The Boy I Love

The Boy I Love
Taman baru


__ADS_3

"Tred.. tred.. tred..."suara telfon berbunyi


dengan cepat di raihnya handphonenya yang ada di dalam saku celananya. sambil mengangkat telepon cIa terus saja memperkenalkan kanan kiri mnecari sososk yang dari tadi ia tunggu


"lama banget gue nunggu nih" kata cia sambil mengatur nafasnya yang masih memburu


"bentar lagi gue ke luar tungguin terus ya daa" Tut.. Tut.. tut.. panggilan telefon lansung di putuskan dari seberang


"Malah di matiin lagi dasar cih.." dengan malasnya cia lansung berjalan dan langsung


duduk di tempat di duduk pada ruang tunggu tersebut.


kini gadis cantik itu berada di bandara Sukarno Hatta. sambil menunggu, cia memasangkan headset di telinganya dan memutarkan lagu favoritnya


Ecia Fabela Kusuma adalah nama lengkapnya seorang gadis berparas cantik itu, lebih di kenal dengan nama cia. tahun ini usianya baru menginjak 16 tahun, gadis kelahiran Bandung ini sangat hoby mendengarkan music karena baginya musik membuat jiwanya tenang.


suasana ramai dan Riuh membuat cia malas untuk berjalan dan mencari sosok yang dari tadi ia tunggu, kembali ia lirik kanan kiri setelah itu ia pun melupat kedua tangannya sambil memejamkan matanya ia tak peduli suasana saat ini yang penting dia bisa mendengar musik yang ia sukai.


"mbak.. permisi mbak" terdengar suara seorang peria yang sama sekali tidak dihiraukan cia sedikit pun.


"hello mbak di sini bukan tempat tidur" sambung peria itu dengan nada yang lebih keras, sontak membuat cia kaget dan langsung berdiri.


di lihatnya seseorang yang sedang berdiri di depannya saat ini dengan cepat ia melepaskan headset di telinganya dan langsung melompatkan matanya sambil melayangkan tinjunya ke arah orang itu.


"wah tahan bos" dengan cepat tangan kekar peria itu menepis tangan cia "emosi amat buk" lanjut peria itu dan langsung tertawa


"lu ya jail banget ganggu aja bisanya" celoteh cia


"lah lu ke mari mau duduk denger musik atau jemput gue" peria itu menepuk nepuk kepala cia pelan.


Semi Dinata Kusuma dia ya dia adalah saudara sepupu cia Yang dari tadi cia tunggu. cia dan semi memang sudah sangat akrab sejak kecil bahkan sudah seperti saudara kandung, sejak kecil mereka di sekolahkan di sekolah yang sama, karena keakraban mereka berdua orang tua cia dan semi yakin kalau bereka bisa saling melindungi. mereka hanya terpaut satu tahun makanya sudah seperti teman.


"kebanyakan ngoceh lu, mau pulang atau ngomel" kembali cia memadang headsetnya sambil berjalan meninggalkan semi.


"dasar bocah.." ucap semi pelan sambil memutar matanya malas dan langsung mengikuti butut cia berjalan


🌸🌸🌸🌸


yang pastinya Lo udah pada kenal dengan gue, tapi Lo belum tau siapa gue, gue ecia Fabela Kusuma anak ke dua dari 3 bersaudara bokap Ardi Kusuma dan nyokap gua Amira Sofia, gue punya kakak laki laki namanya Kak Nando darian Kusuma lebih dikenal dengan nama Deri tapi dari kecil nama kesayangan gue kak Ian kita terpaut 4 tahun dan adik laki laki gue namanya Rido Alvian Kusuma masih berumur 10 tahun kita sekeluarga asli Bandung.


bokap gue seorang pengusaha di bidang mobil, ya bisa di bilang salah satu dari yang sukses dan nyokap adalah pengusaha restoran dan toko roti makanya gue suka makan haha..


dan tentang semi pasti udah tau dong dia sepupu gue om sandi (bokap semi) dan bokap gue saudara kandung. di bandung kita tinggal komplek yang sama makanya dari orok sanpe gede gue sama semi udah kayak saudara kandung+sahabat.


kenapa kita ada di Jakarta itu karena gue dan semi akan melanjutkan sekolah tingkat SMA di Jakarta dan bokap gue udah siapin apart untuk kita berdua.


