The Dead CINDERELLA

The Dead CINDERELLA
EPS. 44. Leo adalah Sierra Leona.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Sierra sudah di perbolehkan untuk beraktifitas oleh Arthur, setelah beberapa hari ini Sierra hanya bisa makan, dan beraktifitas lainnya tanpa menyentuh lantai, akhirnya hari ini dia terbebas.


Karena saat ini Arthur sedang sibuk, Sierra mengendap endap memasuki kandang Hwan ( singa ).


" Hwan.." bisik Sierra.


Singa itu sampai terkejut dan bangkit dari tidurnya.


" GROAR.!"


" Tenang nak, tenang.. Ini aku." Ucap Sierra.


Singa itu langsung berubah lembut ketika sudah melihat wujud Sierra. Ia langsung memeluk Sierra dan menggosok gosokan kepalanya di leher Sierra, tanda sayang.


" Hei, kau semakin gemuk saja. Nyaman yah tinggal disini.?" Ucap Sierra sembari mengacak acak bulu singa itu.


" Roar.. " Auman singa itu, seakan mengiyakan ucapan Sierra.


" Astaga sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu baik baik saja kan.? Hei!! Kalian tolong Sierra cepat." Ucap Sahara yang tiba tiba panik.


"GROARR.!! GROAR.!!"


" Akh... Arthur, Sierra diterkam singamu." Teriak Sahara dan berlari masuk kedalam mencari Arthur.


" Hei, tenang.. Dia mami, jangan galak padanya." Ucap Sierra kepada Hwan.


Memang jika yang tidak tahu akan mengira saat ini Sierra tengah di terkam oleh Hwan. Karena posisinya Sierra tengah duduk didepan singa itu, dan satu kaki singa itu berada di atas pundak Sierra.


" Arthur, lihat Sierra mau di terkam singamu." Ucap Sahara setelah kembali.


Arthur yang sebelumbya sedsng mengadakan pertemuan online sampai harus berlari terburu buru setelah mendengar Sahara mengatakan Sierra dalam bahaya.


" Astaga mami, aku pikir Sierra kenapa." Ucap Arthur setelah melihat rupanya Sierra tengah bermain dengan Hwan.


" Sierra dalam bahaya apa kamu tidak lihat? Lihat itu kaki singa itu berada di pundak Sierra. " Ucap Sahara


" Mami, Sierra tidak apa apa, Sierra sedang bermain dengannya." Ucap Sierra.


DOENG.!!


Sahara sampai menjatuhkan dagunya, ia menganga tidak percaya dengan apa yang diucapkan Sierra.


" Kamu?? Main dengan singa besar ini.?" Ucap Sahara tidak percaya.


" Mami tidak akan percaya, Sierra yang menjinakan singa itu. " Ucap Arthur.


" What.!! Sierra bisa menjinakan binatang buas.? " Ucap Sahara.


" GROAR.!!"


Seolah tersinggung dikatai binatang buas, Hwan langsung meraung kearah Sahara. Dan hadiahnya adalah bogeman di kepalanya dari Sierra.


" Sudah aku bilang baik baik pada mami, anak nakal. " Ucap Sierra. Singa itu pun sekaan menyedih.

__ADS_1


Sahara sampai tak bisa berkata kata, calon menantunya itu memang lah seorang pawang. Pawang yang sesungguhnya.


Sierra keluar dari kandang Hwan ( Singa) , dan menghampiri Sahara.


" Mami ingin menyentuhnya?" Tanya Sierra.


" Tidak, dia pasti akan menggigit mami." Ucap Sahara.


" Tidak akan, jika dia menggigit mami, maka dia akan aku kebiri." Ucap Sierra.


Mendengar kata kebiri, bukan hanya Hwan ( Singa ) saja yang menciut, bahkan Arthur pun ikut ngeri mendengarnya.


' Sadis sekali kekasihku.' Batin Arthur.


" Tidak usah sayang, mami tidak berani." Ucap Sahara.


" Baiklah, dia sangat baik kok mi." Ucap Sierra.


' Astaga, Sierra benar benar penuh kejutan. Tidak hanya menjinakan Arthur, dia juga menjinakan singa peliharaan Arthur.' Batin Sahara.


" Baiklah, tapi mami belum ingin mendekat padanya. Dari pada kamu main dengan singa, lebih baik kita jalan jalan saja. Kamu pasti bosan kan dirumah terus?" Ucap Sahara.


" Mmmm.. Sebenarnya bosan, tapi.. " Sierra melirik Arthur.


" Kamu boleh pergi sayang, kemarin kemarin aku membatasimu agar kondisimu benar benar pulih." Ucap Arthur.


" Benarkah.??" Ucap Sierra senang.


Arthur tersenyum dan mengangguk sambil mengusap kepala Sierra.


" Nah, ayo kita pergi." Ucap Sahara.


" Ibumu butuh refreshing, kamu jangan menangis oke, jadilah anak baik." Ucap Arthur pada Hwan si singa sambil mengusap kepalanya.


