
“Waktunya tinggal dua hari lagi.”
“Memangnya kenapa kalau dua hari lagi? Bahkan jika sudah sampai pada jam D pun aku tetap tidak akan bertanding!”
Huang Yunxi dan Si Kembar Fang duduk di pinggi kolam teratai sambil berdebat. Akademi Tian sudah tiba di Kerajaan Dong Hua dua hari lalu. Kaisar Huang Yun Yi memerintahkan Biro Urusan Istana untuk menempatkan mereka di sebuah penginapan khusus tamu utusan dan memintanya menyiapkan segala keperluan mereka. Kemarin, Wakil Kepala Akademi Tian datang menghadap Kaisar Huang Yun Yi untuk melapor dan mempertanyakan persiapan yang sudah dilakukan oleh Akademi Kerajaan Dong Hua. Mereka sangat angkuh dan sombong.
Sejak Yuwen Yue memerintahkannya menjadi peserta pertandingan catur, Huang Yunxi tidak pernah pergi berlatih. Waktu khusus berupa dispensasi yang diberikan Akademi Kerajaan dia gunakan untuk bermalas-malasan dan menikmati makanan lezat. Dari awal dia tidak pernah setuju, jadi dia tidak akan melakukan apapun yang tidak dia inginkan. Ditambah lagi orang-orang Akademi Tian sangat sombong dan angkuh. Huang Yunxi tidak suka dengan orang yang menganggap dirinya tinggi, jadi untuk apa dia bekerja keras. Dia tidak ingin bertarung dengan orang yang bahkan tidak bisa melihat orang lain dengan mata hatinya.
Yuwen Yue, si Wakil Penasehat Akademi yang menyebalkan itu datang berulang kali ke asramanya dan memaksanya untuk berlatih. Tetapi, alih-alih menurut, Huang Yunxi justru menutup pintu kamarnya dan mengurung diri, tidak keluar selama seharian penuh dan menolak menemui siapapun. Yuwen Yue terlalu menyebalkan. Melihat wajahnya saja sudah membuat Huang Yunxi muak.
Ya, sosok pria otoriter seperti itu memang bukan pertama kali dia lihat. Di dunia nyata, Huang Yunxi sudah sering melihat pria arogan dengan otoritas kuat yang egois. Dia tidak punya waktu berurusan dengan mereka. Meskipun Huang Yunxi pernah membantu Yuwen Yue sekali, tapi itu dia lakukan karena iseng saja, tidak benar-benar dia niatkan seperti itu.
“Yunxi, Wakil Penasehat memintamu ke ruangan bacanya,” ucap seorang pelajar Akademi Kerajaan yang kebetulan lewat.
“Dia pasti ingin menyusahkanku lagi.”
Huang Yunxi tidak ingin pergi. Tetapi, jika kali ini dia tidak menuruti perintah Yuwen Yue, maka pria itu pasti akan mencari seribu cara dan alasan agar dirinya mau menemuinya. Sudahlah, kali ini saja dia akan menurut. Tidak akan ada lain kali lagi. Huang Yunxi pergi seorang diri, tanpa Si Kembar Fang karena dua sahabatnya itu pasti hanya akan membuat suasana menjadi semakin keruh.
Setibanya di ruang baca Wakil Kepala, Huang Yunxi melihat Yuwen Yue tengah berdiri membelakanginya. Postur tubuh tegap yang dimiliki pria tua itu sempat membuat Huang Yunxi terkesiap, namun segera sadar ketika dia memikirkan siapa sosok yang berdiri di depannya ini. Dengan wajah masam, dia kemudian bertanya,
“Guru, ada apa?”
Yuwen Yue berbalik.
“Gadis nakal! Sudah dua hari lagi, mengapa kau tidak pernah pergi berlatih?”
“Kalau sudah tahu aku gadis nakal, mengapa masih menunjukku?”
“Berani melawan!”
Yuwen Yue hanya menggeram kesal. Gadis keras kepala ini benar-benar membuatnya mati kehabisan kesabaran. Tidak apa-apa jika dia tidak ingin berlatih pada hari-hari lalu, tetapi sekarang waktunya sudah hampir tiba dan gadis itu masih berleha-leha!
Sebenarnya keputusannya ini sudah tepat atau tidak?
“Pergi berlatih!”
“Tidak mau.”
“Pergi!”
“Tidak.”
“Huang Yunxi, pergi atau tidak?”
“Tidak.”
Yuwen Yue kembali bersitegang dengan Huang Yunxi. Kedua orang itu berdiri sambil saling menatap. Mata mereka sudah seperti akan meloncat keluar. Tidak ada yang berkedip, tidak ada yang menurunkan pandangannya. Kedua orang itu sama-sama keras kepala dan tetap teguh pada pendiriannya.
“Jika kau tidak pergi, kekaisaran kita akan diejek!”
“Mengapa tidak kau suruh Putra Mahkota saja yang bermain catur?”
“Huang Yunxi!”