"Tante Amira bilang Lo udah seminggu di Jakarta kenapa gue gak tau" gue membuka kunci rumah dan mempersiapkan seni semi masuk


"Lo nya aja yang sok sibuk adek lu yang cantik ini lepas landas sendiri ke Jakarta Lo malah lagi asik di pantai sama temen Mabar lu" jawan gue dengan sedikit manyun.


ya karena seminggu yang lalu saat gue lepas landas ke Jakarta semi sama sekali gak mau nemenin dia malah pergi liburan ke Bali sama teman temannya.

__ADS_1


"Lo tinggal sendirian di sini memangnya Lo berani ci" tanya semi sambil melirik kanan kiri


"kan Ama lu hehe"


"dasar bocah penakutnya gak hilang hilang" semi beralih duduk ke sofa dan menghidupkan TV "terus kemaren kemaren Lo di sini sama siapa " tanya semi lagi


"temen gue kan banyak di Jakarta"


gue lihat semi yang hanya menggeleng kepalanya sambil menonton TV. ya dia tau banget sifat gue dan apa yang gue takutin, jujur gue paling takut di rumah sendiri kalau malam apa lagi tinggal di Jakarta gue baru seminggu.


"besok anak buah bokap gue ngirim mobil gue ke sini " gumam semi dan sudah ada via di sampingnya


"yess.. akhirnya gak naik taksi lagi bosen gue"


"dasar manja"


"enak aja gue gak manja kalau gue manja udah dari kemaren gue nangis merengek minta mobil atau minta pulang"


"terserah Lo deh sekarang kamar gue di mana pegel ni badan" semi lansung berdiri sambil memutar-mutar pinggang.


"hehe lupa, ayo ikut gue "


gue menuntun semi sampai di depan sebuah pintu ruangan yang letaknya tepat di samping kamar gue.


"ni kamar Lo di sebelah kamar gue kalau ada apa-apa panggil gue"


"yang ada Lo yang selalu nyariin gue" semi berjalan memasuki kamarnya sambil membawa koper besar miliknya


sejenak semi terlihat sedang berkeliling di kamarnya, walaupun kamar di apart ini gak Segede kamar dia dirumah tapi cukup estetik dong ada balkon kecilnya juga. apartemen ini punya 50 lantai dan kita ada di lantai 16.


suara yang udah gak asing lagi di telinga gue, dengan cepat gue berlari ke ruang tengah mengambil benda pipih yang berada di atas meja di depan TV. melihat nama yang tertulis di layar hp gue langsung tersenyum, bagaimana tidak orang yang paling ia rindukan menelfon, ah lebai itu mama bukan siapa-siapa kok.


"assalamualaikum ma.."


"waalaikumsalam cia, bagaimana semi udah nyampe belum ?" tanya Mama dari seberang


"udah ma, sekarang semi lagi di kamar istirahat mungkin"


"Alhamdulillah bagus deh mama cuma mau mastiin kalau semi udah nyampe, takutnya nyasar"


"tenang aja ma kalau ada cia gak bakal nyasar" dengan sombongnya sambil menaikkan sebelah alisnya


"mamah mau ngomong doang dengan semi"


dengan sedikit berlari gue menuju kamar semi yang berjarak beberapa meter dari ruangan tersebut.


