The Imperial College

The Imperial College
Eps. 27: Selangkah Lebih Dekat


__ADS_3

Setelah kejadian di ruang baca beberapa hari lalu, Yuwen Yue dan Huang Yunxi tidak saling bertemu. Yuwen Yue menyibukkan dirinya dengan mengajar dan mengurus laporan dari Wakil Kepala Akademi Kerajaan tentang perkembangan setiap pelajar dan persiapan Ujian Akademi Kerajaan sekaligus menyusun rencana perekrutan murid baru di awal musim semi nanti.


Meskipun masih banyak waktu, tapi perekrutan murid baru dan ujian harus dipersiapkan dengan matang. Semuanya berpengaruh terhadap masa depan Dinasti Hu. Tidak boleh ada kesalahan apapun.


Selain mengurusi urusan Akademi Kerajaan, Yuwen Yue juga disibukkan dengan urusan penyelidikan kasus percobaan pembunuhan Huang Yunxi di istana pada malam festival lentera. Kaisar memintanya ikut menyelidiki karena dia tahu Yuwen Yue pandai dan berbakat. Sudah banyak kasus misterius dipecahkan atas bantuan Yuwen Yue. Selain itu, hanya dia satu-satunya saksi kejadian pada malam itu.


Hari ini, dia dipanggil ke istana oleh Kaisar Huang Yun Yi untuk mendiskusikan perkembangan kasus tersebut. Petunjuk pertama yang didapatkan adalah asal-usul mata panah yang melukai Huang Yunxi. Kebetulan, panah tersebut jatuh ke dalam danau dan diambil oleh prajurit. Kaisar kemudian memerintahkan Paviliun Yindai dan Biro Penyelidikan Istana untuk bekerja sama. Setelah ditelusuri, mata panah tersebut diketahui berasal dari Turk Barat.


"Yang Mulia, kasusnya tidak sesederhana yang kita pikirkan," ucap Yuwen Yue di hadapan Kaisar Huang Yun Yi. Kaisar Huang Yun Yi mengangguk setuju. Dia juga berpikir kalau percobaan pembunuhan putrinya tidaklah sederhana.


"Kau menemukan sesuatu?"


"Yang Mulia, mata panah yang melukai putrimu berasal dari Turk Barat. Jika orang biasa yang melakukannya, mereka tidak mungkin bisa menggunakan mata panah tersebut. Selain itu, racun yang ada di mata panah tersebut adalah racun yang sangat langka. Pasti memerlukan banyak uang untuk mendapatkan kedua benda tersebut."


Kaisar Huang Yun Yi menggangguk-ngangguk. Pernyataan calon menantunya sangat masuk akal. Dia juga berpendapat kalau orang yang ada di balik semua ini pasti orang yang berpengaruh di kerajaannya. Dong Hua memang menjalin hubungan baik dengan bangsa Turk Barat, tapi tidak mungkin memperjualbelikan senjata dengan sembarangan.


Yang membuat Kaisar heran adalah mengapa orang tersebut menargetkan putrinya. Meskipun Huang Yunxi nakal, tapi dia tidak pernah berurusan dengan orang lain selain orang-orang di Akademi Kerajaan dan istananya. Putrinya itu tidak pernah menyinggung pejabat atau anggota harem dan keluarga kerajaan yang lain. Jadi, sangat aneh jika seseorang ingin membunuhnya hanya jika dia sering berbuat onar.


"Benar juga. Entah bagaimana caranya anak itu bisa sembuh seketika. Mungkin, Ratu Pertamaku memberkati hidupnya."


Sebagai seorang ayah, senakal apapun putrinya itu, dia pasti akan tetap menyayanginya. Huang Yunxi adalah putri satu-satunya yang tidak akan terganti. Melihatnya dalam bahaya dan terancam kematian tentu saja membuat Kaisar Huang Yun Yi gelisah setengah mati. Bahkan setelah kejadian tersebut dirinya tak lagi bisa tidur nyenyak dan kerap tidak fokus pada sidang pengadilan.


"Wakil Penasihat, karena kau adalah calon suami putriku, berikan penjelasan yang membuatku puas."


"Baik, Yang Mulia."


