
“Benda apa ini?”
Yuwen Yue membolak-balik sebuah benda persegi panjang yang beberapa saat lalu dikeluarkan Huang Yunxi. Benda tersebut adalah sebuah kotak perekam suara yang diambil Huang Yunxi dari sistem. Saat dia dan Yuwen Yue mengintai istana Selir Di, Huang Yunxi diam-diam merekam perkataan Liu Yang tanpa diketahui siapapun. Itulah sebabnya dia tersenyum misterius ketika tahu fakta bahwa kematian ibunya dimanipulasi.
“Ini adalah benda yang bisa membantumu mengungkap kebenaran.”
“Bagaimana cara menggunakannya?”
“Begini.”
Huang Yunxi menekan tombol power dan menaikkan volume. Yuwen Yue terlonjak saat benda tersebut mengeluarkan suara yang sama persis dengan suara Liu Yang. Huang Yunxi menahan tawanya. Dia kemudian memutar rekaman tersebut hingga habis sambil mengajarkan Yuwen Yue cara menggunakannya.
“Ini adalah suara Liu Yang yang kurekam tadi. Guru, kau bisa menyimpannya untuk kau gunakan nanti. Ini adalah bukti kalau Liu Yang adalah pelaku di balik insiden yang menimpaku.”
“Apa kau yakin Kaisar akan percaya?”
“Mungkin perlu beberapa bukti lagi.”
“Berhenti sampai di sini. Kau tidak boleh menyelidikinya lagi.”
“Mengapa?”
“Ini sangat berbahaya.”
“Apa yang perlu aku takutkan? Aku sudah pernah mati sekali. Sekarang, saatnya membalas dendam pada keparat yang sudah bermain-main dengan nyawa manusia.”
Yuwen Yue menghela napas. Dia tahu betul seperti apa calon istri yang belum dinikahinya ini. Keras kepalanya kerap muncul tak tahu tempat. Yuwen Yue hanya tidak ingin Huang Yunxi terlibat terlalu dalam karena jika dia terlibat, dia akan berada dalam bahaya. Di Dong Hua ini, entah berapa banyak orang yang menginginkan kejatuhannya seperti Liu Yang. Meskipun reputasinya buruk, tapi statusnya sangat tinggi dan terhormat hingga sebagian orang mungkin ada yang merasa jijik dan kesal.
Sudah cukup Huang Yunxi mati sekali, kelak dia tidak boleh mati lagi. Gadis itu harus tetap aman dan hidup agar Kaisar Huang Yun Yi dan Huang Yunji tidak khawatir. Yuwen Yue tidak ingin merasakan rasa yang aneh yang terus menyiksanya kala ia melihat Huang Yunxi terbaring seperti mayat. Dia juga tidak ingin melihat Huang Yunxi menghadapi situasi rumit.
“Tapi-”
“Ibuku mati dengan tidak adil. Aku hampir menemui raja neraka karena dicelakai. Siapa yang menjamin kalau esok atau lusa dia akan membunuh adikku dan meracuni ayahku? Guru, biarkan aku membalaskan dendam ibuku. Setidaknya sampai aku melihat sendiri orang brengsek itu dihukum di hadapan banyak orang.”
Yuwen Yue menatap dalam manik mata cokelat milik Huang Yunxi. Ada sorot penuh harapan dan sorot mata penuh dendam yang menyala seperti api. Mata itu pasti sangat ingin menyaksikan kejatuhan orang yang telah merenggut nyawa ibunya dan hampir membuatnya menyusul ke alam baka. Hati gadis itu pasti sakit karena orang yang telah mempermainkannya ternyata adalah orang yang begitu disegani di Kerajaan Dong Hua.
Orang bisa menipu dengan wajah dan penampilan. Di balik itu semua, terkadang ada serigala yang lebih ganas dari harimau. Liu Yang sebagai Menteri Perhutanan adalah bukti nyatanya. Orang seperti ini harus dibasmi dan dicabut sampai ke akarnya agar tidak menipu rakyat dan merugikan orang lain lagi.
Dengan berat hati, akhirnya Yuwen Yue berkata,
“Baiklah.”
