
Dua hari kemudian, Huang Yunxi baru bisa keluar dari Istana Liuli berkat bantuan Yuwen Yue. Dia mengirim surat lewat seorang pelayan dan meminta Yuwen Yue segera membawanya kembali ke Akademi Kerajaan dengan alasan kalau ada sesuatu yang penting yang harus dibahas empat mata.
Sebelum keluar dari Istana Liuli, Huang Yunxi menerima kabar dari Istana Dalam perihal keadaan Selir Di. Sanqi memberitahunya kalau pagi-pagi sekali seorang pelayan istana kediaman Selir Di pergi ke Balai Pengobatan Kerajaan untuk memanggil Tabib Xue Liang. Seorang pelayan lainnya lantas bertanya apa yang terjadi dan pelayan istana Selir Di memberitahu kalau kondisi Selir Di memburuk. Dia menangis dan berteriak sepanjang malam, terus meracau dan berkata sembarangan, bahkan mencoba menyakiti diri sendiri, menggores pergelangan tangan dengan pecahan keramik hiasan yang hancur. Paling parah, tadi pagi Selir Di mencoba bunuh diri dengan seutas kain sutera
Kemudian, tersiar kabar yang mengatakan kalau Selir Di sudah kehilangan kewarasannya. Dia yang biasanya sangat sombong dan berkuasa kini tak mampu mengenali dirinya sendiri. Berita Selir Di yang gila juga sampai ke telinga Kaisar Huang Yun Yi. Kaisar kemudian memerintahkan agar Selir Di tidak keluar dari istananya dan penjagaannya diperketat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selir Di juga tidak diperbolehkan berinteraksi dengan orang luar dan membatasi kunjungan dari orang lain, termasuk dari para selir yang lain.
Huang Yunxi tidak mengira kalau penampilannya yang menakjubkan pada malam itu telah membuat Selir Di menjadi gila. Dia sama sekali tidak punya niatan untuk menyakiti siapapun. Kalau Selir Di menjadi gila karena pertunjukannya, maka itu adalah karmanya sendiri karena sudah mencelakai Huang Yunxi.
“Apa yang kau lakukan pada Selir Di?” tanya Yuwen Yue saat mereka berada dalam kereta.
“Aku tidak melakukan apapun.”
“Benarkah?”
“Apa kau tidak lihat kalau Selir Di berusaha menjatuhkanku? Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Perihal kegilaannya itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku.”
“Sejak kapan kau bisa bermain guqin?”
Huang Yunxi memutar bola mata ke atas. Ya, bakatnya memang luar biasa. Hobi barunya adalah mengejutkan banyak orang dengan kemampuannya yang tidak disangka-sangka. Yuwen Yue mungkin menyaksikan saat dia naik ke atas panggung pada malam itu. Sebelumnya, sama seperti yang terdahulu, Huang Yunxi tidak pernah menunjukkan bakat apapun. Tidak aneh jika Yuwen Yue juga bertanya.
“Sejak dalam kandungan.”
Mendapat respon tidak diharapkan darinya, Yuwen Yue menutup mulut. Dia menebak kalau Huang Yunxi tidak akan memberitahu apapun. Biarkan gadis itu larut dalam pemikirannya. Dia baru sembuh, mungkin otaknya sedikit bermasalah lagi hingga sikap menyebalkannya muncul secara alami.
Kereta kuda yang mereka tumpangi berhenti di depan gedung Restoran Muyun. Yuwen Yue membawa Huang Yunxi turun. Saat kaki mereka menginjak tanah, mereka dikejutkan dengan kerumunan orang yang melingkari tempat kereta mereka terparkir. Orang-orang itu memandangi Huang Yunxi dengan tatapan kagum.
“Situasi membingungkan apa ini?” tanya Huang Yunxi pada dirinya sendiri.
“Bukankah itu Puteri Xiyue yang ajaib?”
“Benar. Bukankah Putri Xiyue hebat? Dia baru bangkit dari kematian dan sekarang sudah sehat.”
“Kau tidak dengar? Dia merangkak keluar dari peti mati dan membuat semua orang lari terbirit-birit.”
