The Imperial College

The Imperial College
Eps. 26: Asam Cuka


__ADS_3

Akademi Kerajaan terlihat lengang di siang hari. Seluruh pelajar tengah berada di kelas mereka masing-masing. Hari ini adalah puncak musim gugur, puncak ketika seluruh tumbuhan meranggas dan suhu udara menjadi sedikit lebih dingin dari hari-hari biasa.


Sebentar lagi, musim dingin menyelimuti seluruh tanah Dinasti Hu. Istana Dong Hua yang biasanya bersinar kelak akan menjadi putih di bagian atapnya dan seluruh pekarangannya yang indah akan berubah menjadi padang es yang tebal. Akademi Kerajaan yang biasanya ramai kelak juga akan sepi karena setiap musim dingin tiba, kegiatan belajar mengajar akan diliburkan sampai awal musim semi.


Bersama Si Kembar Fang, Huang Yunxi sudah menyusun rencana menghabiskan libur musim dingin. Dia sudah berpikir kalau dia akan melewatkan musim dingin di sini dengan berselancar di atas salju, seperti yang dia lakukan ketika musim dingin di Eropa saat dia jalan-jalan ke sana. Rencananya, dia akan mengajak Si Kembar Fang ke tanah atau bukit yang tinggi, kemudian berseluncur dari sana.


Dia punya sistem ajaib. Tidak sulit baginya mendapatkan set pakaian musim dingin dan peralatan ski. Di dalam kamar asramanya, dia menyembunyikan peralatan tersebut di dalam lemari pakaian dan menguncinya. Kelak, jika musim dingin tiba dan Akademi Kerajaan libur, Huang Yunxi akan mengeluarkannya dari sana dan menyembunyikannya di tempat lain.


Guru Jiang, guru kesenian Akademi Kerajaan baru saja keluar dari kelas Huang Yunxi. Tadi saat dia sedang mengajar, dia meminta Huang Yunxi maju ke depan dan memainkan sebuah lagu dari guqin. Kabar bahwa Huang Yunxi tampil memukau di festival lentera istana sampai ke telinga Guru Jiang hingga dia ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri. Sungguh, dia keluar dengan hati yang sangat puas. Satu-satunya murid perempuannya ternyata memang pandai bermain guqin.


"Ternyata kau memang pandai!" seru Fang Jianming sambil menepuk pundak Huang Yunxi.


"Aku tidak tahu kalau kau punya bakat lain selain berbuat onar," tambah Fang Jiuming sambil duduk di samping saudara kembarnya.


"Bagaimana jika kutunjukkan beberapa alunan musik lain? Aku jamin kalian akan menyukainya."


Huang Yunxi kemudian berlari ke sudut kelas. Setelah beberapa saat, dia kembali ke tempat duduknya sambil membawa sebuah benda persegi. Huang Yunxi meletakkan benda tersebut di meja, kemudian menekan sebuah tombol bulat yang berada di sisi paling kiri. Tidak lama setelah itu, alunan musik nan merdu yang tidak pernah terdengar di dunia ini mengalun. Suaranya menarik perhatian pelajar lain.


Huang Yunxi menekan tombol lain. Musik berubah menjadi pop diiringi vokal dari Avril Lavigne. Bahasanya yang menggunakan bahasa Inggris membuat Si Kembar Fang dan pelajar lain mengerutkan kening. Musiknya indah didengar, tapi bahasa yang dilantunkan penyanyinya begitu asing.


Setelah habis, musiknya berganti ke mode slow-rock. Alunannya yang syahdu namun sedikit keras ditambah suara vokalnya yang merdu justru membuat semua orang yang mendengarnya menangis.


Huang Yunxi memindahkan lagunya kembali. Kini, musik rock dari The Beatles dan Elvis Presley. Dentuman nadanya membuat semua orang di sana refleks menggerakkan tubuh mereka dan mulai berjoget seiring dengan naik turunnya nada. Suasana menjadi riuh dan ramai.


