
Seluruh pelajar Akademi Kerajaan berkumpul di lapangan pada siang hari yang terik. Di sana, Guru Yang, pengajar bela diri dan berkuda sudah siaga dengan pakaian khususnya. Para pelajar juga berganti pakaian. Sekarang, mereka tak lagi memakai seragam Akademi Kerajaan, melainkan pakaian khusus untuk berkuda berwarna abu-abu muda. Kepala mereka diikat dengan sebuah ikat kepala khusus berwarna hitam, mungkin fungsinya untuk mencegah keringat masuk ke mata.
Hari ini, mereka semua akan belajar berkuda sambil memanah. Huang Yunxi yang baru datang belum lama ini langsung terkejut, sama sekali tidak menyangka kalau akan ada pelajaran seperti ini. Dia pikir, belajar di Akademi Kerajaan hanya sebatas pada pelajaran akademik saja, tidak sampai pada keterampilan yang menguji nyawa seperti ini.
Huang Yunxi hendak melarikan diri dari tempat ini karena dia sama sekali tidak bisa berkuda maupun memanah. Bakatnya hanya bermain games dan menghabiskan uang, bukan menguras keringat di bawah matahari yang terik ini. Sistem memberitahunya bahwa karakternya di sini juga tidak bisa berkuda dan memanah, hingga kerap terjatuh saat Guru Yang memintanya naik ke atas punggung kuda. Putri Xiyue alias Huang Yunxi adalah objek tertawaan semua orang di arena kuda ini.
“Sistem?” tanya Huang Yunxi pelan.
“Hadir, host!”
“Apa kau bisa membantuku kabur dari sini?”
“Maaf, sistem tidak mendengar apapun. Silakan jalani peranmu dengan baik! Selamat tinggal!”
Huang Yunxi mengumpat kesal. Sistem sialan! Buat apa dia punya sistem yang bahkan berpura-pura tidak mendengar apapun dan tidak mau membantunya? Kalau begitu, lebih baik dia menjalani peran sendirian saja, tidak perlu didampingi sistem yang sehari-hari hanya membuatnya kesal setengah mati. Huang Yunxi membenci sistem yang tidak berguna!
Dia memegangi perutnya, meringis seolah ia adalah seorang wanita yang hendak melahirkan. Si Kembar Fang ada di sisinya, kemudian menatapnya dengan heran. Pikiran mereka berkata bahwa Huang Yunxi pasti sedang mencari akal agar dia tidak ikut dalam kelas berkuda hari ini. Gelagatnya yang sakit perut secara tiba-tiba terlalu kentara, siapapun bisa melihat kalau wanita itu hanya berpura-pura.
“Yunxi, kau tidak berpikir untuk kabur lag ikan?” tanya Fang Jiuming kepadanya.
“Bagaimana kau tahu?”
“Aktingmu terlalu buruk,” ujar Fang Jianming.
Huang Yunxi mendecih. Salahkan sistem yang tidak mau membantunya kabur. Dia tidak pandai bersandiwara karena dia bukan seorang pemeran yang baik. Huang Yunxi memutar otak, memikirkan cara agar dia bisa melarikan diri dari lapangan ini dalam keadaan aman tanpa menimbulkan keributan.
“Jianming, kalau kau membantuku, aku akan mentraktirmu makan daging panggang di Restoran Muyun!”
Fang Jianming menggelengkan kepala. Dia sudah cukup kenyang menerima hukuman akibat bersekongkol dengan gadis itu.
“Tidak. Aku tidak mau.”
Huang Yunxi kemudian menatap Fang Jiuming yang berdiri di samping kanannya.
“Jiuming….”
Fang Jiuming juga menggelengkan kepala. Sama seperti kakaknya, dia juga sudah kenyang menerima hukuman karena bersekongkol dengan Huang Yunxi. Kedua putra Adipati Fu ini sudah sering dimarahi ayahnya karena terus-terusan berbuat onar bersama Huang Yunxi, sang putri tunggal Kaisar yang tidak ada duanya.