"semm.. mama mau ngomong" sambil memberikan hp ke semi, dengan senang hati semi pun mengambil handphone tersebut dan mendekatkan ketelitiannya


"hallo assalamualaikum Tan"


"waalaikumsalam semi, Tante kira kamu bakal nyasar tadi"

__ADS_1


"enggak Dong tan kan ada bodyguard semi di sini mana mungkin nyasar" kata semi dengan senyuman liciknya sambil melihat ke arah gue.


gue yang mendengar perkataan semi lansung melototkan mata gue dengan tatapan ingin memangsa, enak aja dia bilang gue bodyguardnya kan dia cowok dan lebih tua dari gue seharusnya dia yang jadi bodyguargnya.


setelah beberapa menit berbicara akhirnya telfonnya di matikan. sebelumnya saat semi lagi ngomong dengan nyokap gue, gue udah deluan pergi ke dapur, ya mau gimana lagi kuping gue panas dengar percakapan nyokap dengan semi.


_____


samar sama terdengar suara bell pintu tapi cia masih lenyap di dalam mimpinya, Jan kecil yang terletak di atas nakas sudah menunjukkan pukul 07.12.


Ting.. tong.. Ting.. tong..


bell terus saja berbunyi sampai akhirnya terdengar jelas di telinga cia, dengan malasnya ia pun bangkit dari tempat tidur


"siapa sih ganggu tidur aja" gumam via pelan.


dengan langkah gonta sambil menguap dan menggaruk garuk kepalanya cia berjalan keluar kamarnya menuju pintu utama, tanpa melihat dari camere pantauan cia lansung membuka pintu


terlihat tiga peria gagah dah sudah terlihat sangat dewasa bediri di depan pintu. satu orang menggunakan seragam rapi seperti ingin ke kantor tapi dua lainnya mengenakan pakaian serba hitam dan topi hitam, membuat cia sedikit takut.


"jangan jangan penculik nih" batin cia, dia memanglah orang yang suka menghayal ketinggian.


"ma..mau cari siapa ?" tanya cia gugup


"kami mencari tuan muda semi" jawab peria berseragam rapi itu


cia sedikit melonggo dan cukup bingung dengan cepat cia berlari menuju kamar semi, kebetulan kamarnya tidak di kunci dah cia lansung tanpa izin. masih terlihat seorang semi dinata yang terlelap dalam mimpinya.


"sem.. bangun semi" cia menarik narik kakinya.


"apaan sih, ganggu aja lu" semi mengganti posisinya membelakangi cia masih dengan mata terpejam


"di depan ada orang nyariin Lo tu"


"haa.." sontak ia bangkit dari tidurnya sejenak ia melihat cia yang terlihat kebingungan tapi dengan cepat ia berlari ke luar menemui orang yang cia maksud barusan


terlihat tiga orang peria setengah baya yang sedang duduk di ruang tamu, awalnya cia sangat bingung tapi semuanya buyar saat semi menyapa orang berseragam rapi itu.


"om Tito " panggil semi dengan ramah dan langsung menyalami orang itu


"ini kunci mobil tuan muda mobilnya sudah ada di parkiran, kalau begitu kami pamit dulu" ketiga peria gagah itu bangkit dan sejenak melirik ke arah cia


"makasih om, Oya om ini cia adiknya semi, anaknya om Ardi" peria yang di panggil semi dengan nama om tito itu lalu tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya


"urusan kami sudah selesai kalau begitu saya dan yang lain pamit dulu " Panin om Tito dan setelah di sngguki oleh semi ketiga peria itu berlalu menuju pintu utama dan pergi meninggalkan semi dan juga cia.


"ntar jam sembilan kita pergi beli peralatan sekolah lu siap siap cepetan" kata semi sambil berjalan menuju kamarnya kembali.


"siap bos" dengan semangatnya cia mengangkat tangannya seperti sedang hormat dan langsung berlari ke kamarnya dengan senang, dengan cepat ia mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi.


Tito Sabino salah satu sekertaris om sandi yang sangat di percayai di perusahaan usianya mungkin sedikit lebih muda dari om sandi. sejak masih kuliah om sandi dan om Tito memang sudah menjadi teman baik dan om Tito adalah junior om sandi saat itu mereka berteman hingga saat ini makanya mereka sangat akrap hingga seperti bukan bos dan anak buah

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


jangan lupa votenya ya biar author makin semangat 😘


__ADS_2