
Huang Yunxi dan Yuwen Yue menerima kabar kematian Selir Di dua jam setelah mayat Selir Di dipindahkan ke dalam peti. Utusan mengatakan kalau Kaisar Huang Yun Yi meminta Huang Yunxi dan Yuwen Yue datang ke istana hari itu juga. Tanpa menunggu lama, keduanya langsung bergegas memenuhi panggilan sang Kaisar.
Di Istana Mingyan, Kaisar Huang Yun Yi berdiri membelakangi pintu. Postur tubuhnya yang tegap sedikit membungkuk, pertanda bahwa pria setengah baya itu sedang berusaha menahan sesuatu di pundaknya.
Kematian Selir Di memberinya pukulan yang cukup keras meskipun selama ini posisi Ratu Pertama tidak pernah berubah di hatinya. Bagaimana tidak, Selir Di telah menjadi pendamping keduanya dalam memimpin kekaisaran Dong Hua selama puluhan tahun.
Sang Kaisar membalikkan tubuh ketika suara salam dari sepasang anak manusia yang dia jodohkan sampai ke telinganya. Huang Yunxi dan Yuwen Yue menunduk di hadapannya, memberinya penghormatan tanpa berkata apapun lagi. Kaisar Huang Yun Yi meraih tangan anak-anak itu, membiarkannya memiliki postur tegapnya kembali.
“Ayah, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Selir Di bunuh diri?”
Kaisar Huang Yun Yi menghela napas ketika mendengar pertanyaan putri tunggalnya.
“Inilah misterinya.”
“Tapi, menurutku, tidak ada yang aneh juga. Selir Di gila, dia bisa bertindak di luar nalar. Menurutku, kita tidak perlu meragukannya lagi,” ucap Huang Yunxi, membuat Yuwen Yue menggelengkan kepalanya karena gadis itu sungguh tidak konsisten.
“Yunxi, sebagai Putri Xiyue, kau seharusnya tidak boleh berkata seperti itu. Bagaimanapun, Selir Di adalah selirku juga.”
“Cih, dia saja hampir membuatku kehilangan harga diri. Untuk apa masih mengasihaninya.”
Lidah tajam Huang Yunxi sungguh tidak bisa dikendalikan. Gadis itu merasa kalau kematian Selir Di pantas, bahkan menurutnya kurang karena dia sendiri belum menyaksikan bagaimana Selir Di menderita karena kegilaannya. Kematian baginya hanya menjadi jalan keluar melarikan diri dari kesalahan hingga sulit membuatnya mengungkap rahasia kematian Ratu Pertama.
Sekarang, selir gila itu sudah meninggal. Huang Yunxi tak lagi punya kesempatan untuk melihatnya bertekuk lutut memohon ampun di depannya atas keterlibatannya dalam manipulasi kematian ibu kandungnya. Sebelumnya, dia sudah bersumpah tidak akan melepaskan Selir Di apapun yang terjadi. Tetapi kalau wanita itu mati, maka Huang Yunxi kehilangan semua kesempatan yang dia miliki.
Aneh, memang. Di saat seperti ini, Selir Di malah pergi. Sepertinya Dewa sedang berpihak pada wanita itu hingga membantunya terbebas dari belenggu dan ancaman dari Huang Yunxi. Timing kematiannya sungguh kebetulan sekali. Huang Yunxi curiga kalau semua ini ulah sistem sialan yang selalu membuatnya kesal. Plotnya pasti dirubah oleh pir kecil itu diam-diam.
“Karena Selir Agung Di meninggal, Istana harus melaksanakan hari duka selama satu tahun. Pernikahan kalian mungkin harus ditunda sampai musim semi tahun depan.”
Kaisar Huang Yun Yi berada dalam dilema. Di sini, dia harus memainkan banyak peran sekaligus. Dia baru saja kehilangan salah satu istrinya jika menilai dari sisi seorang suami. Sebagai seorang Kaisar, dia juga telah kehilangan salah satu teman diskusinya yang cukup membuatnya senang. Sebagai seorang ayah, dia merasa bersalah karena tidak bisa mempercepat upacara pernikahan putri satu-satunya akibat hukum adat dan peraturan istana yang melarang pernikahan di saat masa berkabung.
Padahal, dia berencana melangsungkan pernikahan antara Huang Yunxi dan Yuwen Yue pada musim semi nanti. Dia sendiri bahkan sudah merancang pernikahan mewah untuk putrinya itu. Kain-kain merah, gaun pengantin, bahkan hingga persiapan hidangan dan aula upacara juga sudah dia siapkan.
