The Boy I Love

The Boy I Love
di pisahkan oleh kelas


__ADS_3

"terimakasih untuk kalian semua karena telah mengikuti MPLS ini dengan baik dan teratur.."


hari ini adakah hari di mana MPLS akan berakhir tentunya kebahagiaan untuk cia dan lainnya karena mereka bisa belajar dan melakukan aktifitas sekolah seperti biasanya.


kini semua siswa baru tengah berkumpul di ruangan sambil mendengarkan pak Agus selaku ketua panitia MPLS berbicara karena sebentar lagi penutup MPLS akan di mulai.


"setelah ini kalian bisa pulang ke rumah masing-masing dan saya ucapkan selamat bergabung di SMA tunas bangsa, sebelumnya dewan guru sudah mencantumkan nama beserta kelas kalian setelah ini bisa di lihat di papan pengumuman dan saya ucapkan MPLS SMA tunas bangsa tahun ini resmi di tutup.


Tek.. Tek.. tek.. suara palu di pukul tanda MPLS telah di tutup


seketika suara riuh di rumah lansung pecah semua siswa bersorak senang dan ada yang langsung keluar kelas untuk melihat papan pengumuman.


"akhirnya selesai bosen gue" gumam cessa ke pada kedua sahabatnya itu


"Lo bosen Mulu, apa sih yang gak bosen di hidup Lo" celetuk putri


"ngeliat Lo di kejar monyet kagak bosen gue" Kata cessa sambil tertawa


"Lo monyetnya" ledek putri


"gimana ceritanya ada monyet secantik gue" kata cessa masih sambil tertawa


"udah.. ribut Mulu gak mau ke mading sama gue, kalau gak mau gue deluan" ucap cia setelah itu langsung berjalan menuju Mading


"ciaa tunggu" panggil keduanya


ketiga gadis cantik itu pun berjalan meninggalkan ruangan dan pergi menuju Mading


"permisi" ucap cia sambil menembus keramaian yang ada di depan Mading


sambil bersempit sempit cia mencari namanya di setiap kelas X IPA


"ecia Fabela Kusuma X IPA 1 yesss" dengan semangatnya cia lansung melompat lompat walaupun sedikit sempit.


setelah itu cia keluar dari kerumunan itu dan mencari kedua sahabatnya dengan wajah berseri-seri.


"ciaaa gue masuk IPA 3 Lo juga kan " tanya cessa sambil memegang bahu cia dengan senang


cia pun terdiam dan Putri yang barusan datang pun ikut terdiam karena yang di harapkan untuk satu kelas lagi seperti dulu tapi ternyata ketiganya dipisahkan oleh kelas.


"gue.. gue IPS 1 ces" perlahan senyuman cessa pun memudar dan tangannya yang di bahu cia pun terjatuh


"kalau lo put ?" tanya cia


"gue IPA 2 ci" gumam putri dengan raut wajahnya yang kecewa

__ADS_1


"yuk pulang" gumam cessa datar


selama perjalanan menuju parkiran ketiganya tampak kecewa terlebih lagi cessa karena di yang sangat mengharapkan untuk bisa satu kelas lagi seperti sebelumnya.


"udah gak papa kok kan cuma pisah kelas" cia angkat bicara


"itu artinya kita gak bisa kayak dulu lagi cia"


"cuma di pisahkan oleh kelas doang jangan lebay deh " celetuk cia


"bukan masalah lebay ci tapi kita gak tau nanti orang orangnya gimana" saut putri


"udah ah jangan di pikirin pasti bisa kok" sejenak cia memandang semi yang sudah menunggu sambil bersandar di mobil "gue deluan ya semi udah nungguin tuh" kemudian cia sedikit berlari meninggalkan kedua sahabatnya itu


"gue juga deluan ya ces.." pamit Putri saat sudah tiba di sambung motor Scoopy berwarna putih miliknya


"oke oke.." jawab cessa sambil tersenyum


melihat kedua sahabatnya pergi berlalu, perlahan senyum di wajahnya mulai memudar, melihat banyaknya siswa yang pergi berlalu meninggalkan sekolah tapi tidak dengan cessa kakinya enggan untuk melangkah.


jika di bandingkan dengan putri dan cia, cessa memang orang yang paling bodo amat dengan segala hal gak suka ribet paling mandiri dan agak cuek tapi sebenarnya dia adalah orang yang paling peduli dan perhatian dengan sahabatnya


jika perbedaan kelas akan membuat mereka tak seakrab dulu itu lah hal yang paling cessa inginkan, mereka sudah bersama sejak lama cessa tak ingin persahabatan mereka menjadi renggang.


