The Boy I Love

The Boy I Love
tetangga


__ADS_3

"apa sebelumnya pasien sudah mengetahui apa yang di deritanya ?" tanya dokter kiana


cia hanya mengangguk pelan dan juga di ikuti oleh semi sambil meletakkan hasil pemeriksaan di atas meja samping ranjang rumah sakit


"untung saja pasien cepat di tangani kalau terlambat sebentar saja akan fatal nyawa bisa jadi taruhannya" kata dokter kiana dengan serius


seorang perawat datang dengan membawakan bebuah mapan yang berisi sebotol obat dan beberapa suntik dan meletakkannya di meja samping dokter kiana


"obat ini hanya di konsumsi setiap hari pertablet dan jika sudah timbul kemerahan sebanyak seperti tadi hingga sesak nafas harus di suntik, dan tadi pasien sudah saya berikan suntikan yang dosisnya sedikit lebih tinggi karena sepertinya cia akhir akhir ini sibuk dan tidak meminum vitamin dan lain kali harus tau posisi dan suhu" kata dokter kiana, cia hanya menunduk "kalau begitu saya pamit dulu" lanjutnya


setelah dokter dan para perawat pergi semi lansung memandang cia dwngan tatapan yang tajam


"hehe Sem tatapan Lo kayak mau bunuh gue deh" cia meeingis dengan sedikit bercanda


"kenapa gak bilang dari kemaren kemaren kalau obat lu habis" kata semi datar


"hehe gue lupa dan soal vitamin..." suara cia terhenti


"kenapa..?" tanya semi


"waktu itu gak sengaja jatuh dari balkon"


flashback


cia baru saja menerima paket yang sangat besar yang di kirim mama dari Bandung, baru saja menerima dari kuris cia lansung membawa paket itu ke kamar dengan kegirangan


setelah membongkar isi paket cia eksaitet banget ada karena itu berisikan makanan makanan kesukaannya


tring... tringg.. suara ponsel cia, ia lansung mengangkat telfon itu


"assalamualaikum ma, cia udah terima paketnya, mama memang paling tau apa yang cia butuhin" kata cia dengan hangat


'jangan lupa ya vitaminnya di makan' sontak cia tercengan dan kembali ngengobrak antik isi kotak dan menemukan sebuah kotak kecil yang berisikan beberapa tablet vitamin


"iya iya" cia m njawab dengan malas "udah dulu ya ma cia mau beresin isi paket mama daaa assalamualaikum"


cia mengambil vitamin tersebut membawanya ke balkon sambil membaca baca tulisan yang ada di kotak tersebut


"aaaaa...." sebuah cicak jatuh dari atas sontak cia kaget dan melempar ponselnya ke lantai dan vitaminnya entak kemana, segera ia mengambil ponselnya di lantai dan celingak celingukan mencari kotak vitaminnya


"jangan jangan jatuh lagi nih, biarin aja deh" cia mengangkat bahunya dan kembali ke kamar


flashback end 🌸


semi hanya menjelingkan matanya dengan tajam kepada cia


"beres beres kita balik, gue tebus rumah sakit dulu" semi lansung keluar dan meninggalkan cia sendiri, melihat punggung semi yang sudah tak terlihat lagi, perlahan tangan cia meraih hasil pemeriksaannya


Hasil Pemeriksaan

__ADS_1


Ecia fabella Kusuma


[ ANAFILAKSIS ]


Alergi akut yang berlebihan di sebabkan oleh ketidak mampuan kulit mengontrol suhu yang rendah


tiba tiba cia kembali mengingat kata kata dokter kiana


flashback 🌸


*perawat baru saja selesai memberikan suntikan kepada cia, dokter kiana datang membawa selembar kertas yang tidak lain adalah hasil pemeriksaan cia


"saya harus bicara dengan orang tua mu" kata dokter Kiara dengan tegas tapi Tah menghilangkan ramahnya


"orang tua saya di Bandung" gumam cia pelan


"kerabat atau saudara ?" tanya dokter kiana sekali lagi


"saya ke sini dengan kakak saya dia ada di depan"


dengan cepat dokter berbalik dan hendak membuka pintu ingin keluar


"dokter mau ke mana ?" tanya cia


"bicara dengan saudara mu di ruangan saya"


