The Imperial College

The Imperial College
Eps. 16: Sebuah Penegasan


__ADS_3

Berita kemenangan Akademi Kerajaan dalam pertandingan melawan Akademi Tian sampai ke telinga Kaisar Huang Yun Yi. Seisi istana menjadi heboh membicarakan kemenangan gemilang tersebut. Para pelayan, penjaga, prajurit, dayang, koki bahkan tukang kebun istana tidak ada yang melewatkannya. Kemenangan tersebut seolah menjadi ‘pembalasan dendam’ Kekaisaran Dong Hua pada Akademi Tian setelah dua tahun kalah berturut-turut.


Untuk itulah, Kaisar Huang Yun Yi mengutus kasim pribadinya ke Akademi Kerajaan untuk mengirimkan hadiah dan ucapan selamat. Tak tanggung-tanggung, Sang Kaisar mengirim empat pedati kuda berisi kertas kualitas tinggi, kain sutera, alat tulis dan beberapa hadiah lain yang berkaitan dengan Akademi Kerajaan. Iring-iringan istana tersebut membelah kota, menarik perhatian rakyat di tengah aktivitas padat mereka.


“Wah, Akademi Kerajaan sungguh hebat! Bukan hanya namanya saja yang melambung, kekaisaran kita juga menjadi sangat baik citranya!” seru salah seorang pemuda.


“Tentu saja. Para pelajar Akademi Kerajaan adalah orang-orang terpilih. Mereka adalah calon penerus dan pilar masa depan Dong Hua!” timpal yang lain.


“Kudengar, putri Kaisar juga berpartisipasi dalam pertandingan kali ini.”


“Maksudmu Putri Xiyue?”


“Benar. Bahkan, dialah yang memenangkan pertandingan di babak akhir dan menjadi penyumbang poin terbesar untuk Akademi Kerajaan.”


“Kupikir dia hanya putri bodoh yang sehari-hari hanya bisa berbuat onar dan membuat Yang Mulia marah.”


“Hei, jaga ucapanmu! Bagaimana jika Kasim Li mendengarnya?”


“Sudah, sudah. Jangan berdebat lagi.”


Begitu banyak komentar terlontar dari mulut mereka yang menyaksikan iring-iringan tersebut. Sebagian memuji, sebagian lagi berkomentar asal. Pasalnya, mereka belum sepenuhnya percaya jika putri satu-satunya Kaisar Huang Yun Yi ikut berpartisipasi dan memenangkan pertandingan. Mereka hanya tahu kabar bahwa Putri Xiyue adalah putri kurang ajar yang nakal dan keras kepala, setiap hari mengacau dan membuat orang lain marah dan kesal.


Saat iring-iringan dari istana tiba di gerbang Akademi Kerajaan, Yuwen Yue langsung menyambut kedatangan Kasim Li dan membawanya masuk. Hadiah-hadiah yang ada kemudian dibawa lewat pintu belakang untuk diperiksa dan disimpan di gudang penyimpanan.


“Wakil Penasihat, Yang Mulia sangat senang mendengar kabar kemenangan Akademi Kerajaan kali ini,” ujar Kasim Li.


“Itu berkat para pelajar yang sangat hebat.”


“Apa benar Putri Xiyue berperan besar kali ini?”


Entah mengapa kasim tersebut tiba-tiba bertanya perihal Huang Yunxi.


“Ya. Jika bukan karena dia, pertandingan hari ini tidak akan terlaksana.”


Kasim Li menganggukkan kepalanya. Ternyata kabar itu memang benar. Tampaknya, Putri Xiyue alias Huang Yunxi sudah bisa berguna sekarang. Syukurlah, jika kemampuannya meningkat, maka Kaisar Huang Yun Yi tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi.


Kasim Li kemudian memberitahu kalau Kaisar akan mengadakan perjamuan untuk merayakan kemenangan Akademi Kerajaan di istana. Dia juga berkata kalau seluruh peserta harus datang untuk menerima hadiah dan ucapan terima kasih. Waktu pelaksanannya adalah dua hari dari sekarang.


Setelah Kasim Li pergi, Yuwen Yue bergegas menuju ruang perawatan. Fang Jianming baru sadarkan diri dan masih tampak linglung. Pria itu bahkan tidak ingat siapa namanya dan di mana dia berada. Efek dari racun Bunga Putih belum hilang sepenuhnya.