Setelah itu, Yuwen Yue memohon undur diri. Dia keluar dari Istana Mingyan seorang diri. Ketika dia berada di persimpangan jalan, Yuwen Yue berbelok ke arah danau istana. Di sana sudah ada Tianqi bersama beberapa orang penjaga.


Yuwen Yue menelusuri kembali tempat kejadian perkara. Dia yakin ada petunjuk yang tertinggal. Yuwen Yue juga ingin tahu bagaimana caranya si pelaku menembakkan anak panahnya dari dalam gelap dan dari mana dia menembakannya. Yuwen Yue kemudian masuk ke dalam semak-semak. Dengan keahliannya dalam seni bela diri yang bagus, sebentar saja dia dapat memperkirakan tempat si pelaku menembakkan panahnya.

__ADS_1


Selain itu, dia juga menemukan sebuah senjata kecil lain berbentuk bintang yang kelima ujungnya sangat tajam. Benda tersebut diperkirakan milik pelaku yang tidak sengaja terjatuh. Yuwen Yue memungutnya, kemudian memasukannya ke dalam sebuah kotak kayu untuk diselidiki.


Malam harinya, Yuwen Yue kembali ke istana secara diam-diam. Setelah malam larut, dia mengendap-endap ke Istana Dalam. Tujuannya adalah mencari petunjuk dari para wanita Kaisar karena dia sangat yakin kalau semua ini pasti ada hubungannya dengan salah satu dari mereka. Yuwen Yue menelusuri setiap bangunan istana tempat tinggal para selir dengan sangat hati-hati.


Tidak lama kemudian, dia tiba di teras istana Selir Di. Mudah baginya untuk masuk karena penjagaan di sana adalah yang paling lenggang di malam hari. Selain itu, tidak banyak pelayan bekerja karena Kaisar sudah memerintahkan untuk mengurung Selir Di agar dia tidak mencelakai yang lain.


Yuwen Yue berjalan mundur, menyusuri dinding istana tersebut dan menajamkan pendengarannya. Namun, dia terlonjak kaget saat punggungnya bertabrakan dengan punggung seseorang. Yuwen Yue siaga, dia berbalik dan langsung mengarahkan sebuah belati tajam ke orang yang bertabrakan dengannya.


Orang itu mengenakan pakaian serba hitam dan wajahnya tertutup cadar. Matanya yang bening juga tampak sangat terkejut saat tatapannya menangkap sosok Yuwen Yue yang sedang mengarahkan belati ke arahnya.


"Guru, ini aku!"


Yuwen Yue seketika menurunkan belatinya saat orang itu membuka cadarnya. Dahinya berkerut karena tidak menyangka orang berbaju hitam tersebut adalah seorang wanita yang sangat dikenalnya.


"Yunxi? Sedang apa kau di sini?"


"Aku sedang mencari petunjuk."


"Aku juga sama. Guru, bagaimana kalau kita bekerja sama?"


"Oh?"


"Tidak perlu ragu. Aku yakin aku akan berguna untukmu. Lagipula, kasusnya berkaitan denganku. Aku harus menemukan pelakunya dan menghukumnya dengan tanganku sendiri!"


Yuwen Yue akhirnya percaya. Dia bersedia membawa Huang Yunxi asalkan gadis itu tidak bertanya banyak hal dan tidak merepotkannya. Keduanya kembali berjalan mengendap-endap di teras istana Selir Di. Yuwen Yue dan Huang Yunxi tampak seperti sepasang pencuri kelas kakap.


Netra mereka kemudian menangkap sosok bayanyan misterius masuk ke dalam ruangan dalam istana. Sosok tersebut kemudian duduk di sebuah tempat paling pojok, yang diperkirakan tempat tidur Selir Di. Dari balik jendela kertas, Yuwen Yue dan Huang Yunxi bisa melihat kalau sosok tersebut sedang membelai rambut Selir Di yang tengah tertidur pulas.


"Mei-mei, kau tahanlah sebentar. Setelah gege berhasil membunuhnya, gege akan membuatmu menjadi ratu yang sesungguhnya."

