
Di kediaman Arthur.
Sierra dan Arthur tengah berada di ruang olah raga. Nanti malam, adalah acara resepsi pernikahan mereka. Semua tamu penting sudah mendapatkan undangan, terkecuali Daniel.
Di tengah tengah aktifitas boxing nya, Sierra teringat dengan dua kantong kecil yang di bawakan oleh Tio. Sierra pun menghentikan aktifitasnya. Arthur yang mekihat tiba tiba istrinya menyudahi olah raga nya pun ikut menyudahi aktifitasnya.
" Kenapa sayang?" Tanya Arthur.
Sierra terlihat menimbang nimbang, apakah dia akan menyelidiki teh dan obat itu atau tidak. Walau dia benci pada Daniel, tapi mendengar ucapan Tio, dia jadi memiliki sedikit rasa iba sekarang.
" Sayang, aku harus ke rumah sakit." Ucap Sierra.
Arthur langsung panik mendengar Sierra ingin pergi ke rumah sakit, fikirannya menjadi khawatir.
" Kenapa? Apakah kamu merasakan sesuatu, Kamu sakit?" Ucap Arthur panik.
" Aku.. ingin mengecek kandungan obat dan teh yang paman Tio berikan kemarin." Ucap Sierra.
" Sedang di cek sayang, Aku sudah memberikannya pada Sammy. " Ucap Arthur.
Mendengar itu, Sierra pun tersenyum. Arthur selalu memperhatikan hal kecil apapun itu jika tentang dirinya.
" Jangan khawatir, hasilnya akan keluar besok." Ucap Arthur.
" Baiklah." Ucap Sierra.
RING.. RING..
bunyi telepon Arthur.
" Ya." Ucap Arthur.
" ............. "
" Beraninya, tangkap dia bawa ke markas. " Ucap Arthur, lalu panggilan di akhiri.
" Kenapa?" Tanya Sierra.
" Vian ( Alden ) berulah. Penjara sepertinya terlalu mudah baginya." Ucap Arthur.
" Sierra... Sayang." Teriak Sahara dari luar.
" Mami?" Ucap Arthur dan Sierra bersamaan.
" Astaga... Apa yang kamu lakukan sayang, nanti malam adalah resepsi pernikahanmu, kamu malah berolah raga disini." Ucap Sahara.
" Mami, acaranya masih nanti malam kan.. " Ucap Arthur.
" Iya, tapi Sierra seharusnya melakukan perawatan diri, supaya dia terlihat semakin mempesona. Ayo sayang, suamimu ini benar benar.. Juga! Seharusnya kalian di pingit." Ucap Sahara, sembari menarik tangan Sierra pergi.
" Aih.. Sudah menikah pun apa harus di pingit lagi gara gara resepsi?" Gumam Arthur.
Sahara rupanya sudah memanggilkan kryawan salon kecantikan langanannya, ia berencana akan melakukan perawatan diri bersama Sierra. Tentu saja dia juga ingin terlihat awet muda.
__ADS_1
" Selamat siang nyonya." Ucap Karyawan salon itu.
" Siang, tolong lakukan perawatan agar kami terlihat semakin mempesona." Ucap Sahara, dan Sierra hanya menyengir kuda saja.
" Baik nyonya." Ucap karyawan salon itu.
Mereka akhirnya pergi ke sisi lain taman yang terdapat Gazebo disana. Gazebo itu berada diantara kolam renang dan kolam ikan, karena kolam itu bersebelahan. Sierra yang pada dasarnya menyukai ikan hias, memilih menghadap ke kolam ikan.
Akhirnya dua wanita beda usia itu pun melakukan perawatan mereka disana. Sementara Arthur sendiri kini melakukan pekerjaan nya di ruangan kerja nya.
Di tempat Daniel..
Daniel menonton televisi yang tengah menyiarkan persiapan resepsi pernikahan Arthur dan Sierra di kamarnya. Ia merasa sangat sedih karena Sierra benar benar tidak mengundangnya ke acara pernikahan Sierra.
Daniel hanya bisa menangis dalam diam. Tio yang melihat itu juga ikut merasa sedih, sayangnya mau menyalahkan Sierra juga tidak bisa, karena disini yang bersalah adalah Daniel sendiri.
" UHUK!! UHUK!! UHUK!! Heeemmm.." Daniel terbatuk batuk hingga mengalami sesak nafas.
' Apakah nona Sierra melakukan pemeriksaan pada teh dan obat itu? Hanya dia harapan supaya tuan Daniel terbuka matanya.' Batin Tio.
" Tio.. Apakah orang yang di kirimkan Bernard sudah tiba?" Tanya Daniel, lemah.
" Belum tuan." Ucap Tio.
" Aku ingin istirahat, Tio. Jangan bangunkan aku, aku merasa sangat lelah." Ucap Daniel.
" Baik tuan, saya permisi." Ucap Tio.
' Tuan, anda bisa membohongi siapapun. Tapi anda tidak bisa membohongi saya, saya tahu betul siapa anda.' Batin Tio.
Di dalam kamar, Daniel membuka laci yang berada di sisi ranjangnya. Ia mengeluarkan sebuah figura kecil berisi foto dirinya bersama Sophia dan Sierra kecil.
" HIKS.. HIKS.. Maaf kan ayah nak." gumam Daniel di sela sela tangisnya.
Daniel menangis sembari memeluk foto Sierra di dadanya. Matanya tak henti hentinya mengeluarkan air mata.
