The Boy I Love

The Boy I Love
Revan


__ADS_3

malam itu Suasananya cukup panas hingga membuat semi bertelanjang dada di balkon sambil memetik gitarnya dan menyanyikan beberapa lagu. berbeda dengan cia, ia malah menggenakan sweater tebal dan celana panjang duduk di samping ranjangnya sambil mengemasi barang-barang yang akan di gunakan selama Scout camping besok


packing malam ini cukup melelahkan, beberapa tas dan barang berserakan di lantai, dari pakaian, peralatan masak, peralatan mandi, obat obatan dan makanan ringan yang akan di bawa terjejer rapi di sampingnya


sekilas cia meraba dahinya, panasnya sudah turun tapi kepalanya masih terasa sedikit pusing, segera kembali ia mengemasi barang-barangnya dan merapikan tas-tasnya


hampir setengah jam berlalu, packing malam ini pun selesai, cia meletakkan tas tas itu di samping meja belajarnya dengan rapi


dengan perlahan cia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang sambil merenung menghadap langit langit kamarnya, entah apa yang ia pikirkan tapi terlihat dari wajahnya kalau kepalanya masih terasa pusing


Ting tong....Ting....Tong terdengar suara chat masuk dari handphone cia. ia meraih handphonenya yang ada di nakas


"Sherly" gimana cia pelan


saat ia membuka isi chat nya membuat cia mengerutkan dahinya, awalnya memang cia sedikit btek karena Sherly mengirimkan nomor Revan, kemudian setelah itu Sherly mengirim lagi pesan


Sherly : "bantu cari tau tentang dia ya demi gue please please...." cia memutar bola matanya sambil menghela nafas malas


cia : "iya iya.." balas pesan dari cia


cia duduk bersandar sambil melihat profil lengkap Revan yang di kirim Sherly


'kayaknya gak buruk' ucap batin cia dan dengan santainya cia mengirim pesan singkat pada Revan


cia :"Hay.."


Revan : "siapa nih" tanpa menunggu lama pesan cia pun terbalas


cia :" gue cia"


Revan :"cia mana ya"

__ADS_1


cia : "cia temennya Sherly"


Revan :"ooh ya itu tau kok gue "


malam itu menjadi sedikit lebih panjang, cia yang awalnya hanya ingin menyapanya ternya menjadi sepanjang ini percakapan antara keduanya


'rupanya Revan gak seburuk apa yang ada di fikiran gue, rupanya dia asik juga di ajak ngomong, lumayan nyambung sih untuk obrolan pertama' ucap cia dalam batinnya


"ciaaa.." teriakan semi dari balkon membuyarkan cia


"sebentar" jawab cia sambil berjalan menuju balkon, pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon perlahan di buka oleh cia.


hembusan angin yang cukup kencang menerpa wajah cantik cia dan melayangkan rambut rambutnya membuat cia lansung memasangkan hoodie dikepalanya, saat ia melihat ke balkon sebelah lebih tepatnya balkon kamar semi yang tepat di sebelahnya ada semi yang menggunakan celana pendek selutut dengan bertelanjang dada


"wihh udah kayak es lilin aja di bungkus bungkus hahaha" ledek semi sambil tertawa


"apaan sih gak jelas banget, Lo manggil gue ke luar ngapain cepetan dingin nih" kata cia dengan kedua tangannya yang melingkar di tubuhnya berusaha memberikan kehangatan


"lu mau makan apa ntar gue pesanin sekalian, gak tega gue nyuruh Lo masak lagi kayak gini" kata semi


"oke bos" dengan cepat semi lansung mengklik klik handphonenya sedangkan cia kembali ke dalam kamar, segera ia menutup pintu balkon agar angin tidak masuk


"bisa bisanya dia tahan agin sekenceng ini" gumam cia, saat ingin menutup tirai kamar sejenak cia memandang ke langit yang hitam legam dan angin yang bersorak ria


"jangan hujan dong, besok kan mau kemping" kata cia bicara sambil menghadap langit dari balik pintu kaca


