The Imperial College

The Imperial College
Eps. 3: Jatuh Sendiri


__ADS_3

Huang Yunxi memandangi kolam ikan Akademi Kerajaan dengan tatapan malas. Tangannya memegang dagu sambil mengerucutkan bibir. Dia sungguh sangat bosan.


Saat Yuwen Yue membawanya kembali ke kelas dan membuatnya menghabiskan waktu setengah hari belajar sejarah, Huang Yunxi langsung dihukum menyalin kitab Etika, Tugas dan Kewajiban Pelajar sebanyak tiga puluh kali. Huang Yunxi di dunia nyata tidak pernah menulis dengan tinta dan kertas tradisional. Jadi, tulisannya acak-acakan. Bahkan, dia sendiri pun tidak mengerti tulisan tangannya sendiri.


Untung saja sistem memberinya bantuan. Huang Yunxi bisa menyelesaikan hukumannya dengan cepat. Dia hanya perlu menulis kitabnya sekali, kemudian sistem membantunya melakukan penyalinan. Prosesnya sangat mirip dengan mesin fotocopy. Tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah kualitas hasil salinan yang benar-benar mirip dengan tulisan asli. Setelah selesai, dia langsung menyerahkannya kepada pelayan Yuwen Yue karena orang itu sedang ada urusan mendadak.


Sayang, saat Huang Yunxi keluar dari ruangan Yuwen Yue, Si Kembar Fang tidak ada. Mereka sepertinya sudah keluar untuk bermain karena waktu istirahat sudah berlangsung sejak dia masih menyalin kitab. Di dunia baru yang berisi karakter manusia fantasi ini, entah mengapa Huang Yunxi merasa sendirian.


Dia adalah seorang perempuan tomboy yang selalu simple. Hidupnya bebas dan diatur oleh dirinya sendiri. Huang Yunxi nyata adalah seorang gamers professional yang masuk dalam urutan sepuluh pemain terbaik selama dua tahun berturu-turut. Berbagai games di dunia nyata sudah dia mainkan dan semuanya berhasil membuatnya kaya raya. Tingkat kegagalannya hanya 0,1 persen.


Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, Huang Yunxi harus terdampar di dunia aneh ini tanpa ia tahu sebabnya. Sebelumnya, dia hanya sedang berada di dalam gedung yang terbakar akibat korsleting listrik dari CPU yang dia tendang. Ya, meskipun disengaja, tetapi Huang Yunxi tidak benar-benar berniat membakar gedung. Dia masih menyayangi nyawanya.


Games yang dipertandingkan pada saat itu adalah games yang membuatnya kehilangan banyak uang!


“Sistem?”


“Ya?”


“Apa games ini punya tingkatan level?”


“Tentu. Setelah kau menyelesaikan beberapa misi dan mengumpulkan XP, kau akan naik ke level selanjutnya,” ucap sistem.


“Berapa XP yang aku punya?”


“Misi pertama tidak akan mendapatkan XP. Kau akan mendapatkannya pada misi selanjutnya.”


Huang Yunxi mendesah. Sistem macam apa ini? Bukankah seharusnya dia mendapatkan XP yang banyak setiap kali menyelesaikan misi? Tidak apa jika sistem tidak memberitahu, tapi setidaknya dia memberinya clue agar Huang Yunxi tidak kebingungan seperti orang tidak berakal. Dia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan sampai di dunia games.


Di sudut lain Akademi Kerajaan, Yuwen Yue baru saja kembali setelah menyelesaikan urusannya. Matanya memicing saat melihat setumpuk kertas berisi tulisan yang isinya sudah ia hafal di luar kepala. Wajah datar nan dinginnya semakin terasa begitu ia menyeringai tajam, seperti seekor harimau yang menemukan mangsa. Gadis yang dijuluki siluman pembuat onar itu tidak disangka menjadi patuh dan menyelesaikan hukumannya secepat ini.


Yuwen Yue memperhatikan setiap huruf yang tertera di atas kertas dengan hati-hati. Tulisan itu begitu jelek, bahkan dia sendiri kesulitan untuk membacanya. Sudahlah, yang terpenting gadis nakal itu sudah menyalinnya. Baru pertama kalinya Yuwen Yue melihat Huang Yunxi menjadi penurut.

__ADS_1


Pria itu kemudian berjalan keluar dari ruangan kerjanya. Ketika dia melewati lorong Akademi Kerajaan, matanya menangkap sosok bertubuh mungil sedang duduk di atas batu di pinggir kolam ikan sambil bertopang dagu. Yuwen Yue berhenti sejenak, memandangi apa yang dia lihat dengan saksama.


“Apa bocah nakal itu sedang berbicara sendiri?” tanya Yuwen Yue pada pelayannya, Tianqi. Tianqi ikut memperhatikan, matanya juga memicing.


“Ya, Tuan Muda. Putri Xiyue sepertinya sedang berbicara sendiri.”


“Huh, otaknya benar-benar bermasalah.”


Yuwen Yue kembali berjalan, tetapi arahnya berbelok ke jalan yang membawanya kepada Huang Yunxi. Tianqi mengekorinya. Pelayan itu entah mengapa mempunyai firasat buruk. Tuan Mudanya pasti ingin mencari masalah lagi dengan putri nakal itu.


Langkah Yuwen Yue sangat pelan hingga tidak menimbulkan suara. Dia sampai di belakang Huang Yunxi yang sedang berbicara entah dengan siapa. Sebuah ide kemudian terlintas begitu saja di benaknya. Hari ini, gadis nakal ini sudah membuatnya dipanggil Kaisar dan ditanyai berbagai pertanyaan yang menyebabkan dia harus bertahan lebih lama di istana.


