
setelah beberapa hari after party fido cia di sarankan oleh dokter kiana lebih banyak istirahat dan jangan sampai syok berlebihan dan harus bisa menempatkan diri pada suhu luar ruangan
diam di balkon sambil menatap jalanan malam yang ramai tapi fikirannya tertuju pada hal lain sudah beberapa hari berlalu tapi cia belum juga mendapatkan berita akurat tentang orang yang ingin menjatuhkan reputasi restoran mamanya
dred dredd.. ponselnya berdering dan tertulis nama kak kiana
"hallo kak gimana" cia angkat bicara
"hasil leb kamu udah keluar hasilnya bagus semua tidak ada jaringan kulit yang semakin melemah" jawab dari senang
"syukur deh kak" ucap cia senang "soalnya Minggu depan selesai ulangn semester aku mau ikut studi tour ke pantai di Bali" dokter kiana diam tak bergumam sedikitpun
"kak.." cia memanggil sekali lagi
"harus ya pergi ke sana ?" suara dokter kiana terdengar dalam
"kenapa kak" suaranya yang tadinya senang berubah seketika saat mendengar pertanyaan dokter kiana
"tubuh kamu belum sepenuhnya setabil, pantai itu dingin cia situasi kamu bisa tambah buruk apa yang kamu alami sekarang bukan hal biasa"dokter kiana menghela nafas panjang "tapi saya gak bisa ngelarang kamu, nanti saya siapkan resepnya untuk penguat tubuh kamu"
"benaran nih kak, kakak memang the best, dokter vaforit aku love you banget kak"
"mulai deh lebay"
"aku begini cuma sama kakak doang" jawab cia dengan manja
setelah telfon di matikan ia kegirangan kembali ke kamar dan lansung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang bersebelahan dengan Kimi, btw Kimi adalah nama kucingnya sekarang
"salma ikut gak aau enggak ya"
ecia : "sal Lo ikut Sudi tour ke Bali?" ca mengirimkan pesan WhatsApp
sambil menunggu balasan dari Salma ca menatp langit-langit kamarnya
Ting..tong..
"hah.. revan" gumamnya pelan
Revan : "ci ada yang mau gue omongin"
cia : "ngmong aja akalik"
cia : "tumben banget kakuk biasanya juga langsung ngerocos lu" ejek cia, beberapa detik kemudian panggilan masuk dari Revan
"ada apa tumben banget lu" kata cia setelah menerima telfon
"sekarang Lo lagi dimana?" tanya Revan tapi suaranya terdengar tidak seperti biasanya mengumbat cia sedikit canggung
"ya di rumah Lo juga pasti taukan"
"gue mau ngomong serius dengan Lo" perkataannya berhenti sejenak. "gue gak bisa gini terus, semakin gue dekat dengan Lo semakin gak bisa gue kontron perasaan gue, gue gak tau perasaan Lo gimana ke gue tapi gue gak bisa bohong dengan perasaan ini gue suka Lo cia" rasanya seperti ada petir yang menyambar, cia diam dengan pikiran yang campur aduk tak tau harus menjawab apa, karna ia juga perlu meyakinkan hatinya
__ADS_1
"gue tau akhir akhir ini Lo dekat dengan Mario, tapi sejauh apa hubunga Lo dengan dia gue gak perduli dan gue gak mau sampai terlambat untuk ngutarain ini semua" lanjut Revan
"Van gue... gue gak tau"
"lucu ya, gue tau Lo orangnya gimana tapi malah nembaknya dewat hp" terdengar Revan yang tertawa tapi cia hanya diam menanggapinya "gue tunggu jawabannya tapi gue bakal buktiin kalau Lo layak gue perjuangin, See you on the study tour later" lalu telfon di matikan cia masih mematung di tempatnya jantungnya berdetak begitu kencang
sampai keesokan harinya cia tiba di sekolah berjalan menyusuri koridor kelas banyak siswa yang berlalu lalang sambil memegangi buku-buku
