The Boy I Love

The Boy I Love
penyelidikan


__ADS_3

.sekitar pukul lima dini hari cia sudah rapi dengan dres selututnya dan tas kecil yang tergantung di bahunya sejenak ia melirik barang barangnya, kalau dia chat semi pasti semi bakal banya tanya, setelah mengikat tali sepatunya cia berjalan menuruni tangga ia tau jadwal ibunya jam segini setelah sholat subuh pasti akan melanjutkan pekerjaannya.


sebelum ke luar cia ke dapur mencari bik Atun sekalian mau minta cemilan untuk sarapan di jalan, setelah itu cepat cepat ia memesan taksi online, tak lama kemudian taksi itu datang dan membawabya melesat cepat pergi dari situ, kali ini ia sengaja tidak membawa mobil karna kalau ia terlambat pasti banyak pertanyaan dari semi


"sekarang teteh kirim lokasinya dan perintahkan beberapa orang untuk ngawasih aku dari belakang untuk antisipasi" ucap cia datar setelah ia mengaktifkan headsednya


taksi melaju kencang, cia sengaja menyuruh supir taksi untuk bergerak cepat, setelah ia menerima alamat itu cia memberikan pada supir taksi, ia mengangguk seolah mengerti dan lansung bergegas ke lokasi tersebut


setiba di lokasi cia melihat pemandangan yang begitu indah perkebunan yang sangat subur dan terawat ia turun dari mobil sambil memasang kacang mata hitamnya


"pak tunggu bentar ya" kata cia pada supir taksi dan setelah itu ia berjalan mendekati perkebunan itu tiba tiba Empat pemuda bertubuh kekar dan gagah yang mengenakan pakaian serba hitam tiba di samping cia


"saya sudah bilang pantau dari jauh" ucap cia datar tanpa mengalihkan pandangannya


"ini perintah dari nona jesi, harap anda tidak membantah" jawab salah satu dari mereka datar tanpa ekspresi


cia menghela nafas kasar sebenarnya dia tidak suka di kawal seperti ini terlalu berlebihan menurutnya tapi ya sudahlah tak banyak waktu untuk meributkan ini menyusuri jalan perkebunan yang hanya bisa di lalui kendaraan roda dua mereka berjalan menyusuri perkebunan, pemandangan yang begitu melakukan perkebunan yang subur dan indah, tapi cia terus m harap sinis hingga mereka tiba di sebuah rumah yang terbuat dari kayu jati,


pekarangan rumah itu sepi tapi saat cia ingin mengetuk pintu, terdengar suara kapak yang memotong kayu, cia mencari arah suara itu dan terlihat seorang peria paruh baya yang sedang memotong kayu dan saat cia menghampirinya peria itu lansung kaget dan seperti orang ketakutan ingin lari


merasa aneh cia mengerutkan dahinya sambil melepas kaca matanya


"saya turuti perintah kalian kenapa masih datang" bentak peria itu sambil gemetar ketakutan


"tunggu tunggu maksud anda apa?" tanya cia bingung "saya fabela utusan nyonya Amira investor yang sudah bekerja sama dengan pak kasdi sejak lama" lanjut cia


sengaja ia mengubah namanya karena k berangkat cia hari ini hanya cia, Jesi dan beberapa anak buah Jesi yang tau


mendengar penuturan cia pergi paruh baya itu mendadak terdiam dan semakin panik dengan terbata bata pak kasdi mempersilahkan mereka masuk kerumahnya


"saya gak bisa menolak non" gumam peria itu sambil menunduk


"ceritakan semuanya sama saya pak, anda pasti tau nyonya amira tidak mau menjalin kerja sama yang hanya menguntungkan sepihak" lanjut cia


"saya tau nyonya Amira orang baik tapi saya terpaksa karna mereka mengancam kesehatan keluarga saya dan akan menghancurkan lahan perkebunan jika saya masih memberikan hasil panen pada nyonya Amira" cia terus menyimak perkataan pak kasdi "mereka membayar hasil panen dengan harga yang sangat murah"

__ADS_1


"ini sudah termasuk kekerasan, anda bisa menuntut orang itu"


"tidak semudah itu non, mereka mengancam keselamatan keluarga saya dan akan melaporkan anak saya ke polisi jika saya tidak mau menjual hasil panen dengan harga yang sangat murah, saya terpaksa non" lanjut pak kasdi sambil terisak


"anak anda kenapa ?" tanya cia bingung


"anak saya anggota gengster yang udah banyak meresahkan warga, sudah dua bulan dia gak mau pulang ke rumah" mendengar perkataan pak kasdi cia menjadi tersentuh, dulu istrinya meninggal karena kecelakaan sekarang anaknya menjadi anggota gengster, bahkan bandit bandit tidak bertanggung-jawab itu malah memerasnya


salah satu anak buahnya datang dan memberikan cia sebuah map merah lalu pergi menunggu di luar, setelah melihat isi map itu cia menyodorkannya pada pak kasdi