Tidak mendapat bantuan dari Si Kembar Fang, Huang Yunxi semakin kesal. Hanya bisa mengandalkan diri sendiri jika ingin pergi dari tempat ini. Dia kembali memegangi perutnya, kemudian melimbungkan dirinya ke samping hingga menabrak Fang Jiuming. Pemuda itu rupanya sedang tidak siaga, tubuhnya malah ikut limbung menimpa pelajar yang ada di sisinya. Begitu dan begitu seterusnya hingga seluruh pelajar Akademi Kerajaan yang ada di lapangan itu limbung dan jatuh ke tanah semuanya.
Guru Yang melongo melihat semua muridnya terjatuh seperti rumput yang diterpa angin kencang. Dia kemudian menatap Huang Yunxi yang sedang terdiam dengan tatapan heran. Ya, gadis itu tidak menyangka kalau orang-orang ini akan ikut terjatuh. Badan saja kekar, tertubruk sedikit malah langsung limbung.
Bulu kuduk Huang Yunxi berdiri ketika dia menyadari tatapan Guru Yang yang menatapnya dengan tajam seperti hendak memakannya hidup-hidup. Gawat, sepertinya dia sudah mengacaukan pelajaran berkuda bahkan sebelum Guru Yang memulainya.
“Huang Yunxi!”
Guru Yang menggeram kesal. Huang Yunxi memutar otak, kemudian kembali memegangi perutnya sambil meringis. Hanya ini satu-satunya cara agar dia bisa segera pergi dari sini dan menghindari hukuman dari Guru Yang.
“Guru, perutku sakit, aduh,” ucap Huang Yunxi sambil mengaduh. Nadanya dibuat sememelas mungkin dan ekspresinya dibuat selemah mungkin agar lebih meyakinkan.
__ADS_1
“Huang Yunxi, jangan berpura-pura!”
“Guru Yang, aku sungguh sakit perut.”
Guru Yang memicingkan mata. Dia mulai tergerak karena ekspresi Huang Yunxi begitu memprihatinkan. Pikirannya mengatakan bahwa gadis nakal putri tunggal Kaisar itu mungkin sungguh sedang sakit perut. Guru Yang berjalan menghampiri Huang Yunxi, kemudian menanyakan apakah gadis itu benar-benar sedang sakit atau tidak.
“Kau sungguh kesakitan?” tanya Guru Yang.
“Sungguh. Jika tidak, aku tidak akan menabrak Fang Jiuming dan membuat seluruh pelajar di sini jatuh,” jawab Huang Yunxi.
Mendengar jawaban Huang Yunxi yang begitu meyakinkan, Guru Yang akhirnya memutuskan untuk membiarkannya kali ini. Dia menyuruh Huang Yunxi untuk beristirahat di koridor tempat penonton yang berada di sisi lapangan. Huang Yunxi bersorak. Dia berhasil menipu Guru Yang!
Namun, ketika Huang Yunxi berbalik, Yuwen Yue tiba-tiba sudah berada di depannya. Wanita itu sedikit terjengkang karena tubuh tinggi dan gagah Yuwen Yue yang terbungkus pakaian sutra putihnya tiba-tiba berdiri dengan tegap. Huang Yunxi mundur beberapa langkah untuk menciptakan jarak dengan Yuwen Yue. Huang Yunxi juga memalingkan wajahnya ke samping, menghindari tatapan datar Yuwen Yue.
“Wakil Penasihat,” ucap Guru Yang sambil menunduk memberi hormat.
“Ada apa?”
“Ah, ini. Huang Yunxi sakit perut, jadi aku menyuruhnya untuk beristirahat di koridor.”
“Sakit perut? Benarkah?”
Mati aku! Monster ini pasti akan mempersulitku lagi! Huang Yunxi mengumpat dalam hati.
“Guru Yang, sebagai seorang pengajar senior, apa kau tidak tahu kalau berolahraga dapat menghilangkan sakit? Kau seharusnya menyembuhkan sakit muridmu ini dengan menyuruhnya berolahraga, bukan memperparah sakitnya dengan menyuruhnya berdiam diri.”
Guru Yang mengerutkan kening.
“Tentu saja.”
“Kalau begitu, Huang Yunxi, kau tetap ikut pelajaran hari ini.”
Sungguh, Huang Yunxi ingin sekali melemparkan sepatunya ke wajah Yuwen Yue. Dia hampir berhasil melarikan diri, tetapi pria itu malah datang dan memprovokasi Guru Yang hingga dia tidak jadi istirahat!
