The Imperial College

The Imperial College
Eps. 24: Konspirasi Lain


__ADS_3

“Bagaimana keadaannya?” tanya Kaisar Huang Yun Yi pada Xue Liang.


Xue Liang mengerutkan keningnya. Aneh, kemarin keadaannya tidak seperti ini. Mengapa sekarang berbanding terbalik?


“Yang Mulia, racun langka pada Tuan Puteri sudah hilang,” terang Xue Liang setelah selesai memeriksa.


Kaisar Huang Yun Yi menghela napas lega. Keadaan Huang Yunxi sekarang sudah baik-baik saja. Racun di tubuhnya hilang dan dia dapat hidup kembali. Ini adalah berkah langit. Tidak disangka, putrinya begitu dicintai Dewa hingga kematian pun mengembalikan dia ke kehidupannya semula.


“Syukurlah.”


“Yang Mulia, Tuan Puteri Xiyue diberkahi langit. Ini adalah keajaiban yang luar biasa!”


Yuwen Yue juga diam-diam tersenyum. Wajah dinginnya tak semengerikan tadi. Hatinya sudah bisa tenang karena gadis nakal itu sudah aman. Yuwen Yue tidak mengira kalau racun langka yang tidak dapat ditemukan penawarnya bisa hilang begitu saja di tubuh gadis itu. Darah Huang Yunxi pasti darah ajaib yang kebal terhadap racun.


Kini, semua orang di Istana Dong Hua bisa bernapas lega. Kematian Putri Xiyue hanya menjadi sebuah cerita masa lalu yang diceritakan oleh mereka yang memiliki kebencian terhadapnya. Huang Yunxi sudah sembuh, dia sudah hidup seperti sebelumnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang itu.


“Yunxi, siapa yang mengizinkanmu berjalan ke area berbahaya?” tanya Yuwen Yue setelah Kaisar dan Huang Yunji pergi. Matanya menatap tajam manik cokelat milik Huang Yunxi.


“Aku hanya penasaran.”


“Rasa penasaran bisa membunuhmu.”


“Aku tahu.”


“Lalu mengapa masih pergi?”


“Kalau pergi kemudian mati, aku bisa mati dengan puas.”


“Mati? Apa kau tahu betapa sedihnya ayah dan adikmu saat tahu kau tidak bisa selamat?”


“Tidak.”


“Kau!”


“Ssttt…. Guru, bukankah sekarang aku baik-baik saja?”


Yuwe Yue memalingkan wajah ke samping. Dia kesal atas sikap ceroboh dan keras kepala Huang Yunxi.


“Cepat pulang ke Akademi Kerajaan. Kau melewatkan banyak pelajaran!”

__ADS_1


Huang Yunxi melihat kepergian Yuwen Yue yang kesal. Dia tertawa. Baginya, Yuwen Yue yang marah padanya seperti bayi panda yang dicuri makanannya. Sungguh imut dan lucu. Wajahnya yang dingin itu tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir hingga Huang Yunxi dengan mudah menebak kalau pria itu memang mengkhawatirkan keselamatannya.


Dia juga ingin kembali ke Akademi Kerajaan, tetapi ayahnya menyuruhnya tinggal di istana beberapa hari lagi. Kaisar Huang Yun Yi masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Huang Yunxi meskipun tabib Xue Lian sudah mengatakan kalau putrinya baik-baik saja. Kaisar tentu saja tidak ingin hal buruk terjadi pada Huang Yunxi untuk yang kedua kalinya. Dia sudah cukup terkejut dan terpukul karena kejadian beberapa hari yang lalu.


Selama di Istana Liuli, Huang Yunxi banyak mendengar para pelayan membicarakan dirinya. Mereka sering berbisik-bisik ketika Huang Yunxi keluar atau berjalan-jalan di sekitar taman. Para pelayan berkata bahwa Huang Yunxi adalah putri yang dirahmati langit hingga selamat dari bencana sebesar itu. Spekulasi mereka mengarah pada mendiang Ratu Pertama yang telah berbuat kebaikan semasa hidupnya hingga saat putrinya berada dalam bahaya, langit tidak buta dan membawa kembali nyawanya ke tubuhnya.


