The Imperial College

The Imperial College
Eps. 33: Musim Dingin Pertama


__ADS_3

Beberapa hari setelah penangkapan dan pembebasan para pekerja hutan jati, wajah kusut Huang Yunxi belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Sepanjang hari, gadis itu hanya merenung di dekat jendela Asrama Akademi Kerajaan. Di tempat tersebut, hanya tinggal dia sendiri. Para pelajar lain sudah pulang ke kediaman masing-masing karena libur musim dingin sudah tiba.


Huang Yunxi belum mau kembali ke Istana Liuli. Perasaannya masih bercokol kuat pada tempat ini, tempat dia melewati hari-harinya yang berwarna. Musim dingin kali ini sepertinya akan sangat panjang.


Baginya yang tanpa sengaja terseret arus dalam berbagai kasus, hidupnya tidak lagi sama seperti dulu. Dia sudah pernah mati sekali dan telah membebaskan orang-orang asing tanpa sepengetahuan ayahnya. Jika dia tidak bisa menjaga nyawanya baik-baik, Huang Yunxi akan kembali mati tanpa bisa kembali.


Malam tadi, sistem mendatanginya lewat mimpi. Dia berkata bahwa nyawa Huang Yunxi berkurang setengah karena gadis itu telah membebaskan musuh kerajaan ayahnya tanpa sepengetahuannya. Perbuatan tersebut memang memiliki resiko yang sangat besar, maka sebagai gantinya dia harus membayarnya dengan setengah nyawa.


Pernyataan tersebut membuat Huang Yunxi semakin murung. Hatinya sudah tidak lagi tenang seperti biasa. Beberapa hari yang lalu saat di penjara Paviliun Yindai, dia sudah tidak senang karena orang-orang itu adalah musuh kerajaan yang menyelinap.


Huang Yunxi tidak membenci mereka, dia hanya benci ketika mereka diperlakukan kejam saat mereka tertangkap suatu hari nanti. Untuk mencegah hal tersebut, dia lebih dulu melepaskan mereka keluar dari ibukota Dong Hua.


Meski harus membayar dengan harga mahal, setidaknya hanya itulah yang bisa dia lakukan untuk mereka. Setidaknya orang-orang itu masih dapat bertahan hidup di luar sana tanpa harus khawatir dikejar tantara kerajaan. Sekarang yang harus Huang Yunxi hadapi adalah kemarahan ayahnya sendiri saat tahu kalau putrinya telah meloloskan musuh kerajaan dengan sengaja.


Di jendela kamarnya, dia menatap langit yang mendung. Salju sudah turun kembali. Halaman Akademi Kerajaan yang biasanya cerah dan berisik sekarang tampak suram dan sepi. Tempat ini berubah seperti sebuah penjara kosong tempat mengurung para bangsawan, tanpa ada pelayan dan orang lain. Sepi, hanya sepi.


Hatinya sedikit merasa lega saat dia mendapat informasi kalau buku besar catatan penyelundupan berhasil didapatkan. Buku tersebut kini ada di tangan Yuwen Rong dan disimpan di tempat rahasia. Yuwen Rong juga menemukan beberapa petunjuk kejahatan lain dan meminta Yuwen Yue ikut membantunya hingga pria itu sangat sibuk sepanjang hari. Pria itu tidak lagi menemui Huang Yunxi dan menanyakan kabarnya akhir-akhir ini.


“Mengapa kalian seperti mengejekku?”


Huang Yunxi mengumpati keadaan alam yang membuat harinya semakin suram. Dia sangat benci pada suasana yang agak menyedihkan seperti ini. Apa-apaan ini? Nyawanya tinggal setengah, tapi situasi malah membuatnya seperti sebuah pion yang menyedihkan? Huang Yunxi benar-benar kesal!


Gadis itu menutup jendela hingga kayunya berderit. Sebelum jendela itu benar-benar tertutup rapat, sebuah tangan yang kekar menahannya. Huang Yunxi menjerit, kemudian menghela napas saat tahu siapa pemilik tangan kekar tersebut. Dia membuka kembali jendelanya, membiarkan butiran salju halus masuk ke dalam kamarnya seringin dengan kemunculan sosok pria muda dari balik jendela.


“Lain kali, bersuaralah saat berjalan. Aku hampir mengira kau adalah hantu!”


Pria muda di hadapannya tersenyum kecil.


“Mengapa kau membuka jendela di hari yang dingin begini?”