Tidak bisakah pria itu tidak mencari masalah dengannya sehari saja? Apakah ayahnya, Sang Kaisar, meminta Yuwen Yue untuk mengawasinya selama dua puluh empat jam? Mengapa pria itu selalu muncul di mana-mana?
“Tapi-”
Huang Yunxi hendak protes, tetapi tatapan Yuwen Yue dan Guru Yang membuat nyalinya menciut. Sudahlah, dia tidak ingin berdebat. Keributan yang diciptakan oleh karakternya akhir-akhir ini sudah terlalu benyak. Jika dia berulah di sini, Huang Yunxi tidak yakin dirinya akan selamat kali ini.
Mood Huang Yunxi semakin memburuk tatkala Yuwen Yue meminta Guru Yang agar dirinya yang naik berkuda dan memanah pada giliran pertama. Tentu saja dengan alasan untuk menyembuhkan sakit perutnya yang sebenarnya hanya pura-pura. Yuwen Yue ini sepertinya sudah tahu kalau Huang Yunxi sedang bersandiwara untuk menipu Guru Yang hingga dia harus turun tangan untuk mengatasi gadis nakal ini.
Guru Yang membantu Huang Yunxi naik ke atas punggung kuda. Ketika dia sudah duduk di atas punggung kuda, suara sistem tiba-tiba muncul. Sistem berkata,
“Misi diaktifkan! Selesaikan kegiatan berkuda ini dan kau akan mendapatkan poin!”
Jika ada pintu ajaib, Huang Yunxi akan menembus dimensi dan masuk ke ruang kendali pusat untuk memukul sistem sialan itu. Dia hilang saat Huang Yunxi membutuhkan bantuan, dan muncul tiba-tiba lalu memberinya sebuah misi dadakan, siapa yang akan tahan! Bahkan sistem pada komputer canggih saja tidak begini.
“Aku menolak!” seru Huang Yunxi dengan kesal. Suaranya terlalu keras hingga Guru Yang dan yang lainnya terkejut, lalu menatapnya dengan heran.
__ADS_1
“Ah, aku bukan berbicara pada kalian.”
Huang Yunxi kembali mengutuk sistem.
“Jika kau menolak dan tidak dapat menyelesaikan misi, poin di tabunganmu akan dikurangi sebesar lima ratus koin!”
“Yang benar saja!”
“Maaf, host. Itu sudah menjadi peraturan yang harus kau ikuti.”
“Hei, sejak awal aku tidak tahu kalau aku akan masuk ke dalam dunia ini! Jika tahu, aku tidak akan menekan tombol start dan mengikuti arahanmu!”
“Siapa yang menyuruhmu membakar gedung pusat aplikasi? Jika host tidak melakukannya, sistem pusat tidak akan membawamu ke dalam sini.”
“Baiklah, baiklah. Tapi, kau harus membantuku membalas dendam pada Yuwen Yue!”
“Deal.”
Huang Yunxi menarik tali kendali kuda. Kuda hitam yang gagah itu kemudian berlari kencang. Huang Yunxi tersentak dan tubuhnya terjengkang ke belakang. Dia sebisa mungkin menjaga keseimbangan agar tubuhnya tidak jatuh dan terseret. Kuda apa ini? Mengapa begitu lincah dan sulit dikendalikan? Tidak, bukan kudanya yang tidak bisa dikendalikan. Huang Yunxi saja yang tidak memiliki keterampilan untuk berkuda.
Dia ingin berteriak, tetapi tidak dia lakukan karena dia tahu jika berteriak, maka Yuwen Yue yang sangat menyebalkan itu pasti akan merasa menang. Selain itu, teman-temannya yang mungkin menaruh dendam padanya akan menertawakannya sampai puas. Efek yang lebih parah mungkin bisa membuat Huang Yunxi dibawa kembali ke istana karena dianggap tidak bisa apa-apa.
Pada akhirnya, Huang Yunxi memberanikan diri. Dia kembali menarik tali kendali kuda, kemudian berusaha sekuat tenaga agar kuda yang ditungganginya bisa tenang. Butuh waktu cukup lama memang, namun kuda tersebut akhirnya menurut dan bisa dia kendalikan. Di lapangan tersebut, Huang Yunxi mulai menembakkan anak panahnya ke papan sasaran dari atas kuda. Satu, dua, tiga anak panah meleset. Empat, lima, enam anak panah meleset lagi.
