
“Yunxi? Yunji?”
Huang Yunxi dan Huang Yunji mendongakkan kepala. Keduanya kemudian tersenyum canggung, memamerkan gigi putih mereka yang berjajar rapi.
“Ayah,”
“Ayahanda.”
Dua bersaudara kemudian bangkit. Setelah membersihkan pakaian, keduanya kembali menunduk. Wibawa pada ayah mereka terlalu besar. Cahaya tak kasat mata dari sosok pemimpin Dong Hua ini terlalu kuat hingga putra dan putrinya sendiri tidak mampu memandangnya dengan berani.
“Apa yang kalian lakukan di pagi hari ini? Kenapa kalian ribut di istanaku?”
Kasim Li yang berdiri di belakang Kaisar Huang Yun Yi kemudian berbisik,
“Yang Mulia, sebaiknya diselesaikan di dalam saja.”
“Kalian berdua, ikut aku!”
“Baik.”
Sang Kaisar duduk di kursi kebesarannya. Kedua anak kandungnya berlutut di lantai dengan kepala tertunduk. Di pagi hari yang seharusnya segar dan damai ini, dia sudah harus menginterogasi dua orang terdekatnya. Sang Kaisar hendak pergi ke pengadilan istana, namun terkejut begitu mendengar suara teriakan seorang wanita dan seorang pria yang tidak asing di telinga. Benar saja, itu adalah ulah kedua anaknya.
Sekarang, aula dalam Istana Mingyan lebih terasa seperti ruang pengadilan. Dua tersangka utama sudah ditangkap dan siap diadili oleh satu hakim agung. Meski tidak menghadirkan saksi, tetapi bukti langsung yang konkret sudah pasti tidak dapat membuat kedua terdakwa lepas dari hukuman. Kesalahan tetap kesalahan, mau siapapun itu tetap harus diberi sanksi.
Ribut di istana Kaisar dan menyebabkan kegaduhan adalah pelanggaran. Sekalipun tidak sengaja, tetap harus dihukum sesuai aturan. Huang Yunxi dan Huang Yunji berlari seenak hati di halaman tanpa memperhatikan etika dan melupakan adat. Meskipun keduanya adalah anak kandung Kaisar, jika tidak dihukum pasti akan menjadi bahan perbincangan. Para pejabat dan rakyat yang tahu pasti akan mempertanyakan ketegasan dan kepemimpinannya.
“Kalian tahu apa kesalahan kalian?” tanya Kaisar Huang Yun Yi pada kedua putranya.
Huang Yunxi dan Huang Yunji mengangguk bersamaan.
“Jika tahu, kenapa tetap dilakukan?” tanya Kaisar lagi.
“Ayahanda, aku sedang meminta maaf pada kakak. Tapi, dia malah mengejarku dan berkata ingin mematahkan kakiku,” jawab Huang Yunji terus terang.
“Minta maaf? Memangnya apa kesalahanmu?”
“Aku memberikan teh yang salah pada kakak saat perjamuan. Kakak tidak bisa minum arak, tapi yang aku berikan adalah campuran antara keduanya.”
“Yunxi, apa itu benar?”
“Ya, ayah.”
“Adikmu sudah minta maaf. Mengapa kau masih mengejarnya?”
“Menjawab, ayah. Akibat dari teh gadungan itu bukan hanya berdampak pada kepalaku yang sakit dan tubuhku yang panas seperti terbakar. Aku juga hampir kehilangan sesuatu yang berharga jika tidak mengendalikan diri.”
“Apa sesuatu yang berharga yang kau maksud?”
Harus Huang Yunxi menjawab kalau dia hampir kehilangan keperawanannya karena arak itu? Atau haruskah dia mengatakan kalau seorang pria kepercayaan ayahnya tidur di ranjangnya akibat kejadian itu? Meskipun tidak terjadi apa-apa, tetap saja tidak bisa dianggap wajar. Pria dan wanita tidak boleh berada di ranjang yang sama jika belum menikah. Jika dikatakan, bukankah hanya akan merusak citra diri sendiri?
__ADS_1
“Katakan dengan jujur!”
“Ayahanda, saat kakak sakit kepala, Wakil Penasihat memohon izin untuk membawanya pergi beristirahat.”
Sial, Huang Yunji malah mengatakan kebenarannya. Adiknya ini tidak bisakah dia diajak kerja sama? Bukannya melindungi reputasi kakaknya, dia malah mengatakan semuanya dengan jelas di depan ayah mereka. Habislah sudah. Huang Yunxi tidak tahu harus bagaimana lagi.
“Benarkah?”
Huang Yunxi membisu. Dia bingung harus mengatakan ya atau tidak. Pertanyaan ayahnya seperti pisau bermata dua. Sisi manapun yang digunakan, tetap akan berbahaya.