“Untuk memperbaiki suasana hati.”


“Sejak kau melepaskan mereka, wajahmu belum terlihat membaik.”


“Tidak juga.”


“Apa yang kau khawatirkan?”


Huang Yunxi menatap mata Yuwen Yue dalam-dalam. Mata bening yang tajam seperti elang itu menatapnya dengan lembut. Beberapa waktu ini, Huang Yunxi merasa kalau pria itu tidak sepenuhnya menyebalkan. Dalam beberapa momen, dia malah merasa kalau Yuwen Yue begitu perhatian dan penuh kasih sayang meskipun caranya tidak biasa.


Seandainya pria itu tahu kalau dirinya tidak hidup dalam keadaan yang aman sepenuhnya, apa dia akan sedih? Seandainya Yuwen Yue tahu kalau dirinya dan dunia ini hanyalah sebuah ‘tugas’ yang harus diselesaikan Huang Yunxi, apakah pria itu akan marah dan mencekiknya sampai mati? Andaikan pria itu tahu kalau suatu saat dia akan pergi, apakah pria itu akan datang mencarinya?

__ADS_1


“Guru, karena kau begitu mengkhawatirkanku, apa kau mau membantuku memperbaiki suasana hati?”


“Oh? Bagaimana caranya?”


“Ikut aku!”


Huang Yunxi membongkar isi lemari pakaiannya. Set peralatan ski yang sempat dia sembunyikan dikeluarkan, kemudian dia serahkan pada Yuwen Yue. Musim dingin memang menyebalkan, tapi bisa berubah menyenangkan jika dia membuatnya menjadi menyenangkan. Ini adalah musim dingin pertama untuknya di dunia ini, tidak boleh disia-siakan begitu saja!


Berhubung Si Kembar Fang sudah kembali ke Kediaman Adipati Fu dan pasti sulit diajak keluar, maka Huang Yunxi memutuskan untuk bermain bersama Yuwen Yue. Kebetulan, ptia itu datang untuk menghiburnya. Dengan set peralatan ski modern, musim dingin ini tidak akan terlalu monoton.


Gadis itu meminta Yuwen Yue menunjukkan sebuah tempat yang saljunya agak tebal dan medannya menurun. Agak aneh memang, tetapi Yuwen Yue tetap melakukannya. Pria itu membawa Huang Yunxi ke belakang Akademi Kerajaan. Di sana, salju lebih tebal dan sedikit menurun. Salju-salju tersebut sebagian besar sudah mengeras hingga tidak menimbulkan efek tenggelam ketika dipijak.


“Guru, pakai ini!”


“Apa yang mau kau lakukan?”


“Berselancar di atas salju!”


Gadis itu memandu Yuwen Yue memakai seragam ski. Jaket tebal, kupluk kepala, sepatu, hingga alat meluncur sudah terpasang dengan baik. Dia menunjukkan cara melakukan olah raga tersebut, kemudian meminta Yuwen Yue menirukannya. Kaki mereka meluncur di atas tumpukan salju ke arah bawah.


Sensasinya luar biasa. Yuwen Yue seperti berselancar di atas awan. Salju-salju tersebut begitu lembut seperti kapas. Dia berkali-kali terjatuh akibat tidak bisa menjaga keseimbangan. Huang Yunxi menertawakannya berkali-kali. Seorang pria kekar bahkan tidak mampu menjaga keseimbangan di atas es yang licin.


“Yunxi, alat aneh ini sangat licin!”


“Gunakan tongkat yang ada di kedua tanganmu untuk mengendalikannya!”


Sambil terus meluncur, Huang Yunxi sekalian mengajari Yuwen Yue. Namun karena pakaian Yuwen Yue sangat panjang dan berat, salju-salju tersebut menempel di badannya hingga membuat berat tubuhnya bertambah. Bekas seluncuran kaki Yuwen Yue meninggalkan jejak yang cukup dalam. Ujung pakaian miliknya juga basah.


Yuwen Yue tidak peduli pada pakaiannya yang basah. Jika sebelumnya dia adalah seorang pecinta kebersihan dan kerapihan hingga memperhatikan seluruh penampilan dan selalu memperhatikan setiap busana yang dipakaianya, memastikannya tetap rapi dan bersih, kali ini tidak.


