
"ciaaa" teriak semi dari balik pintu "cia bangung udah jam seini masih molor aja lu bangunnnn" semi yang sudah rapi terus saja menggedor pintu kamar cia yang sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya
samar samar dari dalam cia mendengar suara ribut yang memanggil namanya, perlahan ia membuka matanya dan menangkap jelas suara itu. ia mengatakan tubuhnya pelan tapi terasa sangat berat di kepalanya. dengan langkah pelan cia berjalan menuju pintu sambil memegangi kepalanya.
klek pintu terbuka perlahan
sambil memandangi jam tangannya Sem serus saja mengomel
"jam 6... eh ci Lo gak enak badan" sontak semi kaget dan langsung panik sanbil menyenuh dahinya
"gue gak papa" jawab cia sambil menepis tangan semi yang ada di dahinya
"ini panas cia"
"gue mau mandi dulu daaa" ucap cia lansung menutup pintu kamarnya
semi yang melihatnya terdiam sejenak di balik pintu kamarnya menghena nafas kasar kemudian pergi meninggalkan tempat itu
cia mengambil handuk mandinya dan berjalan menuju kamar mandi sambil memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing tapi ia tak menghiraukannya dan fokus untuk sekolah hari ini
ting tong.. Ting tong..
cia berjalan ke ruang tv sambil mengerutkan dahinya
"siapa yang datang pagi-pagi gini" batin cia
dengan langkah kecil ia berjalan mendekati pintu, seketika fikiranya tertuju pada mario, sambil tersenyum ia berjalan lebih cepat mendekati pintu
saat ia hendak inggin membuka pintu tiba tiba ada sebuah tangan yang lebih dulu membuka pintu, seketika cia kaget dan melonggo melihat orang itu
saat pintu terbuka terlihat seorang kurir yang membawa sebuah kantong yang sepertinya isinya berbentuk kotak
"mas Dinata Kusuma?" tanya kurir itu
"ya ini pesanan saya" jawab semi
"ini pesanannya mas" kurir itu memberikan kantong itu yang diikuti oleh semi yang memberikan uang
setelah kurir itu pergi semi menutup pintu sambil melirik cia sejenak yang masih terdiam yang melihatnya
"udah deh makan cepetan, ntar di sekolah pingsan kan ribet" kata semi sambil berjalan menuju meja makan dan setelah itu diikuti oleh cia
______
__ADS_1
jam olahraga tengah berlangsung semua siswa yang sedang pemanasan yang di pimpin oleh Pak Satya sebagai guru olahraga
panas pagi yang mulai terik membuat siswa siswa meringiskan pandangannya karena silau dan mengeluarkan keringat yang mulai bercucuran tapi tetap fokus pada pemanasannya
berbeda dengan cia, sejenak ia melirik Tasya dan Sherly yang masih fokus berbeda dengannya semakin terkena panas rasanya tubuhnya semakin lemah
"harus kuat cia" batin cia, wajahnya yang sudah memucat dan keringat yang terus bercucuran sebesar butir jageng, terus menerus ia mengepalkan kedua tangannya untuk memberikan tenaga pada tubuhnya
pemanasan selesai tapi semua siswa masih di tempatnya menunggu arahan dari pak Satya. tanpa di sadari oleh guru dan siswa yang lain cia terus meringis sambil mengepalkan tangannya berusaha untuk tetap berdiri tegak. cia berbaris di barisan paling belakang dan di kiri kanannya ada Tasya dan Sherly, membuat pak Satya tidak terlalu memperhatikannya
"habis ini kalian saya bebaskan karena sebentar lagi saya ada pertemuan dinas, saya harap tidak ada yang keluar dari area lapangan dan tidak ada yang kekantin sebelum jam istirahat, mengerti"
"mengerti pak" jawap semua serempak
"sedikit lagi cia" batin cia tapi pandangannya mulai buram, ia terus mengepalkan tangannya tapi tubuhnya terlalu lemah, sampai...
