
Arthur dan Sierra telah sampai di ruangan kebesaran Arthur. Arthur menyuruh Sierra duduk di sofa besar di ruangan itu, lalu Arthur berjongkok dihadapan Sierra.
" Kamu tunggu disini dulu yah, ada meeting sebentar. Jika kamu bosan kamu boleh membaca buku atau menonton tv. Dan di belakang lemari tv ini ada tempat tidur, jika kamu lelah kamu disa tidur siang disana." Ucap Arthur.
" Baiklah, kamu sibuk saja dulu. Aku akan menunggu disini." Ucap Sierra.
" Sierraku memang paling patuh." Ucap Arthur dan mengusap kedua pipi Sierra.
" Aku pergi dulu yah." Ucap Arthur.
Sierra pun mengangguk patuh, dan Arthur pun pergi meninggalkan Sierra di ruangan besar khusus milik Arthur. Terdapat banyak buku di rak yang berjejer rapi, semuanya sudah bisa dipastikan tentang bisnis.
Sierra berjalan mengelilingi rak demi rak buku guna mencari buku yang mungkin bisa dia baca. Dia memang berpendidikan rendah, jadi tidak akan tahu apapun tentang bisnis. Karena tak ada satupun buku yang ia mengerti, akhirnya ia duduk di sofa.
" Buku sebanyak itu, apa semuanya pernah dibaca oleh Arthur.?? Tidak bisa bayangkan bagaimana pusingnya." Gumam Sierra.
Sierra mencari remot tv, dan menyalakan tv. Rupanya berita di tv tentang Hailey dan Carine masih hangat di perbincangkan hingga hari ini. Bahkan sudah menyeret pihak pihak lain yang bersangkutan.
Dan Sierra terkejut saat ia tahu sosok yang menjadi bandar dari Hailey dan Carine. Orang itu adalah orang yang pernah menemui Sierra di kehidupannya sebelumnya, dan mengancam akan membunuh Sierra, sugar daddy Hailey.
" Rupanya dia.. " Gumam Sierra.
" Sidang akan di lakukan besok pukul 12 siang, di pengadilan kota J. Hailey dan Carine nampak semakin terlihat kurus... " Suara siaran tv.
" Sidang nya besok?? Cepat sekali. Semoga mereka mendapatkan hukuman yang setimpal. " Gumam Sierra.
" Aku harus segera mengumpulkan semua bukti kejahatan Julia, lalu memberikannya kepadanya ( Daniel ).
Julia harus membayar atas apa yang ia lakukan kepada ibuku. " Gumam Sierra lagi.
TEP..
Sierra mematikan tv itu, ia menjadi begitu tegang. Apakah Hailey dan Carine akan dihukum mati juga seperti dirinya di kehidupannya dulu, atau tidak..
Cklek.!
Pintu dibuka dari luar.
Tiba tiba seorang wanita berpenampilan begitu seksi dan dewasa memasuki ruangan Arthur. Sierra yang melihatnya pun bingung.
" Siapa kau.? Mengapa kau diruangan ini.?" Ucap wanita itu.
" Kau pencuri ya.?!!" Ucap wanita itu tiba tiba menuduh Sierra.
" Aku bukan pencuri." Ucap Sierra.
" Kalau bukan pencuri lalu apa.? Kau berada di ruangan CEO saat CEO tidak ada, lagipula mana ada maling mengaku." Ucap wanita itu lagi.
" Tidak percaya ya sudah." Ucap Sierra tenang.
__ADS_1
" Hei.!! Beraninya kau berbicara begitu pada calon tunangan CEO." Ucap wanita itu percaya diri.
" Pft.. Hahaha.. " Sierra malah tertawa terbahak bahak mendengar wanita itu mengakui dirinya sebagai calon tunangan Arthur.
" Kenapa kau tertawa, dasar tidak sopan.!" Ucap wanita itu emosi.
" Nona, kau bilang kau calon tunangan Arthur? Kalau begitu aku adalah calon istri Arthur." Ucap Sierra.
" Beraninya kau menyebut nama CEO langsung.! keluar dari sini sekarang juga." Ucap wanita itu.
Sierra bangun dari duduknya, lalu menghampiri wanita iti. Sierra membaca kartu tanda pengenal yang mengalung di leher wanita itu.
" Carisa.. Itu namamu? Dengar nona Carisa, sebaiknya kamu cepat bangun dari mimpimu disiang bolong. Arthur bahkan tidak mau di sentuh wanita lain, selain aku.. Lalu bagaimana bisa dia tiba tiba menjadi calon tunanganmu?? Oh... Aku tahu, kau penggemarnya kan.??" Ucap Sierra.
" Omong kosong, mana mungkin CEO mau disentuh olehmu. " Ucap Carisa tidak percaya.
" Tidak percaya ya sudah." Ucap Sierra.
Sierra memandangi penampilan Carisa itu dengan teliti lalu tersenyum smirk.