“Jianming, apa yang kau rasakan?”


“Kau siapa? Mengapa kau sangat mirip dengan Wakil Penasihat?”


Huang Yunxi dan Fang Jiuming yang menyaksikan dari kejauhan menggelengkan kepala. Bocah bodoh itu apakah benar-benar menjadi bodoh dan otaknya bergeser? Sudah jelas yang berada di depannya adalah Wakil Penasihat alias Guru Yue atau Yuwen Yue, tapi masih bertanya juga. Jarak antara khayalan dan kenyataan sepertinya sangat tipis di mata bocah itu.

__ADS_1


“Hei, bocah bodoh! Lihat baik-baik siapa yang ada di depanmu itu!” seru Huang Yunxi.


Fang Jianming menilik-nilik wajah Yuwen Yue dengan saksama, persis seperti seorang kurator yang meneliti sebuah lukisan. Dahi Fang Jianming mengernyit, matanya memicing menelusuri setiap inci bagian wajah Yuwen Yue. Jika ini dalam situasi normal, bocah itu pasti sudah dihukum menyalin kitab serratus kali karena dianggap tidak sopan pada guru.


“Jiuming, apa saudaramu benar-benar jadi bodoh?”


“Entahlah. Bagaimana jika kita benturkan kepalanya sekali? Siapa tahu otaknya bisa normal kembali.”


Akademi Kerajaan sudah menang, tapi bocah itu masih tetap berhalusinasi. Entah apa yang akan dibayangkan oleh Fang Jianming di waktu selanjutnya. Kali ini, Huang Yunxi tidak terlalu khawatir karena efek racun itu akan berkurang seiring waktu.


“Yunxi, aku ingin bicara padamu,” ucap Yuwen Yue kemudian.


Huang Yunxi dan Yuwen Yue lantas pergi ke ruang baca. Berhubung suasana hati Huang Yunxi sedang baik, dia tidak akan banyak bertanya tentang apa yang ingin dibicarakan oleh gurunya yang menyebalkan itu. Bagaimanapun, dia dan Yuwen Yue hanya guru dan murid, atasan dan bawahan.


“Huang Yunxi, mengapa kau menyembunyikan kemampuanmu?”


“Kemampuan apa?”


“Sebelumnya, kau hanya bisa ribut di sana-sini dan seringkali dihukum. Kau tidak cerdas dan selalu tertinggal. Tapi, kau mampu menulis kaligrafi, mengidentifikasi racun, membereskan kekacauan bahkan mahir bermain catur. Mengapa kau menyembunyikannya?”


“Aku tidak menyembunyikan apapun. Kalian saja yang selama ini buta, memandangku hanya dari satu sisi.”


Huang Yunxi tidak terkejut jika Yuwen Yue bertanya hal seperti itu. Dirinya akhir-akhir ini memang sudah membuat banyak orang terkejut, terlebih lagi di Akademi Kerajaan ini. Padahal, Huang Yunxi hanya menunjukkan sedikit kemampuannya saja. Huang Yunxi hanya ingin hidup tenang sambil menyelesaikan misi tersembunyi. Terlalu mencolok sepertinya juga kurang bagus.


“Mengapa tidak dari dulu?”


“….”


“Lebih baik kau jalankan tugasmu sebagai mata dan telinga ayahku. Aku akan menjalankan peranku sendiri.”


Akan lebih baik jika pria itu hilang dari pandangannya selamanya. Tetapi, mustahil. Huang Yunxi masih harus bekerja sama dengan Yuwen Yue untuk menyelidiki keracunan yang dialami Fang Jianming dan dari mana asal racun tersebut. Dia masih harus terlibat dalam beberapa situasi mendatang dengan Yuwen Yue. Menghindarinya sama saja dengan menunda pekerjaan.


Dia hanya tidak suka seseorang mengusik kehidupan pribadinya. Huang Yunxi paling tidak suka pada orang yang memaksanya melakukan ini itu tanpa melihat situasinya terlebih dahulu. Jelas saja dia baru menunjukkan kemampuannya sekarang, karena sebelum ini, Huang Yunxi yang mereka kenal adalah Huang Yunxi sang putri bodoh, bukan Huang Yunxi dari dunia lain yang serba bisa.