“Putri mendiang Ratu Pertama tidak akan mati semudah itu. Aku sudah menduga ini akan terjadi.”
“Kau peramal?”
Huang Yunxi yang mendengar pembicaraan orang-orang di sekitarnya bergidik ngeri. Dari mana mereka mendapat kabar itu? Dia baru bangun dua hari lalu tetapi semua orang di ibukota sudah mengetahui kabar tersebut. Bukankah ini terlalu cepat untuk ukuran zaman kuno yang tidak mengandalkan kecepatan akses internet dan gadget untuk menyebarluaskan informasi?
Kemampuan penyebaran informasi di zaman ini luar biasa juga. Huang Yunxi lupa kalau di sini, tembok dan pagar juga punya telinga. Para pelayan di istananya pasti berinteraksi dengan pelayan dari istana lain, kemudian dengan para penjaga, kasim, pejabat rendah hingga menyebarluas ke seluruh penjuru kota.
“Kau sudah jadi buah bibir penduduk,” ujar Yuwen Yue dengan nada datar andalannya.
“Aku terkenal?”
Yuwen Yue mengabaikan pertanyaan muridnya. Dia berjalan masuk ke dalam Restoran Muyun yang penuh sesak. Rupanya, kerumunan itu tidak hanya terjadi di luar gedung. Di dalam sana, orang-orang juga berkumpul karena mendengar kabar kalau Putri Xiyue yang ajaib dan Wakil Penasihat Akademi Kerajaan akan singgah setelah kembali dari istana raja.
Huang Yunxi kesulitan melangkah. Orang-orang di sini terus menatapnya sambil membicarakannya. Keinginannya untuk segera sampai di Akademi Kerajaan tertunda. Dia ingin kembali seorang diri, namun tidak mungkin karena orang-orang itu pasti akan mengikutinya sepanjang jalan.
Setelah berdesak-desakan cukup lama, dia dan Yuwen Yue akhirnya mendapatkan tempat duduk di lantai atas. Seorang pelayan Restoran Muyun datang menanyakan menu. Seperti biasa, Huang Yunxi memesan paling banyak dan paling mahal. Hari ini, dia meminta Yuwen Yue mentraktirnya makan.
“Lihat, Putri Xiyue ada di sini,” ucap seorang pelanggan yang duduk tak jauh dari meja Yuwen Yue dan Huang Yunxi.
“Dia berubah menjadi peri saat bermain guqin. Lagunya mengalun sangat indah.”
__ADS_1
“Ya, aku juga mendengarnya. Tetangga bangsawanku bilang dia menatap Selir Di dengan kebencian yang mendalam dan berdiri tegap di depannya. Akhirnya, selir yang congkak itu kalah dan malu sendiri.”
“Bukankah Selir Di menjadi gila setelah malam itu?”
“Dia mungkin merasa bersalah.”
“Putri Xiyue memang luar biasa. Tidak heran jika Kaisar menjodohkannya dengan Wakil Penasihat Akademi Kerajaan.”
“Kau benar. Mereka berdua pasangan yang sangat serasi.”
Huang Yunxi menggebrak meja hingga orang-orang yang membicarakannya terkejut dan menutup mulut. Dia hanya ingin makan, tetapi mengapa orang-orang begitu berisik sekali? Tidak bisakah mereka diam saat sedang mengunyah makanan? Orang-orang di sini sungguh tidak punya pekerjaan lain selain membicarakan orang.
Di depannya, Yuwen Yue menggelengkan kepala. Dia tahu calon istrinya ini pasti kesal karena pembicaraan orang-orang. Di luar gedung, mereka membicarakan dia yang bangkit dari kematian. Di sini, mereka yang lain membicarakan dia yang bermain guqin dengan indah untuk menjawab tantangan ibu tirinya. Dengan kepribadiannya yang arogan itu, gadis tersebut pasti tidak akan bersabar.
Untung saja makanan yang dipesan sudah datang hingga Huang Yunxi sedikit membaik suasana hatinya. Lima menit lagi saja, dia pasti sudah menghancurkan meja tempat orang-orang itu membicarakannya. Memang benar kata Tianqi, senjata terbaik untuk meredakan amarah wanita seperti Huang Yunxi adalah makanan.
