
beberapa hari berlalu setelah Scout camping di laksanakan,semua kembali seperti biasa menjalankan aktivitas masing masing dan tak ada lagi latihan latihan apa lah itu..
cia berjalan menyusuri lorong kelas situasinya masih sangat sepi karena mereka berangkat lebih awal karena semi harus piket kelas pagi ini
karena masih sedikit yang datang cia lebih memilih untuk jalan jalan di halaman sekolah sampai ia tiba di taman sekolah. cia duduk dan meletakkan tasnya di sebelahnya dan mengeluarkan sebuah novel yang belum selesai cia baca semalam
bahkan saat ada seseorang yang memperlihatkannya dari kejauhan cia tak menyadarinya karena fokus pada benda yang ada di tangannya
Revan berjalan menghampiri cia dan dusuk di sampingnya sambil mengintip apa yang sedang cia baca
"fokus banget sih" cia tersentak dan lansung menoleh kesamping tepat di depan wajah Revan, tanpa di sadari keduanya hanya bengong dan saling bertatapan, cukup lama seperti itu sampai akhirnya cia tersadar dan lansung mendorong pundak Revan menjauh dan segera membuang pandangannya ke arah yang berbeda
gara gara Revan, cia jadi gagal fokus dan malah jadi salting begini
"sejak kapan Lo di sini ?" tanya cia sedikit gugup
"hehe sorry tadi gue liat Lo di sini jadi gue samperin" kata Revan
sejenak cia menghela nafas bersaha mengatur nafasnya ke arah yang berlawanan dengan Revan, sejenak ia melirik Revan, dia bahkan biasa aja kayak gak terjadi apa apa
"ada apa nyamperin gue ?" tanya cia berusaha mengalihkan topik
"gak ada apa apa sih cuma kebetulan aja ada Lo di sini" kata Revan, dan cia kembali membuka novelnya "Oya ci gue mau nanya boleh gak" tanya Revan dengan semangat
"mok nanya, tanya ada "
"Sherly itu orangnya gimana sih ?" tanya Revan, bahkan cia sudah menduga apa yang akan Revan tanyakan
"ya begitu" jawab cia dengan pandangannya yang tak lepas dari novel yang ia pegang
"gak asik sumpah ngomong Ama lu" Revan menyilaukan tangannya di depan dadanya dengan mendengus kesel
"gak asik ya udah" kata cia datar
"ciaa.." gumam Revan
"hmm"
"bantuin gue dekat dengan Sherly ya, cuma kasi kabar tentang dia aja "
"hmm" jawab cia sedikit mengangguk
"yes bener ya, rupanya gak sesulit itu minta bantu Ama Lo" cia hanya mengerutkan keningnya sambil menghadap Revan curah deh gue mau ke kelas byee" dengan kegirangan Revan lensung ke kelas
"dasar bucin" cia menggelengkan kepalanya dan lanjut membaca lagi
_____
sebulan berlalu
semenjak kejadian di taman sekolah sebulan yang lalu kini Revan dan cia semakin akrap bahkan hampir setiap hari telfon atau sekedar chatting bahkan sesekali keluar bersama untuk joging ataupun makan tapi yang di bahas tidak lain adalah Sherly, entah Tah ada bosan bosannya dan kali ini real cia hanya ingin membantu Revan dan Sherly walaupun orangnya ngesein
siang itu sekitar jam tiga sore Sherly berjalan memasuki lift dan tiba di pantai 16 dan pasti ia akan menemui cia di rumahnya
__ADS_1
dengan menggunakan rok
Ting Ting...
