
Sierra keluar dari kamarnya, ia membawa serta laptopnya. Sierra memang selalu tampil sederhana dan apa adanya, Semua itu tentu saja karena ia tak ada uang untuk membeli apapun yang ia suka. Ia harus berhemat ketat. Seperti saat ini, dirinya menggunakan celana jeans dan kaos serta kemeja sebagai luaran nya. Rambutnya ia kuncir kuda, dan ransel usang yang selalu berada di punggungnya.
" Kak Sierra, kakak mau pergi kemana.?" Tanya Carine.
Langkah Sierra terhenti dan berbalik. Ia melibat tiga wanita yang selalu menyiksanya secara halus itu duduk dengan nyaman diruang keluarga.
" Apa aku harus mengucapkan kemanapun aku pergi padamu.?? " Ucap Sierra.
" Kakak, aku hanya bertanya.. Kenapa kakak marah. Kakak, aku ingin makan sop buah yang sekalu kakak buatkan untukku, kakak tolong buatkan untukku yah.?" Ucap Carine halus tetapi lebih seperti menyuruh dengan paksa.
Behitulah mereka bertiga, menhaga image nya dengan bagus hingga taknsatupun orang menyadaribbahwa mereka sangat jahat kepada Sierra.
" Aku bukan pelayanmu, lagi pula kau bisa bangun dan membuatnya sendiri kan." Ucap Sierra.
" Sierra, adikmu hanya meminta tolong padamu kenapa harus begitu kasar.?" Ucap Julia.
" Minta tolong.. Mana ada minta tolong dengan nada menyuruh. Cih.." Ucap Sierra lalu langsung berjalan oergi meninggalkan 3 wanita ular itu.
" Ibu, ada apa dengan anak itu, sejak semalam dia begitu berubah drastis. Apakah dia sudah menyadari niatan kita.?" Ucap Hailey.
" Aku juga merasa dia berubah kak, biasanya asal aku berkata manis maka dia pasti akan menuruti dan mendengarkan aku. Dia itu pelayanku, kenapa sekarang dia begitu berani.." Ucap Carine kesal.
" Jaga ucapana kalian, hati hati dalam berucap." Ucap Julia mengingatkan kedua putrinya.
' Memang ada yang aneh dengan nya, tapi apa gunanya dia melawan, toh ayahnya sudah benar benar dibawah kontrol ku.' Ucap Julia.
Sementara itu, Sierra kini pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta. Tujuan nya adalah membeli beberapa pakaian baru karena pakaian nya yang lama sudah jauh dadi kata layak pakai.
Sierra memasuki sebuah toko elktronik yang menjual laptop, ia mengambil sebuah laptop keluaran terbaru dari brand terkenal, saat Sierra hendak menyentuhnya penjual di toko itu memukul tangan Sierra.
" Jangan pegang kalau tidak mau beli, jika ini rusak belum tentu kamu bisa membayarnya." Ucap pelayan itu.
Sierra melirik kearah wanita itu kemudian bertanya.
" Memangnya berapa harga laptop ini.??" Ucap Sierra.
" Yang jelas lebih mahal dari pada harga dirimu." Ucap pelayan itu lalu tertawa.
PLAK.!!
Suara tamparan menggema.
" Beraninya kau menamparku, dasar gelandangan miskin.!!" Teriak pelayan itu sembari berteriak.
" Jangan pernah merendahkan harga diri orang lain nona, jika harga dirimu rendah, orang lain belum tentu sama. " Ucap Sierra.
" Kau.!! "
" Aku beli ini, dengan kartu." Ucap Sierra kepada kasir.
Kasir yang melihat kartu itu pun terkejut, karena kartu itu memiliki seperti logo tersendiri di sudutnya, dan logo itu hanya dimiliki keluarga Leon.
" Ba.. baik nona.." Ucap kasir itu.
Rekannya yang sebelumnya menghina Sierra pun terkejut dengan teman nya yang tiba tiba takut dengan Sierra.
" I.. ini nona, barangnya. " Ucap sang kasir.
Sierra pun langsung pergi dari sana.
__ADS_1
" Hei, kenapa kau takut dengan nya.?" Tanya wanita yang menghina Sierra.
" Kamu akan segera tamat, dia adalah nona keluarga Leon yang terkenal.." Ucap sang kasir.
" Ap.. Apa.?? Leon..??? " Ucap wanita itu pucat.
Sementara itu, Sierra menuju ke atap gedung dan duduk disana. Ia membuka laptop barunya kemudian memindahkan semua data datanya ke laptop baru. Sierra pun memulai aksinya kembali, yaitu meng Hack data penting sebuah perusahaan.
" Panas sekali disini.. Aihhh... Lebih baik aku segera mencari tempat tinggal baru sambil menunggu pesan masuk" Ucapnya.
Sierra pun keluar dari gedung itu. Ia melihat ponselnya guna mencari iklan hunian yang tidak begitu mahal.
" Wah.. Ini ada, minimalis lebih cocok untukku tinggali sendiri sebagai markas." Ucap Sierra.
Saat Sierra hendak menyeberang jalan, tiba tiba dari kejauhan terlihat seekor singa yang membabi buta dan menyerang siapa saja yang ada. Banyak warga yang mengejar singa itu, teyapi justru singa itu tampak lebih ganas.
" Ada apa itu.??" Tanya Sierra kepada orang yang kebetulan lari dari kejaran singa.
" Itu singa milik keluarga Edward lepas dari kandang." Ucap orang itu.
" Lepas dari kandang?? Membahayakan sekali." Ucap Sierra.
Singa itu berlari kearah Sierra, ia menatap Sierra soelah meminta tolong pada Sierra. Tetapi orang lain mengira bahwa singa itu akan menerkam Sierra.
