The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 122. LEAH EDWARD.


__ADS_3

Arthur berdiam sangat lama di ruangannya, ia menopangkan kepalanya pada kedua tangannya yang ia tautkan, seperti orang yang tengah berdoa namin tubuhya bergetar hebat. Saat ini pikirannya masih berputar dengan video yang Malvin perlihatkan padanya tadi.


Video itu berisi rekaman saat kakak kandung Arthur, yaitu Leah Edward di perk*sa dengan paksa oleh Carol sebelum akhirnya Leah meninggal dunia dengan banyak luka.


Arthur sebisa mungkin mengendalikan emosinya walau dia sebenarnya sangat ingin membunuh seseorang saat ini. Ia sampai menangis saking emosinya, hanya saja dia tidak ingin Sierra menjadi ikut kepikiran.


" Sayang.." Ucap Sierra yang masuk ke dalam ruang kerja Arthur.


Sierra tidak tahu apa yang terjadi, namun Malvin keluar dari ruang kerja Arthur dengan wajah sendu. Dan hal itu membuat Sierra menjadi penasaran, ia pun menghampiri Arthur.


Arthur memeluk Sierra, saat Sierra telah sampai di sampingnya. Arthur memejamkan matanya , tidak terisak namun air matanya mengalir.


" Sayang, kamu menangis?" Tanya Sierra curiga.


" Tidak, sayang.." Ujar Arthur.


Sierra mengangkat wajah Arthur dan benar saja, mata Arthur sangat merah dan basah.


" Kamu berbohong. Ada apa? Apakah sesuatu telah terjadi?" Tanya Sierra.


Arthur menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil di bibirnya. Tapi Sierra tahu, suaminya itu menyembunyikan sesuatu.


" Jika kamu menganggapku istrimu.. maka bagilah dukamu, jangan hanya membagi sukamu padaku. Aku ingin menjadi pendengarmu saat kamu sedang sedih atau bersusah hati." Ujar Sierra.


Arthur justru kembali meneteskan air matanya, sungguh... dia tidak bermaksud ingin membuat Sierra khawatir. Namun rasa sakit hati nya begitu sesak memenuhi dada.


" Kamu ingin mendengarnya?" Tanya Arthur, dan Sierra pun mengangguk.


" Tapi... tolong jangan sampai membuatmu kepikiran. Cukup dengarkan saja, dan jangan memikirkannya, aku tidak mau pumpkin's juga ikut sedih melihat mommy dan daddy nya sedih." Ucap Arthur.


" Baiklah.." Sahut Sierra.


Arthur menarik Sierra untuk duduk di pangkuannya, Sierra pun menurut. Arthur mencium perut Sierra yang besar itu, dan mengelusnya. Lalu ia menatap Sierra dan mengumpulkan kekuatannya untuk bercerita.


" Apakah kamu ingat lukisan punggung anak laki laki di kamarku di kediaman mami?" Tanya Arthur.


" Oh, itu.. ya aku ingat, kenapa dengan lukisan itu?" Tanya Sierra.


" Orang yang melukis itu adalah kakak ku, dan yang dilukisan itu adalah aku. Dia adalah gadis yang sangat cantik, baik, periang dan mudah bergaul bernama Leah Edward.." Ucap Arthur sambil menahan sesak di dadanya.


" Dia telah meninggal saat berusia 17 tahun karena.. " Bibir Arthur bergetar, ia tidak bisa mengendalikan emosinya.


" Karena di perkosa, dan di siksa. Dan aku melihat jasadnya yang tergeletak begitu saja. " Ucap Arthur dan kemudian air matanya mengalir.


Sierra menutup mulutnya, ia begitu terkejut mendengarnya. Ia pun memeluk Arthur yang tubuhnya bergetar hebat saat ini.


" Aku mencari pelakunya, selama ini.. Hingga aku mendirikan TITANES, aku ingin pelakunya mendapatkan hukuman lebih pedih dari yang kakak ku alami. Bertahun tahun aku mencarinya, dan belum menemukannya." Ujar Arthur.


" Dan rupanya pelakunya adalah mantan teman baik papi, Carol." Ucap Arthur.


