
Yuwen Yue, pada hari libur, berubah menjadi Tuan Muda Pertama yang menghabiskan waktu di luar Akademi Kerajaan. Pagi ini, dia berencana pergi ke toko tinta, kemudian ke Paviliun Yindai untuk membantu Yuwen Rong, Tuan Muda ketiga di Kota Fenglin untuk menyelidiki kasus pencurian di Kantor Urusan Administrasi. Sebelum itu, dia terlebih dulu mampir ke Restoran Muyun untuk mengisi perutnya.
Semuanya berjalan baik pada awalnya. Namun, ketika dia sedang asyik makan Bersama Tianqi, suara ribut dari luar ruangan tempatnya makan mengusik ketenangannya. Yuwen Yue adalah orang yang menyukai ketenangan, dia tidak suka seseorang mengganggunya. Yuwen Yue entah mengapa menjadi kesal. Pria itu kemudian keluar untuk mengetahui siapakah yang sudah membuat keributan di dalam sini.
“Seorang wanita sekolah di sekolah umum dan bukan di rumah, juga memalsukan dekret Kaisar, bukankah itu sangat tidak tahu malu?”
“Kaisar adalah ayahku. Apa salahnya aku menggunakan kekuasaannya untuk menyekolahlanku? Lagi pula, pendidikan umum itu bukan hanya untuk laki-laki. Su Jiayu, apa kau tidak tahu kalau pendidikan adalah hak semua orang? Akademi Kerajaan adalah perguruan tinggi kekaisaran yang memiliki tugas mendidik anak-anak bangsa, jadi tidak ada salahnya jika aku bersekolah di sana.”
Yuwen Yue melihat Huang Yunxi dan Su Jiayu sedang bertengkar di bawah sana. Dia sedikit tertegun mendengar jawaban Huang Yunxi yang menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam pendidikan.
Perkataan gadis nakal itu memang benar dan masuk akal. Tetapi, sekolah umum pada zaman ini hanya diperuntukkan untuk laki-laki yang nantinya akan menjadi pejabat masa depan. Perempuan, jika bersekolah, hanya bersekolah di rumah saja, bukan membaur dengan laki-laki. Ya, meskipun ada pengecualian untuk Huang Yunxi.
“Kau wanita kasar dan tidak tahu malu. Sudah sekolah di Akademi Kerajaan, juga sering mempersulit Tuan Muda Yue. Sungguh tidak masuk akal!”
“Ckckck…. Su Jiayu, apa kau tidak tahu kalau cintamu bertepuk sebelah tangan?”
“Aku tidak peduli.”
“Kau buta rupanya.”
“Menyukai Tuan Muda Yue adalah urusanku, bukan urusanmu!”
“Ah, benar. Kebetulan, aku juga tidak ingin mengurusi urusanmu yang tidak berguna itu. Aku sarankan agar kau berpikir kembali untuk mempertimbangkan apakah Yuwen Yue pantas kau kejar atau tidak. Jika kau sudah menemukannya, jangan lupa beritahu aku!”
Yuwen Yue yang awalnya merasa tersentuh sekarang kembali ke mode semula. Wanita itu sungguh membuat harinya terasa buruk. Dia menyesal sudah hendak memuji Huang Yunxi. Apa dia bilang? Pertimbangan kembali? Apakah dirinya seburuk itu hingga Huang Yunxi dengan mudah mengatakan secara tidak langsung bahwa Yuwen Yue bukanlah sosok pria idaman dan calon suami yang baik?
Yuwen Yue tidak tahan lagi. Huang Yunxi ini kalau tidak segera diberi pelajaran, maka mulutnya akan mengatakan omong kosong yang lebih banyak lagi. Meskipun ini hari libur, tetapi baginya aturan Akademi Kerajaan tetap berlaku. Biarkan Huang Yunxi tahu betapa buruknya akibat dari menyinggung seorang Yuwen Yue!
“Kau sudah puas tertawa?” tanyanya dengan nada yang sangat dingin, diiringi tatapan tajam yang sangat menusuk.
“Ahahaha, Guru Yue, kau juga di sini?”
Melihat ekspresi Huang Yunxi yang canggung, Yuwen Yue sebenarnya cukup terhibur. Wanita itu salah tingkah rupanya. Dia sudah seperti udang rebus, wajahnya merah dan ekspresinya sangat cocok untuk ditertawakan. Huang Yunxi adalah kucing yang kedapatan mencuri ikan dan siap untuk diadili.
“Tuan Muda Yue! Lihat, Putri Xiyue menindasku!”
