
Kasus keracunan yang dialami Fang Jianming perlahan menemui titik terang. Yuwen Rong dan Yuwen Yue bekerja keras dalam penyelidikan beberapa hari ini. Kasus terjadi di Akademi Kerajaan, menimpa pelajar dan itu sudah yang kedua kalinya. Investigasi menyeluruh dan pemeriksaan terhadap semua orang telah membuahkan hasil meskipun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil interogasi terhadap para utusan Akademi Tian, diperoleh data bahwa racun Bunga Putih yang ada di tubuh Fang Jianming berasal dari tanah di daerah selatan, daerah tempat Akademi Tian berada. Salah seorang siswanya mengatakan kalau dia melihat seseorang dari Akademi Kerajaan berinteraksi dengan temannya di belakang aula. Mereka seperti bertukar sesuatu.
Kemudian, hal tersebut diselidiki lagi. Seluruh barang bawaan para utusan Akademi Tian diperiksa. Hasilnya, ditemukan sebuah bungkusan kecil berwarna cokelat berisi serbuk putih yang halus. Bubuk itu dibawa ke Paviliun Yindai untuk diperiksa. Ternyata memang benar, bubuk tersebut adalah serbuk racun Bunga Putih. Serbuknya juga ditemukan di lemari salah seorang pelayan Akademi Kerajaan.
Huang Yunxi yang saat itu ada di sana tersulut emosi. Dia menarik kerah si pelayan Akademi Kerajaan dan bersiap untuk memukulnya. Sebelum berhasil memukul, tangannya ditahan terlebih dahulu oleh Yuwen Yue.
“Berani-beraninya kau meracuni temanku! Siapa kau sampai punya keberanian untuk mencelakai pangeran dari kediaman Adipati Fu?”
“Yunxi, tahan amarahmu!”
“Tidak bisa! Orang ini harus merasakan akibat dari perbuatannya!”
Huang Yunxi menepis tangan Yuwen Yue. Dia melayangkan satu pukulan keras di pipi si pelayan hingga sudut bibirnya berdarah. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu saling pandang, tidak menyangka kalau Putri Xiyue cukup punya tenaga untuk memukul seorang pelayan pria sampai berdarah.
Yuwen Yue dan Yuwen Rong tidak sempat menghalangi gadis itu. Tenaga Huang Yunxi besar seperti tenaga laki-laki. Tangannya juga tidak gemulai. Huang Yunxi kembali memukul si pelayan, kemudian mendorongnya hingga si pelayan tersungkur ke tanah sambil memohon ampun.
“Tu..Tuan Putri, hamba terpaksa melakukannya. Tolong maafkan hambamu ini,” ucap si pelayan sambil bersujud.
“Kau memohon ampun dariku? Kau pikir aku mau menerima permintaan maafmu?”
Huang Yunxi masih berapi-api. Dia seperti serigala yang melolong. Emosinya begitu besar dan memuncak. Yuwen Yue ingin melerai, namun lagi-lagi tangannya ditepis Huang Yunxi. Dia bahkan sempat terjengkang ke belakang. Untung saja ada Yuwen Rong yang menahan tubuhnya.
“Tuan Muda Pertama, calon istrimu ini benar-benar tidak bisa dikendalikan,” ujarnya kala itu.
“Kuda liar itu sekarang berubah menjadi serigala.”
“Kau tidak mau memisahkan mereka? Pelayan itu mungkin akan mati sebelum Paviliun Yindai mengadili kejahatannya.”
“Apa kau tidak lihat Huang Yunxi seperti apa? Gadis liar itu tidak akan berhenti sebelum hatinya puas.”
Dalam hati, Yuwen Rong sebenarnya ingin tertawa. Dia ingin tertawa terbahak-bahak, menertawakan nasib saudaranya yang sungguh malang. Dulu, saat masih menjadi siswa di Akademi Kerajaan, dia, Yuwen Yue dan beberapa tuan muda lainnya adalah primadona. Mereka bukan hanya tampan, tapi berbakat dan sangat cerdas. Setiap kali berkumpul, pasti akan menjadi pusat perhatian.
