The Boy I Love

The Boy I Love
Jadian


__ADS_3

dari atap sekolah cia duduk melihat ke bawah, pagi itu cuacanya sangat pas untuk bersantai di rooftop


bersama Salma, Tasya, keni dan Sherly sekawan itu sangat suka di rooftop jika tidak panas. empat sekawan itu duduk berkumpul hanya cia yang duduk di stepi dan menatap terus kebawah


"kadang gue suka mikir kenapa sih tu anak suka banget tempat sepi irit ngomong bahkan kita aja yang sahabatnya gak pernah tau perasaan dia itu gimana sebenanya" kata keni pada sahabatnya yang lain, mendengar itu Salma hanya terdiam


walaupun pandangannya kosong ke depan tapi di otak cia penuh dengan pertanyaan yang ia sendiri belum menemukan jawabannya


"ternyata selama ini orang yanggue anggap kayak orang tua gue sendiri bisa nusuk dari belakang, apa motif sebenarnya?" batin cia


flashback 🌸


"cia ada telfon tuh" teriak semi yang sedang asik bermain game online


dari dapur cia datang dengan membawa dua cangkir minuman yang satu adalah kopi milik semi satunya lagi adalah teh herbal yang di rekomendasikan oleh dokter kiana untuk cia


"hallo.." gumam cia pada telfonnya


"cia teteh tau sekarang alfraksin adalah tangan kanan dari semua ini" sontak cia kaget sejenak ia melirik semi dan lansung menjauh dari tempat itu


"tadi teteh ngeliat alfraksin keluar dari mobil dan masuk ke private room di kafe Xx, hampir satu jam kemudian bunda healen juga keluar dari ruangan itu gak lama alfraksin juga keluar dari tempat itu dan teteh udah dapat bukti Vidio yang kuat " penjelasan teteh Jesi


Flashback end 🌸


"kadang gue juga mikirnya gitu, dia itu memang begitu atau dia minder dengan kita.."


"atau dia ilfil temenan sama kita" dengan cepat Sherly memotong perkataan tasya


"ihh Lo apaan sih" kata keni "Lo gak boleh memvonis gitu, kali aja dia punya masalah yang belom siap untuk di ceritain dan itu bukan urusan kita" keni mengecam Sherly sekali lagi


"udah deh ngapain sih ribut, biar gue coba samperin dia dulu" Salma berdiri dan berjalan ke arah cia


angin sepoi-sepoi menerpa wajah mereka membuat rambut mereka terus betebangan, cia memejamkan matanya untuk menikmatinya


"apapun yang ada di pikiran Lo sekarang bebas untuk lo ekspresikan tapi kalau Lo sendiri ngerasa berat jangan takut untuk cerita dengan kita" gumam Salma yang berdiri berdampingan dengannya yang juga menatap pemandangan di bawah


tanpa berkata-kata cia memandang Salma dengan datar


"maksudnya ?" tanya cia Salma mengubah posisinya menghadap cia


"anggap aja gue gak pernah tau apa yang udah terjadi" dan kali ini cia baru menyadari Salma salah faham, mungkin dia mengira cia memikirkan tentang penyakitnya tapi pada dasarnya cia tidak memikirkannya dan tidak menghiraukannya


"yang lain nungguin Lo tu" cia melihat sejenak teman teman yang lain semua menatap kearahnya


"gue cuma lagi mumet aja karena tugas matematika tadi" kata cia dengan berpura-pura polos


"terserah deh cepetan bentar lagi bell"


Iima gadis cantik itu akhirnya turun dan lansung kembali ke kelas


_____


sambil berjalan menuju kelas Teo membawa dua gelas es teh manis dan duduk tepat di sebelah Revan yang lagi bengong


"banyak pikiran bos?" tanya Teo sambil memberikan segelas es teh manis


"udah sebulan Lebih sama sekali gak ada kepastian dan dia juga bersikap seolah gak terjadi apa apa" gumamnya dengan tatapan kosong


"apaan sih gak ngerti gue Lo ngomong apa dan gak mau ngerti juga"Landung menyedot es teh