“Kau jadi pusat perhatian. Kelak, berhati-hatilah.”
“Aku tahu. Guru, bisakah kau membungkam mulut mereka? Telingaku sakit mendengar ocehannya!”
“Kau yang membuat telinga mereka berdengung. Yunxi, kau tidak tahu kalau mereka sedang memujimu?”
“Hei, antara memuji dan mengejek itu bedanya sangat tipis!”
Yuwen Yue mengedikkan bahu. Pria itu mencomot ayam bakar kecap dengan sumpitnya, kemudian meletakannya di mangkuk Huang Yunxi. Dia mencomotnya lagi, kemudian memasukannya ke dalam mulutnya. Keduanya sibuk dengan makanan masing-masing.
“Guru, apa ayahku sudah menemukan pelakunya?” tanya Huang Yunxi di sela-sela acara makan.
Yuwen Yue menggelengkan kepala.
“Pelakunya sudah kabur.”
“Mengapa kau bisa beranggapan seperti itu?”
“Entahlah. Aku hanya merasa ini semua sudah direncanakan. Kau pikirkan, dia bisa muncul di istana dan mencelakaiku di dekat keramaian orang. Bukankah itu sangat aneh?”
“Seseorang mungkin menyuruhnya.”
“Tidak. Seseorang itu adalah dirinya sendiri.”
“Maksudmu, pelakunya adalah orang istana?”
Huang Yunxi tidak menjawab. Dia sendiri belum yakin sebelum ada bukti.
“Kelak berhati-hatilah,” ucap Yuwen Yue. Nada bicaranya berubah sedikit lembut.
Lantai atas Restoran Muyun kebanyakan ditempati oleh laki-laki. Mereka adalah para tuan muda dan para pejabat kecil yang sedang menikmati jam istirahat mereka di siang hari ini. Mereka kerap datang bukan hanya untuk makan, tetapi berbincang dan bertukar informasi perihal apapun. Tempat ini adalah tempat yang cocok untuk menggali informasi. Huang Yunxi juga berpikir untuk mencari tahu petunjuk lewat gedung ini.
Namun, niat hatinya tiba-tiba hilang ketika satu meja di belakangnya berbicara begitu keras seakan ruangan ini adalah ruangan kedap suara. Orang-orang di meja belakangnya membicarakan dirinya yang buruk dan tidak berbakat, mengejek Akademi Kerajaan dan hampir menghina ayah dan adiknya.
Mereka mungkin tidak tahu kalau Putri Xiyue alias Huang Yunxi adalah anak ajaib yang sekarang menjadi trending topic di ibukota kekaisaran Dong Hua. Orang-orang itu mungkin baru datang dari luar kota sehingga mereka tidak tahu bahwa orang yang mereka bicarakan ada di depan mereka, di ruangan yang sama dan sangat dekat dengan mereka.
“Menurutku, Putri Xiyue itu pembawa sial. Selir Di saja sampai gila setelah menantangnya,” ucap salah seorang dari mereka.
“Benar. Mendiang Ratu Pertama mungkin sudah melakukan banyak dosa hingga putrinya menjadi pembuat onar yang tidak ada duanya.”
__ADS_1
“Kudengar dia dipanah dan terluka. Itu adalah ganjaran yang pas untuknya.”
“Kalau dia bukan putri Kaisar, dia mungkin sudah dibuang jauh dan diusir dari ibukota.”
“Benar. Dia hanya berlindung di bawah nama putri tunggal.”
Dia ingin marah, menggebrak meja dan menyumpalkan paha ayam ke mulut mereka agar berhenti bicara. Namun, dia tidak bisa melakukannya karena di sini begitu banyak orang. Yuwen Yue juga ada di depannya. Jika dia berbuat onar setelah kembali dari istana, Yuwen Yue pasti memarahinya habis-habisan. Huang Yunxi bukannya takut, dia hanya tidak ingin merusak citra anak ajaibnya.
“Yunxi, kau baik-baik saja?”
“Ya. Guru, kau ingin sebuah pertunjukan yang menarik?”
“Hah?”