Sierra sampai ikut menangis mendengarnya. Tega sekali Carol memperk*sa gadis belia hingga meninggal dunia.


" Aku bersumpah, akan memberikan siksaan yang pedih untuknya. Mati terlalu mudah untuk orang sepertinya." Ujar Arthur.

__ADS_1


Arthur begitu emosi, apalagi Carol hampir membunuh satu lagi wanita yang Arthur sayangi, Sierra.


" Apakah Carol sudah di tangkap?" Tanya Sierra, dan Arthur menggeleng.


" Tapi aku akan mencarinya keseluruh dunia sekalipun. aku sudah tahu dialah pelakunya, menangkapnya adalah hal yang mudah." Ujar Arthur.


Sierra menghapus air mata suaminya, Sierra tidak bisa membayangkan Arthur melihat jasad sang kakak dengan kondisi begitu mengenaskan.


" Aku yakin, kamu bisa menangkapnya. Kamu akan membarikan keadilan untuk kakakmu." Ucap Sierra.


" Terimakasih sayang, sudah menjadi pendengarku. Aku merasa lebih baik sekarang." Ucap Arthur.


" Itulah gunanya pernikahan sayang, kita menjadi pendengar pasangan kita, bertukar pikiran, dan lainnya. Jangan kamu pendam kesedihanmu sendirian, aku tidak mau hanya mendengar sukamu, aku ingin agar aku juga mendengar dukamu." Ucap Sierra.


" Hmm.. Baiklah." Ujar Arthur.


" Dan kamu dapat hukuman karena kamu mengucapkan terimakasih. " Ucap Sierra.


Sierra mengecup bibir Arthur, dan Arthur tersenyum. Perasaannya benar benar terasa lebih lega setelah bercerita dengan Sierra. Ia seakan lupa dengan semua kesakitannya, Sierra benar benar obat paling ampuh.


Arthur memperdalam ciumannya, mereka saling memeluk dalam posisi Sierra yang berada di pangkuannya.


" Bolehkah? aku ingin menengok pumpkin's didalam." Ucap Arthur, dan Sierra mengangguk.


Meski hamil, Sierra juga tidak bisa mengabaikan suaminya. Selagi itu aman untuk bayi di perutnya, maka dia akan melakukannya. Akhirmya mereka pun melakukan penyatuan di ruangan itu, dan di kursi itu.


Di belahan negara lain..


Carol tengah dalam masalah besar saat ini. Ia bersembunyi di Negara E, tapi dia mendengar dari orang orangnya bahwa dirinya tengah dicari oleh orang orang TITANES.


Ia bingung, karena Lucifer kembali mencarinya. Kelompok mafianya memang sempat bersitegang dengan TITANES, tetapi dia juga sudah lama tidak mengganggu TITANES


" Oh, apakah Arthur menyewa jasa Lucifer? Aku dengar membayar Lucifer sangat mahal, apa kiranya yang Arthur berikan? Apakah dia membagi istrinya yang sedang hamil itu pada Lucifer?" Gumam Carol, tersenyum smirk.


Tiba tiba terdengar baku tembak di luar tempat persembunyiannya itu. Carol langsung mengintip, dan rupanya diluar ada Zen anak buah Lucifer yang terkenal sangat sadis.


" Mereka cepat dekali menemukan aku." Gumam Carol panik.


Carol langsung menyiapkan senjatanya, dan hendak melarikan diri namun tiba tiba terdengar seseorang yang menodongkan senjata ke belakang kepalanya.


" Kita lihat, kakimu atau senjataku yang lebih dulu melesat." Ujar sebuah suara.


" Kenapa kalian menyerangku, aku tidak mengganggu TITANES." Ucap Carol.


DOR!!


" AARGH!!" Teriak Carol kesakitan.


Zan menembak kaki Carol, hingga senjata yang berada di tangan Carol jatuh kelantai. Ya, Zan dan Zen sudah mengepung tempat itu.


Zan membuka paksa mulut Carol, dan mencopot satu gigi Carol yang berada di samping kiri. Gigi itu, adalah gigi palsu yang di tanami racun. Jika Carol menggigit racun itu maka dia akan mati seketika.