"gue nembak cia dari sebulan yang lalu tapi sama sekali gak ada jawaban dari dia, bahkan hari hari kita jalani kayak gak ada yang terjadi"


"sejak kapan Lo suka sama cia bukannya dia Deket dengan Mario ya" ucap Teo tercengang

__ADS_1


"gue gak tau sejak kapan tapi kayaknya semenjak Sherly ninggalin gue gitu aja" jawab Revan pasrah


"btw gimana Lo nembak dia?" Goda Teo


"gue nembak dia di chat memangnya kenapa"


"Van.. Lo itu laki gak sih, cewek modelan cia Lo tembak lewat chat, Lo mau bikin dia ilfil" dengan suara keras Teo mencemooh sahabatnya itu


"terus gue harus gimana, cia itu gimana ya.." Revan sedikit berfikir "walaupun gue akrab dengan dia tapi tetap aja dia itu sudah vanget di tebak" lanjutnya


"eh btw sebelum Scout camping tumben banget cia lewat depan kelas kita mana gayanya gelagapan lagi waktu gue tanya" lalu Teo sedikit berbisik sambil merangkul Revan


"apa cia nyariin gue, apa gara gara kejadian malamnya" batin revan


"gue ada ide" sontak Teo dan lansung membisikkan di telinga Revan


_____


Ting.. tong..


suara bell berbunyi, cia yang masih sibuk dengan laptop dan bukunya Landung menghentikan aktivitasnya


"siapa sih ? kalau semi gak mungkin nih" karna hanya menggunakan tengtop dan celana pendek cia bangkit dan lansung mengenakan cardigan untuk menetupi bahu jenjangnya


"Hay cia.. " sapa Salma yang beradu di balik pintu


"salma, ada apa"


"semi ada gak ci ?" tanya Salma sedikit gugup


"lagi di luar memangnya ada apa"


"Qisya lagi gak ada di rumah gue mau ke ATM tapu motor gue mogok, kira kira semi mau anterin gue gak ya"


"gak masalah ci thangs ya"


"oke tunggu aja di rumah ntar semi jemput" cia sedikit tertawa


setelah menutup pintu cia krmbali kekamar, hambpir dua jam berlalu ia habiskan bahkan sudah hampir magrib, mendengar suara semi baru saja pulang dengan baju basketnya dan keringat yang bercucuran cia lansung menghampirinya dan menyampaikan pesan Salma


"ntar selesai sholat Magrib deh" kata Revan,cia hanya mengangguk dan kembali ke kamarnya


"cia yang chat ?" tanya cia pada dirinya sendiri dan melihat pesan masuk itu


Revan : "ntar malem temenin gue ke danau ya" ini pesan dari Revan


Ecia : "jam berapa ?"


Revan : "selesai isya gue jemput deh"


Ecia : "👍 " jawab singkat dari cia lalu meletakkan handphonenya di meja


sembari menunggu azzan magrib berkumandang cia lansung bergegas menuju kamar mandi


waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, semi sudah pergi mengantar Salma sejak tadi cia baru saja selesai hanya mengenakan jeans hitam dan sweater Hoodie polos berwarna cream dan sepatu hariannya toh hanya ke danau


dred.. dredd.. dredd..tiba tiba ponselnya berdering


"kenapa gue udah siap kok tunggu di lobby gue turun sekarang" tanpa menunggu Revan menjawab cia membuka pintu dan lansung


"haa.." sontak ia kaget melihat seorang peria yang sudah berdiri tegak di balik pintu dengan celana hitam panjang kaus oblong yang senada ngen celananya dan kemeja kutih yang di biarkan terbuka


"kan udah gue bilang tunggu di lobby" teriaknya yang juga diikuti suara dari ponsel, dan mereka baru ingat belum mematikan telfonnya

__ADS_1


"gila Lo ya teriak teriak kayak bukan cewek aja" gerutu Revan sambil meringis menutup telinganya


"lebay Lo, kenapa gak nunggu di lobby?"


