
Satu tahun kemudian.
Matahari bersinar begitu terik. Satu tahun sudah berlalu. Kini, Huang Yunxi tak lagi semurung seperti saat pertama kali bangun dari komanya.
Selama satu tahun ini, dia menjalani pengobatan yang berjalan secara bertahap untuk membuatnya kembali menemukan kepribadiannya yang sebenarnya. Ada beberapa psikolog dan dokter yang merawat dan membantunya memulihkan diri.
Di musim semi yang baru ini, dia bahkan sudah bisa berkeliling kota seorang diri. Kedua orang tuanya sudah melepasnya kembali, mengembalikannya pada kebebasan hidup yang dia inginkan. Keadannya itu berangsur-angsur membaik.
Siang ini, Huang Yunxi baru saja menyelesaikan konferensi pers atas karya terbarunya. Sejak dia bangun dari koma, Huang Yunxi memutuskan untuk pensiun dari dunia games. Hal yang dia tekuni adalah menulis. Ada beberapa judul naskah drama dan komik yang sudah terbit.
Agar dia terus mengingat sosok Yuwen Yue, dia mengubahnya ke dalam sebuah kisah dalam tulisan yang panjang. Huang Yunxi terus berusaha membuat Yuwen Yue hidup dalam pikirannya, dalam hatinya dan dalam karya yang dia ciptakan.
Satu bulan lalu, kisah tentang petualangannya di dunia games bersama Yuwen Yue telah terbit dan langsung terjual habis hingga puluhan ribu eksemplar. Pihak penerbit mencetak ulang kembali dalam jumlah banyak dan selalu habis terjual. Kisah tersebut menjadi kisah populer yang banyak diincar oleh para kaum baca di seluruh penjuru kota.
Meskipun kisah dalam buku tersebut adalah bagian dari ingatannya, Huang Yunxi cukup puas. Setidaknya, ada banyak orang yang mengingat Yuwen Yue dan kisahnya dalam wujud lain selain dirinya sendiri. Dia ingin Yuwen Yue terus hidup mendampinginya, meskipun hanya dalam sebuah tulisan saja.
Satu minggu yang lalu, Huang Yunxi menerima telepon dari sebuah perusahaan perfilman yang mengatakan bahwa pihak mereka ingin menjadikan novel terbaru Huang Yunxi menjadi sebuah drama kolosal bertema time travel.
Pihak perusahaan berkata bahwa kisah yang ditulis oleh Huang Yunxi begitu menarik dan istimewa. Mereka menyebut Huang Yunxi sebagai tokoh utama dalam ceritanya karena Huang Yunxi begitu hebat menceritakan setiap detail kejadian dan latarnya.
Dia kemudian diberikan hak istimewa untuk memilih cast yang akan membintangi dramanya secara pribadi. Rencananya, dia akan memilihnya minggu depan setelah skenario keseluruhan selesai disusun.
Konferensi pers yang baru dia selenggarakan juga berkaitan dengan proyek ini. Antusiasme media dan khalayak dalam menyambut proyek tersebut begitu tinggi. Tidak mengherankan memang karena bukunya sajak terjual habis, apalagi jika ditransformasikan ke dalam sebuah drama televisi.
Usai mengadakan konferensi, Huang Yunxi mampir ke sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari gedung tempat konferensi. Di meja paling pojok yang mengarah langsung ke jendela luar, dia duduk memandangi mereka yang berlalu lalang.
Dia menyesap aroma kopi vanila latte kesukaanya. Netranya kemudian menangkap sebuah tayangan trailer sebuah drama dari monitor di atas bar kafe. Drama kolosal lagi, ucapnya dalam hati.
Ada sebuah penyesalan yang menyandung batu di hatinya. Huang Yunxi menyesal tidak sempat mengabadikan momen menyenangkannya bersama sosok Yuwen Yue satu tahun lalu. Seandainya dia bisa lebih peka, maka hatinya mungkin tidak akan sekosong ini.
Huang Yunxi kemudian mematut bayangan dirinya di kaca. Penampilannya kini terasa lebih feminis. Saat dia kembali sadar, dia memutuskan untuk mengubah penampilannya secara perlahan. Huang Yunxi tidak ingin membuat Yuwen Yue bingung jika suatu saat bertemu dengannya lagi.
Oh, benar. Mana ada mimpi yang terulang kembali.
Seorang pelayan datang mengantarkan camilan yang dipesan, kemudian meletakkannya di samping cangkir kopi. Pelayan itu memandang sekilas wajah Huang Yunxi, kemudian bertanya,
"Apa nona baik-baik saja?"
__ADS_1
Huang Yunxi yang tengah melamun terkesiap.
"Ah, maaf. Terima kasih."
"Kau adalah Nona Yunxi, penulis buku The Imperial College?" tanya pelayan itu.
"Kau mengenalku?"
"Saya mengenal nona lewat tulisan. Ceritanya sangat bagus. Setting-nya benar-benar terperinci. Saya malah merasa cerita nona ini seperti sebuah kisah nyata."
