The Imperial College

The Imperial College
Eps. 2: Pemberitahuan Identitas


__ADS_3

Huang Yunxi mengatur napasnya yang tersendat akibat terlalu jauh berlari. Di belakangnya, dua pria berwajah mirip yang saat itu satu ruangan dengannya duduk di atas tanah sambil meluruskan kaki. Napas mereka juga sama tersendat. Adegan lari-larian yang sangat menegangkan kembali terbayang.


Ketika Huang Yunxi mengetahui bahwa dirinya masuk ke dalam sebuah games, seorang pria yang umurnya tiga tahun lebih muda dari Huang Yunxi datang sambil membawa sebuah belati. Pria muda itu kemudian melepaskan ikatan kain yang mengunci tubuh Huang Yunxi dan dua pria itu dengan cara memotongnya, kemudian menyuruhnya untuk segera kabur dari tempat itu.


Kesempatan yang baik itu tidak disia-siakan. Huang Yunxi dan kedua pemuda berwajah mirip segera keluar dari ruangan aneh itu. Pria yang membantu melepaskan ikatan kain mengalihkan perhatian para penjaga hingga Huang Yunxi dan dua orang lainnya bisa kabur dengan mudah tanpa diketahui. Sebelum meninggalkan tempat itu, Huang Yunxi sempat melirik sekilas kepada pria muda. Dari caranya berinteraksi dengan para penjaga, sepertinya pria muda itu bukanlah orang biasa.


“Yunxi, untung saja kita bisa lari dari tempat itu,” ucap dua pria di belakangnya.


Huang Yunxi menegakkan badannya. Dia perlu mengkonfirmasi sesuatu lewat kedua orang ini.


“Karena kita sudah keluar dari tempat menyeramkan itu, bisakah kau beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi?”


“Yunxi, apa kau benar-benar lupa?”


“Aku tidak akan bertanya jika aku ingat segalanya.”


“Kau membakar Pusat Medis Kerajaan dan membuat Yang Mulia marah. Kau juga memalsukan dekret Kaisar dan meniru tulisannya.”


“Lalu mengapa kalian ikutan ditangkap?”


“Itu karena Kaisar tahu kalau kami berdua adalah orang yang membantumu selama ini.”


Huang Yunxi bertepuk tangan untuk menyelamati dirinya sendiri. Dia baru datang ke dunia ini dan sudah menciptakan masalah sebesar itu, benar-benar pencapaian yang luar biasa. Huang Yunxi melihat bahwa jalannya di dunia ini tidak akan mudah. Dia akan menemui banyak kesulitan.


“Sebaiknya kita kembali ke kelas. Jika tidak, Guru Yue pasti akan menghukum kita lagi!” seru salah satu dari dua pria.


“Benar. Yunxi, ayo kembali!”


Huang Yunxi berjalan di belakang kedua pria itu. Dia tidak tahu dunia games seperti apa yang sedang dia mainkan saat ini. Dua pria ini adalah orang pertama yang dilihatnya, kemungkinan mereka memang benar-benar teman karakter utama. Baguslah kalau begitu, dia tidak akan tersesat jauh jika dia bersama kedua orang ini.


Saat Huang Yunxi melangkahkan kaki ke sekian, tiba-tiba suara yang asing yang saat itu memandunya muncul entah dari mana.


“Selamat karena telah menyelesaikan misi melarikan diri. 5000 poin ditambahkan sebagai bonus.”


Sekantong uang berisi koin emas jatuh di tangan Huang Yunxi. Dia membuka pengait kantong itu, kemudian mengambil beberapa koin emas berbentuk bulat. Huang Yunxi menggigit koin itu untuk memastikan keasliannya. Ternyata, koin-koin itu benar-benar koin emas asli!


“Apa kau adalah sistem pemandu?” tanya Huang Yunxi.


“Benar. Aku adalah sistem pemandu yang akan menemanimu.”


“Mengapa kau baru muncul sekarang?”


“Maaf. Sistem pusat mengalami gangguan hingga tidak bisa menyambut kedatangan host. Sepuluh ribu koin akan diberikan sebagai bentuk kompensasi.”