“Tuan Puteri kita pasti anak ajaib. Racun yang langka seperti itu bahkan menghilang tanpa bekas di dalam tubuhnya.”


“Kau tidak tahu? Ratu Pertama mungkin mengumpulkan banyak pahala semasa hidupnya hingga langit menolong putrinya.”


“Tabib Xue bahkan tidak percaya.”


“Dia benar-benar istimewa.”


Langit apanya? Jelas-jelas dia kembali karena sistem memberinya satu nyawa lagi!


Huang Yunxi melempar cangkang kuaci yang dia kupas ke sembarang tempat. Di taman Istana Liuli, matahari tidak cukup terik karena musim gugur sudah mulai menuju puncak. Suhu udara mulai menurun. Daun-daun pepohonan yang ada di taman Istana Liuli juga sudah gugur. Hanya tinggal ranting-rantingnya yang gundul seperti cakar yang tajam.


Sejak dia tersadar, dirinya tak pernah berhenti memikirkan siapakah orang yang telah melukainya malam itu. Seingatnya, selain Selir Di, di istana ini tidak ada orang yang benar-benar mendeklarasikan permusuhan dengannya secara terang-terangan. Dia tidak bisa menuduh Selir Di karena dia tahu betul kalau wanita licik itu sedang terkejut dan pikirannya pasti sedang terganggu akibat tampilannya di atas panggung. Selir Di tidak akan punya waktu untuk menyuruh orang mencelakainya pada waktu yang sama.


Mungkinkah dia punya musuh yang bersembunyi di tempat lain? Jika ya, mengapa orang itu bisa masuk istana, bahkan mencelakainya di dekat keramaian. Huang Yunxi tidak mengenal siapapun selain pelayan, ayah dan adiknya di istana ini. Dia juga belum pernah berinteraksi dengan keluarga kerajaan lain sejak dia datang ke sini. Jadi, orang yang berusaha melenyapkannya kala itu pasti seseorang yang mempunyai dendam kesumat yang menahun kepadanya.


Andai saat itu Yuwen Yue tidak mengikutinya dan menariknya ke tempat terang, kemungkinan dia akan mati tanpa ditemukan. Huang Yunxi mulai berpikir apakah dia harus meminta bantuan Yuwen Yue dan Paviliun Yindai untuk menyelidiki siapa dalang di balik upaya pembunuhannya. Benar, di sini dia tidak bisa berjalan seorang diri. Dia butuh seseorang yang bisa membantunya.


Huang Yunxi menumpahkan piring berisi kuaci ke tanah. Dia kesal sendiri karena petunjuk pembunuhnya tidak ada. Sistem juga tak memberitahunya. Huang Yunxi kembali harus menyelidiki sendiri dan mengandalkan dirinya sendiri lagi.


“Puteri! Puteri!”


Sanqi berlari dari arah gerbang depan membawa sebuah kotak kayu. Tadi, Huang Yunxi menyuruhnya ke Balai Pengobatan Istana untuk mengambil sebuah obat herbal untuk memulihkan tenaganya. Jaraknya dari Istana Liuli memang cukup jauh hingga Sanqi membutuhkan waktu yang sedikit lama.


“Kenapa kau seperti dikejar setan?”


“Puteri! Ada kabar dari Istana Dalam!”


Mendengar kata “Istana Dalam,” seluruh urat syaraf Huang Yunxi seketika menunjukkan fungsinya. Dia bangkit, penasaran dengan berita “Istana Dalam” yang disebutkan oleh pelayannya. Entah mengapa dia menjadi sangat tertarik dengan kabar Istana Dalam. Mungkin, ini ada hubungannya dengan para ibu tirinya.


“Kabar apa? Cepat katakan!”


“Puteri, kudengar setelah kau turun dari panggung, Selir Di seperti kerasukan setan. Dia terus berkata ‘tidak mungkin’ hingga pelayannya kebingungan.”

__ADS_1


“Benarkah? Lagi, apa lagi yang kau ketahui?”


“Dia dibawa ke istananya beberapa saat setelah penampilan ajaibmu. Para pelayan di sana bilang kalau Selir Di tidak berhenti berteriak sepanjang jalan. Barang-barang di istananya juga hancur sebagian besar. Puteri, Selir Di seperti kehilangan kendali.”