Su Jiayu langsung berdiri di samping Yuwen Yue sambil memegang tangannya. Yuwen Yue sangat risih, kemudian mengibaskan lengannya hingga Su Jiayu sedikit terhunyung. Wanita yang tidak ada kerjaan ini selalu mengganggunya, menggunakan segala trik untuk menarik perhatiannya. Jika bukan karena Su Jiayu, Yuwen Yue sudah sejak dulu menikmati hidup dalam ketenangan tanpa diusik oleh seorang wanita setiap saat.
“Nona Su, sebaiknya kau pulang.”
Su Jiayu merengut ketika Yuwen Yue meresponnya dengan biasa saja. Seharusnya pria itu membelanya dan bekerja sama untuk menjatuhkan Huang Yunxi. Akan tetapi, memangnya siapa yang bisa menebak pemikiran seorang Yuwen Yue?
“Tuan Muda, Putri Xiyue menindasku!”
Su Jiayu mengulang perkataannya. Yuwen Yue semakin risih.
__ADS_1
Huang Yunxi memanfaatkan kesempatan untuk kabur. Biarkan saja Su Jiayu bermanja-manja pada Yuwen Yue sementara dirinya melarikan diri dari tempat ini. Jika dia tidak melangkah sekarang, ketenangannya akan semakin hilang karena Yuwen Yue pasti akan mencari masalah kembali dengannya.
Kumohon, jangan biarkan Yuwen Yue melihatku, ucap Huang Yunxi dalam hati sembari berjalan mundur, menjauhi Yuwen Yue dan Su Jiayu.
Sayang, mata Yuwen Yue terlalu tajam. Dia melihat pergerakan Huang Yunxi yang hendak melarikan diri. Wanita itu sangat pandai memanfaatkan situasi rupanya. Huang Yunxi sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tentu saja Yuwen Yue tidak akan membiarkannya!
“Putri Xiyue, kau mau ke mana?”
Huang Yunxi menghentikan langkah. Sial, Yuwen Yue terlalu sulit dihadapi!
“Guru, aku mau ke toilet. Kau mau ikut?”
“Toilet?”
“Ah, itu semacam kamar kecil untuk buang hajat.”
“Huang Yunxi, apa perkataan seperti itu pantas dikatakan oleh seorang wanita sepertimu?”
Huang Yunxi mengernyitkan dahi. Yuwen Yue ini kenapa? Dirinya hanya mengatakan bahwa toilet adalah kamar kecil untuk buang hajat. Apa yang aneh dari semua itu?
“Haruskah aku mengatakan kalau toilet adalah kamar mewah untuk buang hajat?”
Yuwen Yue menepuk keningnya sendiri. Huang Yunxi bukan hanya tidak tahu etika, tapi juga bodoh dan polos. Tidakkah dia mengerti kalau perkataannya terlalu vulgar? Tidak, orang dalam dunia fantasi tidak mengerti kata vulgar. Yuwen Yue hanya menganggap kalau perkataan Huang Yunxi tidak pantas dikatakan sembarangan saja.
“Huang Yunxi, bukan itu maksudku!”
Yuwen Yue menggeram kesal. Percuma berbicara padanya, dia tidak akan mengerti jika hanya diterangkan secara terselubung.
“Sudahlah. Huang Yunxi, mengapa kau datang ke tempat ini?”
“Bukankah ini hari libur? Guru, kau tidak mungkin mengurung muridmu selama tujuh hari penuh di Akademi Kerajaan kan?”
“Seluruh pelajar Akademi Kerajaan dilarang bermain ke Restoran Muyun!”
“Mengapa?”
“Itu sudah menjadi aturan, Huang Yunxi!”
“Guru, apa kau tidak tahu kalau aturan diciptakan untuk dilanggar?”
“Yunxi, apa yang ada di kepalamu itu? Mengapa kau selalu berbuat onar di mana-mana?”
“Su Jiayu yang berbuat onar. Aku sedang makan bersama temanku, tapi wanita itu malah membuat keributan dan menggangguku!” seru Huang Yunxi sambil menunjuk Su Jiayu.
“Huang Yunxi, kau ingin pulang sendiri atau ikut dalam kereta kudaku?”
__ADS_1
Gawat, Yuwen Yue sudah mulai bertindak. Huang Yunxi tahu betul kalau maksud dari kereta kuda bukanlah arti yang sebenarnya! Jika dia memilih ikut dalam kereta kuda Yuwen Yue, maka Yuwen Yue pasti akan membuat perhitungan dengannya. Huang Yunxi sudah membuatnya kesal dengan mengatakan hal buruk tentangnya kepada Su Jiayu, ditambah dia pergi ke Restoran Muyun dan ribut di sana. Yuwen Yue adalah orang yang pendendam, dia pasti tidak akan melepaskannya.
