
“Deteksi otomatis aktif.”
“Pemindaian ulang dimulai.”
“Deksripsi selesai.”
Suara khas yang sangat familiar itu berdengung di telinganya. Huang Yunxi perlahan membuka mata. Pemandangan di sekitarnya sama seperti dahulu, saat dia pertama kali membuka mata setelah terjadi kebakaran di gedung pusat aplikasi. Dia terbangun di atas ranjang transparan yang empuk. Kepalanya sedikit berdenyut dan pipinya sedikit nyeri.
“Sistem?”
Dalam sekejap, dia sudah mengenali tempat ini. Huang Yunxi tahu kalau dirinya berada di ruang pusat kendali sistem. Dia belum bisa mengingat dengan baik mengapa dirinya bisa sampai di sini.
“Host! Kau sudah sadar!”
“Kenapa aku ada di sini?” tanya Huang Yunxi.
Sebuah benda bulat melayang di udara, bermata dua, memiliki hidung dan mulut tetapi tidak mempunyai rambut. Sekilas, benda melayang itu seperti buah pir yang manis. Huang Yunxi menjangkau benda tersebut, kemudian bersiap memakannya. Namun, benda bulat tersebut bersuara hingga Huang Yunxi melemparnya ke depan.
“Host, ini aku!”
“Kau adalah sistem?”
“Ya!”
Huang Yunxi langsung tertawa terbahak-bahak sampai hampir tersedak. Sungguh tidak disangka kalau sistem menyebalkan yang sering meninggalkannya ternyata berbentuk seperti buah pir masak. Sungguh sangat imut dan menggiurkan jika dimakan. Sistem merengut ketika majikannya mengejeknya. Kalau bukan karena kejadian tersebut, dirinya tidak akan memiliki wujud yang sangat jelek seperti ini.
“Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa di sini?” tanya Huang Yunxi dengan raut wajah serius.
“Kau sudah mati.”
“Aku sudah mati? Bagaimana bisa?”
“Host, kau mati karena panah beracun yang menggores wajahmu. Sistem pusat terpaksa melakukan pemindaian ulang dan membersihkan semua racun yang ada dalam dirimu. Sekarang, kau sudah bersih.”
“Tunggu, kalau aku mati, bagaimana dengan diriku di Dong Hua?”
“Kau tenang saja. Kesempatan hidupmu tersisa satu kali lagi. Karena pemindaian ulang otomatis, kau harus kembali ke dunia games dan melanjutkan peranmu.”
Mati? Jadi, dirinya sudah mati satu kali? Oh tidak. Huang Yunxi bahkan belum menyelesaikan misi besarnya tetapi sudah harus kehilangan satu nyawa. Sistem mengatakan kalau dia harus kembali, itu artinya di dunia sana dia masih memiliki kesempatan hidup meskipun cuma satu kali. Sistem pusat benar-benar pelit, mereka hanya memberinya dua nyawa dan yang satu sudah hilang. Jika Huang Yunxi mati lagi, dia bisa benar-benar musnah.
Huang Yunxi kemudian teringat pada kejadian malam festival lentera. Panah yang lewat dan menggores wajahnya ternyata memang beracun. Itu sebabnya darahnya menjadi hitam sesaat sebelum dia tak sadarkan diri. Rupanya, selain Selir Di, ada orang lain yang ingin mencelakainya juga. Huang Yunxi punya musuh di mana-mana. Kelak, dia harus lebih berhati-hati lagi.
__ADS_1
Untung saja saat itu Yuwen Yue menariknya menjauh. Andai pria itu tidak datang, dirinya mungkin akan menjadi bangkai yang tidak pernah ditemukan. Entah apa yang terjadi setelah itu, dia tidak tahu. Huang Yunji dan ayahnya mungkin sedang menangis tersedu-sedu.
“Host, kau harus kembali. Waktumu tidak banyak,” seloroh sistem tanpa beban.
