
Jalan ibukota kekaisaran Dong Hua, Kota Fengling, menjadi sangat ramai di awal musim gugur. Festival lentera yang rutin diadakan setiap dua kali dalam setahun sudah akan dilaksanakan dalam beberapa hari lagi. Festival tersebut akan berlangsung selama satu minggu penuh. Setiap rumah, setiap jalan, gang sempit, kedai, restoran dan gedung-gedung mewah harus memasang lentera sebagai tanda penghargaan atas festival ini. Lentera yang dipasang pun bermacam-macam bentuknya. Bentuk yang paling umum adalah bentuk bulat dan lonjong.
Ketika hari pelaksanannya tiba, pada puncak perayaan tersebut, langit Kota Fengling akan dipenuhi puluhan ribu lentera yang beterbangan di langit. Di balik kertas lentera yang terbang selalu terdapat doa dan harapan bagi orang yang menerbangkannya. Tidak hanya itu, bahkan di kolam-kolam, sungai dan bendungan, orang bahkan menghanyutkan lentera teratai dengan lilin menyala di atasnya.
Huang Yunxi tidak tahu mengapa orang sebangsanya sangat menyukai festival lentera. Dia hanya tahu, orang tuanya di dunia lain juga sangat menyukainya. Mereka bilang, menerbangkan lentera sama dengan menerbangkan doa ke langit. Festival di sini dan di dunianya tentu berbeda. Di zaman modern yang semuanya sudah diperbarui teknologi, festival tradisional seperti ini sudah jarang diminati. Mereka yang merayakan hanya mereka yang menyukai tradisi lokal, hingga pada perayaan pun tetap melaksanakannya meskipun hanya seorang diri.
Hari ini, dia diminta kembali ke istana oleh ayahnya. Kasim Li bilang kalau Kaisar ingin menikmati festival lentera bersama putra dan putri kandungnya. Kasim tersebut juga berkata kalau perayaan tahun ini akan dilaksanakan semeriah mungkin karena bertepatan dengan hari ulang tahun mendiang Ratu Pertama, ibu kandung Huang Yunxi dan Huang Yunji. Ayahnya mengundang banyak tamu penting sebagai bentuk persaudaraan dan pemeliharaan hubungan.
Huang Yunxi tahu betul kalau alasan Kaisar ingin menikmati perayaan bersama putra putrinya hanya akal-akalan saja. Niat sebenarnya hanya untuk kepentingan politik. Jika orang tua itu benar-benar berniat ingin merayakan dengan tulus bersamanya, dia bisa mengadakan perjamuan keluarga tanpa harus mengundang pihak luar. Sepertinya, ayahnya sengaja menggunakan dirinya sebagai pion untuk memperkuat pengaruhnya di seluruh daratan ini.
Dia tidak ingin pergi. Baginya, istana terlalu memuakkan. Bukan hanya banyak pelayan, di sana juga terdapat banyak selir centil dan keluarga kerajaan lain yang menyebalkan. Berdasarkan perkiraannya, Huang Yunxi sudah bisa menebak kalau keluarga kerajaan yang belum pernah dia temui itu pasti sangat tidak menyukainya. Mereka pasti akan menggunakan hari perayaan ini sebagai ajang untuk menjatuhkan satu sama lain, berharap mendapat perhatian Kaisar dan mengalahkan saingan.
Kasim Li terus memaksanya hingga Huang Yunxi kehabisan cara. Dia dibawa naik ke kereta kuda yang sudah disiapkan dari istana. Sebelum berangkat, Huang Yunxi berpesan pada Tianqi untuk menjaga tuannya dengan baik karena siapa tahu ada penjahat atau orang yang dendam kepadanya dan berniat mencelakainya selagi Huang Yunxi tidak ada.
“Kau, jaga tuanmu baik-baik. Dia menyinggung banyak orang, pasti banyak yang dendam padanya.”
Tianqi mengangguk patuh. Bagaimanapun, Huang Yunxi adalah calon istri tuannya. Perintahnya sama dengan perintah tuannya.
