
"sebelum kita masuk ke lombanya saya akan membacakan peraturan perlombaannya terlebih dahulu, peraturannya adalah waktu memasak 30 menit, peserta tidak boleh pergi ke meja peserta lain atau meniru resep pereta lain, peserta boleh menggunakan bahan tambahan tapi tidak boleh menggunakan oven, dan penonton di larang ikut campur di dalam perlombaan, yang akan di nilai adalah cita rasa, kereatifitas, kebersihan dan keunikan penyajian" cia dan Tasya mendengarkan dengan serius
kali ini lomba membuat olahan makanan berbahan dasar umbi umbian, satu kelompok hanya terdiri dari dua orang, kali ini cia dan Tasya lah yang mewakili kelompok mereka
"waktu di mulai dari sekarang priiiittt" suara peluit panjang tanda lomba di mulai
dengan cepat semua peserta lansung bergegas meracik dan mengolah masing masing makanan
di meja cia dan Tasya keduanya tak banyak bicara tapi bekerja sama dan terlihat sangat kompak, jiri terus memperhatikan gerak semua peserta sementara di samping ada Salma, keni Amel dan peserta yang lainnya yang saling memberi semangat
waktu terus berjalan sampai tak terasa bell tanda perlombaan akan berakhir dalam waktu lima menit telah berbunyi
cia dan Tasya saling bertatapan, saling memberi semangat dna sejenak mengangguk lalu kembali memberi sedikit sentuhan pada menu yang mereka buat
preeettt.... suara peluit tanda waktu pertandingan telah usai, sontak semua peserta mengangkat tangannya
"waktu telah habis dan tidak ada peserta yang boleh menyentuh makanan itu dan silahkan mundur" kata MC. semua peserta mundur tiga langkah menjauhi meja. satu persatu kelompok maju membawakan makanannya menuju meja juri
cia melirik peserta yang maju dan mengamati cara ia menyampaikan dan apa yang di sampaikan
"tas..." cia memanggil dengan berbisik, Tasya seolah mengerti dan sedikit menundukkan kepalanya "hampir merata semua menyajikan makanan hanya satu jenis, di sini kita dapat satu poin bisa memimpin dan cara kita menjelaskan makanan ini Lo jelasin yang ini" tunjuk cia pada sebuah menu yang bergoreng "dan gue jelasin yang ini" tunjukkan cia pada menu satunya lagi
"tapi semua pake konsep, jadi konsep kita apa ?" cia sedikit berfikir lalu tersenyum sekilas
"itu biar gue yang mikir" gumam cia
setelah itu cia dan Tasya maju dengan membawa kedu menu tersebut ke meja juru
"nama saya Tasya adiwira dan rekan saya ecia fabela kusuma" Tasya memperkenalkan keduanya
juri memperhatikan dua menu yang cukup menarik dan terlihat enak
"kamu dari SMA tunas bangsa akan menjadikan menu kami yang bertema asin manis Pramuka, kami menggunakan ubi singkong untuk bahan dasar utamanya, kamu membuat dua menu yang pertama adalah brownis singkong" dengan smart cia terus menjelaskan peroses pembuatannya sampai selesai
"dan ini menu kedua kami beri mana Berger simkong dan bla.. bla.. bla.." kini Tasya angkat bicara menjelaskan cara pembuatannya "singkong yang sudah di rebus di hancurkan dan di campur lada garam dan penyedap rasa setelah itu di bentuk seperti Berger dan di goreng"
"isi dari Berger singkong tersebut kamu gunakan sosis yang di goreng menggunakan bater dan juga keju" kata cia
satu persatu juri mencuci dan menulis nilai pada kertas yang mereka pegang masing masing
akhirnya setelah hampir sejam berlalu lomba yang melelahkan itu pun selesai semua siswa kembali ke Buper dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa sambil bersiap mengikuti lomba berikutnya
Persiapan lomba sudah di siapkan semua walaupun lomba masih akan di mulai tiga jam lagi. cia dan Tasya akan beristirahat dan bertugas membersihkan tenda sedangkan Sherly,Veni dan Amel mengikuti lomba pionering, Salma dan keni akan mengikuti lomba survaifel di Hutan yang tidak terlalu jauh dari Buper