🌸🌸🌸🌸


pagi pagi sekali cia sudah bangun, setelah melaksanakan sholat subuh itu langsung bergegas ke dapur menyiapkan makanan untuk sarapan dan bekal untuk camping di hari pertama kondisi tubuhnya kini sudah mulai membaik


pukul 6.05 semua perlengkapan camping cia sudah berbaris rapi di dalam mobil dan cia juga sudah siap dengan seragam Pramuka lengkapnya

__ADS_1


setelah selesai menghidangkan sarapan di meja makan cia kembali ke dapur untuk mengemas dapur dan mencuci sisa sisa masak yang kotor


klekk.. pintu kamar terbuka


"huaaamm" semi yang baru saja keluar kamar dan sedang melakukan peregangan bangun tidur


"hemm.. ada bau bau sarapan yang enak ni" kata semi sambil berjalan menuju meja makan


"SEMIIIII...." Gerak semi terhenti ketika teriakan cia lepas saat semi hendak mencomot sedikit makanannya "MANDI DULUUUU..." lanjut cia


cuaca yang cerah perlahan berubah menjadi mendung dan sedikit gerimis, di sisi lain Sherly yang sudah lebih dulu tiba disekolah menumpukan semu bawaannya di depan ruangan lab fisika, banyak siswa yang berlalu lalang ya karena ruangan lab fisika adalah salah satu gedung paling depan dan seluruh siswa siswi akan melewati tempat itu jika memasuki sekolah


keberadaannya cukup menjadi sorotan siswa yang baru datang pasalnya siswa yang mengikuti Scout camping di peringkat datang pada jam 8 agar tidak menggangu siswa yang belajar karena kegiatannya akan dilaksanakan di lapangan belakang sekolah. namanya juga Sherly, paling suka cari perhatian itulah dia


pukul 7 kurang 5 menit semi dan cia tiba diparkiran, cuaca masih gerimis tapi cia yang pernah lupa dengan sweaternya, setiap ke sekolah cia tidak pernah melupakan sweater karena sudah kebiasaan sejak SMP. hari ini sweater yang cia gunakan berbeda dari biasanya lebih tebal dari biasanya karena cuacanya sedikit lebih dengin dan kondisi cia baru saja membaik saat hendak keluar dari mobil semi menghentikan gerakannya saat melihat cia yang hanya terdiam


"yuk keluar" ajak semi kemudian langsung membuka pintu


"gue disini dulu aja deh Sem" mendengar perkataan cia semu mengerutkan dahinya lalu mengangkat sebelah alisnya seperti mengisaaratan pertanyaan 'kenapa'


"gue kan masuk jam 8, gue malu ngelewatin kalian secara pakaian kita udah beda" kata cia sambil menunjuk baju keduanya


"gak pernah berubah lu ya gantian bawanama sekolah malu tapi kalau udah gila gilaan urat malu pada putus semua, ya udah gue deluan" setelah itu semi keluar dari mobil dan meninggalkan cia sendirian di mobil


sambil menunggu cia bersandar sambil memainkan handphonenya, hampir 15 menit berlalu, Tasya sudah bilang kalau akan datang agak lambat katanya malas datang awal dan cia leih memilih menonton film kartun tertawa sendiri tanpa ada yang melihatnya


di sela sela ia menunggu tiba-tiba terdengar suara motor memasuki parkiran, seketika tawa di wajahnya memudar saat ia melihat siapa orang itu 'mario'


🌸🌸🌸🌸


__________

__ADS_1


thanks semua yang udah mau singgah di cerita author, sebelumnya author minta maaf ya πŸ™πŸ™ kalau update ceritanya agak lama karena berhubungan baru selesai ngerayain lebaran author agak sibuk dan baru bisa update hari ini, tapi akan author usahakan selalu update tepat waktu πŸ€—πŸ€— dan Samat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin πŸ™


author sayang kalian 🌹🌹


__ADS_2