Huang Yunxi seperti sedang diusir. Andai saja makhluk bulat itu bukan sistem, Huang Yunxi pasti sudah memotongnya menjadi bagian-bagian kecil dan mencampurkannya dengan bubuk cabai dan gula lalu memakannya.
“Apa aku harus mulai ulang dari babak awal?” tanya Huang Yunxi.
“Tidak. Kau hanya harus bangun saat tubuhmu di sana sedang dikremasi.”
“Apa? Kremasi? Yang benar saja!”
“Hei, racun di tubuhmu itu tidak ada penawarnya. Orang-orang kerajaanmu tidak akan mampu menyembuhkannya. Jadi, host, kau pandai-pandailah cari alasan saat ada orang yang bertanya mengapa kau bisa sembuh.”
Sistem sangat cerewet. Baru kali ini Huang Yunxi mendengar kalimat terpanjang dari sistem. Bentuknya yang bulat menggemaskan itu ingin dia bawa pulang, namun pasti tidak akan bisa.
Dengan bantuan dan petunjuk sistem, Huang Yunxi kembali memasuki pintu cahaya seperti saat dia pertama kali masuk ke dunia gamesnya. Perasaan yang tidak asing kembali menjalari seluruh tubuhnya. Ya, seperti inilah rasanya saat pertama kali dia masuk ke sini.
...***...
Suasana di Istana Liuli didominasi oleh kesedihan yang mendalam. Semua orang berkumpul menyaksikan tubuh sang pemilik istana yang terbaring di atas ranjang empuk dengan air mata bercucuran. Mereka tak hanya menangis, tetapi juga berteriak hingga suasana menjadi lebih menyedihkan.
Sudah dua hari, Putri Xiyue tak sadarkan diri. Berpuluh tabib hebat di seluruh penjuru kerajaan Dong Hua datang untuk mencoba peruntungan mengobati sang putri, berharap gadis yang menjadi tuan mereka bisa bangun dan mereka bisa dipekerjakan di istana. Namun, tak satupun dari mereka yang punya kemampuan. Mereka menyerah karena racun yang menyerang sang putri benar-benar langka.
Betapa sedih dan marahnya Kaisar Huang Yun Yi ketika sang tabib mengatakan kalau putri tunggalnya sudah tidak tertolong. Kaisar benar-benar tidak percaya kalau putrinya mati semudah itu. Rasa kecewa dan tidak mau kehilangan begitu membuncah di dalam dadanya. Putrinya yang tidak berbakti telah pergi ketika Huang Yunxi baru saja membuatnya bangga.
Sebagai seorang ayah, dia merasa gagal. Dia seorang Kaisar Agung, tetapi bahkan tidak bisa menyelamatkan putrinya sendiri. Dia mengabaikan martabatnya dan menangis seperti seorang pria yang kehilangan kekasihnya di depan banyak orang. Kaisar Huang Yun Yi tidak bisa menahan kesedihan kehilangan putri satu-satunya. Kini dia paham betapa sakitnya kehilangan seseorang yang disayangi untuk yang kedua kalinya. Rasa sakit kehilangan Ratu Pertama sudah sangat parah, sekarang dia harus menderita kembali kehilangan yang serupa.
Huang Yunji jangan ditanya lagi. Sejak kemarin malam, dia terus menangis dan menangis. Matanya bahkan sampai membengkak karena terlalu banyak menangis. Di depan kakaknya, dia hanyalah seorang adik laki-laki yang manja dan tidak pernah dewasa. Biarpun dia seorang Putra Mahkota, gelarnya tidak penting ketika kakaknya sendiri tidak bisa melihatnya lagi.
Dia paling menyayangi Huang Yunxi. Baginya, Huang Yunxi adalah pengganti ibunya. Hubungan mereka yang sangat dekat sebagai saudara kandung membuat semua orang terharu. Di dunia ini, tidak ada hubungan yang lebih baik daripada sebuah hubungan harmonis antara kakak dan adik di keluarga kerajaan. Melihat Huang Yunxi tidak bangun juga, hatinya tercabik-cabik.
