The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 55. Mengusir benalu.


__ADS_3

Arthur dan Sierra pergi dari sana, meninggalkan Julia yang saat ini menangis sesak sendirian. Jula menangis meraung raung memanggil nama Hailey.


" Hailey... maafkan ibu nak, maafkan ibu.. jika bukan karena ibu, kamu tidak akan dihukum mati.." Ucapnya disela sela tangis.


Setelah Sierra dan Arthur pergi, Tiba tiba muncul beberapa anak buah Arthur yang berjaga disana. Arthur tidak ingin Sierra melihat anak buahnya yang begitu banyaknya, jadi ia memerintahkan anak buahnya untuk tidak muncul atau bersuara saat Sierra berada disana.


" Itu tadi apakah nyonya masa depan kita.?" Ucap salah satu anak huah Arthur.


" Sepertinya begitu, tuan tidak pernah mau disentuh wanita, tapi tadi tuan yang berinisiatif memeluk dan mencium nona itu, siapa tadi namanya?? Sierra.?" Ucap anak buah yang lain.


" Mereka pasangan serasi, sama sama berwajah dingin." Ucap yang lainnya lagi.


Sementara itu..


Sierra dan Arthur datang ke perusahaan karena saat ini ada satu hal lagi yang harus Arthur selesaikan hari itu.


" Kenapa kita ke perusahaanmu?" Tanya Sierra.


" Ada seseorang yang mau merebut kekasihmu, apakah kamu tidak mau memberinya pelajaran.?" Tanya Arthur.


" Oh, siapa gerangan yang mau berebut kekasih denganku.?" Ucap Sierra.


" Kamu akan tahu sebentar lagi." Ucap Arthur.


Arthur dan Sierra telah sampai di perusahaan, seperti biasanya Arthur menggandeng tangan Sierra dengan posesif. Sepanjang mereka berjalan juga semua orang kembali terkejut, karena itu adalah untuk kedua kalinya Sierra datang kesana.


Hingga tibalah mereka di ruang tunggu, dimana sudah ada seorang pria paruh baya yang menunggu Arthur. Dia adalah Ruslan Walter, ayah dari Calista dan Carisa.


" Siapa dia Arthur.?" Tanya Ruslan.


" Kekasihku, calon istriku. Sayang, perkenalkan dia tuan Ruslan rekan kerja papi, juga rekan kerjaku." Ucap Arthur.


" Salam kenal tuan, saya Sierra Leona, kekasih Arthur." Ucap Sierra tegas.


Ruslan tentu saja terkejut mendengar dan melihat interaksi antara Arthur dan Sierra. Sulit untuk menyangkal ucapan mereka, Jika hanya berpura tidak mungkin Arthur sampai memeluk pinggang Sierra. Arthur tidak pernah mau disentuh wanita, Ruslan tahu itu.


" Oh.. hahaha.. Kalau begitu selamat, rupanya kamu sudah memiliki kekasih." Ucap Ruslan.


' Sialan, siapa gadis ini.. aku tidak pernah melihatnya sebelumnya, tapi kenapa tiba tiba Arthur memperknalkannya sebagai kekasih.' Batin Ruslan.


Tok.. tok.. tok..


Pintu terbuka, dan terlihat Carisa dengan pakaian kurang bahannya masuk kedalam ruangan.


" Selamat sore CEO." Ucap Carisa.


Arthur sama sekali tidak membalas atau menatap Carisa. Melihat itu, Sierra pun tersenyum miring, kekasihnya itu memang lain dari yang lain. Tiba tiba Sierra mendekat kearah Carisa.


' Tubuhnya bau minyak wangi pemancing hasrat laki laki, licik.' Batin Sierra.


" Hai nona Carisa? Kita bertemu lagi." Ucap Sierra.

__ADS_1


Arthur berjalan duduk di sofa dan menyakdikan apa yang akan kekasihnya itu lakukan. Tatapan Arthur hanya kearah Sierra seorang, ia sama sekali tidak melirik Carisa. Ruslan yang melihat itu oun geram.