Sierra maju mendekati singa itu, pandangan nya tidak sedikitpun putus dari mata singa ganas itu.
"GHRARR.. ROARR." Singa itu bersuara.
Sierra tetap melangkah maju dengan senyuman, seolah singa itu mengerti isi hatinya. Sierra pun berhasil menyentuh wajah singa itu, dan yang terjadi adalah, singa itu merasa nyaman. Perlahan Sierra pun memeluk singa itu.
" Kamu takut yah ?? mereka tidak jahat, hanya mereka takut kepadamu." Ucap Sierra sembari mengelus elus bulu singa jantan itu.
" Tetapi dia jinak.. iya kan.??" Ucap Sierra kepada si singa. Dan anehnya Singa itu justru menggosok gosokkan kepalanya di leher Sierra seolah setuju.
" Bagaimana mungkin, sepanjang jalan dia begitu buas. Aku bahkan sudah digigit binatang buas ini." Ucap pawang itu.
" GRRAORR.!!! " Auman singa itu seolah protes dengan sang pawang.
" Jika kamu memperlakukan dia seperti binatang, maka dia juga bisa benar benar menjadi binatang. Dia bersikap sebagaimana kamu bersikap kepadanya. Lagi pula, dia sangat lucu.." Ucap Sierra dan mengacak bulu singa itu.
Semua orang disana bergidik ngeri melihat interaksi Sierra dengan singa itu. Bagaimanapun singa jantan itu benar benar besar dan tinggi di bandingkan dengan seorang gadis yang menjinakan nya, Sierra hanya memiliki tinggi sekitar 160 cm.
" Nona, bisakah kau membantuku memasukan dia kekandang.??" Ucap sang pawang.
Sierra melihat kearah singa, dan terlihat singa itu seolah sedih.
" Kau tidak mau.??" Ucap Sierra.
" Dia tidak mau masuk kandang." Ucap Sierra.
" Tetapi saya harus mengantarkan nya ke kediaman Edward, singa ini milik tuan muda keluarga Edward." Ucap sang pawang.
" Kalau begitu biar aku bantu paman antarkan dia ke kediaman Edward. Paman tunjukan saja jalan nya." Ucap Sierra.
Tiba tiba singa itu seperti senang dan langsung mejilat pipi Sierra.
" Heyy... Wanah ku basah, dasar kucing." Ucap Sierra.
Tiba tiba pawang itu memberi Sierra rantai besar, dan siap membantu Sierra untuk merantai singa itu.
__ADS_1
" Untuk apa rantai ini.??" Tanya Sierra.
" Demi keamanan, singa ini harus dirantai. Saya sudah jelaskan bahwa singa ini belum jinak, dia menyakiti beberapa orang lewat barusan." Ucap pawang itu.
" GGRROOAAR.!! Groar. "
" Tidak apa apa, aku yang akan menjaganya " Ucap Sierra.
" Kau bukan pawang, kau hanya kebetulan beruntung saja disukai olehnya. Dia benar benar buas nak." Ucap pawang itu.
" Percaya padaku paman." Ucap Sierra.
" Baiklah, siapa namamu nak.?? " Tanya sang pawang.
" Sierra." Ucap Sierra.
" Hey kau, menunduk." Ucap Sierra.
Singa itu benar benar menunduk, Sierra pun naik diatas singa jantan besar itu.
" Aku rasa aku tidak berat, seharusnya kau tidak akan lelah berjalan sambil menggendongku kan.?" Ucap Sierra.
Singa itu langsung bangkit, dan berjalan perlahan , seolah tau apa yang dimaksud Sierra.
" Tunjukan jalan nya " Ucap siera kepada pawang tadi.
Dan akhirnya mereka oun berkonvoi mengiringi Sierra yang menunggangi se ekor singa jantan. Hingga ada yang mengunggahnya di internet dan juga menyiarkan nya secara langsung di tv. Sierra si gadis penakluk singa buas, begitu caption yang tertulis.
Di perusahaan, Daniel yang tidak sengaja melihat siaran tv itu pun terkejut melihat Sierra dengan berani menaiki singa jantan. Tetapi kemudian wajahnya kembali tak berekspresi. Karena baginya Sierra mati atau hidup ia tidak peduli.
" Kita sudah sampai.." Ucap sang pawang.
" Hey kucing besar, kau sudah sampai dirumah barumu." Ucap Sierra kepada singa.
" Graor.. Raoor.."
" Semoga kau betah disini yah, jangan nakal dan menyakiti orang lagi, tugasku mengantarmu selesai." Ucap Sierra.
Sierra lompat dari punggung singa, dan mengelus kepala singa itu dengan sayang.
" Singkat, tapi berkesan.. Semoga kau baik baik saja disini." Ucap Sierra.
Tiba tiba singa itu di bius, dan hilang kesadaran. Perlahan Singa itu dinaikkan kedalam sebuah mobil box, yang akan membawa masuk singa itu kedalam kediaman Edward.
" Nak, terimakasih atas bantuanmu. Kamu rupanya penjinak binatang juga.?" Ucap sang pawang.
" Bukan paman, aku hanya orang lewat biasa. Kalau begitu aku pamit pergi dulu." Ucap Sierra.
Akhirnya Sierra pun pergi dsri sana, Tak lama Sierra pergi.. Deretan mobil sport dari logo ternama muncul satu persatu.
" Dimana singaku, dan gadis yang membawanya ?" Ucap seorang pria.
" Tuan muda melihatnya.?? Maaf tuan muda gadis itu sudah pergi kearah sana." Ucap pawang itu.
Si pria menatap kearah yang di tunjuk oleh pawang..
' Gadis yang menarik, Kita akan bertemu lagi.' Ucap pria itu dalam hati.
TO BE CONTINUED...
__ADS_1