FLASBACK ON..
" Tuan Daniel.. Teh ini, mengandung racun. Dan racun ini menyerang dengan cara lambat, namun jika di konsumsi terus menerus maka bisa mengancam nyawa. Tuan Daniel, apakah anda mengonsumsi teh ini? Jika iya maka kita harus langsung mengambil tindakan." Tanya Dokter yang biasa menangani Daniel.
Daniel terdiam mendengar apanyang di sampaikan oleh dokter. Kesalahan apa yang ia perbuat pada adik angkatnya itu, hingga Bernard memberinya teh beracun.
" Tuan Daniel, mari kita lakukan pemeriksaan." Ucap Dokter itu.
" Tidak perlu, saya sudah tahu.. Terimakasih atas bantuannya dok, dan tolong jangan katakan pada siapapun tentang hal ini." Ucap Daniel.
" Tapi tuan, anda jangan mengonsumsinya lagi.. Itu akan membahayakan nyawa anda." Ucap Dokter.
" Dokter.. Hidup itu berjalan sesuai apa yang kita tanam. Mungkin Tuhan sedang memberiku bayaran atas kejahatan yang aku lakukan. Aku tidak apa apa.." Ucap Daniel, tegar.
" Tuan.." Ucap dokter itu menggeleng.
" Tidak apa apa, tolong jangan beri tahu siapapun tentang hal ini." Ucap Daniel, lalu pergi meninggalkan dokter itu.
__ADS_1
FLASBACK OFF..
" HIKS.. HIKS.. " Tangis Daniel pilu.
Rupanya Daniel sudah lebih dulu menyelidiki tentang teh itu. Ia pun sebenarnya curiga dengan teh itu, karena sebelum mengonsumsi teh itu, dirinya selalu baik baik saja. Namun setelah mengonsumsi teh itu, ia menjadi pesakitan.
Daniel mengeluarkan sebuah buku catatan dari lacinya. Entah apa yang ia tulis disana, tetapi setiap goresan pena di kertas putih itu di iringi isakan tangis, isakan tangis penyesalan yang sangat dalam.
____________________
Hari berganti malam, dan kini Sierra telah terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Gaun kali ini di desain bak putri kerajaan, gaun jenis ball gown itu berwarna putih tulang dan memiliki ekor dengan panjang satu setengah meter.
Sierra dengan cantiknya berjalan masuk kedalam ruangan, dan semua yang melihat itu pun menatap Sierra dengan terkagum kagum. Sierra sangat cantik dengan rambut hitam panjangnya yang di curly dan di urai.
Tersemat mahkota putih yang kontras dengan rambut hitam Sierra, ia benar benar seperti putri dsri kerajaan sekarang.
" Astaga, dia cantik sekali." Bisik para tamu.
Bahkan Arthur yang melihat Sierra setiap hari pun sampai terpesona berulang kali dengan Sierra. Arthur jatuh cinta berkali kali dengan istrinya itu, ia sampai tak bisa lagi menyembunyikan senyum bangga nya pada Sierra.
" Apakah kita akan mengulang pemberkatan lagi?" Ucap Sierra ketika sampai di altar pernikahan.
Arrhur sampai tertawa mendengar ucapan istrinya itu.
" Tidak, sayang.. Kita hanya melakukan resepsi." Ucap Arthur.
Acara resepsi pernikahan itu pun berjalan dengan lancar, Sierra dan Arthur terlihat begitu sangat bahagia. Tamu tamu undangan disana pun tak henti hentinya memuji ke serasian mereka berdua.
Acara di lanjutkan dengan pertunjukan kembang api, Ada dua tempat untuk resepsi pernikahan Sierra dan Arthur. Yaitu Indoor, dan Outdoor. Yang berarti ada di dalam ruangan, dan di lua ruangan yang terletak di lantai di lantai 15 gedung hotel itu.
" Kamu suka sayang?" Ucap Arthur.
" Hmm.. Indah." Ucap Sierra dengan senyum haru.
Disana juga dihiasi dengan hiasan yang indah, berupa bunga bunga dan lampu lampu cantik yang menyala di sepanjang jalan menuju altar pernikahan yang berada di luar ruangan.
Semua photographer tak henti hentinya mengabadikan momen itu. Arthur mencium Sierra saat kembang api yang berbentuk hati itu meledak di langit.
" I love you, sayang." Ucap Arthur di sela sela ciuman mereka.
" I love you too.. " Sahur Sierra.
Malam itu pun menjadi saksi antara kebahagiaan Sierra dan Arthur, juga kesedihan Daniel yang tak bisa melihat acara bahagia putrinya. Tapi walau begitu, Daniel rupanya memandangi Sierra dari jendela salah satu kamar Hotel itu.
' Hiduplah dengan bahagia putriku, ayah menyadari semuanya, dan terlalu malu untuk kembali bertemu denganmu. Ayah telah menyakitimu berulang kali, dan bahkan berusaha memisahkanmu dari pria yang kamu cintai. ' Batin Daniel.
" UHUK!!! UHUK!!! UHUK!!! Huh.. Huh.. UHUK!! UHUK!! Hemm.." Daniel terbatuk, dan terdengar semakin parah saja.
" Tuan, anda tidak apa apa?" Tanya Tio, sambil memberikan sebotol air untuk Daniel.
" Aku.. "
BRUK!!
__ADS_1
" Tuan!!" Teriak Tio panik.
TO BE CONTINUED...