“Ekhem.”


Yuwen Yue berdehem. Huang Yunxi yang sedang asyik berbicara dengan sistem terlonjak kaget karena suara deheman itu begitu keras dan tepat berada di belakangnya. Saking terkejutnya, dia tanpa sadar melompat ke depan. Huang Yunxi lupa bahwa dia sedang duduk di pinggir kolam. Jadi, begitu ia melompat, dia baru sadar kalau seluruh pakaiannya basah kuyup. Untung saja kolam ikan itu dangkal hingga Huang Yunxi buru-buru berdiri.


Orang yang membuatnya melompat justru malah berdiri dengan tenang di atas sana. Huang Yunxi menatap tajam Yuwen Yue. Tidak bisakah pria ini tidak muncul di hadapannya? Dia sedang bertanya tentang misi apa saja yang harus dilakukannya di dunia ini. Pria ini justru malah membuatnya melompat sendiri ke dalam kolam ikan dan membuat sistem tidak menjawab pertanyaannya. Benar-benar menyebalkan!


“Apa menurutmu ini lucu?” tanya Huang Yunxi.


“Apa aku tertawa? Jika aku tertawa, mungkin memang benar ini lucu,” jawab Yuwen Yue tanpa rasa bersalah.


Huang Yunxi mengepalkan lengannya. Jika saja statusnya bukan seorang putri, dia pasti sudah menghajar Yuwen Yue hingga babak belur. Di dunia nyata, preman komplek yang biasa memalaki orang-orang saja dia buat masuk penjara dalam keadaan babak belur. Meskipun dia seorang wanita, kemampuan menghajar orangnya tidak lebih buruk dari seorang pria.


“Yunxi, kau sendiri yang melompat ke dalam kolam.”


“Apa? Jika bukan karena kau berjalan tanpa suara dan tiba-tiba berdehem, aku tidak akan melompat ke sini!”


“Kau saja yang kurang waspada.”


“Sistem, apa dia sedang menyalahkanku?” tanya Huang Yunxi dengan pelan.

__ADS_1


Sistem tidak menjawab. Sepertinya sistem mengalami gangguan karena kebasahan. Huang Yunxi kembali menatap Yuwen Yue dengan kesal. Andai saja dia bisa menarik lengan baju pria itu dan membuatnya merasakan bagaimana dingin dan kotornya air di kolam ikan ini. Huang Yunxi akan dengan senang hati tertawa seharian tanpa dibayar jika itu semua terjadi.


Yuwen Yue yang menyebalkan kemudian hendak meninggalkan Huang Yunxi yang masih menggerutu di dalam kolam ikan. Namun, entah karena sudah nasib atau memang karma dari langit, dia tidak sengaja tersandung batu yang diduduki Huang Yunxi tadi.


Byur….


Yuwen Yue kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke dalam kolam ikan yang sama dengan Huang Yunxi. Seluruh pakaiannya basah kuyup dan kotor. Bau anyir dari air kolam menguar seolah sengaja menempel di bajunya.


“Ppftttt….. Hahahaha….”


Huang Yunxi tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Wanita itu terbahak-bahak menyaksikan gurunya tercebur ke dalam air karena ulahnya sendiri.


“Guru, mengapa kau ikut-ikutan masuk?”


“Diam!”


“Ahahaha…. Seekor katak besar tercebur ke dalam air! Ini sungguh luar biasa!”


Wajah Yuwen Yue berubah merah padam. Dia ingin marah, tapi tidak tahu kepada siapa dia harus marah. Jika melampiaskannya pada Huang Yunxi, itu sangat tidak masuk akal karena dia jatuh karena kecerobohannya sendiri. Yuwen Yue hanya bisa merutuki kebodohannya sambil beranjak naik ke darat dibantu Tianqi.


“Huang Yunxi! Jika kau berani membuat keributan, aku tidak akan segan kepadamu!” seru Yuwen Yue setelah kakinya kembali berpijak di atas rerumputan hijau.


Huang Yunxi mengedikkan bahu. Jika tidak ingin dirinya membuat keributan, Yuwen Yue sebaiknya tidak mencari masalah dengannya lagi. Pria itu sebaiknya menjaga jarak dan berhenti melaporkan semua perbuatan Huang Yunxi kepada ayahnya, Kaisar Dinasti Hu yang sudah lama ingin memberi pelajaran pada putri tunggalnya yang sangat nakal dan tidak berbakti.


“Cih, pria menyebalkan! Melampiaskan amarah kepada orang lain atas kesalahan dirinya sendiri, sungguh tidak tahu malu!”


Huang Yunxi beranjak dari kolam ikan setelah beberapa saat. Dia perlu mengganti bajunya jika tidak ingin ditertawakan, apalagi kelas sebentar lagi dimulai. Wanita itu kemudian pergi ke ruang ganti, yang kebetulan menyediakan seragam kering lain yang bisa digunakan para pelajar.


...***...


...Halo, pembaca kesayangan Author! Buat cerita yang ini, Author mungkin nggak akan bisa konsisten up tiap hari. Kenapa? Karena project Author di dunia nyata juga lagi banyak-banyaknya, ditambah cerita yang lagi dikerjain nggak cuma satu, huhuhu... Jadi, buat kalian kesayangan Author, sabar ya kalau nanti up-nya nggak konsisten:(...

__ADS_1


__ADS_2