Di Istana Liuli, Huang Yunji dan Sanqi sudah menunggunya. Kedua orang itu sangat senang karena Huang Yunxi akhirnya kembali ke istana setelah kejadian pada hari itu. Mereka tahu, membuat Huang Yunxi kembali ke istana jauh lebih sulit daripada menemui Kaisar.
Huang Yunji memeluk kakaknya erat seperti seekor beruang yang memeluk induknya di musim dingin. Dia seorang Putra Mahkota, tetapi kelakuannya masih seperti anak kecil. Meskipun di istana ini ada banyak pangeran dan putri, semuanya sama sekali tidak bisa diajak bermain. Posisi Huang Yunji sebagai Putra Mahkota telah menciptakan jarak yang sangat lebar antara dia dengan keluarga kerajaan yang lain.
“Apa kakak iparku juga akan datang?” tanyanya setelah mereka duduk.
“Sekarang kau juga mengakui dia sebagai kakak iparmu?”
“Tentu saja. Dekret sudah dikeluarkan, kakak juga tidak bisa menolak. Lagipula, setelah dipikir-pikir, Wakil Penasihat cukup lumayan juga. Dia tampan, berbakat, cerdas, kaya, berwibawa dan sangat terkenal.”
“Sejak kapan kau berubah pikiran?”
“Aiya, kakak, aku tahu maksud hatimu. Salah sendiri sembarangan berbicara.”
Lihat, bahkan adiknya sekarang memihak Yuwen Yue. Entah racun apa yang sudah diberikan pria itu pada keluarganya hingga semua orang terdekatnya memihak padanya. Kalau es batu Yuwen Yue tahu adiknya memihaknya, kepalanya pasti semakin besar.
“Siapa saja yang ayah undang kali ini?” tanya Huang Yunxi, sekadar mengalihkan pembicaraan sekaligus mengorek informasi.
“Yang jelas seluruh keluarga kerajaan akan datang.”
__ADS_1
“Maksudmu, para selir ayah juga datang?”
Huang Yunji mengangguk. Huang Yunxi membuang napas. Perayaan festival kali ini pasti akan benar-benar ramai.
Hari berikutnya, semua orang berkumpul di taman kerajaan. Mereka datang membawa lentera berbagai bentuk dan ukuran. Pakaian yang mereka kenakan semuanya terbuat dari satin. Laki-laki dan perempuan masing-masing tampil sebaik mungkin. Di hari yang spesial ini, tidak ada satu orang pun yang menyia-nyiakan pertemuan dengan Kaisar dan keluarga kerajaan yang lain.
Para selir tampil paling menonjol. Bukan hanya busana dan cara berjalan mereka, tetapi juga riasan wajah dan hiasan rambut yang mereka kenakan. Para wanita itu seperti sengaja berlomba menjadi yang paling cantik dan menarik. Tujuannya kalau bukan menarik perhatian Kaisar, pasti memanas-manasi selir lain. Drama harem seperti itu sudah bukan rahasia lagi.
Festival lentera keluarga kandung apanya, ini namanya festival adu kecantikan dan kelicikan!
Huang Yunxi sejak awal sudah merasa muak dan bosan. Mulut para selir ayahnya sangat licin dan tajam seperti pisau bermata dua. Dia sendiri sengaja menjauhkan diri, menghindari pertemuan atau berpapasan dengan mereka. Dia pikir, tidur di asrama Akademi Kerajaan lebih membahagiakan daripada harus menyaksikan pertunjukan silat lidah keluarga kerajaan.
Ah, apa dia sebenci itu pada keluarganya sendiri?
Entahlah. Huang Yunxi tidak pernah merasakan apa itu keluarga di dunia fantasi ini. Dia terlalu sibuk mengejar misi dari sistem misterius, terlibat permainan yang tidak pernah dia mainkan. Atmosfer istana yang dia pijak terasa sesak. Ada begitu banyak aroma kecemburuan menguar di dunia asing ini.
“Ah, ternyata Putri Xiyue juga hadir di sini,” ucap seorang wanita berpakaian serba hijau.
Huang Yunxi mengerutkan dahi. Wanita itu pasti sedang bertanya padanya. Tapi, siapa dia? Mengapa pakaiannya serba hijau? Apa dia siluman ulat? Mungkinkah dia jelmaan iblis daun?