“Huang Yunxi, kau pilih-”
“Ahahaha aku pilih pulang sendiri.”
Yuwen Yue tidak bisa melanjutkan perkataannya karena dipotong Huang Yunxi. Selain itu, mulutnya juga disumpal dengan sebuah paha ayam bakar yang sejak tadi berada di tangan Huang Yunxi. Rasanya memang enak, tetapi bukan itu yang menjadi topik utama sekarang ini!
Dia melihat ke sekeliling. Nihil. Huang Yunxi sudah tidak ada di tempat. Wanita itu pasti sudah melarikan diri sebelum Yuwen Yue menyadari kalau paha ayam itu ada di mulutnya. Yuwen Yue mencari Fang Jiuming dan Fang Jiaming, tetapi sepasang kembar itu juga sudah tidak ada.
“Bagus, larimu cepat juga!”
Yuwen Yue menggeram sambil mengepalkan kedua tangannya. Tidak ingin membuang lebih banyak waktu, dia kemudian keluar dari Restoran Muyun tanpa menghiraukan teriakan Su Jiayu yang terus memanggil namanya tanpa henti. Kepalanya sudah sangat sakit karena ketenangannya terganggu dan pendengarannya tercemar. Suasana hatinya juga berubah buruk gara-gara seorang Huang Yunxi yang tidak pernah berhenti membuatnya kesal sepanjang hari, tidak peduli apakah itu hari libur atau bukan.
Di jalan tengan Kota Fengling, di dekat sebuah kedai penjual arak, mata Yuwen Yue menangkap sosok seorang wanita yang ia kejar dari tadi. Lamat-lamat ia mendengar kalau sosok wanita itu sedang ribut dengan seorang pedagang senjata dari kayu. Yuwen Yue seperti mendapatkan kesempatan emas.
Dia kemudian berjalan tanpa suara, lalu sampai di belakang si sosok wanita yang sedang beradu mulut dengan tukang senjata kayu. Si Pedagang itu sempat terkejut, namun kemudian terdiam karena Yuwen Yue menyuruhnya diam dengan isyarat tangan. Satu, dua, tiga! Yuwen Yue menjewer telinga si sosok wanita hingga wanita itu meringis sambil memegangi telinganya.
“Sudah kabur, masih ribut dengan orang lain?”
“Guru?”
“Kau memang harus ikut pulang bersamaku!”
“Tidak, tidak, tidak! Guru, sebaiknya kau bawa pulang Su Jiayu saja, dia pasti lebih menyenangkan dijadikan objek sasaran daripada aku!”
“Kau pikir aku bodoh?”
“Tidak, Guru tidak bodoh, Guru sangat pintar. Saking pintarnya sampai-sampai semua hal di dunia ini selalu kau permasalahkan,” ucap Huang Yunxi tanpa sadar. Mendengar penuturan gadis itu, Yuwen Yue semakin kesal.
Huang Yunxi memanggil sistem, tetapi tetap tidak muncul. Sistem sialan itu selalu bersembunyi ketika host-nya dalam keadaan genting. Memang benar-benar menyebalkan!
“Huang Yunxi, kitab Etika Pelajar masih menunggumu,” ujar Yuwen Yue sambil membawa Huang Yunxi pergi.
“Tidak, aku tidak mau menyalinnya lagi!”
“Itu adalah hukuman karena kau sudah melanggar aturan dengan pergi ke Restoran Muyun dan berbicara buruk tentangku. Ah ya, satu lagi, aku belum memperhitungkan paha ayam yang kau sumpalkan ke mulutku!”
“Guru, paha ayam yang itu gratis saja, tidak usah kau hitung!”
“Masih berani melawan?”
Huang Yunxi tidak lagi bicara. Telinganya memerah karena jeweran dari Yuwen Yue. Pria tidak berperasaan itu benar-benar menyebalkan. Andai saja tukang senjata kayu ini tidak mencari ribut dengannya, dia pasti sudah sampai di Akademi Kerajaan dari tadi dan tidak bertemu lagi dengan Yuwen Yue. Si Kembar Fang juga malah kabur dan tidak membantunya sama sekali.
Sementara itu, Yuwen Yue bersorak dalam hati. Kali ini, dia sudah memberikan pelajaran tambahan pada Putri Xiyue, si putri tunggal Kaisar yang sangat nakal dan menyebalkan.
__ADS_1
...***...
...Happy new year, tapi gaada libur buat Author mah, wkwk. ...