dari kejauhan Revan yang terus memandang tenda cia dengan datar, entah apa yang Revan pikirkan sekarang, tak ada yang tau arti tatapannya
fido keluar dari tenda dan melihat temannya itu sedang duduk di depan, tanpa pikir panjang fido lansung duduk di sampingnya dan lansung merangkul sahabatnya itu
"bengong aja"
"apaan ?" tanya Revan cetus
"persiapan pionering udah pada siap ?" tanya fido
"lah Lo kan surfaivel ngapa jadi ngurusin persiapan gue"
"ya elah bocah nanya doang kagak boleh, lagian persiapan gue udah beres semua" fido melepas rangkulannya dan ikut melihat ke arah yang Revan tuju "liatin apa sih
__ADS_1
Revan tersenyum "dia itu cantik tapi terlalu agresif" gumam Revan
"lah malah bucin" ledek fido. Revan lansung menatap fido datar
"yang ada lu yang bucin setiap malam telfonan di anterin makan, tapi gak jadian jadian" celetuk Revan sambil tertawa
"asem lu ya,liat aja ntar gue tembak di depan mata Lo"
"Oya mau ikut gue ke menara pantau gak ?" ajak Revan yang sudah berdiri menghadap fido
"mau ngapain ogah panas" tolak fido
"ya udah gue sendiri aja" Revan beranjak meninggalkan fido
di sisi lain, cia yang duduk didepan tenda dengan senyuman tipis yang tak lepas dari wajahnya, tanpa ada yang menyadarinya cia terus memandang peria yang duduk di menara sambil mengenakan teropong, peria tampan yang selalu memiliki wajak cuek siapa lagi kalau bukan kak Angga
'gak terasa besok udah gak ada lagi
pemandangan kayak begini' kata cia dalam hatinya sambil tersenyum
saking asik memperhatikan kak Angga, sampai sampai cia tak menyadari Revan yang berdiri di belakang Angga sambil melihatnya, awalnya Revan hanya ingin melihat keberadaan Sherly tapi malah ngeliatin cia yang lagi senyum senyum, melihat itu Revan hanya tertawa pelan sambil menekan pinggangnya
"Angga " Revan merangkul Angga dari belakang sambil duduk di sampingnya
"apaan ?" tanya Angga datar
"kagak" jawab Revan singkat, anggap hanya meliriknya sekilas kemudian kembali memantau menggunakan teropongnya
tiba tiba cia tersentak melihat Revan yang kini duduk bersebelahan dengan kak Angga
"ganggu aja" cia memanyunkan bibirnya dan lansung beralih masuk ke dalam tenda
"udah pada siap siap di lokasi lah, Lo nya aja yang dari tadi bengong gak jelas" jawab Tasya sambil menyusun barang barang ke dalam tas miliknya, cia hanya meringis sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal
di sisi lain
"apa kabar ya kamar gue" gumam Revan
"baik" jawab Angga datar
"kasian aparat gak di bersihin sama Angga"
"siapa juga yang mau bersihin gue juga sibuk kalik" Angga menurun kan teropongnya beralih menghadap Revan dengan wajah datarnya
"santai aja kalik, ntar kita bersihin sama sama"
Yap Revan dan Angga tinggal di apartemen yang sama termasuk juga fido mereka bertiga membeli apartemen itu karena jaraknya sangat dekat dengan sekolah hanya terhalang oleh jalan raya
mereka bertiga berteman sejak SMP tapi sudah seperti kenal sejak kecil, ya kalau udah safrekuensi ya memang gak di raguin lagi
suara peluit tanda pertandingan di mulai terdengar, lomba membuat pionering dan survaifel pun di mulai bersamaan, tampak semua peserta yang fokus pada kegiatan mereka masing masing
Salma dan keni yang sibuk dengan survaifel mereka karena sedikit rumit karena semua menggunakan peralatan dari alam, untungnya keduanya sangat mahir
di tempat Sherly mereka juga yang di sibukkan dengan simpul simpul dengan panas yang semakin terik membuat keringat bercucuran. di lain tempat yang bersebrangan dengan lokasi Sherly saat ini Mario, Revan dan juga Bagas yang berkerja sama dengan kompak