Tatapan Huang Yunxi berubah dingin. Dia ingin memberi pelajaran pada orang-orang itu tanpa menyentuh mereka. Huang Yunxi memejamkan mata sejenak sambil berpikir. Tiba-tiba, kaki kursi yang diduduki oleh orang-orang itu patah dan mereka seketika terjatuh. Pantat mereka langsung bersentuhan dengan lantai kayu. Tidak hanya itu, meja bundar tempat makanan juga terbelah dan semua makanannya tumpah ke baju mereka.
Setelah itu, seorang pelayan yang membawa baki makanan sisa dan air kobokan tiba-tiba terjatuh karena sebuah cangkang pisang yang muncul entah dari mana. Baki tersebut melayang ke udara, kemudian isinya tumpah ke atas kepala orang-orang yang bahkan belum sempat bangkit. Huang Yunxi bisa mendengar teriakan marah orang-orang itu. Mereka hendak bangun, tetapi kait pengikat kain di langit-langit tiba-tiba putus dan kain hiasan yang berwarna-warni terbang, kemudian jatuh di atas kepala orang-orang itu.
Semua orang yang menyaksikan adegan tersebut bukannya simpati, tapi justru tertawa terbahak-bahak. Definisi sudah jatuh tertimpa tangga pula mungkin sangat cocok untuk menjelaskan kejadian yang dialami orang-orang itu. Mereka begitu sial. Lain halnya dengan Huang Yunxi. Dia tetap tenang mengunyah makanannya.
“Guru, pertunjukkannya menarik bukan?”
Yuwen Yue menatap manik mata cokelat Huang Yunxi dengan dalam. Keningnya mengernyit hingga kedua alisnya hampir bersambung.
“Bagaimana kau melakukannya?”
“Rahasia.”
Huang Yunxi tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya. Tangannya memegang sebuah botol berisi madu yang dia dapat dari sistem ajaib. Huang Yunxi menatap sekilas orang-orang yang duduk di lantai, kemudian menuangkan madu tersebut di kepala mereka hingga mereka berteriak marah.
“Gadis liar dari mana ini?”
“Beraninya kau berbuat seperti ini!”
“Tidak sopan! Aku akan melaporkanmu pada petugas!”
Huang Yunxi menyeringai. Saatnya dia memberi pelajaran yang lebih untuk orang-orang tidak tahu diri ini.
“Yo. Tanganku tergelincir. Ah, kau bilang apa? Petugas ya? Hm. Mengapa tidak sekalian kalian lapor pada Kaisar saja? Dia pasti akan membantumu mendapatkan keadilan.”
“Gadis sialan! Kupukul kau!”
Salah seorang dari mereka kemudian bangun dan hendak memukul Huang Yunxi dengan baki. Namun, Huang Yunxi menahan tangannya, memutarnya ke belakang dan mendorong orang itu ke lantai. Seorang wanita yang sepertinya menjabat sebagai manajer di Restoran Muyun berjalan tergesa-gesa dari arah belakang.
“Tuan-tuan, apa yang kalian lakukan?”
“Nyonya, gadis ini menghina kami!”
“Sembarangan! Sejak kapan Tuan Puteri Xiyue suka menindas orang?”
“Pu..Putri Xiyue?”
Huang Yunxi membuang wajahnya ke samping. Orang-orang kurang ajar tersebut terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka orang yang mereka bicarakan ada di depan mereka. Tidak lama kemudian, orang-orang itu bersimpuh memohon ampun.
“Sayang sekali, aku bukan orang pemaaf dan rendah hati. Ah, biarkan Kaisar saja yang menghukum kalian.”
__ADS_1
Huang Yunxi berbalik pergi. Sebelum mencapai tangga, dia menjentikkan jarinya dua kali. Sekumpulan lebah kemudian terbang menuju meja yang hancur. Lebah-lebah itu terbang di atas kepala orang-orang kurang ajar. Madu yang tadi dituangkan oleh Huang Yunxi berguna memikat lebah-lebah itu. Mereka yang dikerubungi lebah lari terbirit-birit. Mereka bersumpah tidak akan membicarakan Putri Xiyue dan keluarga kerajaan lagi sampai mati.
...***...