"kenapa baru bilang waktu gue udah di depan pintu?" sahut Revan


"udah deh mau pergi atau ribut di sini" setelah mengunci pintu cia segera memimpin jalan mendahului Revan


beberapa menit perjalanan mereka tiba di samping gedung kosong yang tidak lain adalah tempat danau itu


"tumben ngajak gue ke sini malem malem?" tanya cia yang berjalan di samping Revan menuju danau


"memangnya gak boleh kalau gue butuh temen?"


"mulai, terserah Lo aja deh" cetus cia


setiba di depan danau cia sedikit kaget melihat ada banyak lampu taman yang terang


"waww.. bukannya udah pada putus ni lampu"


"ya gue benerin lah" sahut Revan "sini duduk"Revan menepuk bangku di sebelahnya dan dituruti orang cia


"gue mau nanya soal Sherly sebenarnya dia itu Giama sih" tanya Revan basa basi


"emm.." cia menekan dagunya "orangnya baik, hambel ya gitu deh" lanjut cia


"ngapain bahas Sherly udah punya pacar" olek cia tapi Revan sama sekali tidak merespon perkataan cia sambil menunduk membuat cia merasa tidak nyaman


"Oya gue denger kemaren ada yang diner bareng Mia dan cuma berdua kenapa masih Sherly aja, lagian banyak cewek yang suka sama Lo" sambung cia pelan sambil mengusap punggung Revan


"gue mau nanya dong, kenapa sih lo kalau di sekolah itu dingin banget irit ngomong beda kalau dengan gue?" tanya Revan


"emm kenapa ya.. dengan Lo itu enak aja ngomongnya lebih nyambung aja" mendengar jawaban cia Revan lansung menunduk untuk menyembuhkan senyumannya


"kenapa.. ada masalah ya ?" tanya cia lagi


"masalahnya itu ada di lo cia" Revan mendongak kepalanya dan menatap cia "karena kedekatan kita bikin gue nyaman ada di samping lo, gue ngerasa Lo itu beda dari yang lain" tiba tiba semua berubah menjadi serius cia bahkan membeku bingung


"maksud Lo apa" tanya cia dengan tatapan nanar


"yang waktu itu apa harus gue ulangi lagi" Revan lansung berdiri menghadap cia


tanpa menunggu jawaban dari cia Revan lansung berlutut di depannya dan meraih tangan cia, entah mengapa cia bahkan membisu dan tidak memberikan penolakan


"gue memang minta bantuan Lo untuk dekat dengan Sherly dan gue tau Sherly juga begitu tapi asal Lo tau selama kedekatan kita ditambah lagi Sherly tiba tiba pacaran dengan sahabat gue, disitu gue sadar ternyata selama ini yang ada di hati gue itu Lo cia, gue gak perduli Lo dekat dengan Mario ataupun yang lainnya yang penting gue udah ungkapin semuanya" menatap Revan yang begitu serius cia sontak terdiam


"gue gak bisa nunggu lagi cia sebulan Lo gantungan gue gitu aja tanpa kepastian gue butuh jawaban Lo" suara lrevan terdengar lirih membuat cia semakin bingung "


sebelumnya semenjak party fido cia sudah mulai merasakan detak jantung yang berbeda saat bersama Revan dan tiba tiba semua kejadian yang pernah ia lewati ssta tentang Revan bermunculan di ingatannya cia begitu saja


"gue suka sama Lo" cia menatap Revan seolah tak percaya


"gue.. gue gak tau Van" jawab cia terbata bata


"please cia, jangan gantungan gue, gue udah nunggu cukup lama untuk ini" sontak Revan berdiri menatap cia yang tertunduk dan perlahan menarik tangan cia membawanya berdiri dan menatap cia penuh arti, baru pertama kalinya cia melihat Revan seserius ini


"gue gak maksa Lo, gue cuma mau ngungkapin apa yang selama ini gue rasain" lirih semi


perlahan cia menatap mata Revan dari matanya terlihat jelas keseriusan itu.


"Van.." gumamnya lalu tersenyum dan mengangguk


Revan yang tak menyangka pernyataan cintanya di terima lansung berbalik menghadap danau dan bersorak gembira, cia yang melihat itu hanya tersenyum dengan tawa kecilnya

__ADS_1


"thanks cia" Revan berbalik dan Lansung memeluk cia


__ADS_2