' Dia tidak tertarik dengan putriku, tapi mengapa ia bisa tertarik dengan gadis ini. Penampilannya justru tidak terlihat modis sama sekali. ' Batin Ruslan.


" Hai, nona... " Ucap Carisa menggantung.


" Sierra, namaku adalah Sierra Leona.." Ucap Sierra.


" Oh, maaf aku lupa.." Ucap Carisa.


" Ada perlu apa anda datang kemari.?" Ucap Sierra.


" Kami akan membahas pekerjaan nona, sebaliknya anda yang seharusnya tidak berada disini." Ucap Ruslan.


" Dia kekasihku, dia berhak tahu apapun tentangku, termasuk pekerjaan." Ucap Arthur dingin.


" Tapi Arthur.."


" Jika ands keberatan, maka anda bisa pergi." Ucap Arthur memotong ucapan Ruslan.


" Sayang, sepertinya kamu harus menerapkan undang undang berpakaian di kantormu, nona Carisa berpakaian begitu terbuka, takutnya rekan bisnismu yang lain akan mengira bahwa perusahaanmu ini besar karena menjual tubuh karyawanmu." Ucap Sierra dengan tatapan kearah Carisa.


" Boleh.." Ucap Arthur tersenyum.


" Sedari dulu tidak ada peraturan begitu nona, anda bukan bagian dari perusahaan tidak bisa mengatur seenaknya." Ucap Ruslan.


" Dia calon istriku, dan aku adalah pemilik perusahaan ini. Apakah aku butuh ijin darimu untuk mengubah sistem perusahaan? Lagi pula sejujurnya aku juga terganggu dengan caranya berpakaiannya, terlihat seperti wanita murahan." Ucap Arthur.


" Kenapa kau menghina putriku Arthur, caranya berpakaian dengan perusahaan tidak ada sangkut pautnya." Ucap Ruslan geram.


" Putrimu lebih pintar dari mu tuan Ruslan." Ucap Sierra.


" Jaga bicaramu nona.!" Bentak Ruslan.


" Jangan membentaknya!! Jika kau keberatan dengan kebijakan baru, kau boleh keluar dari perusahaan ini, dengan putrimu." Ucap Arthur dingin.


" Arthur, apa kau lupa bahwa.."


" Kau adalah penyelamat papi.. kau mau bilang begitu.? Ruslan Walter, aku sudah muak dengan kata kata itu. Kau selalu menggunakan papiku untuk mengendalikan aku, kau pikir siapa dirimu? Kau hanya orang yang kebetulan berada disana, saat kecelakaan malam itu." Ucap Arthur dengan tatapan tajam.


" Aku memberimu begitu banyak karena aku memandangmu sebagai teman papi sekaligus penyelamat papi, tapi rupanya kau sungguh serakah. Ruslan Walter, silahkan kau dan putrimu keluar dari perusahaan ini. Aku akan menarik semua bantuanku dari perusahaanmu, dan membatalkan kerja sama kita." Ucap Arthur Dingin.


" Kau.. " Ucap Rusaln sambil menunjuk wajah Arthur.


" Baik, kau akan menyesal Arthur, dan pada hari dimana kau membutuhkan aku, aku tidak akan berbaik hati membantumu lagi." Ucap Ruslan.


" Sepertinya anda salah bicara tuan Ruslan, lebih baik anda baca ini terlebih dahulu." Ucap Arthur menyodorkam sebuah dokumen.


Ruslan membaca dokumen itu dan  terkejut , itu adalah bukti bagaimana Ruslan menghabiskan sumberdaya yang diberikan oleh Cornelius untuk berfoya foya, lalu kembali meminta bantuan lagi kepada Cornelius. Dan itu berlangsung berkali kali, dengan mengatas namakan dirinya penyelamat Cornelius.


" Kau terkejut? Silahkan kau pilih.. kau mau pergi baik baik dan tidak mengganggu keluarga ku lagi, atau aku akan membawa ini kemeja hijau.?" Ucap Arthur.