cia dan Tasya yang asik memainkan handphone mereka sambil sedikit bersenandung dengan mengikuti lagu yang Tasya putar
__ADS_1
"gak terasa udah malam penutupan aja gak sabar pengen pulang" teriak Tasya kegirangan
"yang pasti bakal kangen suasananya" sahut cia sambil tersenyum tipis "ingat ya jangan suka nangis lagi" sontak tawa cia pecah saat Tasya yang menatapnya seperti ingin memakan
drett.. drett.. drett... handphone cia bergetar suara panggilan masuk
perlahan tawa dan senyum di wajahnya perlahan memudar, layar handphone yang terus berdering hanya di tatapnya dengan tatapan datar, Tasya yang menyaksikan itu merasa aneh saat melihat cia seperti itu
"kenapa gak Lo angkat ?" tanyan tasya heran
"nomor gak di kenal" jawab cia singkat
Tasya yang melihat itu sangat heran, walaupun dari nomor tak di kenal kenapa wajahnya berubah seperti itu
sering handphone cia akhirnya berhenti dengan cepat ia lansung mensailen handphonenya dan kembali menaruhnya di dalam saku celananya
"sya gue ke toilet dulu ya"
setelah di jawab iya oleh Tasya, cia berjaln dengan santai menuju toilet sekolah jaraknya tidak terlalu jauh tapi melewati lapangan yang di gunakan untuk kompetisi membuat pionering
Beberapa menit kemudian cia yang baru keluar dari toilet berjalan bendak kembali tapi langkahnya terhenti saat melewati lapangan, pandangan nya tertuju pada sosok Mario yang kini sedang sibuk dengan sampulnya keringat yang bercucuran dan membuat rambutnya basah, tapi kali ini tak ada senyum yang terpancar di wajahnya
drett.. drett.. drett... handphone di sakunya pun bergetar, segera cia mengangkat telfon tersebut dan berlari menuju gerbang sekolah
setiba di depan gerbang sekolah ada banyak pengunjung yang datang yang tidak lain adalah siswa SMA tunas bangsa juga
terlihat seperti cia Yang celinguk celingukan seperti mencari seseorang
"cia.." terlihat semi yang berdiri di samping pos, berjalan mendekat ke arahnya dengan membawa sebuah paperback, cia pun berlari kecil mendekati semi
"tumben ke sini ?" tanya cia sambil mengambil paperback yang di bawa semi "wihh wangi enak nih" sambungnya segera langsung mengambilnya dan melahapnya
itu adalah kebab kesukaan cia yang selalu ia beli di akhir pekan penjualannya juga tidak tauh dari rumah cia
"kalau udah makan aja cepat banget" dengan malas semi memutar matanya
"hehe thanks udah beliin" kata cia dengan mulut yang sedang penuh
"tadi gue pulang basket lewat tokonya ya udah sekalian beli buat Lo"
"Oya Sem ntar malem datang ya Lo liat ya pasti gue menang"
"kalau Lo gak menang hebat banget yang ngalahin Lo" kata semi, pasalnya di umur nya yang masih sangat muda cia sudah ahli dalam membuat kue ataupun roti itu karena dulunya orang tua cia yang selalu membuat roti berbagai jenis untuk di jual di toko, tapi sudah dua tahun ini Alhamdulillahnya orang tua cia sudah punya banyak karyawan dan Tante Amira tidak terlu berkerja keras seperti saat awal ia merintis toko rotinya bahkan sudah memiliki beberapa cabang di beberapa daerah
"pasti gue menang liat aja ntar"
"terserah deh, udah ya gue balik dulu" kata demi sambil mengacak acak rambut cia pelan
"daaa" cia melambaikan tangannya pada semi yang berjalan memasuki mobilnya
setelah mobil semi pergi melesat cepat dari tempat itu cia kembali ke Buper dan melanjutkan aktivitas selanjutnya
🌸🌸🌸🌸🌸
kira kira telfon tadi dari siapa ya, ayo jangan sampai ketinggalan ceritanya dan siapa kah yang akan jadi pemenang di masing masing lomba yuk kawal terus ceritanya
jangan lupa like dan vote ya🤗
__ADS_1
author sayang kalian 🌹