hari ini hari pertama ulangn semester jadi lebih banyak siswa yang menghabiskan waktunya untuk belajar walaupun tidak sedikit yang hanya menanggapi ulangan dengan biasa biasa saja
tidak sengaja cia melewati kelas Revan, banyak siswa yang ribut dengan aktivitasnya dalam kelas tapi sama sekali Revan tak terlihat, celingak-celinguk di depan kelas
"ngapain Lo" tanya Teo yang baru saja keluar dari kelas
Teo Daisuke cowok blasteran Jepang ini salah satu teman akrab Revan dan mereka bergabung pada organisasi yang sama, walaupun gue gak begitu akrab dengan dia tapi Teo sangat cekatan dan ramah
"enggak.." lalu cia pergi dan lansung menuju kelasnya
begitu memasuki kelas banyak teman teman kelasnya berkumpul seperti sedang membicarakan sesuatu, memandang mereka bingung cia berjalan ke mejanya dan Lansung di hampiri oleh sherly
"ciaaa... Lo tau gak" tanpa menjawab ia hanya menggeleng "kelas kita terpilih jadi salah satu kelas berprestasi dan zyidan jadi perwakilan kelas yang akan ikut seleksi sekolah terbaik se-Jakarta untuk ulangan semester mereka bakal nyusul, gila keren banget gak kita" sherly menceritakan dengan sangat eksaitet walaupun tak dapat tanggapan serupa dari cia
"selamat pagi anak anak" bu Paulina masuki kelas sambil menyapa wali kelas sekalian guru kimia, para murid lansung kocar-kacir berlarian menuju bangku masing masing
"ibu yakin kalian pasti sudah dengar berita gembira ini, ibu bangga sama kalian, salah satu teman kita menjadi perwakilan dari lima siswa yang terpilih ikut seleksi sekolah terbaik, dan kepala sekolah juga berpendapat kalau kelas kita salah satu kelas terbaik, harapan ibu kedepannya kalian tetap kompak seperti ini ya" sorak buk Paulina dengan tepuk tangan
zyidan Ariza Okta cowok asli Jakarta, orangnya agamis, ramah dan selalu menjadi kepercayaan guru, bisa di bilang dia sangat berprestasi saat masih SMP pernah menjuarai lomba sholawat walaupun usianya lebih muda dari gue tapi pemikirannya sangat dewasa
"aneh banget kok gue gak ngeliat Revan dari tadi" gumam cia dalam hatinya
"ciaa.. " teriak Salma yang berlari kearahnya
"di sini Lo rupanya huh" katanya dengan nafas yang memburu "di cari noh Ama nauval Ama wildo juga" lanjutnya
baru teringat semalam di grup WhatsApp mereka sudah merundingkan ini kau cia di pilih sebagai panitia perlengkapan saat tour nanti
"ya ampun gue lupa sal"sambil menepuk jidatnya "mereka di mana sekarang, anterin gue" setengah berlari mereka pergi dari tempat itu
______
"untuk keberangkatan kita akan di jemput menggunakan bus, Minggu lalu saya wildo dan beberapa anggota lainnya sudah survei tempat untuk menginap dan tidak ada yang bisa tinggal di holet atau penginapan lainnya semua ngecam di tempat yang sudah di siapkan" ucap Nauval dengan tegas, perasaan cia menjadi kalut bagaimana kalau alerginya akan kambuh, kini ia menjadi semakin gugup
kini cia dan para tim anggota kepanitian studi sedang derkumpul duduk melingkar sambil mendengarkan Naufal sebagai ketua panitia dan sedikit arahan dari kak Angga sebagai senior
"saya harap semua dapat berkerja sama dengan baik, kita masih punya waktu sampai ulangan semester selesai, fokus pada ulangan semester saya tidak mau mendengar kalau ada yang menyalahkan ulangan ini karena mengikuti studi ini. MENGERTI !!" ucap kak Angga tegas