Hanya satu orang manusia yang tampak tak menitikkan air mata. Yuwen Yue, pria itu sejak kemarin lebih banyak diam daripada berbicara. Yuwen Yue selalu berada di sisi Huang Yunxi sepanjang waktu. Dia bahkan tidak pergi ke Akademi Kerajaan dan memilih menetap di Istana Liuli. Wajahnya yang dingin tanpa ekspresi terlihat lebih menyedihkan daripada wajah dingin di manapun di dunia ini.
Yuwen Yue bukan tak ingin bicara. Dia juga bukan tidak sakit hati melihat keadaan calon istrinya. Yuwen Yue hanya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Baginya, Huang Yunxi yang seperti ini lebih menyebalkan. Lebih baik gadis itu bangun, berbicara kasar, bertengkar dengannya dan berbuat onar hingga dia bisa menghukumnya. Itu sungguh seribu kali lebih baik daripada melihatnya diam seperti batu.
Dia merawat Huang Yunxi sendirian siang dan malam. Tidurnya hanya sejenak, itu pun jika sempat. Selebihnya, Yuwen Yue tetap terjaga mengawasi keadaan Huang Yunxi. Maka ketika Tabib Xue menyatakan kalau gadis itu meninggal, diamnya menjadi lebih parah dari biasanya. Dia tak mau berbicara sepatah kata pun. Yuwen Yue bahkan tidak mau beranjak dari sisi ranjang Huang Yunxi.
Tubuh Huang Yunxi hendak dipindahkan untuk dibersihkan dan dirias. Namun, Yuwen Yue menghalangi para pelayan yang hendak bekerja hingga Huang Yunji terpaksa menariknya keluar dari Istana Liuli. Tidak ada gunanya menghalangi pekerjaan orang lain, nyawa kakaknya tidak akan pernah kembali.
Namun, jauh di lubuk hati Yuwen Yue, dia meyakini kalau gadis itu pasti bangun lagi. Huang Yunxi bukan gadis lemah yang bisa mati dengan mudah. Dia adalah gadis kuat yang tidak ada duanya. Yuwen Yue seribu persen yakin kalau Huang Yunxi akan sadar, hanya saja dia memerlukan waktu. Dia bukan meninggal, tapi hanya tertidur sebentar karena terlalu lelah.
__ADS_1
“Dia akan bangun.”
Hanya tiga kata itulah yang terlontar dari mulutnya. Di sampingnya, Huang Yunji terus menangis sambil menatapnya dengan sayu. Kemudian, genderang tanda duka dari istana berbunyi berkali-kali. Tabuhannya bergema ke seluruh penjuru tanah Dong Hua. Para orang tua, bangsawan, aristokrat, pejabat daerah bahkan sampai pedagang biasa dan pengemis menundukkan kepala. Ini kedua kalinya mereka mendengar tabuhan gendang tanda duka yang begitu nyaring setelah berita kematian Ratu Pertama.
Tubuh Huang Yunxi yang selesai dibersihkan dan didandani hendak dikremasi. Tubuhnya dipindahkan ke dalam sebuah peti kayu jati yang ukirannya begitu indah. Kain-kain putih di seluruh penjuru istana berkibar. Suasana duka menyelimuti seluruh langit di atas Dong Hua. Di aula Istana Liuli, tubuh Huang Yunxi disemayamkan sebelum pemakaman. Kaisar Huang Yun Yi, Huang Yunji, para pangeran, para putri, beberapa selir, para pejabat tinggi dan beberapa sesepuh kekaisaran sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian duka. Hanya Yuwen Yue yang berpakaian seperti biasa.
Batang dupa sudah menyala dan asapnya sudah mengepul. Para biksu memanjatkan doa di tengah hujan air mata. Harum aroma bunga menguar entah dari mana. Suasana bercampur antara pedih dan khidmat. Beberapa saat lagi, peti itu akan ditutup dan tubuh Huang Yunxi benar-benar akan dimakamkan.