Kaisar Huang Yun Yi sungguh ingin memberi pernikahan terbaik untuk putrinya sebagai bentuk penebusan atas rasa bersalahnya karena selama ini dia hanya sesekali memperhatikan Huang Yunxi. Sayang, kerja kerasnya harus tertunda sebelum membuahkan hasil. Takdir sedang mengujinya kali ini.
“Tidak apa-apa, Yang Mulia. Lagipula kami tidak sedang terburu-buru,” ujar Yuwen Yue.
Kaisar Huang Yun Yi lagi-lagi menghela napas.
“Ayah, aku yakin kau memanggil kami bukan hanya untuk mengatakan ini.”
__ADS_1
“Kau benar. Aku memang punya hal lain yang harus dikatakan kepada kalian.”
Kaisar Huang Yun Yi kemudian duduk di kursi kebesarannya. Rasa gundah gulana yang memenuhi hatinya terasa akan membuncah pada saat itu juga. Ini adalah masalah serius yang mungkin akan timbul atas kematian Selir Di. Kaisar tahu kalau sesuatu pasti akan terjadi setelah hari ini.
“Selir Di adalah Selir Agung. Keluarga Liu adalah keluarga pejabat. Aku khawatir Liu Yang akan memburumu. Apalagi, dia tahu kalau selama ini Selir Di tidak pernah akur denganmu.”
“Ayah juga tahu hal ini?”
Kaisar Huang Yun Yi mengangguk.
“Lalu mengapa ayah tidak pernah membantuku?”
“Aku sendiri sedang kebingungan.”
Entah mengapa, hati Huang Yunxi tiba-tiba merasa sakit. Ketidakpedulian dan keraguan ayahnya membuatnya marah. Dia tahu kalau ayahnya seorang Kaisar, tetapi bisakah dia bersikap sebagai seorang ayah untuknya dan suami untuk ibu kandungnya sehari saja? Tidak bisakah ayahnya itu menanggalkan atribut kekaisarannya dan menemaninya serta Huang Yunji bermain walau hanya sekali?
“Kalau saja ayah bisa lebih tegas dan keraguan di hatimu hilang, maka Selir Di tidak akan melawanku hari itu dan berakhir gila, mengakhiri hidup dengan cara mengenaskan seperti ini. Jika saja ayah punya sedikit kepedulian terhadap ibuku yang sudah meninggal, Selir Di tidak akan berani bersikap sewenang-wenang pada seorang putri dari mendiang Ratu Pertama! Kau tahu berapa banyak penindasan yang aku terima darinya?”
Yuwen Yue sangat terkejut. Gadis ini, bagaimana bisa mengatakan hal itu dengan begitu berani?
Kaisar Huang Yun Yi menundukkan kepalanya. Dia tidak mampu menatap mata putrinya sendiri. Hatinya menjadi sakit. Sangat sakit.
“Apa maksudmu?”
“Jika aku tidak menunjukkan bakatku, apa kau selamanya akan terus menerus menyalahkanku dan menganggapku tidak berguna? Akankah kau memberiku kebahagiaan yang aku inginkan? Tidak, kau bahkan tidak pernah bertanya kepadaku. Tahukah kau berapa banyak hinaan yang kuterima sepanjang jalan dan kesulitan yang kuhadapi selama ini? Tidak, kau tidak pernah tahu.”
Yuwen Yue menahan pergelangan tangan Huang Yunxi, mengisyaratkan agar gadis itu berhenti meluapkan amarah. Dia sendiri tidak menyangka kalau Huang Yunxi tiba-tiba marah hingga emosinya meledak seperti ini. Situasi sedang agak kacau, tidak baik jika Huang Yunxi terus-terusan menekan Kaisar Huang Yun Yi dengan pertanyaannya.
“Yunxi, tenangkan dirimu!”
“Diam! Kau tidak perlu ikut campur urusanku. Biarkan aku menyelesaikannya dengan orang tua ini!”
Kaisar Huang Yun Yi semakin tertunduk. Semua perkataan Huang Yunxi begitu menusuk ke dalam hatinya. Selama ini dia terlalu fokus pada pemerintahan hingga lupa pada keluarganya sendiri. Kaisar Huang Yun Yi terlalu sibuk mendengar dan mencela keburukan serta kekurangan Huang Yunxi hingga lupa kalau dia adalah putri kandungnya sendiri. Marah, Huang Yunxi memang sudah selayaknya marah.