Jiwa terselubung Huang Yunxi bangkit. Menarik, beritanya menarik. Selir Di begitu ketakutan ketika Huang Yunxi turun dari panggung. Selir Di pasti menyembunyikan sesuatu. Orang yang bersalah biasanya akan ketakutan seperti melihat hantu. Kali ini, Selir Di pasti tidak akan memiliki akhir baik.


“Lalu apa selanjutnya?”


“Dia terus bersembunyi di pojok kamarnya. Selir Di akan berteriak setiap kali ada orang yang datang. Selir lain yang selama ini dekat dengannya khawatir, kemudian melaporkannya kepada Yang Mulia. Yang Mulia mengirim Tabib Xue untuk memeriksa.”


“Apa hasilnya?”


“Katanya, Selir Di mengalami tekanan batin. Dia harus beristirahat untuk memulihkan kondisinya.”


“Pppfftt… Hahahaha…. Lucu sekali! Selir Di pasti sedang sangat ketakutan sekarang.”


Huang Yunxi bukannya tidak berperikemanusiaan. Hanya saja orang seperti Selir Di memang tidak pantas diampuni. Orang seperti dia harus mendapat pelajaran dari perbuatannya sendiri. Siapa suruh dia membangunkan jiwa seseorang yang sedang bersembunyi dan memaksa mengeluarkan taringnya. Sekarang, taring itu berbalik menggigit orang yang mengusiknya.


Pikiran Huang Yunxi tiba-tiba terhubung pada kejadian yang menimpanya hari itu. Kejadiannya begitu aneh dan terlalu kebetulan. Selir Di ingin mempermalukannya dan malah dia sendiri yang terkena imbas, kemudian seseorang berusaha membunuh Huang Yunxi dengan memikatnya ke tempat gelap. Tidak mungkin ada kebetulan yang mencurigakan seperti ini.


Mungkinkah orang itu tahu kalau Selir Di akan mempermalukan Huang Yunxi malam itu? Orang yang tidak tahu tidak mungkin seberani itu. Jika Selir Di berhasil mempermalukannya, maka tanpa harus dibunuh pun, Huang Yunxi harus menanggung malu dan harga dirinya jatuh sejatuh-jatuhnya. Keluarga kerajaan lambat laun akan memaksa Kaisar untuk mengeluarkan dia dari istana. Itu tidak ada bedanya dengan kematian.


Karena Selir Di gagal, maka orang itu melancarkan aksinya untuk menyingkirkan Huang Yunxi. Jadi, dia memikatnya ke tempat gelap dan memanahnya dengan panah beracun. Dengan begini, Huang Yunxi akan mati tanpa diketahui. Tapi, orang itu mungkin tidak menyadari kalau Yuwen Yue ada di belakang Huang Yunxi dan menariknya keluar dari sana hingga rencana pembunuhannya gagal.


Orang itu menggunakan tangan Selir Di untuk membunuhnya!


“Ah, ada konspirasi lain rupanya!”


“Puteri, konspirasi apa?”


“Sanqi, dengarkan aku. Seseorang mungkin sedang ingin membunuhku. Aku tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi. Aku harus kembali ke Akademi Kerajaan sekarang!”


“Tapi, Yang Mulia menyuruhmu tinggal beberapa hari lagi,” cegah Sanqi.


“Aku bisa benar-benar mati jika terus tinggal di sini.”


“Puteri, jangan katakan kata yang mengerikan itu lagi. Sanqi sangat takut!”


Benar juga. Ayahnya sudah memintanya tinggal beberapa hari lagi di sini. Penjagaan juga diperketat. Lagi pula, dengan penjagaan ketat seperti ini, Huang Yunxi merasa pembunuhnya tidak akan bertindak dulu. Huang Yunxi tidak bisa keluar dengan mudah, kecuali seseorang membawanya pergi. Apalagi, Sanqi terus mengikutinya sepanjang hari. Kalau dia kabur sekarang, masalah besar bisa datang. Pembunuh itu pasti menemukan kesempatan yang baik untuk melancarkan aksinya kembali.

__ADS_1


Baiklah, satu hari lagi saja dia tinggal di istananya.


...***...


__ADS_2