The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 43. Diratukan.


__ADS_3

Sierra telah sampai di kediaman Arthur, Demi kemananan Sierra, untuk saat ini Sierra akan tinggal di rumah Arthur untuk sementara. Saat Sierra turjn dadi mobil, Arthur sama sekali tidak mengijinkan Sierra menyentuh tanah.


" No! Jangan turun." Ucap Arthur.


" Hah? Tapi kita sudah sampai." Ucap Sierra bingung.


" Tunggu disini, jangan buka pintunya." Ucap Arthur.


Sierra melihat Arrhur yang turun dadi mobil dan membukakannya pintu.


" Eh.. Tunggu - tunggu, kenapa aku mau di gendong lagi." Ucap Sierra.


" Patuh ya sayang.." Ucap Arthur dan langsung mengangkat Sierra.


Sierra pun refleks mengalungkan kedua tangannya di leher Arthur karena ia takut jatuh.


" Sierra sayang.. Akhirnya kamu pulang juga." Ucap Sahara.


Rupanya Sahara sudah menunggu di kediaman Arthur sejak pagi. Sahara bahkan sudah memasak makanan yang bergizi untuk Sierra.


" Mami..?" Ucap Sierra terkejut.


" Sayang, bagaimana kondisimu.? Mami sangat khawatir saat mendengar kamu sakit, mami mau menjengukmu tapi dilarang oleh pria dingin itu." Ucap Sahara seolah mengadu kepada Sierra.


" Sierra tidak akan bisa sembuh jika mami disana." Ucap Arthur sambil meletakan Sierra di kursi meja makan.


" Cih, dasar pria dingin." Ucap Sahara.


Entah sebenarnya siapa yang anak Sahara disini, Sahara begitu menyayangi Sierra, sementara pada putranya itu tampak seperti kucing dan tikus, tidak pernah akur.


Namun sejujurnya mereka sangat saling menyayangi, Sahara melakukan itu juga agar tetap mendapat perhatian putranya. Jika ia ikut beraikap dingin seperti Arthur-, kemungkinan tidak akan ada keluarga rukun.


" Sayang.." Ucap Sierra pelan, namun dengan tatapan seperti mengancam.


Arthur yang melihat itu pun seketika berkeringat dingin. Padahal seumur umur ia menghadapi musuh bisnis dan mafianya saja ia tak pernah takut dan tak pernah gentar, tetapi dengan Sierra ia bagai kerbau yang di tusuk hidungnya.. Sangat patuh.


" Mami masak apa.?" Ucap Arthur akhirnya melunak.


Sierra pun tersenyum pada Arthur, Sahara menatap interaksi keduanya dengan pandangan bahagia, sungguh.. Sierra memanglah seorang pawang yang tepat untuk singa dingin dan keras kepala seperti Arthur.


" Mami hanya memasak untuk menantu mami, kamu tidak ada." Ucap Sahara.


" Cih, sebenarnya siapa yang anak mami." Ucap Arthur kesal.


" Sudah sudah, mari kita makan bersama, lihat.. Bagaimana mungkin perut kecilku ini menghabiskan makanan yang begitu banyaknya." Ucap Sierra menatap semua hidangan lezat yang dimasak Sahara.


" Kamu harus makan banyak sayang, agar kondisimu kembali pulih." Ucap Sahara.

__ADS_1


" Sejujurnya Sierra sudah pulih mi, tapi Arthur yang memaksaku tidak boleh bergerak sendiri." Ucap Sierra seakan mengadu.


" Itu bagus, Arthur rupanya mendengarkan nasehat papi." Ucap Sahara.


" Nasihat apa mi.?" Ucap Sierra.


" Papi selalu mengatakan kepada Arthur, bahwa laki laki harus meratukan pasangan mereka. Mami kira dia tidak mau mendengarkannya, karena setiap kali papi mengatakan itu Arthur langsung pergi." Ucap Sahara.


" Mami sampai mengira bahwa Arthur mengalami orientasi seksual." Ucap Sahara enteng.


" Uhuk.!! Astaga mami.." Ucap Arthur yang tersedak air putih dari gelas ditangannya.


" Ya bagaimana tidak, kamu memiliki phobia terhadap wanita, tidak ada satupun wanita yang berakhir menjadi kekasihmu, malah mereka berakhir di permalukan olehmu." Ucap Sahara.


" Itu karena mereka menjijikan, wajah menor, parfum yang menyengat, dan suara yang dibuat buat. Siapa yang menyukai itu." Ucap Arthur membela diri.


" Semua wanita seperti itu Ar.. Kamu saja aneh." Ucap Sahara.


" Tapi Sierraku tidak, dia cantik apa adanya. Cantik fisiknya juga hatinya.. Tidak perlu dibuat buat." Ucap Arthur.


Sahara sampai tak bisa berkata kata lagi, Memang kenyataan nya begitu, Sierra cantik tanpa sedikitpun polesan make up diwajahnya, bahkan bibirnya berwarna pink natural.


" Ekhem.. Mami, Arthur, jangan berdebat lagi.. ayo kita makan." Ucap Sierra yang menjadi penengah.


" Memang pilihanmu ini adalah yang terbaik dari yang terbaik nak, mami kali ini satu pemikiran denganmu." Ucap Sahara.