Sepuluh ribu koin? Lima ribu koin saja sudah sangat berat dan kantongnya hampir penuh. Jika sepuluh ribu koin itu muncul sekarang, itu artinya Huang Yunxi harus membawa lima belas ribu koin. Tangannya bisa patah!


“Tunggu! Apa koinnya tidak bisa ditabung? Aku tidak mau membawa banyak koin seperti itu!”


“Opsi tersedia. Kau bisa menyimpannya di bank koin. Koin akan otomatis tersimpan dan kau bisa mengambilnya kapan saja.”


“Kalau begitu, simpan saja bonusku. Ah, satu lagi. Bisakah kau memberitahuku detail peranku di sini?”

__ADS_1


“Untuk mengetahui detail bantuan, biaya sebesar seribu koin dibutuhkan.


“Tukarkan saja, tukarkan saja. Cepat beritahu aku!”


Suara sistem yang hanya bisa didengar olehnya kemudian memberitahukan setiap detail mengenai siapa, di mana, apa, bagaimana Huang Yunxi di dunia ini.


Karakternya adalah Putri Xiyue, seorang putri tunggal Kaisar yang lahir dari Ratu Pertama. Usianya dua puluh dua tahun. Nama era pemerintahannya adalah Dinasti Hu. Meskipun dia seorang putri, sifatnya sangat berlainan dengan sifat seorang putri raja pada umumnya. Dia punya seorang adik laki-laki yang menjadi Putra Mahkota bernama Huang Yunji dan selalu berada di pihaknya.


Huang Yunxi adalah seorang putri yang urakan, pemarah, tidak tahu sopan santun, tidak tahu adat, suka berbuat onar dan paling sering membuat Kaisar marah. Dia pergi ke Akademi Kerajaan, sebuah sekolah tinggi kekaisaran yang setingkat dengan perguruan tinggi untuk menghindari pernikahan.


Dia memalsukan dekret Kaisar dengan meniru tulisannya, kemudian diam-diam masuk ke dalam ruang kerja ayahnya dan membubuhkan stempel, serta memaksa Kepala Akademi Kerajaan untuk menerimanya sebagai pelajar di sana. Huang Yunxi adalah siswi pertama Akademi Kerajaan sepanjang sejarah.


Meskipun menjadi seorang siswi pertama, dia tidak pernah mengikuti aturan di Akademi Kerajaan dengan benar. Kegemarannya adalah menindas teman lelaki dan berkelahi dengan kelas lain. Guru-guru di Akademi Kerajaan juga terkadang menjadi objek sasaran. Tawuran antar teman sering dipicu olehnya.


Huang Yunxi adalah figur siluman pembuat onar paling hebat di dunia.


“Mengapa aku harus menjalani peran sebagai seorang putri Kaisar yang tidak berguna dengan nama yang sama dengan nama asliku?”


Sistem yang suaranya hanya dapat didengar oleh Huang Yunxi kemudian menjawab,


“Itu adalah rahasia sistem. Kau hanya perlu menjalani peran dengan baik.”


Huang Yunxi tidak lagi mempedulikan ucapan sistem. Wanita itu berjalan di belakang dua pemuda dengan wajah serupa sambil melihat ke sekeliling. Hari masih pagi, mungkin jika ini dunia nyata, jam bisa menunjukkan pukul sepuluh. Dalam beberapa menit, Huang Yunxi langsung dapat memuji: pembuat game ini begitu hebat! Mereka mendesain latar dan segala sesuatunya seindah dan sedetail ini, sama persis dengan latar di dunia nyata.


“Ngomong-ngomong, siapa dua pria berwajah sama yang ada di hadapanku ini?”


Sistem tidak menjawab. Pertanyaan ini sebenarnya hanya bisa dijawab setelah Huang Yunxi masuk ke dalam Akademi Kerajaan, tetapi melihat ekspresi Huang Yunxi yang kebingungan, sistem menjadi tidak tega.


Huang Yunxi menganggukkan kepalanya. Rupanya mereka adalah saudara kembar, pantas saja wajahnya begitu mirip.


“Apa mereka adalah peran pembantu untuk karakter utama?”


“Ya,” jawab sistem.