Lagu berganti. Sekarang yang sedang diputar oleh Huang Yunxi adalah musik pop Tiongkok yang dinyanyikan oleh penyanyi sekaligus aktris papan atas Tiongkok, Ju Jingyi. Kemudian, lagunya berganti ke lagu yang dibawakan oleh aktor tampan Allen Ren atau Ren Jialun.


"Yunxi, dari mana kau mendapat benda ajaib ini?" tanya Fang Jiuming sembari terus menikmati lagu.


"Rahasia. Asal kalian tahu, ini adalah benda yang berabad-abad lebih maju daripada pertunjukan langsung di gedung-gedung hiburan."


Mereka tidak tahu kalau benda persegi tersebut adalah kotak musik abad 21 yang diambil Huang Yunxi dari sistem. Kotak tersebut berisi lebih dari dua ratus rekaman lagu populer dari berbagai era dan bahasa. Baterainya adalah kualitas super yang berkapasitas lebih dari 5000 mAh hingga tidak akan mati digunakan berhari-hari.


Selagi para pelajar asyik mendengarkan musik, tangan Huang Yunxi ditarik keluar oleh seseorang. Tidak ada yang menyadari kalau pemilik kotak ajaib tersebut sudah tidak ada di dalam kelas karena mereka terlalu asyik dengan kegiatan mereka. Orang itu adalah Yuwen Yue, calon suaminya sendiri. Yuwen Yue membawanya ke ruang baca dengan paksa tanpa mempedulikan tatapan para pelajar Akademi Kerajaan yang berpapasan dengan mereka.

__ADS_1


"Hei-hei-hei, lepaskan tanganku! Aku bukan tawanan perang!"


"Bagus! Teruslah berada di tengah kerumunan laki-laki. Huang Yunxi, apa kau lupa kalau kau adalah perempuan?"


Yuwen Yue melepaskan cekalan tangannya. Wajahnya masam dan terlihat sedang kesal. Entah apa yang sudah membuat pria itu marah.


"Tentu saja tidak. Guru, kau ini kenapa?"


"Aku kenapa? Harusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu! Kenapa kau berkerumun bersama laki-laki sementara kau adalah perempuan?"


"Guru, kau ini aneh sekali. Ini bukan pertama kalinya kau melihatku bermain dengan teman-temanku. Kenapa sekarang kau marah seperti ini?"


"Itu dulu! Sekarang situasinya sudah berbeda. Kau adalah calon istriku yang belum kunikahi. Setidaknya jangan merusak reputasimu sendiri!"


Huang Yunxi mencium bau keasaman yang sangat menyengat. Yuwen Yue marah hanya karena dia bermain musik bersama para pelajar di kelasnya? Sungguh kekanak-kanakan sekali! Mau reputasinya jelek atau tidak, itu bukan urusan Yuwen Yue. Lagipula, mereka adalah teman-temannya, bukan para kekasihnya.


"Guru, kau cemburu?"


"Aku? Cemburu? Hah, tentu saja tidak!"


"Asam apa? Aku tidak makan cuka!"


"Benarkah?"


Timbul niat untuk menjahili Yuwen Yue. Huang Yunxi merasa dia harus membalas dendam pada calon suaminya itu. Pergelangan tangannya masih sakit karena ditarik olehnya. Dia melihat wajah Yuwen Yue memerah seperti udang rebus. Pria itu juga memalingkan wajahnya ke samping, menghindari kontak mata dengan Huang Yunxi.


Huang Yunxi berjalan mendekat. Yuwen Yue refleks mundur. Gadis nakal itu menatap Yuwen Yue dengan jahil. Jika Yuwen Yue tidak cemburu, dia tidak akan begitu gugup hingga memalingkan wajahnya ke arah lain. Ini membuat Huang Yunxi semakin bersemangat untuk membalas dendam.


"K.. Kau mau apa?"