Yuwen Yue tahu, gadis di depannya sedang memberinya penegasan bahwa keduanya hanya guru dan murid, seseorang yang mengawasi dan seseorang yang diawasi. Tidak ada yang lebih atau kurang dari itu. Hanya saja, Yuwen Yue belakangan baru menyadari kalau Huang Yunxi adalah gadis yang unik.


“Kasus Fang Jianming pasti akan diselidiki dengan baik. Paviliun Yundai pasti akan memberi penjelasan pada kediaman Adipati Fu dan Kaisar.”


“Tentu saja harus! Fang Jianming adalah sahabatku. Dia pelajar Akademi Kerajaan dan masih seorang pangeran. Jika Paviliun Yundai tidak bisa mengatasi kasusnya, bagaimana rakyat akan percaya pada kerajaan?”


“Yang Mulia akan mengadakan perjamuan untuk merayakan kemenangan. Kau mungkin harus kembali ke istana terlebih dahulu.”


“Untuk apa? Aku adalah pelajar Akademi Kerajaan. Tentu saja harus berangkat dari Akademi Kerajaan.”


Wanita keras kepala. Dibujuk dengan cara apapun tetap tidak akan berhasil. Daripada membuang banyak waktu, lebih baik biarkan Huang Yunxi bertindak sesuai keinginannya sendiri. Jamuan Kaisar Huang Yun Yi sangat penting. Selain sebagai bentuk kebahagiaan, di sana pasti akan hadir para pejabat istana. Semakin banyak orang yang hadir, Yuwen Yue akan semakin mudah menemukan petunjuk.

__ADS_1


...***...


Dua hari kemudian, para pelajar Akademi Kerajaan bersama Wakil Penasihat dan Kepala Akademi, serta beberapa guru besar sudah tiba di Istana Guangli, istana khusus untuk mengadakan perjamuan setiap tahun. Tempat duduknya diatur sedemikian rupa. Mereka yang berjasa besar ditempatkan di meja paling depan dan mereka yang jasanya tidak terlalu besar ditempatkan di belakang.


Kasim Li bilang, demi perjamuan kali ini, Kaisar Huang Yun Yi sampai mengutus seorang kasim lain ke luar kota Fengling untuk mengundang para penari dan pemain opera yang sangat terkenal. Biaya yang diperlukan juga tidak kecil. Selain itu, Kaisar Huang Yun Yi juga menyiapkan hadiah yang sangat besar untuk para pelajar yang telah berpartisipasi pada pertandingan dan guru yang membimbing mereka.


Bagi Istana Kekaisaran Dong Hua, uang bukanlah masalah besar. Gudang penyimpanan harta selalu penuh dengan pundi-pundi emas dan perak, ditambah dengan barang-barang berharga yang sangat mahal dan langka. Sumber pendapatannya berasal dari pajak negara dan sitaan dari para penjahat dan pemberontak, sebagian lagi dari upeti dan hadiah. Tetapi, sumber pendapatan terbesar tentu saja berasal dari sumber daya alam yang melimpah.


Pantas saja Huang Yunxi begitu kaya raya. Ibunya memanjakannya, adiknya selalu berpihak padanya dan seluruh jatah bulanannya hanya diberikan pada dia seorang karena dia adalah satu-satunya putri Kaisar. Dia menjadi lebih kaya dengan jutaan koin emas dari sistem.


Semua orang langsung berdiri ketika Kasim Li berteriak bahwa Kaisar memasuki ruangan. Kaisar Huang Yun Yi berjalan dengan tegas dari samping aula, kemudian duduk di kursi kebesarannya. Pria setengah baya itu tampak anggun dan elegan dalam balutan busana istana berupa jubah naga berwarna emas yang terbuat dari sutera murni, ditambah sebuah mahkota yang indah di kepalanya.


Ayahku ternyata sangat tampan dan bercahaya, batin Huang Yunxi.


Ini pertama kalinya dia melihat ayahnya dalam situasi resmi. Tidak hanya gagah dan bersinar, ayahnya itu juga sangat tampan dan berwibawa. Pantas saja ibunya dulu bisa jatuh cinta padanya sampai melahirkan dua orang anak. Selain itu, adiknya, Huang Yunji juga sangat tampan meskipun usianya masih remaja. Ternyata, ketampanannya diwariskan juga.


Musik mulai mengalun, para penari mulai beraksi. Karena mereka sudah masuk istana, busana yang dikenakan juga disesuaikan dengan busana penari istana. Para penari itu seperti bunga yang sedang mekar, begitu cantik dan segar. Gerakan mereka juga sangat halus, tubuh lentur dan luwes. Tampaknya, usaha Kaisar kali ini tidak sia-sia.