__ADS_1


' Sialan, dari .ana dia mendapat semua bukti bukti ini.' Batin Ruslan.


Ruslan tidak tahu saja, saat ini dirinya tengah berdiri dihadapan seorang ketua mafia berdarah dingin.


Ruslan begitu emosi, ia tidak menyangka ekornya akan tertangkap oleh Arthur. Namun demi keamanannya, ia pun seketika berubah menjadi baik.


"Hahaha.. aku hanya bercanda Arthur, mengapa kamu begitu emosi. Baik baik, aku akan pergi dan tidak mengganggu ayahmu atau dirimu lagi." Ucap Ruslan.


' Tapi aku akan menghancurkan kalian.'  Batin Ruslan.


" Itu bagus, dan sebaiknya anda tidak merencanakan sesuatu yang buruk, atau aku akan membuat anda lebih kesulitan lagi." Ucap Arthur.


" Ya.. ya.. aku mengerti, kalau begitu aku pamit." Ucap Ruslan dengan senyumnya.


Ruslan keluar, namun Carisa masih berdiri disana. Dengan tidak tahu malunya ia berjalan hendak mendekat kearah Arthur, namun Sierra langsung bergegas mendekat kearah Arthur dan menabar Carisa hingga jatuh di lantai, sementara dirinya duduk dipangkuan Arthur.


" Aduh.!! nona Sie..."


" Aw.. sayang, aku terkilir. Aw.. sakit sekali aku sepertinya akan pincang." Ucap Sierra memotong ucapan Carisa.


" Kenapa kamu jalan begitu cepat, kamu jadi terkilir." Ucap Arthur khawatir.


Arthur langsung memijat pergelangan kaki Sierra. Melihat itu Carisa menjadi emosi sendiri.


' Sialan, gadis ini benar benar susah untuk di singkirkan. Tapi memangnya kenapa, dari segi penampilan dan tubuh, aku lebih menggoda dan mempesona.' Batin Carisa.


" Aw.. CEO, nona Sierra menabrakku, aku jadi terjatuh. Sepertinya.. sepertinya kakiku juga terkilir." Ucap Carisa.


" Lalu? Apa hubungannya dengan Arthur? Dia.. kekasihku, terlebih lagi dia adalah atasanmu. Apa kau mau atasanmu membantumu bangun.? " Ucap Sierra.


" Aku.. aku.. "


" Cepat keluar, baumu menjijikan." Ucap Arthur.


" Tapi saya sungguh terkilir CEO." Ucap Carisa.


" Kau mau kekuar sendiri, atau aku panggilkan keamanan. Dan lagi, kau di pecat.. mulai besok tidak perlu datang ke perusahaan lagi." Ucap Arthur.


" Jangan CEO, Jangan pecat saya. Saya tidak masalah jika harus mengikuti kebijakan baru menggunakan pakaian yang lain." Ucap Carisa.


" Tidak perlu, sesungguhnya di perusahaan ini tidak menerima karyawan wanita. Hanya karena ayahmu saja , kau di terima disini. Sekarang ayahmu sudah tidak ada hubungan apapun dengan keluargaku, jadi kau boleh keluar dari perusahaan ini." Ucap Arthur.


Akhirnya apa yang menjadi pertanyaan di kepala Sierra terjawab. Sierra bertanya tanya, mengapa di perusahaan Arthur, hanya Carisa seorang yang adalah karyawan wanita, selebihnya pria.


" Tapi CEO.."


" KELUAR.!!" Bentak Arthur.


Akhirnya dengan wajah kesal Carisa keluar dari perusahaan itu.


" Apa aku mengejutkanmu tadi? Maaf yah.. Aku hanya tidak tahan dengan pemandangan menjijikan itu." Ucap Arthur.

__ADS_1


" Tidak , aku hanya bangga.. Kekasihku memang lain dari yang lain.." Ucap Sierra.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2