“Yang Mulia, kau memang Kaisar yang baik. Tetapi, kau gagal sebagai seorang suami dan ayah!”
Huang Yunxi yang sudah dikuasai amarah langsung keluar dari Istana Mingyan begitu saja. Ada air mata yang menetes ke pipinya yang segera dia usap. Di dalam Istana Mingyan, Kaisar Huang Yun Yi masih duduk terpaku di tempatnya. Tatapan matanya menjadi kosong. Pikirannya kusut. Sosok Ratu Pertama tiba-tiba datang membayangi matanya.
“Yang Mulia, bagaimana ini?”
__ADS_1
Kaisar Huang Yun Yi tersadar. Dia menatap calon menantunya dengan tatapan sayu.
“Pergilah. Kejar dia.”
Yuwen Yue menuruti perintah Kaisarnya. Dia segera berlari keluar dari Istana Mingyan, mencari keberadaan calon istrinya. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya menunduk, kemudian satu persatu pergi. Yuwen Yue melewati gerbang masuk, kemudian berlari ke arah Istana Liuli.
Setelah berlari cukup jauh, dia akhirnya sampai di depan gerbang. Pintunya terbuka, itu berarti pemiliknya baru saja sampai di sini. Sanqi, pelayan pribadi Huang Yunxi menatapnya dengan dahi berkerut. Pelayan itu kebingungan karena beberapa saat yang lalu, Huang Yunxi datang sambil menangis. Sekarang, Wakil Penasihat Akademi Kerajaan juga datang dengan napas terengah-engah.
“Di mana dia?”
“Di dalam, Tuan. Tuan, mengapa Putri menangis?”
Yuwen Yue tidak menjawab pertanyaan pelayan itu. Dia membuka pintu masuk. Di meja belajar yang lumayan tinggi, Huang Yunxi tampak sedang duduk. Tatapan mata gadis itu kosong, seperti ada kabut yang menghalanginya. Tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya terlihat memerah.
“Kalau kau datang untuk membantu pria tua itu bicara, maka pergilah. Aku tidak akan mendengarkanmu.”
“Tidak. Aku hanya ingin bertanya mengapa kau bisa semarah itu pada Yang Mulia.”
“Apa kau tidak dengar semua perkataanku tadi?”
“Aku mendengarnya. Tapi, apa kau pernah berpikir mengapa Yang Mulia melakukan itu padamu?”
“Kau pasti akan bilang itu semua demi melindungiku. Yuwen Yue, kuberitahu kau. Alasan klise seperti itu aku sudah tahu.”
“Baiklah, baiklah. Aku tidak akan mengungkitnya lagi. Tetapi, ada satu hal yang mungkin menjadi kekhawatiran terbesar Yang Mulia saat ini. Aku yakin dia sedang menahan sesuatu.”
“Kau masih membelanya?”
“Bukan, tapi dengarkan aku. Yang Mulia sepertinya khawatir kalau Liu Yang akan melimpahkan semuanya kepadamu. Kau ingat bagaimana dia berusaha menyingkirkanmu? Yang Mulia pasti sudah tahu kalau kematian Selir Di akan digunakan oleh Liu Yang untuk menjatuhkanmu. Itulah sebabnya dia memanggil kita kemari.”
“Ckck. Hanya seorang tokoh sampingan memangnya bisa mengalahkan peran utama sepertiku?”
“Yunxi, aku benar-benar tidak tahu apa maksudmu.”
Huang Yunxi menyeringai. Jangan harap Liu Yang bisa menjatuhkannya dengan mengatasnamakan kematian Selir Di. Huang Yunxi masih punya seribu cara dan jutaan alat ajaib yang bisa membantunya menghindar dari masalah. Dia tidak bodoh. Bahkan sebelum Liu Yang menyentuh rambutnya, dia akan mencincang pria itu terlebih dahulu.
“Tidak perlu khawatir. Aku punya rencanaku sendiri.”
...***...
__ADS_1
...Halooo readers kesayangan Author! Author balik lagi nih. Oh ya, sebentar lagi cerita ini bakalan selesai :( Author sengaja bikin yang pendek begini biar ringan dibacanya. Stay tune terus aja ya, siapa tahu ada jackpot dari Author hihi. ...