
Di belahan negara lain..
Arthur benar benar merasa tidak tenang, ia baru saja menyelesaikan pertemuannya. Arthur menyalakan ponselnya dan mendapat notifikasi alarm kode darurat nya menyala.
" Malvin, apa yang terjadi?" Ucap Arthur.
" Tuan, kode darurat menyala, ada yang memanggil pasukan TITANES. Saya sedang menghubungi Andra, tapi tidak diangkat juga." Ucap Malvin.
" Kita pulang sekarang juga." Ujar Arthur.
" Baik." Ucap Malvin.
Malvin terus mencoba menghubungi Andra namun tidak terangkat juga hingga tiba tiba panggilan itu diangkat namun bukan Andra yang mengankat.
" Tuan Malvin, kediaman Tuan Arthur di serang musuh, kami sedang mencari keberadaan nyonya dan Andra yang hilang." Ucap anak buah Arthur.
DEG!
Malvin terkejut mendengarnya.
" Ada apa? " Tanya Arthur.
" Tuan, nyonya hilang." Ucap Malvin.
DEG! DEG! DEG!
Nafas Arthur memburu, ketakutannya benar, sesuatu besar telah terjadi.
" Cepat! Kita kembali. Kerahkan semua anak buah untuk mencari istriku, dan tangkap pelakunya." Ucap Arthur.
Arthur berjalan dengan langkah lebarnya, kemudian masuk kedalam mobil. Matanya berkaca kaca, saat ini di pikirannya muncul berbagai hal yang mengerikan.
' Tuhan, tolong jangan ambil Istri dan anak anakku, aku mohon..' Batin Arthur.
Arthur dan Malvin kembali ke hotel dan mengemasi barang barangnya, lalu langsung pergi dari sana. Tujuan mereka saat ini adalah bandara, mereka harus kembali secepat mungkin.
' Sayang, Pumpkin's tolong bertahanlah, tolong bertahan demi daddy.' Batin Arthur.
Kembali ke tanah air, Sierra masih menyembunyikan dirinya di dalam lemari itu. Ia tidak mempercayai siapapun yang berteriak memanggil dirinya meskipun mereka mengatakan bahwa mereka adakah anak buah Arthur.
' Ya Tuhan, apakah Andra terbunuh? ' Batin Sierra.
Sierra terus menangis tanpa suara didalam lemari. Ia mendudukkan dirinya karena kakinya terlalu lemas untuk berdiri, ia mendengar suara suara yang memanggilnya, tetapi ia sama sekali tidak membuka pintu itu karena takut.
' Pumpkin's.. Sabar ya sayang, kita sembunyi disini dulu. Maafkan mommy yang lemah karena tidak bisa melindungi kalian.' Batin Sierra sambil mengusap usap perut besarnya.
Terdengar suara auman Hwan yang lemah. Hwan di bawa oleh anak buah Arthur menaiki mobil, dan akan dilarikan ke rumah sakit hewan. Sementara keadaan disana.. sangat kacau.
Banyak mayat tergeletak disana, baik mayat musuh maupun anak buah Arthur yang berperang dengan musuh. Bahkan terlihat pawang pawang binatang peliharaan Arthur yang juga tewas di tempat. Kediaman Arthur menjadi lautan darah.
Anak buah Arthur pun membereskan jasad jasad yang gergeletak itu, dan sebagian ada yang sedang mencari keberadaan Sierra dan Andra. Waktu berlalu, dan Arthur telah sampai di kediamannya.
Arthur masuk dan melihat keadaan yang sangat kacau. Fokusnya saat ini adalah mencari Sierra nya.
__ADS_1
" Sayang.." Teriak Arthur, namun sayang suaranya tidak sampai di telinga Sierra.
Malvin pun mencari keberadaan Sierra dan Andra. Lalu kemudian terlihat beberapa anak buah Arthur yang menggotong perempuan, perempuan itu mengenakan cardigan Sierra, dan Arthur sangat mengenal cardigan itu.
" Sayang.." Gumam Arthur.
Air matanya luruh, ia hendak menyentuh perempuan itu namun kemudian ia mengurungkan niatnya ketika melihat wajahnya bukanlah wajah Sierra, tegapi Andra.
" Andra.." Ucap Arthur, dan Arthur pun langsung bergegas pergi mencari Sierra di tempat lain.
" Andra! Apakah dia masih hidup?" Tanya Malvin.
" Masih tuan, tetapi nafasnya lemah kami akan membawa dia kerumah sakit." Ucap anak buah Arthur.
Andra langsung dibawa ke mobil dan akan dilarikan kerumah sakit. Malvin pun membantu Arthur mencari Sierra.
" Sierra.. Sayang.."Teriak Arthur.
Sierra mendengar suara yang tidak asing itu dan tersenyum senang namun tubuhnya lemas.
" Sayang, dengar daddy kalian datang.." Ucap Sierra lemah.
" Arthur.." Panggil Sierra lemah.