Seulas senyum indah kemudian tersungging di bibir Huang Yunxi yang merah muda alami. Ini kali pertamanya Yuwen Yue melihat senyum indah Huang Yunxi selain senyum jahil dan senyum kenakalannya ketika dimarahi. Tidak ada rona kenakalan, tidak ada raut mencari alasan. Senyum itu justru seperti datang dari lubuk hati seorang wanita. Ada suatu kesejukan yang menetes ke dalam hati Yuwen Yue.
“Guru, aku rasa kita perlu menyelidiki Liu Yang lebih dalam,” ujar Huang Yunxi setelah beberapa saat. Yuwen Yue yang sempat terpaku kembali tersadar.
“Kau curiga kejahatannya tidak hanya ini?”
__ADS_1
“Entahlah. Aku hanya merasa dia terlalu bersih.”
Keduanya sangat tahu kalau di dunia ini tidak ada satu orang pun yang benar-benar bersih dari kejahatan. Iblis di dalam hati manusia tidak ada yang tahu kapan bangkit dan apa penyebabnya. Liu Yang sebagai Menteri Kehutanan memiliki kekayaan melimpah dan tanah yang luas. Jika dipikir kembali, gajinya hanya dua ratus tael perak pertahun. Dengan gaji sebesar itu, mustahil memiliki kediaman yang begitu megah dengan jumlah pegawai lebih dari empat puluh orang.
Selain itu, Liu Yang juga tidak berbisnis seperti yang lain. Tanah warisan keluarga juga tidak seluas itu. Jika mengandalkan hadiah dari bawahan dan kenalan, gudangnya mungkin hanya akan terisi oleh beberapa peti harta. Tapi yang diketahui masyarakat adalah gudang kediaman Liu Yang adalah gudang terbesar kedua setelah gudang istana.
Dengan situasi tersebut, orang yang pandai menilai akan bertanya dari mana datangnya semua kekayaan itu.
Berjudi? Liu Yang seorang menteri, jika ketahuan mungkin akan dihukum mati. Berjualan dan berdagang? Tidak mungkin, Liu Yang tidak berbakat dalam bidang tersebut. Mengambil kekayaan dari Selir Di? Tidak masuk akal karena gaji Selir Di sebagai Selir Utama juga tidak besar.
Lantas dari mana datangnya kekayaan yang melimpah itu?
“Kau punya rencana?”
Huang Yunxi berpikir sesaat.
“Dia adalah Menteri Kehutanan. Jika ingin menangkap kucing besar, maka harus mengumpankan tikus dan beberapa buah mantou.”
“Jadi?”
“Kita harus menyelidiki sumber kekayaan Liu Yang melalui para bawahannya dulu.”
Huang Yunxi dan Yuwen Yue berdiskusi tentang cara mengungkap kebenaran dengan penyelidikan menyeluruh. Kekayaan Liu Yang yang sumbernya misterius bisa dijadikan senjata utama untuk mengungkap kebusukan menteri licik itu. Jika sumbernya diketahui dan hasilnya sesuai dengan dugaan, maka sangat mudah untuk mendorong pria licik itu ke pojok dan membuat dia dilucuti pakaiannya di hadapan para petinggi kerajaan.
Pada saat itulah Yuwen Yue dan Huang Yunxi akan mengungkapkan kebenaran yang lain. Sejarah akan berubah karena mendiang Ratu Pertama bukan semata-mata mati karena melahirkan, tetapi seseorang telah memanfaatkanya hingga dia meregang nyawa. Setelah itu, orang itu yang tak lain tak bukan adalah Liu Yang malah mencoba membunuh putri mendiang Ratu Pertama demi melancarkan jalan untuk adiknya.
Karena ruangan dalam Istana Liuli tidak terlalu luas, Yuwen Yue kesulitan menemukan tempat untuk menyembunyikan dirinya. Di luar, Sanqi mengetuk pintu dengan keras hingga keduanya panik. Pada akhirnya, Huang Yunxi mendorong Yuwen Yue ke dalam lemari pakaian dan menutup pintunya.
“Aku tidak bicara dengan siapapun.”
“Tapi, kenapa tadi ada suara laki-laki?”
“Mana ada. Hanya aku sendiri di sini.”
“Putri, aku masuk.”
