
“Oh tidak! Aku kalah lagi!”
Umpatan itu keluar dari mulut seorang wanita berambut pendek yang tengah duduk di depan sebuah komputer. Wanita itu hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos oblong berwarna putih yang ditutupi cardigan tipis dari katun. Headphone yang terpasang di kepalanya dilepas kemudian dilemparkan dengan kasar ke arah depan.
Ini sudah babak semifinal, tetapi dirinya malah kalah di stage pertama!
Betapa menyebalkannya itu!
“Huang Yunxi, keluar.”
Saat namanya dipanggil oleh operator di balik layar, Huang Yunxi tak dapat lagi menahan emosi. Dia sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk memenangkan pertandingan ini, tetapi dia justru kalah hanya karena bug sesaat dari sistem kendali game yang dia mainkan! Wanita itu kembali mengumpat kasar, melemparkan kata-kata kotor yang bahkan hewan pun tidak ingin mendengarnya.
“Keparat! Sistem sialan!”
“Games tidak berguna! Kuberi rating 0 agar seluruh dunia tahu betapa jeleknya developer yang menciptakanmu!”
“Huang Yunxi, silakan kembali ke kursi belakang,” ucap operator untuk yang kedua kalinya.
Huang Yunxi tidak ingin menghiraukan seruan operator. Wanita itu mengambil snack kacang tanah yang ada di mejanya, kemudian mengupas kulitnya, memakannya dan melemparkan cangkangnya ke sembarang arah. Dia sudah sangat kesal. Seumur hidup, baru kali ini dia merasa dipecundangi oleh sistem komputer yang jelek dan membuatnya rugi.
Wanita tomboy itu kemudian bangkit. Sebelum dia melangkah, kakinya menendang CPU yang terhubung dengan layar di depannya hingga terjatuh. Persetan dengan CPU, persetan dengan layar yang berkedip-kedip tak karuan. Yunxi sudah tidak tahan. Jika bisa, dia ingin menendang semua komputer yang ada di sini dengan kakinya.
Namun, beberapa saat kemudian api menyebar dari kabel di bawah mejanya. Api itu menjalar ke segala arah, menimbulkan hawa panas dan asap yang membumbung tinggi. Semua orang, ralat, semua pemain yang ada di dalam ruangan yang sama dengannya berteriak panik. Tidak peduli sudah sampai mana tingkatan level mereka, begitu melihat api, mereka langsung meninggalkan tempat mereka begitu saja.
“Ups, aku tidak sengaja menyebabkan masalah,” ucap Huang Yunxi sambil berusaha menyelamatkan diri. Sayang, akibat banyaknya orang yang berdesakan di pintu masuk yang kecil, dia tertahan di ruangan itu bersama beberapa orang lainnya.
Tidak lama setelah itu, sebuah suara ledakan yang besar menggema memenuhi udara. Dalam sekejap, arena pertandingan games tingkat nasional yang semula dipenuhi pemain dan penonton berubah menjadi lautan api yang membara. Suara teriakan dan suara rintihan silih berganti, beradu dengan suara panik dari orang-orang yang berada di luar ruangan.
Sebuah berita besar kemudian menyebar: Arena pertandingan games berhadiah tiga juta dolar di gedung pusat aplikasi terbakar!
Puluhan orang tidak bisa keluar akibat pintu penuh dan lift macet, korsleting listrik menjadi pemicu munculnya api!
Huang Yunxi yang ikut terjebak di dalam sana tak lagi bisa merasakan apa-apa. Tubuhnya terasa panas dan terbakar. Api muncul di sana-sini, ratusan komputer terbakar dan orang-orang yang bernasib sama dengannya berteriak meminta tolong. Huang Yunxi menutup kedua telinganya karena berisik, kemudian memejamkan matanya. Dia tidak ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Lamat-lamat, Huang Yunxi merasakan tubuhnya melayang ke tempat yang sangat tinggi. Pandangan matanya suram tertutup warna putih. Huang Yunxi berteriak, namun suaranya hanya bisa terdengar oleh hatinya sendiri. Dia seperti berada di ruang angkasa yang hampa udara.
“Selamat datang di pusat kendali sistem! Silakan pilih bahasa masukan yang diinginkan: Inggris, Jepang, Korea, Melayu, Indonesia, Spanyol, Perancis, Mandarin.”
__ADS_1
Huang Yunxi membuka matanya karena suara aneh itu berdengung di telinganya. Pemandangan yang pertama kali dia lihat saat membuka mata adalah pemandangan sebuah ruangan aneh yang dipenuhi dengan hologram berisi angka-angka misterius yang sangat banyak. Sebuah layar transparan yang mirip dengan sebuah menu komputer muncul di depannya.