Sayangnya ruangan itu kedap suara, Arthur tidak mendengar suara Sierra yang kecil itu.
" Sayang.. Kamu di mana? Ini aku, keluarlah.. Semua sudah baik baik saja." Ucap Arthur sambil air matanya sesekali menetes.
Sierra mendengar suara Arthur, tapi Arthur tidak mendengar suara Sierra. Hingga Sierra mendengar Arthur yang menangis begitu pilu.
" Sierra.. Sayang.." Teriak Arthur.
" Arthur.." Sierra memukul pintu itu dengan tangannya, namun pintu panel kayu itu terlalu tebal hingga tidak menimbulkan bunyi apapun dari luar.
Tubuh Sierra lemas karena terlalu lama ia berada di dalam sana. Udara juga tidak masuk kedalam lemari itu, Sierra kelaparan dan kehausan, ditambah tubuhnya berat karena ia membawa dua bayi di perutnya.
Sierra meraba sekelilingnya yang gelap gulita, guna mencari senjata apinya. Kemudian ia memukulkannya ke pintu panel kayu itu.
TAK! TAK! TAK!
Awalnya Arthur tidak menyadari suara itu, namun kemudian semakin lama suara itu semakin terdengar. Arthur pun bangun dan membuka lemari dimana Sierra berada.
" Sayang!! Sayang!! " Ucap Arthur ketika menemukan Sierra.
" Arthur, sukurlah.. kamu datang, aku berhasil menyelamatkan anak kita." Gumam Sierra sebelum akhirnya ia hilang kesadaran.
" Sayang!" Ucap Arthur panik.
Ia menggendong Sierra dan merebahkannya diatas ranjang, lalu menghubungi Sammy.
" Tolong datang ke kediamanku, cepat dan bawa dokter kandungan." Ucap Arthur dan langsung mengakhiri panggilannya.
" Sayang, terimakasih.. Terimakasih kamu baik baik saja." Gumam Arthur sambil menciumi Sierra.
__ADS_1
Arthur merapihkan rambut Sierra yang berantakan. Sierra terlihat sangat pucat. Arthur mengelus perut Sierra yang besar itu dan berkata.
" Pumpkin's, terimakasih kalian telah baik baik saja, mommymu adalah wanita terhebat, bahkan dia hanya memikirkan keadaan kalian didalam. Terimakasih anak anak daddy.. Kalian sudah berjuang bersama mommy." Ucap Arthur.
Tak lama, Sammy pun datang bersama dokter kandungan yang biasanya menangani Sierra.
" Cepat, tolong istriku." Ucap Arthur.
" Baik tuan." Ucap sang dokter.
Dokter itu langsung menangani Sierra di bantu oleh Sammy. Sierra di infus, dan Dokter kandungan mengecek keadaan bayi yang berada di dalam perut Sierra.
" Bagaimana kondisinya?" Ucap Arthur.
" Bayi didalam kandungan tidak bermasalah tuan, hanya nyonya kekurangan cairan." Ucap sang dokter.
Setelah selesai menangani Sierra, dokter itu pun pergi dari sana.
" Apa yang terjadi? Kenapa Sierra bisa dehidrasi?" Ucap Sammy.
" Dia bersembunyi di lemari kedap suara dan kedap udara selama berjam jam." Ucap Arthur.
Malvin muncul dan membawakan rekaman cctv yang telah di instal kedalam ponselnya dan memberikannya kepada Arthur.
" Tuan, Carol lah pelakunya." Ucap Malvin.
" Carol.. Sebenarnya apa yang membuatnya menargetkan Sierra." Ucap Arthur.
" Bukan nyonya target Carol,tuan. Tetapi keluarga tuan, termasuk tuan." Ucap Malvin.
Malvin memperbesar volume ponselnya dan memutar rekaman itu lagi. Jelas terdengar semua yang di ucapkan oleh Carol saat mencari Sierra yang bersembunyi.
" Aku belum sempat bertanya pada papi tentang hal ini." Ucap Arthur.
" Cari Carol, tangkap dan bawa dia kemarkas. " Ujar Arthur.
" Baik, tuan." Ucap Malvin, dan Malvin pun pergi dari sana.
" Beraninya dia, dia hampir membunuh istri dan anak anak ku." Gumam Arthur.
" Ar, lebih baik kamu temani Sierra saja. Dia pasti sangat ketakutan, aku perhi dulu. Ucap Sammy.
" Terimakasih." Ucap Arthur.
" Jangan sungkan." Ujar Sammy dan ia pun pergi dari sana.
Arthur merebahkan dirinya disisi Sierra dan tak henti hentinya menciumi kening Sierra.
" Maafkan aku, sayang.. Kamu pasti sangat ketakutan tadi. Maaf kan daddy ya pumpkin's nya daddy.. Kalian juga pasti syok di dalam sana." Ucap Arthur.
Arthur memeluk Sierra, dan menyusul Sierra kealam mimpi.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1