__ADS_1


Yuwen Yue langsung tahu kalau sosok tersebut adalah Liu Yang, kakak kandung Selir Di yang kini menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Liu Yang adalah Tuan Besar Yang yang sangat terkenal karena kebijaksanaannya. Dia punya koneksi yang luas hingga ke luar negeri. Kekayaannya melimpah. Selir Di yang bernama lengkap Liu Ming adalah adik satu-satunya. Liu Yang sangat menyayangi Selir Di.


Mungkin, dia menganggap kehadiran Huang Yunxi sebagai putri tunggal Kaisar adalah penghalang bagi adiknya untuk naik ke posisi ratu. Buktinya, sejak kematian Ratu Pertama, Kaisar tidak pernah menganggkat seorang selir menjadi Permaisuri dan Ratu Dong Hua dengan alasan masih berduka dan ingin merawat putri tunggalnya baik-baik. Jika Huang Yunxi mati, maka Kaisar tidak akan punya alasan untuk menolak lagi.


Dari sekian banyak selir dan gundik Kaisar yang ada di harem, Selir Di sebagai selir utama adalah kandidat terbaik untuk meneruskan posisi tersebut. Sedikit saja bermain trik, maka dia bisa menjadi Ratu Dong Hua yang kedua. Liu Yang punya pendukung dan latar belakangnya kuat. Dia pasti bisa mewujudkan keinginannya jika dia berhasil menghabisi nyawa Huang Yunxi.


Raut wajah tak percaya tergambar jelas di wajah Yuwen Yue. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pejabat bijaksana seperti Liu Yang adalah serigala berbulu domba dan musuh dalam selimut yang sangat licik dan kejam. Sekarang dia jadi ragu apakah Liu Yang benar-benar pejabat yang bersih atau hanya seorang manusia bermuka tebal yang selalu memakai topeng ke mana-mana. Lain halnya dengan Huang Yunxi. Gadis itu sama sekali tidak terkejut. Sebaliknya, dia justru tersenyum misterius.


"Ming'er, bersabarlah. Setelah semuanya berlalu, gege akan mencarikan tabib terbaik untuk menyembuhkanmu. Kau harus sehat agat kau kuat saat berdiri di atas singgasanamu nanti. Gege akan membuat gadis sial itu merasakan akibat menjadi penghalang ambisi seorang Liu Yang dan Liu Ming, sama seperti ibunya dahulu."


Dari perkataan Liu Yang, Huang Yunxi akhirnya tahu kalau kematian Ratu Pertama ternyata bukan alami karena pendarahan saat melahirkan. Liu Yang pasti menggunakan tangan orang lain agar Ratu Pertama meninggal setelah melahirkan dan membuatnya tampak seperti kematian biasa. Dengan begitu, dia akan lebih mudah menjalankan ambisi dan kembali bersembunyi.


Teka-teki pencarian dalang di balik upaya pembunuhan Sang Putri Xiyue akhirnya terpecahkan. Pantas saja mata panah dan senjata bintang Turk Barat bisa sampai di istana. Rupanya, orang yang menggunakannya adalah orang ternama dan terpandang di kalangan bangsawan dan penjabat Dong Hua.


"Ternyata serigala berbulu domba," ucap Yuwen Yue tanpa sadar. Dia kemudian menoleh ke Huang Yunxi dan mendapati gadis itu sedang tersenyum misterius.


"Kau baik-baik saja?" tanya Yuwen Yue.


"Ya. Guru, ayo kita pulang."


Huang Yunxi menarik tangan Yuwen Yue dengan paksa. Keduanya kemudian keluar dari komplek Istana Dalam dalam kebisuan. Kata 'pulang' yang dimaksud Huang Yunxi ternyata bukan pulang ke Akademi Kerajaan, tetapi pulang ke Istana Liuli.


Setelah malam ini, pertunjukkan besar pasti akan segera dimulai.


...***...


...Wah, dalangnya sudah ketemu! Bagaimana cara Yunxi & Yue membongkar kejahatan Liu Yang? Apa yang akan terjadi pada Selir Di? Stay tune terus ya, sampai jumpa di episode berikutnya!...


...(Spil dikit ya, episode-episode berikutnya akan membuat Yue & Yunxi makin dekat satu sama lain!)...

__ADS_1


__ADS_2