cia, sherly dan Salma kembali ke kelas tapi kelas masih sepi, banyak yang mereka omongkan saat perjalanan tapi pikiran cia selalu bertanya tentang Revan
"apa yang gue pelajari semalam gak ada yang keluar, mana soalnya susah susah banget lagi" celetuk Salma sambil kerjakan ke bangkunya
"ya elah santai aja kalik gue aja gak belajar" sahut sherly
__ADS_1
"dari mana aja Lo tas ?"tanya Salma saat Tasya baru saja memasuki kelas
"gue baru aja daftar studi ke bali" jawabnya
"beneran Lo ikut ?"tanya Sherly seolah tak percaya
"ya iya lah gue bukan anak manja kalik"
melihat cia yang dari tadi diam dan menatap kosong ke depan membuat Salma berfikir apa ada yang salah padanya dan mencoba mendekatinya
"heyy.." tegurnya sambil menyenggol pundak cia
"kenapa?" tanyanya balik
"Lo kenapa sih bengong aja dari tadi kayak banyak pikiran aja" Salma menarik bangku di sebelahnya untuk duduk di samping cia
"oh enggak gue cuma mikir nanti di Bali, gue takut gak kuat aja" jawab cia sedikit gugup "lo kan tau tanggung jawab gue di situ besar" lanjutnya
"ya elah ci gak udah mikirin ini dulu , fokus aja ulangan dulu
"Oya sal hari ini gue gue belom liat Revan biasanya nongol sendiri tu orang ?" tanya cia pura pura
"Revan gak bilang sama Lo" tanya Salma kaget, cia hanya menjawab sambil menggelengkan kepalanya "dia kan kepilih ikut seleksi juga" sontak cia melonggo kaget
selama percakapan semalam tidak ada sedikitpun Revan menyinggung tentang ini, sambil bengong cia mengingat kembali "See you on the study tour later"
"ternyata dia bilang begitu karena gak bisa ketemu gue selama beberapa hari" batin cia
_____
hari demi hari berlalu cia benar benar tidak memikirkan apapun selama ulangan berlangsung, pergi kesekolah pulangnya ia akan menghabiskan waktunya bersama Kimi dan beres beres rumah malam dan subuh waktunya untuk belajar seperti itu terus menerus sampai waktu ulangan selesai
studi tinggal tersisa dua hari persiapan sudah 50% siap, semua panitia sibuk di sibukkan dengan tugas masing masing, siang itu pukul 3 sore cia dan yang lain masih menggunakan seragam sekolah mengemasi barang barang yang ada di gudang depan, barang barang yang akan di bawa nantinya
cia, Nauval, wildo, Dian dan Maurel mereka bekerjasama di bagian masing masing untuk mempersiapkan apa saja barang yang akan di bawa, cia dan wildo mengabsen barang persiapan untuk menginap, Nauval mengurus transportasi, Dian dan Maurel menyusun barang barang yang berantakan
"gimana persiapan hari ini" kata Angga yang baru saja datang menghampiri Nauval
"sudah 70% kak, bus sudah siap perlengkapan menginap sudah hampir 80% tinggal mengumpulkan anggota dan keberangkatan" jawab Nauval
"oke guys.. kerja bagus semuanya untuk besok mungkin saya gak bisa ikut dengan kalian karna madih ada urusan di sekolah" Angga mengumumkan dengan tegas membuat semua menghentikan kerjanya
"kita ngerti kok kak" jawab Nauval sambil merangkulnya
tugas ketua OSIS dan ketua di Pramuka memang tidak lah mudah tapi ini pertama kalinya cia menggumi sosok seperti kak Angga yang penuh dengan tanggung jawab, tanpa ada yang menyadari cia selalu tersenyum melihat kak Angga yang berbicara Dikin, tegas dan berwibawa
πΈπΈπΈπΈ
jangan lupa vote, like dan share πΉ
author sayang kalian π€
__ADS_1
by : author Handa