" Sayang, ayo kita makan. Mami ingin menyuapimu boleh? Mami ingin menyuapi anak mami tapi sejakk usia 3 tahun dia tidak mau sama sekali disuapi oleh maminya." Ucap Sahara kepada Sierra.


" Tapi Sierra juga sudah besar mi." Ucap Sierra dengan senyum tidak enak hati.


" Tidak ada yang sayang mami.." Ucap Sahara sendu.


" Ma..mami jangan sedih, baiklah - baiklah, Sierra mau disuapi mami." Ucap Sierra akhirnya.


" Benarkah?? Sierra memang terbaik." Ucap Sahara.


Arthur senang melihat pemandangan di hadapannya saat ini. Sejujurnya Sahara juga tidak bisa begitu saja dekat dengan orang asing, Sahara sangat jeli dalam menilai seseorang. Jadi melihat mami nya itu bisa begitu saja dekat dengan Sierra, itu sudah menunjukan bahwa Sahara menilai baik Sierra. Tandanya memang Sierra adalah gadis yang baik dimata Sahara.


" Nah.. A.." Ucap Sahara.


Sierra menurut saja membuka mulutnya, Sierra menjadi ingat dengan potongan potongan bayangan di dalam ingatannya saat ia kecil dulu. Ibunya, Sophia akan menyuapinya dan mengatakan A.. Ketika hendak memasukan makanan kedlaam mulut Sierra.


' Ibu.. Sierra bertemu wanita lain yang berhati malaikat seperti ibu. Sierra tidak lagi sendirian, ada orang orang yang menyayangi Sierra sekarang.' Batin Sierra bermonolog.


Hingga akhirnya mereka selesai dengan makan siang mereka. Dan saat ini, Sierra tengah duduk di sofa ruang tengah bersama Arthur. Sahara harus mengecek beberapa galery nya, jadi ia sudah pergi dari kediaman Arthur.


Arrhur menyalakan tv, dan melihat berita terkini kasus yang di sandungvoleh Hailey. Kaerna Carine sudah resmi ditahan, jadi saat ini tinggal kasus Hailey yang belum selesai.

__ADS_1


" Kenapa mereka tidak selesai selesai dengan penyelidikan Hailey.? Padahal Carine sudah." Ucap Sierra.


" Itu karena Hailey menjadi kambing hitam sayang." Ucap Arthur.


" Kambing hitam? Kambing hitam siapa.?" Ucap Sierra.


" Orang yang berada di belakang Carine itu lumayan kuat, jadinhanya bisa mengambing hitamkan hailey. " Ucap Arthur.


" Saat sidang Carine, aku melihat seorang pria berpakaian serba putih, dari celana, jas, hingga topinya. Dia duduk di bagian paling depan, dan saat Carine di jatuhi hukuman 3 tahun penjara, Carine tersenyum pada pria itu." Ucap Sierra.


" Kamu melihatnya? Dia adalah ayah kandung Carine." Ucap Arthur.


" Ayah kandung Carine? lalu mengapa mengkambing hitamkan Hailey? Bukankah Hailey juga putrinya.?" Ucap Sierra.


" Bukan, Hailey bukan putrinya. Hailey dan Carine saudari satu ibu, beda ayah." Ucap Arthur.


Sierra menutup mulutnya terkejut, sungguh ia baru tahu akan hal itu. Yang Sierra tahu mereka adalah saudari kandung seibu dan seayah dari Julia.


" Jadi Julia sudah menikah tiga kali.?" Ucap Sierra.


" Dua kali, pertama dengan ayah kandung Hailey, dan kedua dengan tuan Daniel." Ucap Arthur.


" Lalu Carine.??" Ucap Sierra semakin terkejut.


" Carine adalah anak hasil dari pekerjaan Julia di club malam. Julia belum tahu bahwa ayah kandung Carine sudah menemukan Carine." Ucap Arthur.


Sierra semakin terkejut dengan kebenaran kebenaran baru yang ia dengar dari Arthur. Mengapa Arthur bisa begitu mudah mengetahui kebenaran itu? Karena Arthur menyelidiki satu hal hingga ke akar akarnya, lagi pula di dunia ini apa yang tidak bisa Arthur lakukan.


" Hailey akan menjalani sidang nya minggu depan. Oiya, ngomong ngomong dimana Julia.?" Ucap Sierra.


" Dia berada di tempat yang seharusnya." Ucap Arthur.


Sierra menatap Arthur bingung..


" Tempat yang seharusnya.?" Tanya Sierra.


" Ya, jangan khawatir.. Aku hanya memberinya hukuman atas kejahatan nya selama ini. Karena hukum negara tidak bisa menyentuhnya, maka hukumku berlaku untuknya." Ucap Arthur sambil mengusap kepala Sierra dengan sayang.


Sierra pun tersenyum kearah Arthur, dan tiba tiba, Sierra memeluk Arthur tanpa di duga duga.


" Terimakasih .." Gumam Sierra.


Arthur membalas pelukan Sierra, dan mengusap usap kepala Sierra dengan sayang dan berulang kali menciumi kepala Sierra.


" Berapa kali harus aku bilang, jangan ada terimaksih diantara kita sayang.. " Ucap Arthur.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2