Yuwen Yue adalah yang paling menonjol. Banyak wanita yang tergila-gila padanya, bahkan sampai rela mempermalukan diri sendiri di hadapan pria itu. Tapi, seorang Yuwen Yue tidak bisa tergerak. Para wanita itu seolah buta, tidak merasakan betapa kejamnya hati pria itu jika berkaitan dengan perasaan, tidak peduli seberapa dinginnya dia. Setiap kali dibercandai perihal pernikahan, Yuwen Yue pasti akan bilang kalau dia tidak akan menikah. Jika dipaksa menikah pun, dia hanya akan melakukannya karena sekadar formalitas.
Tapi, siapa yang menyangka kalau ternyata kini calon istrinya adalah seorang wanita urakan yang terkenal seantero negeri, yang segalanya berbanding terbalik dengan seorang Yuwen Yue! Siapa yang menyangka kalau Kaisar Huang Yun Yi akan menyerahkan putri tunggalnya kepada seorang Yuwen Yue, pria terdingin yang tidak ada tandingannya di seluruh daratan Dong Hua.
Jika Yuwen Yue adalah air, maka Huang Yunxi adalah api. Bukan sebuah api yang dipadamkan oleh air, tetapi sebuah api yang memanaskan air hingga mendidih. Sikap tenang dan dingin Yuwen Yue akan kalah dengan sikap ceroboh dan tidak tenangnya Huang Yunxi. Kalau Yuwen Yue adalah balok es, maka Huang Yunxi adalah palu yang akan menghancurkan balok es tersebut. Yuwen Yue adalah salju di ranting pohon dan Huang Yunxi adalah penebang kayu yang merobohkan pohon tersebut.
__ADS_1
“Apa yang kau tertawakan?”
“Tidak ada.”
“Oh?”
Tatapan intimidasi Yuwen Yue membuat Yuwen Rong benar-benar tidak bisa menahan tawa. Sambil menyaksikan adegan kekerasan di depan mereka, Yuwen Rong akhirnya mengutarakan semua isi pikirannya.
“Aku hanya tak menyangka kalau jodohmu adalah Putri Xiyue. Ah, betapa kasihan para wanita di luar sana. Mereka pasti akan cemburu.”
“Diam!”
“Tuan Muda Pertama, apa kau tidak takut istrimu dibunuh oleh para wanita itu?”
“Bicara sekali lagi, akan kuusir kau dari sini!”
“Oh, bagaimana jika Su Jiayu mendemo Kaisar?”
“Yuwen Rong, kalau kau bicara lagi, aku akan meminta Kaisar untuk menikahkanmu dengan Su Jiayu!”
“Ahahaha, sudah, sudah. Lihat, pelayan itu sudah hampir sekarat.”
Yuwen Yue dan Yuwen Rong akhirnya menghentikan Huang Yunxi. Gadis itu masih memberontak, belum puas memukuli si pelayan yang sudah babak belur. Dua petugas Paviliun Yindai kemudian memapah si pelayan keluar dari Akademi Kerajaan. Dia akan ditahan di penjara Paviliun Yindai guna penyelidikan lebih lanjut. Selain pelayan, Pavilun Yindai juga menahan seorang pelajar utusan Akademi Tian yang kedapatan memiliki serbuk Bunga Putih di tempatnya.
“Impulsif? Kalau pelayan itu tidak melakukannya, aku tidak akan memukulinya!”
“Tetap saja! Kau seorang wanita tapi pukulanmu lebih keras dari seorang pria.”
“Oh, guru mau merasakannya juga?”
Gawat, Yuwen Yue membuat Huang Yunxi semakin marah. Gadis itu masih dalam emosi yang meledak-ledak, tapi Yuwen Yue malah memprovokasinya dengan mengatakan kalau dia impulsif. Yuwen Rong sedikit menjauh dari kedua orang itu, melindungi dirinya sendiri dari perang dunia kecil antara Yuwen Yue dan Huang Yunxi.
Tidak lama setelah itu, terdengar sebuah teriakan yang keras. Beberapa pelajar Akademi Kerajaan yang kebetulan lewat ikut terkejut. Di tempat penyergapan tadi, Yuwen Yue melompat-lompat sambil memegang kakinya. Huang Yunxi menendang tulang kering Yuwen Yue dengan keras hingga pria itu menjerit.
“Murid kurang ajar! Kau berani menendang kaki gurumu?”