Brukkk.. tiba tiba semua pandangan lansung tertuju di belakang "ciaaa" teriak Tasya dan Sherly kaget semua siswa lansung berkerumun riuh di tempat itu sambil, dengan cepat pak Satya ikut masuk ke kerumunan itu dan membubarkan siswa siswa yang datang hanya ingin melihat dan ingin tau
"cepat bawa ke UKS" ucap pak Satya pada seorang siswa laki-laki berbadan tinggi
karena tubuh cia lumayan Mungin membuat peria itu tidak keberatan untuk membawanya dan segera membawanya ke UKS
"thanks ya Ray" ucap Tasya pada Reyhan yang tadi membawa cia ke UKS
"oke kalau gitu gue deluan ya" pamit Reyhan
"kok bisa gini sih cia" kata Tasya sambil mengudap kepalanya dengan halus, kemudian menyentuh dahinya "panas Sher, cia sakit"
"ya ampun cia kenapa gak bilang dari awal" sahut Sherli
tak lama kemudia mata sendu itu akhirnya terbuka perlahan, cia mengerjapkan matanya pelan
"ci Lo dah bangun" kata Tasya, ia pun langsung bangun dari duduknya dan membantu cia bersandar di ranjang UKS
"silau" ucap cia dengan suaranya yang sedikit serak
"sher tutup gordennya" Tasya memerintahkan Sherli menutup tirai yang tepat berhadapan dengan cia
"sher Lo beliin air mineral gih" perintah Tasya pada Sherly sekali lagi
"kan gak boleh ke kantin" jawab Sherly karena sebenarnya Sherly Mageran mau jalan
"untuk orang sakit siapa yang larang sih cepetan deh" ucap Tasya mulai kesel
__ADS_1
"iya iya" ucap Sherly berjalan keluar UKS sambil manyun manyun
"Lo kenapa sih ci" tanya Tasya dengan suara yang melemah
"gue gak papa Tasya" Jawab cia kemudian tersenyum walaupun sangat tampak senyum itu masih belum kuat untuk terpanncar
"Lo tunggu di sini gue panggil ibu Nana ya" ibu Nana adalah staf UKS bisa di bilang seperti perawat di sekolah ini
"jangan tas, gue gak papa" saat Tasya ingin bangkit dari bangkunya tangan cia dengan cepat meraih tangannya
"Lo tiduran aja di sini oke" Tasya melepaskan genggaman cia dan lansung berlari keluar ruangan
cia lansung kembali berbaring di ranjangnya dan menghela nafasnya, perlahan ia mengangkat tangannya memegang puncak kepalanya yang masih sedikit pusing
tanpa mereka sadari di balik tirai di sebelah cia, seorang peria yang mendengar semua percakapan mereka, ia berbaring dengan kedua
tangannya yang di lipat kebelakang sebagai bantalnya dan kaki sebelah kiri yang di tekuk ke atas
setelah ia rasa ruangan itu cukup sepi berinisiatif untuk menghampiri wanita yang berbaring di ranjang sebelahnya
ia berjalan perlahan ke samping dan di dapatinya seorang siswi yang menggunakan seragam olahraga yang sedang terpejam sambil memijat mijat kepalanya sendiri
"kalau sakit mending jangan sekolah"
sontak cia di buat kaget karena adanya suara itu. ketika ia membuka matanya, terlihat seorang peria yang berdiri di depannya sambil melipat kedua tangannya di depan dada
"Lo.." tunjuk cia kaget
_____
jam istirahat tiba semua siswa di dibuka dengan aktifitas mereka masing-masing, jika biasanya Sherly akan mengajak Tasya dan cia ke kantin tapi kali ini tidak, Sherly dan Tasya yang di sibukan dengan perkumpulan anggota Scout camping karena kegiatannya akan di laksanakan besok dan cia yang harus beristirahat di UKS
semua anggota Scout camping di kumpulkan di aula sekolah Semua persiapan pun sudah di siapkan
"sore ini saya tidak mau ada yang latihan lagi, kegiatannya tinggal besok jadi saya harap semu bisa beristirahat dengan dan tampil maksimal mulai besok, semua kegiatan sudah di persidangan dan saya harap untuk peserta lomba dapat menampilkan hasil latihannya dengan maksimal, semuanya faham" ucap tegas kak Angga
"fahamm" jawab semua anggota
___________
🌸🌸🌸🌸
Hay.. Gusys.. makasih banget udah baca cerita ini dan jangan lupa Lika and fote cerita ini ya karena vote kalian aku akan selalu update ceritanya.
__ADS_1
jangan lupa bahagia ya..
🤩🤩🤩