Tepat saat para biksu selesai mengucapkan bait terakhir dari doa-doa mereka, sebuah tangan yang putih berkuku indah menggerayap keluar dari dalam peti. Mata para biksu membelalak, begitu pula mata orang-orang yang ada di aula. Mereka semakin terkejut ketika tangan yang menggerayap keluar perlahan memunculkan kepala dan bahu seorang wanita yang jelas-jelas sedang mereka doakan.
“Ha…Hantu!”
“Hantu!”
“Tolong! Putri Xiyue jadi hantu!”
“Tidak! Jangan kejar aku!”
Beberapa orang berhamburan lari keluar dari aula Istana Liuli. Mereka semua lari terbirit-birit menuju tempat tinggal masing-masing dan bersembunyi. Lain halnya dengan Yuwen Yue, Huang Yunji dan Kaisar Huang Yun Yi. Mereka tetap berdiam di aula, mencerna sejenak sesuatu yang telah terjadi.
Tidak lama kemudian, sosok wanita berpakaian sutera putih yang cantik dengan rambut tergerai panjang berdiri di dalam peti kayu jati. Wanita itu tampak meregangkan sendi-sendinya yang terasa kaku tanpa mempedulikan reaksi orang-orang yang sedang melihatnya dengan tatapan tak percaya.
“Hantu apanya! Aku belum mati malah sudah dikremasi. Aah, sudah berapa lama aku tertidur?”
Wanita itu memang Huang Yunxi. Dia telah kembali. Sistem benar, dirinya muncul saat tubuhnya hendak dikremasi. Perhitungannya tepat sekali. Untung saja tepat, jika terlambat sedikit, Huang Yunxi mungkin akan terlempar ke dunia yang lain dan menjadi tokoh yang lain.
“Hei, bisakah kau berekspresi sedikit? Calon istrimu baru bangun tapi wajahmu seperti kayu!” seru Huang Yunxi pada Yuwen Yue yang sedang menatapnya penuh arti.
Tidak lama kemudian, Yuwen Yue berlari ke tempat dia berdiri. Tanpa aba-aba atau mengucapkan sepatah kata, Yuwen Yue langsung memeluk Huang Yunxi dengan erat. Mata bening nan tajam milik pria itu terpejam sesaat, meresapi aroma bunga dari pundak Huang Yunxi yang bersih. Dugaannya benar. Keyakinannya terbukti. Huang Yunxi tidak mati, dia sudah kembali.
“Guru, kalau kau tidak melepaskanku, dua detik lagi aku benar-benar mati.”
Yuwen Yue refleks melepaskan pelukannya. Melihat Huang Yunxi berbicara tidak sopan padanya, Yuwen Yue benar-benar yakin kalau gadis itu sudah sembuh. Buktinya, dia bisa berdiri dan membuat semua orang lari terbirit-birit. Dia kembali ketika tubuhnya hendak dikremasi. Huang Yunxi benar-benar kembali.
Kaisar dan Huang Yunji tidak bisa menahan tangis. Keyakinan yang semula hilang kini kembali lagi. Keduanya lantas memeluk Huang Yunxi silih berganti. Orang yang dikira sudah mati justru hidup sehat. Akhirnya, Kaisar dan Huang Yunji tidak jadi kehilangan orang yang mereka sayangi.
“Putriku, kau selamat!”
“Kakak! Aku kira kau benar-benar tiada!”
Huang Yunxi tersenyum. Ternyata, di dunia yang ini, ada banyak orang yang menangisi kepergiannya dan larut dalam kesedihan karena kematiannya. Ini menandakan bahwa dia adalah orang yang sangat berarti, bukan tidak berguna seperti yang orang bicarakan. Bahkan, orang seperti Yuwen Yue pun sampai tidak bisa berkata apa-apa. Perintah sistem ternyata memberinya sebuah pengharapan yang besar.
__ADS_1
...***...
...Enggak ya, Yunxi nggak mati kok. Dia cuma kehilangan satu nyawa aja. Kira-kira, penyusupnya tertangkap nggak ya? Dalangnya terungkap nggak ya? Stay tune terus, sampai jumpa di episode berikutnya!...