"Aku ingin melihat seberapa serius bau asam di tubuhmu. Kita lihat, seberapa parah asam itu berefek pada wajah calon suamiku ini."


"Ja.. Jangan macam-macam!"

__ADS_1


"Hmmm. Sepertinya kau memang terlalu banyak makan cuka. Wajahmu ini lebih parah dari parutan keju."


"Huang Yunxi, kuperingatkan kau. Aku Wakil Penasihat dan gurumu, kau harus bertindak sopan padaku!"


"Siapa yang peduli? Lagipula tidak ada siapapun di ruangan ini selain kau dan aku."


Di dalam hatinya, Huang Yunxi tertawa sangat keras. Yuwen Yue sangat menggemaskan sekali. Mengerjainya seperti ini ternyata bukan ide yang buruk. Dia bisa melihat betapa gugupnya pria itu ketika didekati seorang wanita.


Tapi, baik Huang Yunxi maupun Yuwen Yue sama-sama tidak sadar kalau arah berjalan mereka sudah hampir mendekati meja belajar. Meja itu terletak di sisi ruangan dan posisi lantai kayunya sedikit lebih tinggi dari lantai utama. Akibatnya, Yuwen Yue terjengkang ke belakang karena kakinya berbenturan dengan undakan lantai. Karena begitu mendadak, Huang Yunxi refleks ikut terjatuh menindih Yuwen Yue.


Posisi mereka yang tidak senonoh ini membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Mata mereka bertemu dalam jarak yang sangat dekat. Bahkan, hidung bangir mereka sudah bersentuhan satu sama lain. Seketika wajah keduanya memerah.


Merasa dipermainkan oleh muridnya, Yuwen Yue kemudian mencari kesempatan untuk membalas Huang Yunxi. Dia mendorong Huang Yunxi hingga posisi mereka menjadi terbalik. Tatapan mereka kembali bertemu.


"Kau berpikir menyenangkan mempermainkanku seperti ini?"


"Em, itu, itu, Guru, aku hanya bercanda."


Terlambat. Yuwen Yue sudah terlanjur kesal dan marah. Dia tidak akan melepaskan Huang Yunxi kali ini. Yuwen Yue perlahan mendekatkan kepalanya ke wajah Huang Yunxi hingga gadis itu refleks menoleh ke samping. Seulas senyum jahil tersungging di bibir Yuwen Yue.


"Aaaa... Yuwen Yue, apa yang kau lakukan?"


Huang Yunxi berteriak ketika Yuwen Yue mendekatkan wajahnya ke leher Huang Yunxi. Tanpa ragu, pria itu menggigit leher Huang Yunxi seperti kue hingga gadis itu meringis. Bekas gigitannya memerah.


"Aku bisa menggigitmu kapan saja jika kau berani mempermainkanku lagi."


Yuwen Yue kemudian bangkit. Dia merapikan bajunya lalu duduk di meja belajar tanpa berkata apapun lagi. Ekspresi wajahnya kembali datar seolah tidak pernah ada sesuatu yang terjadi antara mereka barusan. Sementara itu, Huang Yunxi memegangi lehernya yang digigit tadi.


"Tidak tahu malu! Kau menggunakan leherku untuk melatih gigimu?"


Yuwen Yue tidak merespon. Pria itu malah asyik membuka buku dan menulis. Huang Yunxi menjadi kesal. Tadinya dia ingin memberi pelajaran pada Yuwen Yue, tapi justru malah dirinya yang tertindas. Pria itu memang sangat pintar memanfaatkan situasi!


"Kembali ke kelasmu! Jangan membolos!"

__ADS_1


Pintu ruang baca Wakil Penasihat ditutup dengan keras hingga menimbulkan bunyi berdebum. Yuwen Yue meletakkan bukunya, menatap kepergian Huang Yunxi dengan kepuasan hati yang tiada bandingannya. Gadis itu sepertinya benar-benar marah.


...***...


__ADS_2