Tangan Huang Yunxi refleks menekan layar dengan tulisan “Mandarin”. Dia belum mengerti apa yang terjadi, tetapi ruangan di sini sangat aneh. Dia merasa dia sedang berada di dalam sebuah processor komputer yang berisi puluhan ribu data kendali. Tetapi, bila dipikirkan kembali, rasanya sangat mustahil jika dia menjadi sekecil itu.
“Bahasa masukan telah diaktifkan. Silakan pilih karakter yang akan dimainkan!”
Suara aneh seperti suara yang sering dia dengar saat bermain games muncul lagi. Kali ini, di depan matanya muncul hologram bergambar beberapa karakter wanita dengan berbagai tampilan yang berbeda.
Huang Yunxi yang masih kebingungan menggeser-geser layar hologram dengan jarinya. Klik. Telunjuknya menekan sebuah gambar berisi sebuah karakter wanita berseragam aneh. Layar seperti hologram itu kemudian berubah, menampilkan karakter yang dia pilih tadi lengkap dengan tulisan-tulisan yang tidak dia ketahui sama sekali.
“Memulai identifikasi karakter dan pencocokan identitas. Mohon tunggu beberapa detik lagi.”
“Apa ini?” Yunxi tidak tahan untuk tidak bersuara. Tetapi, tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
“Pencocokan karakter selesai. Nama: Huang Yunxi. Umur: 22 tahun. Kegemaran: Tawuran, membuat ayah marah, membalas dendam dan berbuat onar. Selamat! Silakan klik tombol berikut untuk memulai perjalanan!”
Layar itu berubah kembali. Huang Yunxi kemudian menekan tombol “Start” dengan jari telunjuknya. Sebuah sinar yang terang kemudian muncul entah dari mana. Mata Huang Yunxi menjadi silau. Sinar putih itu perlahan meredup, kemudian muncul sebuah gerbang besar yang isinya tertutup kabut putih yang tebal. Huang Yunxi mengikuti arahan suara aneh tadi, kakinya perlahan melangkah ke arah gerbang itu. Dia seperti orang bodoh. Tubuhnya kemudian hilang ditelan kabut putih yang tebal.
Huang Yunxi baru bisa melihat sesuatu ketika sebuah benda hitam yang menutupi matanya diangkat. Ketika itu, dia melihat suatu pemandangan aneh yang anakronistik. Dia berada di sebuah ruangan yang pilar-pilarnya terbuat dari marmer dan diukir dengan berbagai motif hewan khas berwarna emas. Ruangan itu diisi oleh berbagai benda dari porselen putih dan tembaga, dipadukan dengan hiasan dinding berupa lukisan alam yang sangat indah.
Huang Yunxi seperti seorang bocah kecil yang linglung. Mengapa dia bisa ada di sini? Bukankah tadi dia sedang terjebak di arena permainan yang membuatnya rugi sebesar tiga juta dolar?
Wanita yang kebingungan itu menolehkan kepala. Dia baru menyadari kalau seluruh tubuhnya sedang dalam keadaan terikat tali berupa kain sutra merah yang panjang dan kuat.
Seluruh pakaiannya juga berubah, rambutnya yang semula pendek disanggul ke atas. Tidak jauh dari tempatnya terikat, dia melihat dua orang pria yang wajahnya mirip sedang tertidur saling membelakangi. Kondisi mereka juga dalam keadaan terikat.
“Pssttt….Pstttt… Permisi, dua pemuda,” panggil Huang Yunxi pada dua pria terikat.
Salah satu dari mereka mengerjap beberapa kali mendengar suara Huang Yunxi. Pria itu menoleh ke arahnya, matanya berkedip-kedip menyesuaikna cahaya yang masuk. Keningnya berkerut saat tahu Huang Yunxi sedang memandanginya dengan tatapan bodoh.
“Apa kau tahu ini di mana?” tanya Huang Yunxi kemudian.
“Yunxi, mengapa kau bertanya? Bukankah ini tempat tinggalmu?” Pria itu bertanya balik.
“Tempat tinggalku? Ahahaha, kakak pemuda, kau pasti salah. Tempat tinggalku di Beijing, bukan di tempat aneh seperti ini,” jawab Huang Yunxi sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan canggung.