Asalkan gadis yang ada di depan matanya tersenyum, dia sudah tidak butuh apapun lagi. Bahkan jika dia harus terjun ke dalam lumpur pun, dia akan sukarela melakukannya selama Huang Yunxi bisa membaik suasana hatinya. Beberapa hari yang dilalui terasa berat dan melelahkan. Apa sebabnya Huang Yunxi terus murung sejak pulang dari Paviliun Yindai, tidak ada orang yang tahu selain gadis itu sendiri.


Dia menerima laporan dari pelayan Akademi Kerajaan kalau Putri Xiyue tidak pulang menikmati libur musim dingin dan masih tinggal di asrama. Pelayan itu berkata kalau Putri Xiyue-nya sering termenung dekat jendela sepanjang hari. Tidak ada senyuman di wajahnya. Saat ditanya pun hanya menjawab sekenanya. Yuwen Yue tidak bisa menemuinya karena saat-saat itu dia sedang sangat sibuk dengan urusannya.


Hari ini ketika dia melihat sendiri asrama Akademi Kerajaan, Yuwen Yue tahu kalau apa yang dikatakan oleh pelayan itu benar. Di dekat jendela tadi, dia melihat gadis itu termenung menikmati musim dingin dengan tatapan kosong. Hatinya tiba-tiba terasa sakit. Keinginan untuk menghiburnya langsung timbul begitu saja.


Melihatnya tersenyum kembali, musim dingin di hati Yuwen Yue langsung mencair. Huang Yunxi lebih cocok dengan karakternya yang biasa, tidak cocok menjadi pemurung. Yuwen Yue merasa senang meskipun dia harus membuat pengecualian yang begitu banyak. Kelak di masa depan, dia akan lebih sering membuat gadis itu tersenyum.


“Apa sekarang suasana hatimu sudah membaik?” tanyanya ketika mereka beristirahat di sebuah pondok di bawah bukit.


“Ya. Berkat kau,” jawab Huang Yunxi.

__ADS_1


Yuwen Yue menatap salju yang turun perlahan.


“Meskipun aku tidak mau mengatakannya, tapi aku akui ini mungkin musim dingin terbaik yang pernah kualami,” ucap Huang Yunxi. Tangannya terulur menangkap butiran es dari langit hingga mendarat di telapak tangannya.


“Apa istana seburuk itu?”


“Bukan. Bukan itu yang membuatku tidak ingin pulang. Orang bilang istana adalah tempat yang kejam. Ada ratusan orang yang berjuang hidup di sana setiap hari. Istana juga menjadi tempat paling diidamkan wanita karena jika mereka bisa hidup di sana, maka mereka akan dimanjakan dengan kekayaan dan kehormatan. Tetapi, ada harga yang harus mereka bayar dengan mahal.”


“Apa itu?”


“Kebebasan. Mereka menjelma menjadi burung dalam sangkar.”


“Perkataanmu masuk akal juga.”


“Bukan masuk akal lagi. Ini adalah kebenaran yang kalian tutupi sendiri.”


Salju turun semakin banyak. Udara mulai dingin. Angin berhembus. Huang Yunxi mengeratkan jubahnya.


“Guru, kau tidak ingin bertanya dari mana aku mendapatkan semua benda-benda aneh ini?” tanya Huang Yunxi kembali. Wajahnya berubah serius.


“Apa yang harus aku tanyakan?”


“Aku yakin kau sangat penasaran padaku. Kupikir kau punya banyak pertanyaan di dalam hatimu.”


“Kalau benar aku punya banyak pertanyaan, apa kau bersedia menjawabnya?”


“Tentu.”


“Sejujur-jujurnya?”


“Akan aku usahakan.”


Yuwen Yue menarik napas. Apakah ini waktu yang tepat untuk menanyakannya? Dia sudah menahan diri terlalu lama. Sekarang kesempatan malah datang begitu saja. Tapi, suasananya sangat tidak mendukung. Yuwen Yue takut suasana hati Huang Yunxi memburuk lagi. Namun, dia akan kehilangan kesempatan jika tidak bertanya.


“Guru, katakanlah.”


Yuwen Yue masih diam.


Huang Yunxi menatap pria itu dengan lembut. Dia tahu ada banyak keraguan di hati Yuwen Yue. Huang Yunxi harus menjawab keraguannya agar pria itu tidak penasaran lagi. Dia tidak mau Yuwen Yue menyembunyikan apapun darinya. Jika Yuwen Yue bertanya kebenaran siapa dirinya sebenarnya, Huang Yunxi akan menjawab dengan jujur.


“Apa kau… menyukaiku?”

__ADS_1


__ADS_2