Arthur kembali kedalam ruangan nya, dan kembali fokus pada laptopnya. Karena ia meninggalkan pertemuan online nya, jadi saat ini ia tengah menunggu balasan pesan email dari Leo, yang sudah beberpaa hari ini tidak bisa di hubungi.


" Sebenarnya siapa Leo ini, berani beraninya dia main main denganku." Gumam Arthur.


Arthur sudah menghubungi anak buahnya untuk melacak sinyal perangkat yang digunakan oleh Leo, dan saat ini, ia hanya sedang menunggu balasan.


TING.!


Arthur mendapat sebuah pesan, dan ia langsung membuka nya. Ia mendapatkan lokasi sinyal milik Leo, Arthur memperbesar titik sinyal itu , dan mengernyit bingung.


" Kenapa sinyalnya dari rumah Sierra.?" Gumam Arthur.


Ya, setelah titik itu di perbesar, munculah nama jalan dan alamat dari titik merah itu. Dan itu adalah kediaman Sierra pribadi.


Arthur langsung bangun dari duduknya dan menghubungi Malvin.


" Siapkan mobil, kita pergi sekarang." Ucap Arthur, lalu panggilan pun diakhiri.


" Ar , apakah ada sesuatu yang mendesak.?" Tanya Malvin tidak formal, setelah keduanya sudah berada dimobil.


" Aku melacak keberadaan Leo, kau ingat dia kan.? Hacker yang membantu menangani beberapa penyerang. Saat ini ia berada di rumah Sierra." Ucap Arthur.

__ADS_1


" Apa, bagaimana bisa.? " Tanya Malvin terkejut.


" Entahlah, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang buruk di kediaman Sierra." Gumam Arthur.


Hingga akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah Sierra.


" Tidak ada kuncinya ." Ucap Malvin.


" Dobrak saja." Ucap Arthur.


Malvin mengangguk, lalu ia mengambil ancang ancang untuk mendobrak. Dan dalam sekali dobrak, pintu itu roboh. Jujur saja sesungguhnya pintu itu sudah di perkokoh oleh Arthur sebelumnya. Tetapi melihat tubuh Malvin yang begitu tinggi besar, tidak mustahil pintu itu roboh dengan sekali tendang.


Arthur langsung mengeluarkan senjata apinya dari balik jasnya, dan mengendap endap layaknya polisi yang sedang melakukan penyergapan.


Namun setelah mengecek semua sudut rumah itu, Arthur tidak menemukan satu sosok pun. Bahkan rumah itu sangat rapi, seperti tidak ada orang yang memakainya.


" Aneh.. Ini kosong." Ucap Malvin.


Arthur kembali kemobilnya, dan mengambil laptopnya. Ia mencoba untuk kembali mengirimi Leo email.


TING.!!


Bunyi notifikasi yang berasal dari sebuah laci meja yang berada tak jauh dari Arthur dan Malvin berdiri saat ini.


Arthur membuka laci itu, dan terdapat sebuah laptop disana.


" Ini.. milik Sierra." Ucap Arthur sambil menatap Malvin.


" Mungkin notifikasinya hanya kebetulan berbunyi saat kau mengirim email, coba kau kirimi email lagi." Ucap Malvin.


Arthur kembali pengirim Email, dan laptop Sierra kembali berbunyi.


" Tidak ada kebetulan dua kali di dunia ini Ar, tapi .. " Ucap Malvin ragu ragu.


" Leo.. Leona.. " Gumam Arthur.


" Mengapa aku tidak menyadarinya, Leo.. Diambil dari Leona, Sierra Leona." Ucap Arthur.


" Astaga..." Gumam Malvin.


Arthur sendiri saat ini menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya. Sungguh, Mereka tidak menyangka bahwa orang yang memiliki kejeniusan mengerikan itu adalah Sierra.


Di tempat lain, Sierra dan Sahara saat ini tengah berada di sebuah toko alat musik. Sahara ingin membelikan Cornelius kado pernikahan, karena sebentar lagi mereka akan merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 30 tahun.


Sambil menunggu Sahara yang tengah memilih sebuah Saksopon, Sierra duduk di sebuah piano. Jari jarinya mulai mengetuk satu demi satu not piano itu, hingga akhirnya Sierra memainkan sebuah lagu yang yang ter dengar begitu memilukan hati.


Tak disangka, Semua orang disana memandang kearah Sierra . Selan ikut meresapi betapa dalamnya makna lagu itu, Sierra tidak menyadari sekitarnya, ia hanya fokus pada penggalan kenangan manis saat dirinya masih bersama ibunya.


Hingga akhirnya lagu itu berhenti, dan Sierra mendapatkan banyak tepuk tangan, Sierra sendiri terkejut saat menyadari dirinya menjadi pusat perhatian disana.


" Astaga sayang, mami sampai menangis. Lagu ini, benar benar membuat mami merindukan masa lalu." Ucap Sahara.


" Mami jangan menangis." Ucap Sierra tidak enak hati.


" Mami tidak mau tahu, mami mau melihat kamu main piano di acara ulang tahun pernikahan mami dan papi nanti." Ucap Sahara.

__ADS_1


Sierra hanya tersenyum kaku, karena saat ini dirinya dan Sahara menjadi pusat perhatian.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2