Tak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah pintu gerbang besar nan mewah dengan papan nama “Akademi Kerajaan” yang dihiasi sebait puisi yang lebih mirip kata-kata mutiara terpampang jelas dalam ukiran kayu dan kaligrafi yang indah. Huang Yunxi berhenti sejenak untuk menarik napas. Dia memandangi gerbang itu lekat-lekat, menelisik sesuatu yang sedang menantinya di kejauhan. Firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk di dalam sana.


“Yunxi, ayo masuk!” seru dua pemuda berwajah mirip. Huang Yunxi yang saat itu hendak berbalik meninggalkan tempat tersebut langsung mengurungkan niatnya.


“Ahahaha, kalian duluan saja. Aku masih ada urusan,” ucap Huang Yunxi sambil berusaha menghindari dua pria di hadapannya.


Raut wajah dua pria yang mirip itu berubah bingung. Sedari tadi, benaknya terus bertanya mengapa sahabat mereka bertingkah aneh hari ini. Sebelumnya, mereka sedang bermain di dekat kolam Akademi Kerajaan, kemudian Kepala Akademi Kerajaan datang bersama dua orang prajurit istana. Mereka datang atas titah Kaisar untuk membawa kembali Putri Xiyue ke istana. Tetapi, para prajurit itu justru malah dibuat susah oleh Huang Yunxi.


Mereka didorong ke dalam kolam ikan Akademi Kerajaan hingga pakaian mereka basah kuyup.


Huang Yunxi dan Fang Jiuming serta Fang Jianming dikejar oleh dua prajurit tersebut. Pengejaran itu membuat mereka semua lari mengelilingi Akademi Kerajaan hingga membuat guru dan siswa lain terganggu.


Sayangnya, Huang Yunxi menabrak sebuah pohon yang disebut-sebut sebagai saksi berdirinya Akademi Kerajaan hingga jatuh pingsan. Huang Yunxi dan Si Kembar Fang kemudian dibawa ke istana dalam keadaan terikat agar tidak berbuat macam-macam lagi.


Tetapi, mengapa saat wanita nakal itu bangun, sikapnya menjadi aneh dan bicaranya tidak jelas? Apakah mungkin benturan keras dengan pohon di Akademi Kerajaan sudah membuat otaknya rusak dan Huang Yunxi menjadi gila?


“Huang Yunxi, kau mau ke mana?” tanya seseorang. Suara itu berbeda dari suara si dua pemuda berwajah mirip.

__ADS_1


Huang Yunxi menolehkan kepalanya. Di gerbang sana, tepatnya di barisan tangga yang kedua, seorang pria berjubah biru muda berambut Panjang berdiri sambil menatap Huang Yunxi dengan tatapan meremehkan. Wajah pria itu putih seperti salju, hidungnya sangat mancung dan bibirnya sedikit tipis. Rambutnya hitam dan sebagian digulung ke atas. Tusuk ramburnya berwarna perak. Tingginya semampai dan dadanya sangat bidang, pertanda bahwa pria yang sedang berdiri itu sudah mencapai tahap kedewasaan.


Huang Yunxi memicingkan mata. Dia seperti pernah melihat pria itu di suatu tempat, tapi entah di mana. Mungkin di dunia nyata, dia pernah bertemu dengannya satu kali dalam seribu kali pertemuan. Mata itu menatapnya dengan tajam namun terkesan meremehkan. Huang Yunxi tidak bisa menggerakkan kakinya. Entah mengapa tatapan itu berubah menjadi sebuah bentuk intimidasi tidak langsung.


“Sistem, bisa kau beritahu aku siapa pria berwajah putih yang berdiri di sana?”


“Apa kau ingin menukarkan seribu poin untuk membeli informasi tokoh?” tanya sistem.


Ah, sistem mata duitan. Baru saja dia memberi Huang Yunxi lima belas ribu koin, sekarang koin itu sudah akan diambil kembali. Huang Yunxi akhirnya menukarkan seribu koin lagi.


“Tukarkan, cepat, cepat!”


Sistem kemudian memberitahu bahwa pria berwajah putih yang tampan di depan sana adalah Yuwen Yue, sang Guru Besar Akademi Kerajaan sekaligus Wakil Penasihat Akademi yang selama ini menjadi kaki tangan Kaisar Dinasti Hu. Dia adalah putra dari istri sah Pembimbing Agung. Usianya baru dua puluh lima tahun tetapi sudah mempunyai jabatan tinggi.