“Dia Selir Di, selir ketiga ayahanda,” bisik Huang Yunji. Kerutan di dahi Huang Yunxi sedikit mengendur. Kini, wajahnya berubah menjadi datar.
Orang yang mendengar celotehan Huang Yunxi seketika menahan tawa. Wanita berpakaian serba hijau yang disebut Selir Di melemparkan gelasnya ke samping dengan marah. Wajah putih bertabur bedak tersebut berubah menjadi merah padam. Dia datang untuk menyindir Sang Putri, namun siapa sangka dirinya justru mendapat penghinaan seperti ini.
Sejak menjadi selir, Selir Di selalu kalah oleh mendiang Ratu Pertama. Dia berwajah cantik dan berbakat, tapi ceroboh dan keras kepala. Hobinya menindas selir yang lebih lemah dan lebih rendah kedudukannya. Kaisar Huang Yun Yi tidak pernah membahas perilaku buruknya karena Selir Di selalu punya cara untuk membungkam mulut orang yang ingin melaporkannya. Mungkin karena itulah, dia bisa bersikap semena-mena bahkan terhadap putri kandung Kaisar sendiri yang status dan kedudukannya lebih tinggi dan lebih mulia darinya.
Selir Di mengepalkan tangannya sambil menahan amarah. Dia berpikir kalau dia mengamuk di sini, dirinya akan habis dan orang-orang yang memusuhinya akan menertawainya. Seorang Selir Di dikerjai Putri Xiyue, bukankah itu sama artinya dengan melemparkan kotoran ke wajah sendiri? Selir Di tentu tidak akan mau. Citranya sebagai selir paling licik di Istana Dalam tidak bisa hilang begitu saja.
Jika malam ini dia bisa mempermalukan Putri Xiyue, maka dia akan menjadi seseorang yang sangat kuat berdiri kukuh di harem. Menjatuhkan Putri Xiyue sama dengan menjatuhkan kehormatan mendiang Ratu Pertama. Dengan begitu, dendamnya terbalaskan dan dia bisa mendapat banyak keuntungan.
Selir Di tahu kalau Putri Xiyue sangat bodoh dan tidak berbakat. Setiap hari hanya menciptakan masalah dan membuat Kaisar marah. Dia berencana menggunakan kekurangan tersebut untuk menjatuhkannya, berharap Kaisar semakin marah dan Putri Xiyue tak lagi dipandang dan disayang. Selir Di diam-diam telah menyiapkan sebuah pertunjukan besar.
“Yang Mulia bekerja keras untuk perayaan festival lentera tahun ini. Karena Putri Xiyue sudah kembali, bagaimana jika kau menampilkan pertunjukan menarik untuk kami? Kami dengar, Putri Xiyue begitu berbakat.”
Huang Yunxi mendecih. Selir Di benar-benar ingin membuatnya malu. Pertunjukan? Menurut Huang Yunxi, itu lebih seperti pembunuhan berantai. Selir Di menggunakan nama Kaisar untuk menjebaknya. Jika Huang Yunxi menolak, maka semua orang yang ada di sini akan menganggapnya sebagai putri yang memalukan. Bukan hanya nama Kaisar yang jatuh, nama Akademi Kerajaan pun akan ikut terseret.
Tidak ingin berdebat dan membuang tenaga, dia memutuskan akan mengikuti permainan Selir Di. Huang Yunxi berdiri kemudian tersenyum pada semua orang yang hadir. Selir Di tertawa misterius. Kali ini, Sang Putri Xiyue pasti akan jatuh. Gadis sial bernama Huang Yunxi pasti akan dibenci orang.
__ADS_1
“Pertunjukan apa?”
“Begini, Tuan Puteri. Beberapa waktu lalu ayahku memberikan guqin legendaris padaku. Bagaimana jika Tuan Puteri Xiyue memainkan beberapa lagu untuk kami?”
“Guqin?”
“Pelayan! Bawakan kemari!”
Dua orang pelayan laki-laki kemudian meletakkan sebuah guqin bercat hitam di atas sebuah meja di sebuah panggung kecil. Dilihat dari tampilannya, alat musik petik tersebut benar-benar legendaris. Usia kayunya mungkin sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Senar-senarnya terpasang dengan sempurna.