Huang Yunxi yang masih marah pergi tanpa menjawab pertanyaan Yuwen Yue. Sepeninggal gadis itu, Yuwen Rong kembali mendekat. Nasib saudaranya sungguh sial. Sudah menyulut api tapi malah terkena serangan balik. Dia berdigik, rasa sakit di kaki Yuwen Yue pasti sangat kentara. Apalagi, tulang kering adalah bagian tubuh yang sulit sembuh. Pantas saja pria itu terus meringis.
Belum menikah saja sudah begini, apalagi nanti. Yuwen Yue pasti jadi korban Huang Yunxi. Tidak dapat dibayangkan betapa banyak konflik yang akan terjadi setelah dua orang itu menikah nanti. Kalau bukan tulang kering yang jadi korban, mungkin saja barang-barang di rumah yang menjadi sasaran.
__ADS_1
“Kau baik-baik saja?”
Sambil menahan sakit, Yuwen Yue menjawab dengan tatapan sinis.
“Menurutmu?”
“Hahahaha. Putri Xiyue ternyata sangat berani. Dia bahkan menendang kaki calon suaminya sendiri.”
“Diam!”
...***...
Huang Yunxi berjalan seorang diri di taman Akademi Kerajaan. Hari mulai sore, seluruh pelajar seharusnya sudah kembali ke asrama. Dia, gadis berusia dua puluh dua tahun yang menyandang status putri tunggal Kaisar Dinasti Hu justru menjauhkan diri dari banyak orang.
Bukan tanpa alasan dia menjauh. Huang Yunxi masih marah dan kesal. Hatinya belum puas jika si pelayan yang meracuni Fang Jianming belum mati atau dihukum. Hanya seorang pelayan kecil saja sampai berani meracuni pangeran dari kediaman Adipati Fu, lalu apa jadinya negeri ini?
Dia juga marah karena Yuwen Yue malah mengatainya impulsif. Huang Yunxi hanya melampiaskan emosi. Memangnya, siapa yang tidak akan marah saat seseorang yang menyakiti teman atau keluarganya ketahuan? Meskipun ini hanya dunia games, tapi perasaan dan dirinya adalah nyata. Semua karakter, semua orang yang dia temui di sini dia anggap manusia. Wajar saja jika dia marah dan meluapkan emosinya.
“Selamat, misi kecilmu sudah berhasil! Dua ribu koin emas akan diberikan padamu dalam hitungan satu, dua, tiga!”
Suara sistem yang sudah lama menghilang tiba-tiba muncul. Huang Yunxi mendongakkan kepala. Dia tidak berkata apa-apa. Wajahnya masih tidak bersahabat.
“Host, mengapa kau tampak tidak senang?”
Sebelum menjawab pertanyaan sistem, Huang Yunxi menghela napas terlebih dahulu.
“Aku tidak butuh koin ema situ.”
“Apa kau tidak mau hadiah?”
“Plot apa yang sebenarnya kau berikan padaku?”
Sistem membisu. Tuannya mulai bertanya, pasti sudah terjadi sesuatu. Sistem ragu apakah dia akan kena marah jika dia menjawab dan memberitahukan segalanya. Tuannya ini sekarang sedang dalam emosi yang tidak baik. Jika mendengar keseluruhan plot dan misi, semuanya pasti sia-sia.
“Kau hanya perlu menjalani peranmu. Semuanya akan terungkap secara bertahap.”
“Yang benar saja! Gara-gara kau, aku harus menikah dengan pria berwajah kayu yang sangat menyebalkan. Aku juga harus marah karena karakter pendukung yang menjadi temanku dicelakai.”
“Host jangan marah. Jalani saja peranmu. Selamat tinggal, aku akan kembali saat kau menyelesaikan misi selanjutnya!”
__ADS_1
Sistem sialan itu membuat Huang Yunxi semakin kesal. Datang dan pergi seenak hati, kalau bukan karena dia pemandu, Huang Yunxi sudah pasti akan berhenti sampai di titik ini. Keinginannya untuk kembali ke dunia nyata muncul lagi. Tapi, dia kemudian teringat kalau semua ini tidak akan terjadi jika dirinya tidak bertindak ceroboh.
Huang Yunxi melemparkan batu ke kolam. Pelaku kasus Fang Jianming sudah tertangkap, penyelidikannya pasti segera selesai. Entah harus bagaimana caranya dia menghindar dan menunda pernikahan di hari depan.