Yuwen Yue merupakan seorang pengajar yang tegas dan berhati dingin. Dia menghukum tanpa pandang bulu. Siapapun yang melanggar, maka tidak akan lepas dari pengawasannya. Orang bilang, di Akademi Kerajaan ini, Yuwen Yue adalah orang paling berkuasa yang sesungguhnya. Kepala Penasihat dan Kepala Akademi Kerajaan saja tidak berani kurang ajar kepadanya.


Dia adalah satu dari tujuh tuan muda paling terkenal di ibukota. Ketampanannya, bakatnya dan kecerdasannya adalah nomor satu. Tetapi, angka satu tersebut juga berlaku bagi hal yang lainnya. Yuwen Yue adalah orang nomor satu yang paling sulit ditangani, paling tidak suka sesuatu yang berantakan, paling tidak suka melihat kekacauan, paling irit bicara, paling dingin dan paling yang lainnya.


Huang Yunxi tiba-tiba mendesah.


“Jadi, pria bernama Yuwen Yue itu sebenarnya adalah musuhku?” tanya Huang Yunxi pada sistem. Betapa tidak, dia baru datang ke sini dan pria itu sudah menyambutnya dengan pertanyaan dan tatapan dingin nan meremehkan yang sangat ingin dia hindari. Ditambah lagi, dia adalah orang kepercayaan Kaisar, ayah kandungnya di sini yang selalu dibuat marah olehnya.


“Selamat berjuang, host!”


Sistem tiba-tiba menghilang sebelum Huang Yunxi mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Sistem sialan, berani menghilang di saat genting begini. Dia harus menghindari Yuwen Yue agar tidak ditangkap kembali dan menimbulkan masalah, tetapi yang ia inginkan sepertinya tidak bisa terwujud dengan sempurna. Huang Yunxi sudah ditunggu-tunggu, dia seolah menjadi sebuah objek menarik yang layak dipertontonkan di hadapan semua orang.


“Guru, kau Guru Yue kan?” tanya Huang Yunxi dengan wajah canggungnya.


Yuwen Yue menaikkan alisnya. Pertanyaan wanita ini aneh.


“Menurutmu?”


“Ahahahaha, benar, kau Guru Yue. Guru, kau teruskan mengajarnya. Muridmu ini masih ada urusan yang ingin diselesaikan,” tukas Huang Yunxi sembari membalikkan tubuh, membelakangi Yuwen Yue.


Dia hendak melangkah, namun Yuwen Yue menarik kain hiasan gelungan kepala berwarna biru yang menjuntai hingga Huang Yunxi meringis. Rambutnya yang disanggul ke atas sudah longgar, mungkin jika dia terus bergerak dan talinya ditarik maka rambutnya akan terurai seluruhnya.


“Rubah kecil, kau ingin kabur?”


“Tidak, aku bukan ingin kabur. Aku sedang ada tugas dari istana,” ucap Huang Yunxi.


“Tugasmu adalah belajar di sini dengan baik!”


Yuwen Yue menarik kain pengikat rambut Huang Yunxi sambil berjalan masuk ke dalam Akademi Kerajaan. Huang Yunxi berjalan mundur sambil memegangi rambutnya sambil meringis dan terus mengumpat. Rambut ini sangat merepotkan. Jika bisa, dia ingin memotongnya pendek agar tidak susah mengurusnya.


Para pelajar Akademi Kerajaan yang melihat adegan tersebut tidak bisa berhenti tertawa. Siluman pembuat onar yang sering menindas mereka kini tertangkap lagi.


Mereka bahagia karena Huang Yunxi pasti akan dihukum lagi oleh Guru Yue dan guru-guru lainnya.


Sementara itu, Yuwen Yue membawa Huang Yunxi ke dalam ruangan kelas miliknya dengan cepat. Wajah pria itu berubah dingin, membuat Huang Yunxi tidak berani mengangkat kepalanya. Di dalam ruangan itu, sudah ada Guru Feng, guru sejarah yang bertugas hari ini.


Huang Yunxi mendesah. Dia membenci pelajaran sejarah. Mengapa saat dia pertama kali datang, dia sudah haru belajar? Tidak bisakah dia bersantai sejenak?

__ADS_1


...***...


__ADS_2