"di sini aja dok lagian kita udah tau dari awal" kata cia pelan sambil menunduk


flashback end 🌸


______


hari ini sekolah pulang lebih awal karena guru akan mengadakan rapat bulanan yang rutin di laksanakan, semua siswa pulang lebih awal tapi tidak semuanya ada yang masih sibuk di kantin dan ada yang akan melaksanakan ekskul termasuk semi


sepulang sekolah semi ada latihan basket karena tidak lama lagi akan di adakan turnamen anatar sekolah yang dilaksanakan di SMA merah putih dan semi terpilih sebagai tim inti


cia berjalan menyusuri koridor kelas sambil membaca pesan dari semi yang akan pulang telat dan menyuruh cia pulang lebih dulu


siang ini tidak terlalu terik tapi jalanan sepi tak ada bis taksi ataupun angkot yang lewat dan malas menunggu taksi online jadi cia memutuskan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dari rumahnya dan sekalian berjemur agar kulitnya lebih banyak terkena sinar matahari


sudah hampir 15 menit berjalan kali ini cia benar benar lelah tapi kakinya masih semangat untuk melangkah, sampai ia melihat sebuah pedagang kaki lima yang menjual air kelapa dan cia memutuskan untuk singgah istirahat sebentar


"bang satu ya gulanya banyakin" kaya cia pada Abang penjual kelapa


"siap neng, silahkan duduk dulu" kata Abang penjual kelapa dengan ramah sambil mempersiapkan bangku untuk cia duduk


sembari menunggu air kelapanya siap cia duduk senderan memasangkan headset mendengarkan lagu lagu kesukaannya sambil memperhatikan jalanan yang tidak terlalu ramai sambil melamun


entah kenapa tapi kejadian tadi malam di tepi danau terngiang-ngiang di kepala cia. di saat Revan memakaikan jaketnya untuk cia, tanpa ia sadari senyum itu terpancar di sudut bibir cia

__ADS_1


tredd.. tredd... suara ponselnya berdering


'salma' nama yang tertulis di layar ponselnya


"halo sal kenapa ?" tanya cia sambil menyedot air kelapa yang baru saja di antara


'Lo di mana, gak ada di rumah ya ?'


"gue lagi di jalan gak lama lagi nyampe kok, kenapa"


"ya udah deh gue tunggu cepetan ya" Salma lansung menutup telfonnya


ia menaruh kembali ponselnya ke saku dan kembali menghirup air kelapanya sambil bersantai sejenak


setelah menghabiskan air kelapanya cia membayar dan kembali memutuskan untuk pulang karna waktu juga hampir sore


begitu keluar dari lift terlihat banyak petugas yang membawa barang barang bahkan ada banyak barang di Depan apartemen sebelahnya


'ada yang pindahan' gumam cia dalam hatinya


"ciaa.." suara itu pesah saat cia baru saja melewati ruangan itu


mata cia membulat sempurna ketika orang itu menariknya ke dalam ruangan, awalnya kaget bukan main tapi setelah melihat situasinya akhirnya cia mengerti


"sal Lo pindah ke sini ?" tanya cia


"Yoi dong, gue kepikiran pindah kesini Karana kos gue yang lama kurang efisyen aja menurut gue" Salma membawa cia duduk "gue juga suka modelnya makanya gue pundak ke sini"


"lalu kanapa harus di sebelah gue "


"gitu amat pertanyaannya" wajah Salma berubah datar. melihat itu cia lansung tertawa dan mengacak-acak rambut temannya itu


"becanda serius amat sih" kata cia sambil tertawa


kemudian seorang gadis dengan kotak besar yang berisi barang barang lewat di samping mereka berdua


"nah kenalin ini kqsya temenn gue yang tinggal dengan gue, anak IPS 3” Salma mengenalkan kisya, sejenak kisya berhenti dan meletakkan barangnya di lantai sambil melambaikan tangan


"Hay.." see Hay dari kisya dan di balas cia dengan senyum ramahnya "gue ke belakang dulu ya" kqsya berlalu membawa barang barang tadi ke dalam kamarnya


"udah deh gue mau pulang dulu belum masak untuk semi" cia berdiri sambil meraih tas sekolahnya


"oke deh entar bantuin gue beres beres yak hehe"cia hanya menatapnya tajam sambil bercanda "biasa aja liatinnya" kata Salma sambil tertawa melihat cia yang baru saja berjalan meninggalkan rumah barunya


Oya gusy Salma itu aslinya dari Jogja sama seperti cia Yang ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah


🌸🌸🌸🌸


jangan lupa vote ya🌹

__ADS_1


author sayang kalian 🤗


__ADS_2