______


sedari tadi semi yang sesekali memperhatikan cia sedikit bingung di buatnya, karena tidak biasanya cia melamun seperti sedang berfikir biasanya jika sudah pulang cia akan mengoceh tak jelas


"ngapa Lo ?" tanya semi membuyarkan fikiran cia


cia yang sadar akan pertanyaan semi pun sejenak melihat ke samping setelah itu kembali melihat ke arah jalan di depan


"tadi cessa keliatan sedih banget waktu tau kita pisah kelas" ucap cia lirih


"itu aja di pikirin" ucap semi tantpa di respon cia sedikit pun


tanpa menghiraukan cia lagi, mobil semi pun terus melaju menuju apartemen mereka


______


sambil memandangi suasana malam di Jakarta semi duduk di balkon kamarnya sambil memainkan gitarnya, tatapannya kosong tapi terus memandang ke depan sambil memetik gitarnya


tanpa di sadarinya dari balkon kamar sebelah cia terus memperhatikan sepupunya itu, bukan pertama kalinya cia melihat semi seperti ini, saat semi sendiri ia sering seperti ini memainkan gitarnya dengan tatapan yang kosong


sejak kecil semi tidak suka bercerita tentang masalahnya, dia orang yang sangat tertutup jika ada madalah bahkan saat di depan siapapun ia selalu terlihat ceria seperti tidak ada masalah

__ADS_1


"dia ada masalah apa sih, sampai kayak orang bodoh gitu masih gak mau cerita" batin cia


seketika muncul ide untuk mengusik semi, dengan berhati hati cia melangkah meninggalkan balkon menuju dapur


cia berinisiatif untuk menyiapkan makanan untuknya, sebenarnya cia sangat ingin masak makanan kesukaannya tapi terlalu sulit, selera semi sangat mudah berubah tapi untungnya semi pemakan sagalanya hehe.. enggak semua juga sih memangnya tikus


bahkan di dapur pun tidak ada sayuran yang bisa di masak, dan kulkas pun hanya berisi air dingin


"astaghfirullah gue gak ada belanja ya" ucap cia sambil menepuk jidatnya


ya memang setelah seminggu lebih di Jakarta cia hanya membeli makanan cepat saji atau pesan di gofood untuk sekali makan


kalau begini mau masak juga gimana bahannya bahkan tidak ada sama sekali hanya ada beberapa mie instan dan telur


"memang dah bener bener lu cia " kata cia pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya


"kalau ajak semi belanja mau gak ya dia" ucap batin cia seperti berfikir "harus mau deh pokoknya" cia menganggukkan kepalanya


segera ia berlari kembali ke kamarnya dengan cepat cia berlari mengambil pakatan ganti dan betlari ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, setelah itu dengan depat ia mengambil dompetnya dan berlari keluar menuju kamar semi


"sem.. " teriak cia menggedor pintu kamar semi dengan nafas yang memburu


klek.. pintu pun terbuka


"mau ke mana Lo" tanya semi heran melihat cia yang sudah rapi tidak seperti biasanya di rumah


"ayo ke mall " ajak cia sambil nyengir "bahan dapur habis hehe"


"ya udah" Semi berjalan mendahului cia


"Lo gak ganti baju ?" tanya cia sambil mengikuti semidari belakang


"begini aja gue udah cakep" ucap semi datar


"kepdan banget" ucap cia pelan "memang cakep sih untung aja Lo sepupu gue" batin cia


ya memang benar mau seperti apa gayanya semi akan terlihat tampan, udah ganteng dari oroknya mau gimana lagi hehe..


tanpa berbasa-basi keduanya pun berangkat menuju mall, sepanjang perjalanan seperti biasa banyak percandaan receh yang keduanya lakukan


sampai tibalah mereka di parkiran mall yang cukup megah itu, mobil sport berwarna blue itu pun terparkir rapi sama seperti yang lainnya


tanpa menunggu lama keduanya langsung berjalan menuju tempat sayuran dan buah-buahan


semi yang mendorong troli sambil memainkan handphonenya sesekali dan sedangkan cia yang dari tadi sibuk memilih bahan masakan beberapa langkah lebih dulu dari semi

__ADS_1


_____


__ADS_2