Sanqi mengerutkan kening saat tahu tidak ada siapapun selain majikannya di ruangan tersebut. Tadi, dia mendengar sangat jelas ada suara laki-laki di sini sedang berbincang dengan majikan tercintanya. Mengapa saat dia masuk malah tidak ada siapapun? Apakah dia sudah salah mendengar?
“Lihat kan? Hanya aku sendiri di sini.”
“Tapi tadi jelas ada suara laki-laki. Putri, kau menyembunyikan sesuatu?”
“Ahahaha. Sanqi, aku ini seorang putri yang sudah punya calon suami. Mana mungkin aku menyembunyikan pria di kamarku?”
“Benar juga. Apa aku yang salah mendengar ya?”
“Benar, mungkin kau salah dengar. Oh, kenapa kau kemari?”
__ADS_1
“Putri, aku dengar istana Selir Di kemasukan pencuri beberapa saat yang lalu.”
Raut wajah Huang Yunxi sedikit berubah. Apa dia dan Yuwen Yue sudah ketahuan?
“Pencuri? Lalu apa yang dia curi?”
“Ini yang aneh. Pencuri itu tidak mencuri apapun.”
“Mungkin dia datang mengunjungi Selir Di.”
“Prajurit bilang orang berpakaian hitam itu melompat keluar jendela.”
Barulah Huang Yunxi menghela napas lega. Rupanya, orang yang dimaksud oleh pelayannya adalah Liu Yang, bukan dia dan Yuwen Yue. Syukurlah, artinya penyamarannya tidak terbongkar.
Di dalam lemari, hidung Yuwen Yue mulai gatal karena debu. Dia menggosok hidungnya dan memencetnya agar tidak bersin. Namun, rasa gatalnya semakin menjadi hingga dia tidak bisa menahannya. Suara bersin lolos dari mulutnya. Suaranya tertangkap oleh telinga tajam Sanqi. Jiwa penasarannya muncul kembali.
“Suara apa itu?”
“Itu… Suara kucing!”
“Kucing? Kenapa ada kucing di kamarmu?”
“Saat aku dalam perjalanan, aku menemukan kucing liar di jalan. Jadi, aku membawanya. Tapi, dia sangat pemalu hingga bersembunyi di dalam lemari.”
“Putri, boleh aku melihatnya?”
“Tidak boleh! Dia sangat liar dan emosional. Nanti kau digigit olehnya.”
“Bukankah itu lebih berbayaha? Bagaimana jika dia melukaimu?”
“Tidak akan. Dia cukup lembut padaku.”
Huang Yunxi menyesal karena dia punya pelayan yang sangat cerewet. Sanqi seharusnya tidak bertanya banyak hal. Huang Yunxi kemudian menyuruhnya pergi ke tempat istirahatnya karena hari sudah sangat larut. Meski masih penasaran, Sanqi akhirnya menuruti perintah Huang Yunxi.
Sepeninggal pelayan itu, Huang Yunxi langsung berlari ke arah lemari. Dia memanggil Yuwen Yue, namun tidak ada jawaban. Berkali-kali dia memanggil namanya, Yuwen Yue tetap tidak menjawab.
“Gawat! Apa karena terlalu lama?”
Huang Yunxi langsung membuka pintunya. Di bawah gantungan pakaian, Yuwen Yue duduk dengan mata tertutup. Dengkuran halus terdengar sangat pelan. Huang Yunxi tertawa, tidak percaya pada pemandangan di hadapannya.
Bisa-bisanya pria itu tidur di saat seperti ini!
“Guru, bangun! Guru!”
Yuwen Yue tak kunjung membuka mata. Sebaliknya, dengkuran tidurnya semakin parah. Telinga pria itu seperti mendadak jadi tuli. Huang Yunxi kesal sendiri. Dia menggusur tubuh kekar Yuwen Yue yang terbungkus pakaian ke luar lemari, kemudian membaringkannya di lantai.
Tidak disangka, seorang Wakil Penasihat Akademi Kerajaan yang terkenal dingin, tegas dan tidak berpihak ternyata memiliki kebiasaan tidur yang buruk seperti ini. Jika Su Jiayu yang sangat mendambakannya tahu, dia mungkin akan mundur perlahan. Huang Yunxi melemparkan selimut tebal ke tubuh Yuwen Yue dengan asal, kemudian pergi ke tempat tidurnya sendiri.
__ADS_1
...***...