' Sudah jelas tujuan nya adalah menggoda Arthur. ' Batin Sierra.
" Apa yang kau lihat, dasar norak. Tidak pernah melihat wanita cantik ya.?" Ucap Carisa.
" Apakah di perusahaan ini menggaji karyawan begitu kecil.??" Tanya Sierra.
' Sebenarnya wanita ini begitu polos dan berterus terang tanpa disadari.' Batin Sierra.
" Lalu mengapa kau tidak bisa membeli pakaian yang sedikit lebih baik untuk tubuhmu? Lihat.. Dadamu, pahamu, lekuk tubuhmu, semuanya terekspos. Kau memberikan pemandangan gratis untuk para laki laki." Ucap Sierra.
" Kamu..!! Beraninya menilaiku begitu." Ucap Carisa.
" Dengar nona, laki laki akan lebih menghargai dirimu jika pakaianmu sopan." Ucap Sierra.
Carissa memperhatikan tubuhnya sendiri, memang sesungguhnya dia tidak percaya diri dengan penampilannya itu. Tapi demi menarik perhatian Arthur, ia pun merubah penampilannya layaknya seorang sekertaris seksi.
" Kenapa malah kamu jadi menceramahiku, kamu pencuri kan.??" Ucap Carisa.
" Kamu bisa tanyakan itu pada Arthur nanti. " Ucap Sierra.
" Hei, kau terus memanggil CEO dengan namanya apa kau tidak takut CEO marah?? Dan.. siapa sebenarnya kau ini.? Aku tisak pernah melihatmu sebelumnya." Ucap Carisa.
Cklek.!
pintu terbuka.
Arthur telah kembali dari meeting dadakannya, ia begitu buru buru karena takut meninggalkan Sierra nya sendirian terlalu lama.
" Siapa yang mengijinkanmu masuk.?" Ucap Arthur.
__ADS_1
" CEO, saya sudah bilang kepada gadis ini untuk pergi, tapi dia tidak mendengarkan. Dia juga memanggil nama anda secara langsung, sepertinya dia pencuri ." Ucap Carisa.
" Saya bertanya kepadamu, siapa yang mengijinkanmu masuk.?" Ucap Arthur dengan tatapan tajam dan dingin.
" It.. itu.. Saya mau mengantar dokumen. Sekertaris Malvin tidak ada di tempat jadi saya mengantarnya secara langsung ke ruangan anda." Ucap Carisa sambil malu malu dan menyelipkan rambutnya ke telinga.
" Jika sekertaris Malvin tidak ada, lalu apakah kau bisa keluar masuk se enaknya keruangan saya.? Kau pikir ruangan saya ini adalah toilet umum.?" Ucap Arthur emosi.
Sierra menghampiri Arthur dan memegang tangan nya.
" Jangan begitu emosi, dia mungkin tidak sengaja." Ucap Sierra.
Carisa terkejut melihat bagaimana Arthur langsung menatap Sierra dengan tatapan lembutnya.
" Kamu tidak apa apa kan sayang.?" Ucap Arthur.
DUAR.!!
Carisa terkejut mendengar Arthur memanggil Sierra dengan panggilan sayang.
" Aku tidak apa apa, kamu sudah selesai sibuknya.?" Ucap Sierra.
" Sudah.. Malvin yang menghandle sisanya. Kau, keluar dari ruanganku. Dan lain kali, jangan sembarangan masuk kemari." Ucap Arthur kepada Carisa dengan pandangan dingin.
" Ba..baik CEO." Ucap Carisa dan langsung pergi.
Setelah Carisa pergi, Sierra menatap Arthur penuh selidik.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang?" Ucap Arthur.
" Tidak ada, aku hanya sedang terheran." Ucap Sierra.
" Heran? Heran kenapa.?" Ucap Arthur.
" Kamu tidak lihat penampilan dia tadi? Kamu tidak tergoda kah.?" Ucap Sierra.
" Aku malah merasa jijik melihatnya. Percaya atau tidak, kamu satu satunya perempuan yang selalu membuatku ingin menatapmu selain ibuku." Ucap Arthur.
" Ekhem.. Bagus itu. Anti perusak hubungan." Ucap Sierra dengan senyuman.
" Tapi kenapa aku merasa dia dan Calista seperti mirip." Ucap Sierra.
" Dia dan Calista adalah kakak beradik, mereka anak rekan kerja papi." Ucap Arthur.
' Kalau bukan mereka anak rekan kerja papi yang menyelamatkan nyawa papi, mungkin aku sudah menyingkirkan mereka jauh jauh, apalagi kemarin Calista sudah mempermalukan kamu.' Batin Arthur.
' Aku sudah memberikan mereka kesempatan, jika sampai terulang.. Maka tidak ada ampun lagi untuk mereka, Tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti atau mengganggumu lagi, tidak satupun Sierra..' Batin Artur lagi..
TO BE CONTINUED..
__ADS_1