Huang Yunxi memokuskan pandangannya. Sambil tetap berkuda, dia kembali menarik anak panahnya. Anak panah itu kembali melesat, secepat angin. Huang Yunxi bersorak ketika anak panah terakhirnya berhasil mengenai sasaran. Meskipun hanya satu anak panah, ini adalah pencapaian luar biasa baginya, mengingat dia sama sekali belum pernah menyentuh bend aitu sebelumnya.
“Mengapa gadis nakal itu berhasil?” tanya Yuwen Yue pelan pada Tianqi.
“Tuan Muda, bukankah kau sendiri yang menyuruhnya berkuda?” Tianqi balik bertanya.
Yuwen Yue tidak menjawab. Pria itu berbalik, hendak kembali ke ruangannya. Pertunjukannya tidak menarik. Dia pikir Huang Yunxi akan berteriak dan meminta bantuan pada Guru Yang atau yang lain, tapi tidak disangka gadis itu ternyata malah bisa mengendalikan kudanya sendiri. Andai saja Huang Yunxi berteriak meminta turun, maka Yuwen Yue akan punya alasan untuk membawa Huang Yunxi kembali ke Istana Kerajaan.
Tugasnya adalah mengawasi Huang Yunxi dan melaporkan setiap tindakannya di Akademi Kerajaan kepada Kaisar Huang Yun Yi, ayah Huang Yunxi. Kaisar berkata bahwa Yuwen Yue harus bisa membawa Huang Yunxi kembali ke Istana Kerajaan jika gadis itu berbuat sesuatu yang tidak masuk akal, membuat kekacauan, atau tidak memiliki keahlian apa-apa setelah sekian lama belajar di sini. Sayang, setiap kali Huang Yunxi dibawa kembali ke istana, gadis itu selalu memiliki jalan untuk kabur dan kembali ke Akademi Kerajaan.
Yuwen Yue melangkah. Namun, tidak disangka di tempatnya berpijak, muncul cangkang pisang. Yuwen Yue terpeleset dan jatuh di hadapan para pelajar Akademi Kerajaan. Mereka semua menahan tawa, tidak berani mengeluarkan suara mereka karena Guru Yue yang sangat terhormat ini pasti akan memarahinya habis-habisan. Yuwen Yue menggeram kesal. Bukan tentang rasa sakit karena jatuh, tapi rasa malunya lebih besar daripada apapun.
“Mengapa ada cangkang pisang di sini?” tanyanya pada Tianqi.
Tianqi mengedikkan bahu. Pelayan pribadinya itu juga menahan tawa. Baru kali ini dia melihat Tuan Muda-nya terjatuh hanya gara-gara menginjak cangkang pisang yang entah muncul dari mana di hadapan semua orang. Dalam waktu kurang dari satu minggu ini, tuannya ini sudah dua kali terjatuh. Pertama saat di kolam ikan, kedua saat di lapangan berkuda. Sungguh suatu nasib yang sangat sial dan malang. Tuan Muda pertama yang tampan dan terkenal dingin serta sangat berhati-hati ini ternyata bisa kehilangan muka juga.
Di tengah lapangan, Huang Yunxi tertawa dengan puas. Sistem telah menepati janjinya untuk membantunya membalas dendam pada Yuwen Yue. Selain membalas dendam, dia juga berhasil menyelesaikan misi dan mendapat hadiah koin emas sebesar lima belas ribu koin. Total koin di tabungannya sekarang adalah dua puluh delapan ribu koin, hampir setara dengan seribu tael emas. Huang Yunxi benar-benar jadi kaya raya!
Selain itu, sistem juga memberinya lima puluh XP tambahan.
“Bahkan tikus pun akan menggigit saat ekornya terinjak,” ucap Huang Yunxi di sela tawanya.
Matahari siang itu bersinar terang layaknya sebuah lentera di tengah kegelapan. Huang Yunxi yang sempat badmood mendapat hari yang baik. Tidak berhasil kabur dan menipu guru, tapi mendapatkan koin dan membuat Yuwen Yue kehilangan muka. Luar biasa!
...***...
__ADS_1
...Setuju nggak kalau Huang Yunxi dinobatkan sebagai murid durhaka? Yang setuju angkat tangannya ya! Sampai jumpa di episode berikutnya!...