Huang Yunxi naik ke atas panggung. Jubah lengannya dia singkapkan, kemudian diikat menggulung beberapa sentimeter. Rambutnya yang panjang tertiup angin. Wajah cantik itu menatap Selir Di dengan tatapan yang sangat dingin. Selir Di tersenyum remeh, berpikir bahwa gadis itu tidak akan bisa memainkannya.
Dia sungguh tidak tahu kalau gadis yang duduk di atas panggung sana bukan lagi Huang Yunxi yang dulu. Orang yang berdiri menghadap guqin tersebut adalah tubuh berjiwa modern yang hebat dan tak terkalahkan. Huang Yunxi mulai meletakkan jari jemarinya yang lentik di atas senar.
Semua orang yang ada di sana menutup telinga dan memejamkan mata. Mereka juga berpikir kalau Putri Xiyue pasti tidak bisa memainkannya. Namun, pemikiran mereka dipatahkan oleh suara petikan kecapi legendaris yang terdengar setelah Huang Yunxi menarik senar dan menjentikkan jemarinya.
Alunan lagu “Flowing Water” yang sangat terkenal di tanah Tiongkok mengalun begitu indah di malam itu. Suara dari resonansi senar yang dipetik membuat semua orang tertegun. Mereka yang mendengarnya larut dalam kesyahduan yang menyatu dengan suasana malam.
Tubuh mereka seperti melayang di atas sungai berarus tenang. Mereka seperti berada dalam sebuah pelayaran yang panjang di malam hari. Arus yang tenang, suara gemerisik angin yang berhembus, alunan kecapi yang merdu, benar-benar membuat semua orang terlena.
Kaisar Huang Yun Yi, Huang Yunji, para tamu undangan beserta para keluarga kerajaan terpana. Mereka sungguh tidak menduga kalau Putri Xiyue mereka begitu pandai bermain kecapi. Bahkan, lagu yang dimainkannya juga sangat berbeda dengan yang lagu karya seniman terkenal yang lain.
Suara tepukan tangan yang begitu meriah menggema begitu petikan senar terakhir dijentikkan jari Huang Yunxi. Gadis itu berdiri, kemudian membungkuk pada orang-orang yang tadi menyaksikan pertunjukkannya. Wajahnya yang semula datar menampilkan senyum misterius yang membuat Selir De bergetar. Senyum Huang Yunxi sama dengan senyum mendiang Ratu Pertama, tatapannya sama dengan tatapan mendiang Ratu Pertama setiap kali dia melakukan kesalahan.
“Ti…Tidak mungkin! Dia tidak mungkin kembali!”
Seluruh tubuh Selir Di bergetar. Kakinya seketika lemas. Dia dipapah pelayannya kembali ke tempat duduknya. Wajahnya yang semula beringas dan penuh kelicikan berubah pias. Melihat Huang Yunxi tersenyum misterius, Selir Di seperti melihat Ratu Pertama lahir kembali.
Selir Di sungguh sudah melakukan kesalahan yang sangat besar. Dia telah mengusik seorang Huang Yunxi. Hari-harinya tidak akan berjalan dengan lancar setelah ini. Selir Di sudah menyinggung putri mendiang Ratu Pertama. Gadis yang tidak mudah ditangani tersebut tidak akan pernah melepaskannya.
“Dia… Dia tidak mungkin kembali!”
“Selir Di, apakah pertunjukanku begitu bagus hingga seluruh tubuhmu bergetar?”
Huang Yunxi tersenyum smirk. Hari ini, dia sudah menunjukkan kalau dirinya bukan manusia tidak berguna. Selir Di sudah membangunkan sesuatu yang telah lama tertidur di dalam diri Huang Yunxi. Selir Di sudah menyulut api yang sangat besar yang tidak bisa dipadamkan dengan mudah. Mata Huang Yunxi yang berkilat membuat Selir Di semakin ketakutan.
“Tidak! Dia tidak mungkin kembali!”
__ADS_1
...***...
...Wah, ada misteri apa ya di balik semua ini? Kenapa Selir Di begitu ketakutan? Stay tune terus ya, jawabannya akan ada di episode-episode berikutnya! ...