
"selamat malam semua, setelah melalui beberapa hari kita berkompetisi akhirnya tibalah kita pada malam penutupan Scout camping, pasti udah gak sabar ya mau tau siapa yang jadi pemenangnya sebelum mulai saya bacakan dulu ya susunan acaranya yang pertama........bla bla bla..." MC di panggung membuka acara dengan suaranya yang lantang dengan sedikit candaan untuk para menonton menghangatkan suasana
semua peserta maupun panitia sudah berkumpul di lapangan besar itu, kali ini acara penutupan di laksanakan di lapangan yang sudah di siapkan agar semua anggota tidak bisa dialu dan tamu dari luar atau penonton dari luar juga bisa menyaksikan
yang pertama adalah di buka dengan penampilan dance dari panitia perlombaan ada nyanyian dan lain lain, semua menyaksikan dengan antusias, walaupun sebenarnya tidak sabar untuk mengetahui siapa pemenang dari setiap lomba
cia dan teman temannya duduk di barisan paling depan mereka duduk bergabung dengan teman-temannya yang satu sekolah begitu juga dengan sekolah yang lain mereka duduk bersama dan saling memberi semangat
"nah setelah kita menyaksikan persembahan tadi saya mau denger nih yel yel dari sekolah, setelah saya hitung kita adu siapa yang paling kompak oke" kata sang pembawa acaranya yang di jawab kompak dengan semua sekolah
"1, 2,,, 3" setelah pembawa acara menghitung semuanya lansung menyanyikan yel yel dari sekolah Mading masing walaupun terdengar sangat kacau, karena mereka berteriak bukan bernyanyi walaupun begitu terus di sambut hangat oleh yang lainnya, karena hanya untuk menghangatkan suasana
"sekarang saya akan membacakan siapa pemenang lomba baris berbaris variasi"
semua menjadi sunyi di tambah lagi saat MC henyak membuka amplop yang berisikan nama juara, cia yang memperhatikan menjadi gugup dan dek dekan. semua menatap serius ke arah pembawa acara di tsmbah lagi kini amplop sudah terbuka
"juara tiga lomba baris berbaris variasi di raih oleh SMA 3 Jakarta" seketika sorakan meriah dari SMA 3 Jakarta, perwakilan di persilahkan maju ke depan
"juara dua lomba baris berbaris variasi di raih oleh SMA merah putih" kembari suara sorakan dan tepuk tangan yang meriah dari SMA merah putih
"juara satu lomba baris berbaris variasi di raih oleh SMA Kartini" sorakan bahagian nan meriah kembali di lontarkan dari SMA Kartini
"pemenang lomba pionering yang akan di bacakan oleh pembina SMA tunas bangsa" pembina tersebut pun maju mengambil mic dan menerima amplop nama pemenang dari perlombaan dan satu persatu perlombaan pun di bacakan oleh pembawa acara
"juara dua survaifel di raih oleh SMA tunas bangsa" "juara tiga pionering di raih SMA tunas bangsa, juara dua pionering di raih oleh SMA Kartini juara satu pionering di raih oleh SMA merah putih" "juara blaa.. blaa.. blaa.. " semua nama pemenang di sebut satu persatu di sebut oleh pembawa acara
SMA merah putih yang tidak mau kalau saing oleh SMA tunas bangsa terus menerus meneriaki yel yel mereka dengan keras yang di sorakan untuk SMA tunas bangsa, dan jangan pikir SMA tunas bangsa hanya diam saja bahkan SMA tunas bangsa juga tidak kalah ributnya, piala piala yang di raih mereka di jejer di barisan paling depan apa lagi kalau bukan untuk pamer dengan SMA merah putih
"Ting tong" suara handphone cia, cia meraih handphonenya dan membuka pesannya. itu pesan dari kak Rizka