suara bell berbunyi dan tak butuh waktu lama pintu terbuka, terlihat seorang peria yang menatap Sherly aneh
"hayy semi" tanpa menghiraukannya semi masuk kedalam dan di ikuti Sherly dari belakang
"ci ada temen Lo" kata semi sambil mengetuk pintu kamar cia
"suruh masuk aja" Sherly memasuki kamar cia dan mendapati cia Yang sedang bersandar di ranjang membaca novel sambil bermaskeran
"ya ampun muka udah kayak pocong di bedakin aja" canda Sherly dan menghampirinya
"apaan sih"
"ci temenin gue dong"
"mau ke mana"
"gue mau ketemu sama seseorang" kata sherly sambil mengangkat kedua alisnya
"sama cowok ya, males ah gue" Novelnya lansung di tutup dan mulai tak nyaman pasalnya Sherly selalu seperti itu
"ci... please yaa temenin gue.." dengan wajah melasnya
"kalau gue bilang enggak ya enggak sher gue capek" cia membalikkan badannya dan lansung masuk ke dalam selimut
"cia lu mah gitu deh" Sherly menggerak gerakan tubuh cia yang terbalut selimut tapi tak ada balasan dari cia sedikit pun
beberapa saat setelah tak terdengar lagi langkah kaki itu cia sedikit mengintip dari balik selimut memastikan apa Sherly benar benar pergi dari sini
di jelajahinya seluruh ruangan di kamar sudah kosong bergegas ia mengintip ke luar benar benar dia sudah pergi dan tak ada lagi di rumahnya, dengan cepat cia kembali ke kamar dan meraih handphonenya
cia : "barusan Sherly keluar gak tau ke mana"
Revan : "kebetulan banget gue juga mau keluar tapi bareng temen"
Revan : "thanks infonya"
cia kembali meletakkan handphonenya dan membaca novelnya lagi di ranjang
di sisi lain Revan dan fido yang baru saja memasuki mobil putih milik fido, saat Revan hendak memakai seatbelt sontak di hentikan oleh fido
"ehhh mau ngapai Lo di sini?" cegat fido
"tadikan Lo yang ngajakin keluar"
"maksud gue keluar pake mobil masing masing dong" dengan sedikit kesal Revan lansung keluar dari mobil dengan sedikit membanting pintu mobil
"eh mobil gue mahal" teriak fido dengan tawanya
"asem tu anak, untung aja gue bawa kunci mobi" gumam Revan dengan umpatannya untuk fido
__ADS_1
dan tak butuh waktu lama kedua mobil itu lansung melesan meninggalkan besmen
"sebenarnya mau ngapain sih ?" tanya Revan yang baru saja menghampiri fido yang berdiri di depan mobilnya
keduanya tiba di sebuah lapangan tenis yang tidak jauh dari sekolah.
"gue kan udah pernah bilang gue mau nembak cewek yang gue suka di depan Lo" kada fido sambil menaikkan sebelah alisnya
"ya elah nembak cewek di lapangan" gumam Revan sedikit mengolok
"udah deh diem aja, yuk masuk" Revan hanya mengikuti fido dari belakang
seperti biasa lapangan itu tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang yang sedang latihan bermain tenis
kedua pemuda tampan itu duduk di bangku sambung lapangan
"kayaknya dia belum datang, tunggu bentar aja" kata fido
"Lo tunggu aja ya gue mau ketoilet" segera Revan meningkatkan tempat itu
setelah Revan meninggalkan tempat itu suasana menjadi hening, fido membuka sebelah jaketnya dan mengeluarkan setangkai bunga mawar yang sudah ia siapkan
"fido..." terdengar suara halus seseorang memanggilnya, sontak fido memasukan bunga itu ke dalam jaketnya lagi
saat ia berbalik terlihat gadis cantik dengan senyum lebarnya yang berdiri beberapa meter darinya. kini tatapan fido tak lepas darinya,
fido menghampirinya hampir tak bisa berkata-kata fido di buat terpana dengan penampilan Sherly hati ini cuku lama mereka bertatapan sampai tiba tiba sebuah bola tenis menghampiri mereka berdua dan membuat fido tersadar
"H.. Hay.." sapa fido sedikit gugup
tanpa mereka sadari Revan yang baru saja keluar dari toilet lansung tersentak langkahnya terhenti begitu melihat fido yang berdiri menghampiri Sherly dan juga di sambut hangat olehnya
"nunggu lama ya?" tanya Sherly malu malu
"eh enggak kok, Oya Yuk duduk dulu" fido membawa Sherly ke bangku yang tadi ia duduki
Ting... tong... suara handphone fido berbunyi
Revan :"gue balik deluan ya mendadak gak enak badan" isi pesan dari Revan
fido :"sayang banget, ya udah i't Ok hati hati ya" balasan dari fido
Revan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya melihat keduanya terlihat bahagia Revan menjauh dan pergi menuju mobilnya
"siapa ?" tanya Sherly pada fido yang baru saja membalas pesan revan
"temanku tadinya kesini bareng katanya mau balik deluan" Sherly hanya membalas dengan anggukan
🌸🌸🌸🌸
sabar ya Revan Sherly bukan yang terbaik untuk kamu😊
jangan lupa votenya ya 🌹
__ADS_1
author sayang kalian 🤗