
Malvin masih menatap layar laptopnya dengan tidak percaya. Dan di layar laptopnya yang satu lagi menampilkan bukti yang ia dapatkan dari anak buah nya di Korea, yang mencari tahu dimana Alden menjalankan operasi plastiknya.
Dengan kekuatan mereka, akhirnya mereka mendapatkan sebuah catatan medis milik Alden selama menjalani operasi Plastik di Korea.
Dan ya, Alden mengubah wajahnya menjadi wajah Vian Muyera. Dan yang mengejutkan nya lagi, Bernard Muyera lah yang membiayai operasi itu.
" Apa tujuan dia mengoperasi plastik Alden menjadi putranya? Kenapa dia mengirim Alden untuk berpura pura menjadi Vian, dan meminta agar Daniel menikahkan Vian palsu ini dengan Sierra? " Gumam Malvin.
Ia berpikir sangat keras, menebak nebak apa rencana Bernard muyera itu membawa Vian palsu untuk menikahi Sierra.
" Apakah dia juga semacam ayah yang tidak bisa move on dari putranya seperti Daniel yang tidak bisa move on dari istrinya??" Ucap Malvin menebak.
" Oh, come on.. masa iya, begitu? Tidak! Tidak! Tidak! Pasti ada alasan lain di baliknya. Berarti disini Bernard Muyera terlibat besar dengan Alden. Atau justru Alden yang terlibat dalam rencana Bernard?" Tebak Malvin lagi.
" Sudahlah, aku kirim saja semua bukti ini pada Arthur. Biar dia melihatnya sendiri." Ucap Malvin.
Malvin mengirimkan semua bukti yang ia dapatkan itu pada Arthur, lalu ia pun pergi dari meninggalkan ruangannya itu.
Ubud, Bali.
Arthur tengah mengusap usap bahu Sierra yang telah tertidur pulas di dalam pelukannya. Ia merasa ponselnya bergetar di atas meja, lalu ia pun mengambilnya.
Arthur membuka Email yang masuk dari Malvin, dan membacanya. Tampaknya Arthur pun berpikir sangat keras melihat bukti bukti itu.
' Apakah Muyera tua itu sedang merencanakan sesuatu? Tapi pada siapa rencana jahatnya itu akan di berikan. Jika sampai aku tahu rencana jahatnya itu di tujukan untuk Istriku, maka di masa depan tidak akan ada lagi keturunan Muyera.' Batin Arthur.
Arthur membalas email Mavin, lalu ia menaruh kembali ponselnya. Ia mengecup kening Sierra lalu ia pun ikut terpejam menyusul sang istri kealam mimpi.
___________________________
Seminggu sudah berlalu, Arthur dan Sierra masih setia berada di hotel itu. Karyawan hotel mengatakan bahwa pada malam tahun baru nanti biasanya akan di adakan pesta kembang api disana, juga ada night party di kolam renang utama di hotel itu.
Sierra yang memang masih betah berada di Bali meminta pada Arthur agar menginap lebih lama lagi, dan tentu saja Arthur menyetujuinya. Sambil dirinya bekerja disana secara online, ia juga bisa mengantar istrinya itu pergi kemanapun.
Sierra terbangun karena ia mendengar suara petir yang begitu besar. Pagi pagi di hotel itu sudah di guyur hujan. Sierra melihat Arthur yang masih setia dengan tidurnya, ia pun perlahan lahan bangun agar tidak membangunkan Arthur.
__ADS_1
Tetapi rupanya Arthur justru terbangun, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah punggung polos istrinya itu. Arthur pun tersenyum melihatnya, punggung polos dengan rambut Sierra yang sedikit berantakan, sangat indah bagi Arthur.
Ia melihat pergerakan Sierra yang beringsut turun dari ranjang, dan berlari kecil memasuki kamar mandi, Arthur hampir terkekeh melihatnya. Menggemaskan sekali Sierra nya itu.
Setelah sekitar 20 menit, Sierra keluar dengan rambut basah nya yang di gulung handuk. Sierra terkejut melihat Arthur yang sudah duduk menyender sambil bermain ponsel.
" Sayang.." Panggil Arthur.
" Kamu sudah bangun? Apakah aku membangunkanmu?" Ucap Sierra.
" Tidak, aku baru saja bangun." Ucap Arthur berbohong.