"Benarkah?"
Pelayan itu mengangguk. Huang Yunxi hanya tersenyum getir.
Kisah nyata? Apa yang berbeda dari sebuah cerita yang bedasarkan kisah nyata dan dunia nyata yang seperti mimpi? Mana yang lebih indah dan lebih unggul dari keduanya?
Tulisan mungkin hanya sebuah cara. Tetapi bagi Huang Yunxi, itu semua adalah kenangannya. Jika tulisannya dapat diterima dan dinikmati sebagai sebuah kisah hiburan yang menyentuh, itu hanyalah sebuah nilai lain dari apa yang dia tulis.
Saat pelayan itu pergi, Huang Yunxi kembali larut dalam lamunannya. Sudah satu tahun, dia masih merindukan sosok Yuwen Yue setiap hari. Sekarang mungkin dia sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Pada awal tahun, dia bahkan sering menangis tanpa alasan.
Orang tuanya mencoba mengatur kencan buta untuknya. Usaha mereka selalu berakhir sia-sia karena Huang Yunxi selalu mengacaukan perjodohannya sendiri. Di mata Huang Yunxi, sosok fantasi seperti Yuwen Yue tidak pernah terganti.
Seketika, Huang Yunxi langsung tertegun. Garpu di tangannya terjatuh. Wajah pria itu membuatnya terkejut setengah mati. Dia? Apa itu benar-benar dia?
Tidak mungkin. Pria itu pasti seorang aktor yang sedang syuting drama kolosal. Tidak mungkin dia.
Tetapi betapapun tidak percayanya dia, Huang Yunxi akhirnya ingin memastikan dan meyakinkan dirinya sendiri. Dia harus memastikan siapa pria berkostum tradisional yang sedang berdiri di bahu jalan itu. Huang Yunxi ingin mematahkan harapannya sendiri.
Dia melangkahkan kaki.
Rasa takut, khawatir dan bingung bercampur menjadi satu. Huang Yunxi takut kalau orang itu bukan dia. Huang Yunxi khawatir jika dia terluka karena telah mengharapkan sesuatu yang mustahil. Huang Yunxi bingung jika itu benar dia, mengapa dia bisa sampai ke dunia ini.
"Kau, tidak apa-apa?"
Pria itu menoleh. Jantung Huang Yunxi berdetak sangat kencang hingga terasa hendak melompat keluar. Wajahnya begitu sama persis dengan Yuwen Yue. Sinar matanya, bibir tipisnya, semuanya sama.
"Huang Yunxi! Akhirnya aku menemukanmu!"
__ADS_1
Pria itu langsung memeluk Huang Yunxi. Huang Yunxi masih terpaku, tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi.
"Sudah satu tahun lebih, akhirnya aku menemukanmu!"
"Menemukanku? Kau mencariku?"
"Tentu saja! Kau pergi tanpa mengatakan hal yang baik padaku. Kau pergi begitu saja. Kau telah membuatku menangis, membuat Yang Mulia putus asa, membuat Putra Mahkota bersedih dan membuat seluruh rakyat Dong Hua berduka. Bukankah ini keterlaluan?"
Huang Yunxi masih tidak bereaksi.
"Aku menempuh perjalanan jauh dan melelahkan untuk menemukanmu. Aku bahkan sudah menghajar buah pir ajaib yang bisa berbicara hingga dia mengizinkanku untuk pergi mencarimu."
Buah pir ajaib? Apa mungkin itu adalah sistem?
"Kau... Yuwen Yue?"
"Tentu saja ini aku!"
Di dalam pelukan pria itu, Huang Yunxi menangis. Dia tidak ingin percaya, tetapi orang yang memeluknya saat ini benar-benar Yuwen Yue. Yuwen Yue, pria yang dia kira hanya objek menawan di dalam mimpinya saja!
Apa ini mimpi? Apa dia bermimpi lagi? Tidak. Jelas-jelas dia sedang dalam keadaan sadar.
"Tapi, Yunxi, bisakah kau membantuku menghindar dari orang-orang aneh itu?"
Yuwen Yue melepaskan pelukannya. Dia kemudian menunjuk pada segerombolan wanita yang tengah berlari ke arah mereka berdua.
"Saat aku datang, mereka langsung mengejarku. Mereka bilang ingin menjadikanku sebagai suami mereka."
Huang Yunxi ingin tertawa, namun itu bukan hal yang penting untuk dilakukan sekarang. Dia menggenggam erat tangan Yuwen Yue, kemudian berkata,
"Lari!"
Huang Yunxi dan Yuwen Yue berlari menjauh.
...***...
...TAMAT...
__ADS_1
...***...
...Yeah, akhirnya kisah Yunxi & Yue berakhir sampai di sini! Author mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga buat oara pembaca kesayangan yang sudah setia menyertai cerita dari awal sampai akhir. Sampai jumpa di kisah berikutnya! ...