Kasim Li yang tadi keluar sebentar tiba-tiba masuk. Kasim tersebut kembali berbisik pada Sang Kaisar,
“Yang Mulia, Wakil Penasihat Akademi Kerajaan meminta bertemu.”
“Kebetulan sekali. Persilakan dia masuk!”
Tidak lama kemudian, Yuwen Yue masuk ke dalam aula Istana Mingyan. Pria tersebut langsung berlutut di samping Huang Yunxi. Huang Yunxi semakin kebingungan. Matilah. Semuanya sudah tamat hari ini. Orang di sampingnya ini pasti akan bicara jujur pada atasannya.
“Wakil Penasihat, apa benar kau yang membawa putriku beristirahat?”
“Benar, Yang Mulia.”
“Lalu, apa kau tahu apa maksud dari sesuatu yang berharga yang dikatakan putriku?”
Yuwen Yue menoleh terlebih dahulu pada Huang Yunxi. Tatapan matanya memancarkan sinar yang berbeda dari hari-hari biasa. Entah mengapa, hari ini dia terlihat begitu lembut. Wajah yang biasanya selalu dingin dan tanpa ekspresi sekarang sedikit lebih hangat dan berseri, meskipun dominasi seorang Yuwen Yue yang dikenal orang lebih besar.
Huang Yunxi menghela napas. Yuwen Yue ternyata tidak tahu maksud dari apa yang dikatakan. Tidak, bukan tidak tahu. Pria itu mungkin saja berpura-pura tidak tahu. Seorang pria dewasa sepertinya mana mungkin tidak mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan hubungan antara seorang pria dan wanita.
“Yang Mulia, para pelayan berkata kalau pagi ini, Wakil Penasihat keluar dari Istana Liuli.”
Kasim sialan! Kupotong kemaluanmu sampai akarnya!
Marah, kesal dan dongkol bercampur jadi satu. Kasim Li telinganya tajam juga. Huang Yunxi sengaja menyembunyikan fakta kalau Yuwen Yue bermalam di istananya dengan baik, tapi dalam sekejap malah ditarik ke tempat yang terang olehnya. Kalau saja Kaisar tidak di sini, Huang Yunxi sudah pasti menjadikan Kasim Li sebagai sasaran kekesalannya.
Dia melirik Yuwen Yue dengan sudut matanya. Pria itu hanya terdiam seperti batu.
“Wakil Penasihat, apa itu benar?”
“Ya, Yang Mulia. Aku memang bermalam di Istana Liuli. Tetapi, tidak terjadi apapun antara kami berdua.”
Kaisar Huang Yun Yi mengangguk-ngangguk ringan. Apa orang tua ini sudah tidak waras? Perkataan anaknya sendiri tidak dipercaya, tapi perkataan anak orang lain begitu dihargai! Memang, tidak ada yang lebih ironis dibandingkan dengan seorang putri bereputasi buruk yang melawan seorang wakil penasihat kepercayaan atasan.
“Yunxi, baru saja kemarin kau menerima pujian. Sekarang, kau dan adikmu sudah membuat keributan di istanaku. Apa yang harus kulakukan padamu?”
“Jika ayah ingin menghukum, maka hukum saja.”
“Tampaknya, kau memang harus segera dinikahkan agar sikapmu bisa berubah. Kasim Li, segera perintahkan Kementrian Ritus untuk menyiapkan surat perintah dan persiapan pernikahan Putri Xiyue.”
Kata ‘pernikahan’ adalah mimpi buruk di siang bolong untuk Huang Yunxi. Dia sudah berlari sejauh ini, tidak mungkin harus terhenti hanya karena kejadin kemarin dan kejadian hari ini. Huang Yunxi bersusah payah menghindar dari pernikahan sampai memalsukan dekret, mencuri stempel dan berperilaku kurang baik di Akademi Kerajaan. Dia rela menahan hinaan dan menerima cemoohan orang yang berbicara buruk tentangnya, berharap tidak ada satupun orang yang tertarik padanya dan ayahnya tak lagi memikirkan soal pernikahan.
__ADS_1
Tidak! Huang Yunxi tidak bisa menyerah!
“Tidak! Ayah, aku tidak ingin menikah!”
“Yunxi, jika kau menikah, mertuamu pasti akan mengajarimu dengan baik. Kau bisa berbakti pada suamimu dan pada orang tuanya, membangun keluarga dan mendapat banyak keturunan.”
“Ayah, pernikahan bukan perkara main-main!”
“Aku tahu. Aku tidak pernah main-main terhadap ucapanku.”
“Ayahanda, meskipun kakak sangat nakal dan sudah berbuat kekacauan, tapi memaksa mengikatnya dengan pernikahan bukankah terlalu kejam?” Huang Yunji ikut menyela. Dia tidak rela jika kakak satu-satunya ini menikah keluar dari Dong Hua.