Pria itu mengerutkan kening. Apa wanita ini sudah gila? Apa katanya tadi? Beijing? Di mana itu? Mengapa namanya sangat asing? Dan dia memanggilnya dengan sebutan kakak pria?
__ADS_1
Pria yang satunya lagi ikut terbangun. Dia juga menatap ke arah Yunxi dengan mata penuh kebingungan.
“Yunxi, apa kepalamu terluka setelah membentur batang pohon karena pelarian tadi?”
Huang Yunxi semakin kebingungan. Lari? Menabrak batang pohon? Siapa? Mengapa pria yang dia tanya berbicara aneh seperti itu? Apa dia sedang diculik oleh seseorang hingga tangan, kaki, dan tubuhnya diikat seperti karung? Tapi, mengapa mereka menculiknya sementara dia tidak punya aset yang berharga?
“Kepalaku terbentur? Kapan? Mengapa aku tidak merasakan sakit apapun?”
Dua pria terikat saling pandang. Mereka bingung dengan apa yang dikatakan oleh wanita di hadapan mereka. Benturan keras di kepala wanita itu setelah menabrak pohon dedalu tadi sepertinya sudah membuat otak wanita itu bergeser beberapa sentimeter.
“Kaisar sudah tiba!”
Suara teriakan pria dari arah lain mengalihkan pandangan Huang Yunxi. Dari arah pintu yang sangat besar dan mewah, seorang pria setengah baya bermahkota yang tubuhnya gagah berbalut jubah berwarna emas yang sangat panjang masuk dengan langkah tegas. Dua pria yang terikat menunduk hingga kening mereka hampir menyentuh lantai.
Di belakang pria itu, seorang pria lain yang tampak lebih tua berjalan mengikutinya sambil membawa tongkat pendek yang ujungnya diberi rumbai-rumbai dari kain berbentuk bulu-bulu panjang.
Wajah pria bermahkota yang disebut “Kaisar” begitu tidak bersahabat. Aura dingin menjalar, entah mengapa Huang Yunxi merasa kedinginan melihat wajah yang matanya sedang menatap tajam ke arahnya.
“Huang Yunxi, apa kau sudah tidak bisa menunduk di hadapan ayahmu sendiri?” tanya Kaisar setengah baya dengan nada tinggi. Huang Yunxi mengerutkan kening, bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Kaisar.
“Kenapa tidak menjawab? Apa kau jadi bisu setelah membakar Pusat Medis?”
“Tunggu! Pak Tua, mengapa kau memberiku banyak pertanyaan sekaligus? Pertanyaan mana yang harus kujawab terlebih dahulu?”
Pertanyaan Huang Yunxi sontak membuat dua pria yang sedang menunduk melotot. Wanita ini cari mati rupanya. Seharusnya dia diam saja, jangan berbicara atau bertanya apapun. Jika sampai Kaisar lebih marah lagi, mereka tidak yakin kalau Huang Yunxi bisa selamat kali ini.
“Kau panggil aku Pak Tua? Huang Yunxi, sebagai seorang putri, mengapa kau tidak berbakti? Dengarkan perintahku! Siapapun tidak boleh meninggalkan tempat ini sampai aku mengizinkannya pergi!”
Setelah mengatakan itu, Kaisar pergi meninggalkan ruangan. Huang Yunxi menatap kepergian pria setengah baya itu dengan tatapan yang sangat aneh. Otaknya berputar memikirkan sesuatu. Pasti dia melewatkan sebuah ingatan penting sebelum sampai di sini.
Dia mulai mengingat sesuatu. Sebelum sampai di sini, tepatnya saat dia berada di sebuah ruangan yang disebut ruang kendali, dia memilih sebuah karakter wanita yang aneh dengan jarinya. Dia juga perlahan mengingat keterangan yang diberikan oleh suara asing perihal karakter yang dipilihnya.
Tiba-tiba, wajahnya berubah dari kebingungan menjadi keterkejutan yang luar biasa!
“Apa aku masuk ke dalam sebuah games?”
Ruangan aneh itu, bahasa masukan, suara penuntun, pemilihan karakter, ruangan ini, orang-orang ini, benar-benar mirip seperti sebuah film fantasi bertema time travel atau pindah dimensi dari dunia nyata ke dalam dunia lain. Yang lebih parah lagi, dialah sang pemain utamanya!
__ADS_1
...***...
...Hehe, ini cerita baru yang Author tulis ya! Kali ini tentang petualangan di dunia games dan berkisah tentang seorang putri kaisar yang sangat nakal. So, kalau kalian suka, kalian boleh baca dan tambahkan ke daftar favorit kalian ya!...