai rusak" cia memberikan berkas itu pada jella


"kamu mau kemana, udah biarin aja" jella berusaha menarik tangan cia tapi tak di hiraukan sama sekali


"gue gak nyangka Lo sejahat ini" lirihnya pelan dengan tajam lalu berlari terjun kedalam air


"ciaa.. ciaa.." teriak Saskia "ni gara gara Lo tau gak" tunjuknya pada jella yang menatap tak percaya cia yang terus berenang dan menyelam walaupun nafasnya terengah-engah karna terpaan ombak yang cukup kuat tapi ia terus berusaha


hampir satu jam berlalu di sisi lain wildo dan Naufal batu saja tiba membawa map isi laporan kegiatan saat itu tapi tidak melihat cia di sana, Rido menyutuh Naufal untuk pergi dahulu dan ia akan mencari cia memasuki kerumunan yang lainnya lansung menghampiri salma


"sal liat cia gak ?" bisik wildo


"lah kan tadi sama Lo, dari tadi belom balik ?" kata Salma sedikit berteriak karena masih fokus pada pemanggangan hawatir wildo tak mendengarnya


"gak ada dengan gue tadi gue suruh ke bus ngambil barang beneran lo belom balik juga"


tak sengaja Revan lewat duduk di samping fido lansung mendengar percakapan mereka


"mungkin ke toilet dulu" sahut Maurel


"gue baru aja dari toilet gak ada siapa siapa di sana" sambung Revan mulai panik


wildo menggaruk kepalanya yang tak gatal dan kali ini di buat tambah bingung


"yaudah anak anak cowok ikut gue cariin cia cewek di sini aja jangan ke mana mana" tegas wildo


"apa ada Wil?" tanya Naufal yang baru tiba dengan kebingungan karena mendengar perintah wildo


"cia hilang fal" wildo bingung


"oke gini aja Naufal Lo lanjutin pekerjaan Lo biar gue, wildo dan yang lain aja yang nyari" sambung Revan


"oke kalian hati hati juga ya" jawab Naufal


tiba tiba Salma teringat kejadian malam kemarin ia sempat melihat cia yang mengendap ngendap di dalam tenda, melihat tingkah cia yang aneh Salma terus memperhatikannya samapai ia mengerutkan sebuah suntik dari dalam tas dan menyuntikan pada nadinya mbuat cia tercengang dan kaget


"apa jangan-jangan cia gak bisa kecapean" batin salma


"kita ikut ya kita kan temannya kita panik" kata Tasya dan beberapa teman cia lainnya


"gak!! cewek gak ada yang boleh ikut, kalau pak Agus datang kita gak ada bukannya malah nambah masalah" bentak Naufal semuanya lansung terdiam


"gue ikut, gue tau apa yang dia oerluin sekarang" kali ini Salma angkat bicara dengan tegas


"oke sekarang semuanya mencar kalau cia ketemu segera kabarin oke" semuanya mengangguk mendengar perintah dari wildo


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Lama banget ya author updatenya..๐Ÿ˜’


maaf ya author lama update karana kucing author sakit karna author ngekos gak ada yang jagain jadi pulang kerja ngurusin siempus hehe lupa untuk update cerita baru huahehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜


kok jadi curhat sih..๐Ÿ™„


enjoy the story๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya..๐ŸŒน


__ADS_2