“Kakakmu ini sangat sulit diajari. Bahkan para guru Akademi Kerajaan saja mengeluh setiap hari padaku.”
“Yang Mulia, apa tidak bisa memberikan sedikit waktu lagi padanya? Putri Xiyue mungkin akan berubah dalam beberapa waktu ke depan.”
Jika sistem masih ada, ingin sekali Huang Yunxi memintanya mengembalikan dirinya ke dunia nyata apapun resikonya. Atau, dia bisa meminta sistem menghentikan waktu agar dia punya kesempatan untuk lari dari situasi ini sekencang-kencangnya, sampai dia mencapai sebuah tempat yang tidak bisa dijangkau oleh orang-orang kerajaan dan Akademi Kerajaan.
Sistem sialan telah memberinya plot yang asam sejak awal. Detail misi tidak jelas, ditinggalkan sistem, dan dia masih harus menyelamatkan dirinya sendiri dari pernikahan yang tidak diinginkan. Sungguh pemilihan karakter yang salah. Kalau mau menyesal pun sekarang tidak ada gunanya.
“Ayah! Aku tidak mau menikah! Jika kau tetap memaksaku, daripada menikah ke perbatasan, lebih baik aku menikah dengan dia saja!”
Tidak ada yang tidak terkejut ketika mendengar perkataan Huang Yunxi. Semua orang yang ada di dalam Istana Mingyan terdiam, mencoba mencerna apa yang baru saja mereka dengar. Termasuk Yuwen Yue, orang yang ditunjuk oleh Huang Yunxi saat gadis itu melontarkan pernyataannya beberapa saat yang lalu.
“Kalau begitu, diputuskan seperti itu saja.”
“Ayahanda, kau menyetujuinya begitu saja?” tanya Huang Yunji dengan keterkejutan dan ketidakpercayaan yang lebih parah daripada sebelumnya.
“Kakakmu berinisiatif menikah sendiri, bagaimana mungkin aku menolaknya.”
“Yang Mulia, apa kau tidak bertanya pendapatku?” tanya Yuwen Yue.
“Haish. Kau ini abdiku yang paling setia dan paling baik. Putriku sudah memilihmu, jadi aku percayakan dia padamu saja. Yunji, kau sebagai putra mahkota juga malah bermain-main. Kembali ke istanamu dan salin kitab Aturan Istana dua puluh kali dan renungkan isinya. Sudahlah, aku sudah terlambat. Para rubah tua itu pasti akan mengeluh padaku lagi. Kasim Li, ke pengadilan istana sekarang!”
Kaisar Huang Yun Yi pergi begitu saja. Huang Yunxi, Huang Yunji dan juga Yuwen Yue masih tidak percaya pada kenyataan yang sedang terjadi. Hanya karena sebuah kesalahan kecil, mengapa bisa sampai seperti ini? Kaisar Huang Yun Yi seperti sengaja menjebak mereka bertiga hingga ketiganya tidak bisa berkutik. Dia seperti sengaja membuat putrinya kebingungan hingga memilih sendiri.
“Huang Yunxi, apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau menjebakku bersamamu?” tanya Yuwen Yue heran. Tentu saja dengan wajah yang mengkhawatirkan.
“Jangan bicara! Aku ingin meratapi nasibku yang sial ini!” tegas Huang Yunxi sambil menambah isyarat tangan.
“Dihukum menyalin kitab setebal tiga ratus halaman sebanyak dua puluh kali, kemudian kakakku akan menikah dan aku punya seorang kakak ipar di Akademi Kerajaan. Inikah bencana di tengah keberuntungan yang diberikan langit padaku?”
“Akulah korban di sini. Mengapa keluarga kerajaan begitu ingin mengikatku?”
Ketiga orang di dalam aula Istana Mingyan bertatapan silih berganti, merenungi nasib mereka yang entah sial atau beruntung di pagi hari ini.
...***...
...Ada yang kangen sama Yunxi & Yue nggak? Atau sama Author? 😂 Oke, hari ini Author kasih tiga episode ya. Berhubung dunia nyata masih padat jadwalnya, waktu buat berkhayal di dunia manga jadi sempit, susah dapat waktu luang. Jadi, beberapa hari ini Author gak update. Tapi, kasihan Yuwen Yue, dia jadi korban Huang Yunxi di sini. Apa pernikahan mereka benar-benar dilangsungkan dan nyata? Bagaimana kelanjutan penyelidikan racun Fang Jianming? So, stay tune terus ya. Harus ekstra sabar juga kalau Author updatenya lama, hihihi. Sampai jumpa di episode berikutnya!...
__ADS_1