kak Rizka : 'cia bilang dengan yang lain maaf kakak gak bisa ikut dampingi kalian di acara penutupan , kakak mendadak ada urusan sampaikan maaf kakak untuk yang lain ya' isi pesan dari kak Rizka. cia lansung melirik ke samping melihat temannya
__ADS_1
"guys.. kak Rizka minta maaf gak bisa Dateng malam ini mendadak dia ada urusan" kata yang menyampaikan pesan kak Rizka
"lomba mengolah makanan juara tiga yang di raih oleh SMA Garuda" sontak cia menjadi kaget saat mendengar lomba mengolah makanan, tapi yang tadinya tenang berubah menjadi gugup kembali ia mengingatkan semi
cia :"Lo di mana ?" Isi pesan yang cia kirim
semi :" di belakang gue juga liat Lo dari sini" balasan dari semi
"juara dua di raih oleh SMA merah putih" kembali tepuk tangan yang meriah dari seberang membuat cia semakin gugup
semi : "*santai aja kalik"
'dari mana dua tau kalau gue lagi gugup*' batin cia
cia :" iya santai kok"
"juara satu lomba mengolah makanan di menangkan oleh SMA..." duk dak duk dak duk jantung cia berdetak cepat tangannya terus saja ia kepal agar tidak terlalu terlihat bahwa kali ini cia sedang tidak percaya diri
"Lo maju ya ci "gumam Tasya. begitu mereka melepaskan pelukannya, baru saja cia ingin melangkah maju kini langkahnya lansung terhenti melihat Sherly yang lebih dulu maju dan sudah ada di panggung
sontak cia dan Tasya kaget bukan main, raut buka bahagia yang baru saja terpancar kini berubah derastis
"hah.. ngapain tu anak, gak punya malu ya" celoteh Veni
"udah jelas jelas yang di sebut nama cia Ama Tasya lah kok dia yang maju" kini keni juga ikut bersuara
"anjirr kebangetan tu anak" kata Tasya dengan emosinya
cia hanya diam dan menatap tajam ke arah orang yang tertawa di atas panggung itu, siapa lagi kalau bukan Sherly. dari atas panggung Sherly berlari kembali ke tempat duduknya dengan wajah yang berbinar binar dengan tak ada rasa bersala ia mengabaikan semua tatapan teman temannya
"Sherly kok lu yang maju sih gak dengar apa yang di panggil itu nama cia dengan Tasya" sambar Jordi dari belakang
__ADS_1
"ngapain Lo sewot, dengar ya gue itu ketua mereka jadi terserah gue lah" kata Sherly dengan sombongnya
"gak tau malu tu bocah" sahut Mario
"ih banyak bacot banget sih.. diem ngapa" kata Sherly sambil mengusir Jordi dan Mario
Ting tong.. handphone cia berbunyi. setelah ia melihat isi pesan yang masuk cia lansung keluar dari kerumunan teman temannya sambil berlari kecil ke tepi lapangan, Dengan wajah di tekuk cia menghampiri semi
"udah deh biarin aja" gumam semi, cia hanya menoleh sebentar lalu kembali menatap panggung utama dengan sedikit kesel "Oya lu balik Sono gabung dengan yang lain gue ada janji sama temen gue" kata semi
"ya udah deh daa" cia melambaikan tangannya sambil melangkah lemjauh, setelah itu semi juga ikut pergi meninggalkan tempat itu
cia memilih bangku paling belakang dan duduk sendirian karena masih kesel. ia duduk dengan tangan yang terlipat di atas perutnya sambil memandang ke panggung utama.
"woii sendiri aja" Revan lansung duduk di sampingnya sambil meminum sebuah minuman soda
tanpa menjawab omongan Revan cia hanya melirik sebentar dan tak menghiraukannya
"udah deh ngomong sama gue ada apa" kini Revan memandang cia
"udah deh gak usah sok peduli" kata cia cetus
Revan membenarkan posisinya menghadap ke panggung utama sambil menghela nafas panjang
"terserah Lo deh" Revan kembali meminum sodanya dan membiarkan cia diam dulu untuk menenangkannya
πΈπΈπΈπΈπΈ
hay hayy hayyy
jangan lupa vote ya πΉ
__ADS_1
author sayang kalian π€