" Kemari, biar aku yang keringkan." Ucap Arthur saat melihat Sierra hendak mengeringkan rambutnya.
" Aku bisa sendiri, sayang." Ucap Sierra.
" Itu adalah salah satu bagian favorit ku, mengeringkan rambutmu yang indah." Ucap Arthur.
Arthur mengambil alih pengering rambut di tangan Sierra, dan Sierra pun hanya bisa pasrah saja menerima perlakuan manis suaminya itu. Sambil sesekali Arthur mengecup pucuk kepala Sierra, dan akhornya aktifitas itu pun berakhir.
" Aku tidak tahu wisata disini sayang. Aku cari dulu di internet, sambil kamu mandi." Ucap Sierra.
" Baiklah.." Ucap Arthur.
Arthur pun berlalu ke kamar mandi, dan Sierra mencari cari sekiranya apa yang seru untuk di lakukan. Tapi mengingat di luar hujan, Sierra jadi tidak memiliki sedikitpun pandangan.
" Sepertinya otak ku buntu. Oh, bagaimana kalau berkuliner, atau datang ke pasar pasar tradisional? Tapi Arthur apa mau pergi ke pasar?" Gumamnya.
Arthur telah membawanya ke berbagai tempat wisata yang tidak begitu jauh dari wilayah Ubud. Dan kini dirinya seperti ketagihan untuk menjelajahi Bali lebih luas lagi.
" Sudahlah, lagi pula hujan. Lebih baik di kamar saja." Gumam Sierra.
Tak lama Arthur keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Sierra yang sedang begitu fokus dengan ponselnya.
" Sayang, nanti malam adalah malam Natal, karyawan hotel memberikan undangan untuk makan malam bersama di restoran. Apakah kamu mau datang?" Ucap Arthur.
__ADS_1
" Mm.. Kalau ada yang mengenalimu bagaimana?" Ucap Arthur.
" Tidak masalah, jika kamu mau kita bisa datang. Atau kita makan malam romatis berdua saja?" Tawar Arthur.
" Baiklah, kita datang saja." Ucap Sierra.
" Bagaimana? Apakah kamu sudsh menemukan tempat yang akan kita kunjungi? " Tanya Arthur.
" Tidak ada, hujan.. Lebih baik kita di kamar saja." Ucap Sierra.
Sierra tidak bermaksud mengucapkan kata keramat, ia bahkan tidak menyadari kata kata nya itu bermakna lain bagi Arthur. Arthur yang mendengarnya pun tersenyum nakal saat ini.
" Oh.. Apakah akhirnya istriku ini mulai nakal?" Tanya Arthur sambil berjalan mendekati Sierra.
" Nakal??" Ucap Sierra bingung.
Arthur semakin mendekat, dan mendekat. Lalu ia berbisik di telinga Sierra..
" Bukankah istriku mengatakan bahwa di luar hujan, jadi lebih baik kita di kamar saja?" Ucap Arthur begitu seksi, Sierra sampai meremang mendengarnya.
" Y-ya.. Memang diluar hujan. Jadi kita tidak bisa kemana mana kan?" Ucap Sierra polos.
" Jadi.. apa yang bisa dilakukan sepasang suami istri di dalam kamar saat cuacsa di luar sedang hujan?" Bisik Arthur lagi.
" Ka- kamu kenapa berbicara dengan nada begitu? Aku merinding mendengarnya." Ucap Sierra menahan bahu Arthur.
Arthur terkekeh mendengarnya, benar juga.. istrinya itu adalah wanita yang sangat polos. Tidak mungkin jika Sierra mengerti arti ucapannya sendiri barusan.
" Baiklah, kalau begitu kita menonton saja. Jika hujan sudah reda, kita cari gaun untukmu." Ucap Arthur.
" Oke." Ucap Sierra.
Kini akhirnya keduanya menonton bersama, mereka menonton sebuah film action sebenarnya. Tetapi entah mengapa ada adegan yang tidak seharusnya ada. Dan hal itu membuat keduanya menjadi sama sama gelisah.
Akhirnya mereka pun kembali memulai pertarungan sengit mereka di kamar hotel itu, suara hujan seakan mengiringi indahnya suara sierra dan Arthur yang saling bersahutan.
__ADS_1
TO BE CONTINUED...