"apa ini ?" tanya pak kasdi


"surat perjanjian yang dulu pernah di sepakati bersama dan sudah di tandatangani oleh anda" gumam cia datar, pak kasdi ingat betul saat itu perjanjian kerja sama yang sudah di sepakati bersama "sebenarnya kedatangan saya kesini untuk menuntut anda karna tidak kompeten dalam kerja sama karena kejadian ini restoran kami banyak mengalami kerugian dan adanya surat perjanjian ini saya bisa menuntut anda" ucap cia tegas


mendengar perkataan cia pak kasdi lansung menangis menunduk tapi ia menyadari kesalahannya


"om Jake " panggil cia


seorang anak buahnya datang membawakan sebuah tas hitam dan mengeluarkan sebuah map satu lagi dan menyodorkannya lagi pada pak kasdi dan mengambil map yang pertama cia beri lalu kembali menunggu keluar


"silahkan tanda tangani" cia mengeluarkan bolpen dari dalam tasnya


setelah pak kasdi menandatangani surat perjanjian itu, ya itu adalah surap perjanjian Remi yang terbaru dan bermatrai 10.000, setelah menandatanganinya dengan gugup pak kasdi mengembalikan pak itu pada cia


"saya jelaskan ya pak, saya tidak benar benar menuntut Anda, ini surat perjanjian yang baru gak ada celah untuk anda menghiabati nyonya Amira, jika terjadi lagi saya tidak segan segan membawa anda ke pengadilan"


"terimakasih non terimakasih" pak kasdi lansung bersujud di depan cia dan tidak berhenti berterimakasih


"astaghfirullah pak jangan begini" merasa tidak enak cia lansung membantu beliau duduk di bangkunya lagi lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya


"kerugian anda akan saya ganti" ia mengeluarkan segepok uang pecahan seratusan yang entah nominalnya berapa tapi cukup tebal


"nona.. tapi saya sudah merugikan nyonya Amira"


"kita sama sama di rugikan jadi anda dapat bekerja sama dengan baik kali ini, jika terjadi sesuatu anda bisa hubungi rekan kami" cia berdiri lalu sedikit membungkuk "kami pamit dulu" setelah itu ia pergi meninggalkan tempat itu diikuti empat bodyguard di belakangnya

__ADS_1


pak kasdi menatap kepergian mereka dengan terharu sambil memegang segepok uang yang tadi di berikan cia


stiba di mobil, Jake membukakan pintu taksi untuk cia, sedangkan tiga teman temannya masih berdiri dengan rapi di belakang cia. baru ingin melangkah m masuki mobil tiba tiba pandangannya menjadi tidak jelas


langkahnya mendadak berhenti tangannya terus memegang kepalanya dan memejamkan matanya untuk menetralisir penglihatannya, keempat bodyguard itu sontak panik


"cepat ambil mobil kerumah sakit sekarang" teriak Jake tegas bada teman temannya, baru saja Dimas berlari menuju mobil cia lansung menghentikannya


"jangan, saya gak papa cuma kecapean aja, the kalian hanya mengawali saya lakukan sesuai perintah saya" kata cia dengan tegas walaupun kepalanya sangat pusing saat ini tapi masih mampu ditahannya


setelah masuk kedalam taksi keempat anak buahnya mengikuti dari belakang, sejenak ia bersandar lalu teringat sudah beberapa hari penyakitnya tak kambuh ia harus waspada, segera ia mengobrak-abrik isi tasnya mengambil obat dan sebotol air mineral


setiba didepan rumah mobil sport berwarna biru itu sudah terparkir di depan rumah, perlahan cia mengintip ke dalam tak ada semi di dalamnya, ia mengambil kesempatan untuk masuk sambil menunggu semi di dalam tanpa sepengetahuan semi, saat tak sengaja melihat ke depan yang benar saja bahkan anak buah teteh Jesi masih membuntutinya


melirik ke rumahnya masih belum ada tanda tanda semi ingin keluar, hampir setengah badannya keluar jadi jendela dengan tergesa-gesa ia memberi kode kode menyuruh orang-orang itu menjauh


kleek suara intu terbuka perlan semi keluar sambil membawa sebuah koper merah muda yang tidak lain adalah milik cia, karena panik dengan cepat ia masuk dan tidak berhati-hati


setakk kepalanya terantuk pada pintu mobil


"aawww gara gara mereka nih" gerutunya sambil menunjuk mobil hitam yang perlahan berjalan mundur menjauh


mondar mandir setelah menaruh tas cia di bagasi semi malah berjalan kembali ke rumah


"mau kemana lagi Lo " teriak cia dari dalam mobil membuka kaca mobil menjulurkan lehernya keluar


bingung, itu yang di jual adakan semi saat ini belum lama ia keluar dari mobil tapi sudah ada bocah itu di sana,berjalan sedikit berlari semi menghampirinya


"Lo ngapain di situ ?" tanya semi bingung


"lah kan mau balik begek cepetan deh" elak cia sesekali melitik k apakah mobile l hitam itu masih di sana


"maksud gue sejak kapan Lo ada di mobil tadi bik Atun bilang Lo pergi dari pagi" semi menggaruk kepalanya yang tak gatal


cia tersenyum kikuk tak tau harus membuat alasan apa karna semi selalu tau kalau dia berbohong

__ADS_1


"Lo mau naik atau gue tinggal ni banyak tanya banget" cia mengomel dan terus menekan klakson mobil, setengah berlari semi memasuki mobilnya sambil mendengus kesal


__ADS_2