" AARGH!!" Teriak Carol lagi.

__ADS_1


Zan melucuti semua benda tajam di tubuh Carol, Carol tidak bisa melawan karena ia sangat kesakitan saat ini.


" Kau pikir kau bisa lari? Kau meremehkan sang Lucifer." Ucap Zan dan menyuntikan sesuatu ke leher Carol dengan sangat kasar.


Zan ikut begitu emosi mengetahui nyonya nya hampir saja kehilangan nyawa, dia langsung mengerahkan semua teknologi canggihnya dan mencari Carol.


Setelah semua anak buah Carol tewas, ia dan Zen membawa Carol yang tidak sadarkan diri itu ke mobil, dan mereka akan kembali ke tanah air saat itu juga.


Ke esokan harinya..


Arthur sudah mendapat kabar bahwa Carol telah tertangkap. Saat ini Arthur dalam perjalanan ke kediaman Cornelius, untuk menitipkan Sierra disana. Arthur tidak tenang jika harus meninggalkan Sierra sendiri dirumah.


Tak lama, mereka pun sampai di kediaman Cornelius. Terlihat Sahara juga Cornelius yang sudah begitu antusias menyambut Sierra di depan pintu.


" Sayang.. Akhirnya kamu sampai." Ucap Sahara.


" Mami, Sierra rindu mami." Ucap Sierra.


" Mami lebih rindu, ayo masuk. Astaga.. Beberapa hari tidak melihatmu, perutmu semakin bertambah besar. Apakah pumpkin's sehat?" Ucap Sahara.


" Sehat, mi." Ucap Sierra dengan senyumnya.


" Pi, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." Ucap Arthur.


" Oh, baik.. Ayo." Ucap Cornelius, dan mereka pun pergi ke ruang kerja Cornelius.


" Ada apa, nak? Kamu terlihat sangat serius." Ucap Cornelius.


" Apakah aku boleh tahu penyebab papi memusuhi Carol? Mantan teman baik papi." Ujar Arthur.


" Kamu menyelidiki Carol? Dia adalah pria yang berbahaya, nak." Ujar Cornelius.


" Papi memusuhinya karena dia memiliki hobi menyimpang. Awalnya papi masih menerima hobi anehnya itu, tapi lambat laun papi menjadi khawatir." Ucap Cornelius.


" Hobi menyimpang, hobi apa?" Tanya Arthur.


" Carol suka dengan sesama jenis, dan itu sudah sejak kami masih duduk di bangku SMP. Tapi kemudian semakin bertambahnya usia dia mengatakan pada papi bahwa dia sudah sembuh dan menyukai perempuan. Papi ikut senang mendengarnya, tapi.."


" Perempuan yang dimaksud adalah anak anak remaja. Dia menjadi pedofil dan telah banyak menculik anak perempuan. Papi yang khawatir akhirnya memutuskan untuk melaporkannya ke polisi dan dia di tahan, tapi kemudian dia kabur.. " Ucap Cornelius.


" Apa papi tidak memiliki pemikiran bahwa yang membunuh kakak mungkin adalah Carol?" Ucap Arthur.


" Papi terpikirkan, tapi Carol saat itu sudah kembali tertangkap oleh polisi. Jadi tidak mungkin jika itu Carol yang melakukannya." Ucap Cornelius.


Arthur mengeluarkan ponselnya, dan memberikannya pada Cornelius. Di layar ponsel itu terdapat sebuah video. Video itu di rekam oleh Carol dengan menggunakan ponselnya, terlihat Leah yang berjuang melepas ikatan di tangannya.


Namun Carol memukulinya berulang kali. Leah berteriak minta ampun, tetapi Carol terus memukulinya dan menyetubuhi Leah hingga Leah tidak bergerak lagi.


Cornelius begitu terkejut melihatnya, tangannya bergetar hebat, nafasnya memburu dan matanya berkaca kaca. Hati ayah mana yang rela melihat anaknya di perlakukan sedemikian brutal dan tidak manusiawi.


" Carol pelakunya pi." Ucap Arthur dengan air mata menetes.


DEG!! DEG!! DEG!!!

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2