Setelah pertunjukan tari, giliran pertunjukan opera. Para pemain mulai melakonkan cerita dalam tampilan dan pembawaan khas mereka. Huang Yunxi sebagai pendatang baru dalam dunia ini begitu senang karena inilah pertama kalinya dia melihat pertunjukan opera orang zaman kuno secara langsung. Biasanya, dia hanya mendengar dari cerita dan tontonan di media yang lakon cerita dan tampilannya sudah dimodifikasi. Pertunjukan opera asli zaman kuno lebih menarik dan kesannya lebih mendalam.


“Opera zaman ini ternyata lebih bagus,” ucapnya di sela-sela makan.


“Apa kau baru pertama kali melihat pertunjukan opera?” tanya Yuwen Yue.


“Ah, tentu saja tidak. Maksudku, pertunjukan kali ini lebih menarik.”


“Oh begitu.”


Setelah pertunjukan opera selesai, para pemain keluar dari aula beserta para pemain musiknya. Perjamuan dilanjutkan dengan sajian makanan utama dari dapur kerajaan, yang dimasak oleh juru masak ternama. Rasa makanan tersebut begitu lezat dan unik. Cita rasa yang dicecap oleh lidah Huang Yunxi begitu terasa asing namun memberikan sensasi yang sangat unik.


Mungkin, inilah makanan zaman kuno terlezat yang pernah dia makan.


Usai jamuan makan, Kasim Li memberitahu bahwa kegiatan selanjutnya adalah pemberian hadiah kepada para pelajar dan pembimbing Akademi Kerajaan yang berjasa pada pertandingan beberapa hari lalu. Beberapa kasim lain masuk dari pintu depan dengan beberapa kotak besar. Kasim Li membentangkan sebuah kertas besar berisi nama dan daftar hadiah yang akan diterima.


Satu persatu pelajar dan pembimbing Akademi Kerajaan mendapatkan bagian mereka. Saat tiba giliran Huang Yunxi, semua orang langsung memusatkan perhatian mereka. Gadis itu maju ke depan, kemudian menunduk di hadapan Kaisar Huang Yun Yi. Semua orang dapat melihat Sang Kaisar menghela napas sejenak sambil menatap Sang Putri Xiyue.


“Huang Yunxi, Sang Putri Xiyue berjasa dalam pengaturan penyambutan utusan Akademi Tian dan penataan ruang Akademi Kerajaan. Dia juga berjasa dalam pertandingan dan membawa nama baik Akademi Kerajaan melambung dengan prestasinya. Atas rahmat langit, Kaisar memberimu lima ratus ribu tael emas dan dianugerahi gelar sebagai Master Catur Wanita Pertama Kerajaan Dong Hua.”


“Uang lagi? Ayolah, apa aku belum cukup kaya?” Huang Yunxi mengeluh pelan saat Kasim Li selesai membacakan dekret hadiah.


Master catur wanita pertama apa? Dia hanya bermain-main. Bagi Huang Yunxi, catur itu seperti bermain lompat tali, sangat mudah dan dia tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Ayahnya menghadiahinya banyak uang dan gelar aneh, memang terasa sangat menggelikan. Dia membantu menyiapkan dan mengatur penyambutan juga karena dia kesal dan tidak tahan dengan perilaku sombong para utusan Akademi Tian, bukan untuk tujuan membantu Akademi Kerajaan apalagi mencari perhatian. Tapi, Huang Yunxi juga tidak mungkin menolak. Mengembalikan apa yang sudah diberikan bukan hal baik bagi seorang pemain handal seperti dia.


Yuwen Yue juga diberikan hadiah besar. Tentu saja, dia adalah Wakil Penasihat Akademi Kerajaan yang agung. Selain dia, pembimbing yang lain hanya mendapat hadiah kecil berupa uang dan barang. Yuwen Yue menerima hadiah lebih dari yang lain, bahkan hampir menyamai Huang Yunxi.


“Kepalanya pasti semakin besar setelah ini,” ujar Huang Yunxi setelah Yuwen Yue menerima penghargaan. Dia yakin setelah hari ini, Yuwen Yue akan semakin berkuasa dan akan mencari masalah lagi dengannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2