Seorang petugas Akademi Kerajaan tiba-tiba menerobos masuk lewat pintu depan. Petugas itu berhenti sejenak di dekat Yuwen Yue dan Huang Yunxi yang masih saling menatap dengan tajam. Dia ingin mundur, tetapi apa yang hendak ia sampaikan benar-benar sesuatu yang sangat penting.
“Wakil Penasehat, para utusan Akademi Tian berteriak dan memaksa masuk ke Akademi Kerajaan!”
Sepasang guru dan murid itu membuang pandangan mereka ke samping. Yuwen Yue berdehem untuk mencairkan suasana, sekaligus menetralkan detak jantungnya dan merubah kembali wajahnya ke ekspresi normal. Gadis keras kepala di depannya cemberut seperti kerucut.
__ADS_1
“Apa yang mereka inginkan?”
“Utusan bilang mereka ingin bertanding hari ini, Wakil Kepala.”
Tidak lama kemudian, para guru pengajar Akademi Kerajaan datang. Mereka hendak menanyakan hal yang sama. Para utusan itu datang tidak sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Ini jelas-jelas sudah melanggar aturan. Sebagai tamu, mereka seharusnya menghormati tuan rumah yang sudah menyambut kedatangan mereka. Jangankan bersikap ramah, mereka bahkan masih berani datang dengan percaya diri!
“Wakil Penasehat Yue, bagaimana ini?” tanya Guru Yang.
“Benar, bagaimana ini? Persiapannya belum matang, tetapi Akademi Tian sudah datang sebelum waktunya tiba,” tambah Guru Lan.
Yuwen Yue tampak berpikir sejenak. Situasi sudah seperti ini, akan sulit jika menghindar. Menyuruh mereka bersabar dan menunggu dua hari lagi juga tidak akan berguna. Orang-orang Akademi Tian selain angkuh dan sombong, mereka juga keras kepala. Jika keinginan mereka tidak dipenuhi, maka mereka pasti akan berulah dengan menyebarkan rumor bahwa Akademi Kerajaan di Dong Hua tidak menyambut tamu mereka dengan baik.
“Hah, tidak tahu malu! Para keparat itu memangnya siapa?”
Semua orang yang ada di ruang baca Yuwen Yue menolehkan kepala, melihat siapakah yang telah mengatakan kata-kata kasar itu. Mereka kemudian menghela napas ketika tahu bahwa pelakunya adalah Putri Xiyue alias Huang Yunxi, si putri tunggal Kaisar yang tiada duanya.
“Ladeni saja. Guru, aku ingin lihat sampai mana mereka bisa menengadahkan kepalanya!”
“Tapi, ini bukan main-main. Persiapan kita belum matang, makanan untuk menjamu belum siap dan arena pertandingan juga belum selesai didekorasi.”
“Jika ada yang sederhana, mengapa harus memilih yang sulit? Kita bertanding untuk menunjukkan kualitas, bukan pamer kuantitas. Guru, tidak bisakah kalian menyederhanakan pemikiran kalian?”
Pada akhirnya, Yuwen Yue memutuskan untuk meladeni mereka. Biarlah persiapan belum matang asalkan pamor Akademi Kerajaan tetap terjaga. Akademi Kerajaan menjadi sibuk dalam seketika. Lapangan tempat berkuda yang semula hanya terdapat dua koridor, kini ditambah menjadi lima koridor. Arena tarian pedang yang bertempat di lapangan bundar depan aula utama dihias dengan beberapa helai kain berwarna-warni hingga tampak lebih mewah.
Sementara itu, tempat pertandingan aritmatika berada di kelas, yang juga didekorasi dengan beberapa hiasan sederhana. Sedangkan arena bermain catur berada di lapangan utama karena permainan tersebut akan menjadi penutup dari ajang pertandingan tahun ini.
Tidak ada penduduk Akademi Kerajaan yang tidak sibuk. Yuwen Yue juga mengutus salah seorang bawahannya untuk melapor kepada Kaisar Huang Yun Yi, memberitahunya bahwa utusan-utusan Akademi Tian tidak sabar dan memulai pertandingan lebih awal.
Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, Yuwen Yue menuruti seluruh arahan yang diberikan oleh Huang Yunxi. Gadis itu memberinya saran untuk menyederhanakan segalanya. Dia bilang, jika Akademi Kerajaan sama keras kepalanya dengan mereka, maka apa bedanya antara Akademi Kerajaan dengan Akademi Tian. Akademi Kerajaan harus memiliki sesuatu khas yang dapat menjadi ciri yang mandiri, berbeda dengan yang lain.
Awalnya Yuwen Yue tidak yakin, tetapi menimbang bahwa waktu mereka tidak banyak dan saran dari Huang Yunxi bisa dicoba, dia memutuskan untuk menerimanya. Instruksinya yang langsung membuat semua orang di Akademi Kerajaan bekerja lebih cepat dan efisien. Gadis itu menjadi steering commite yang mengkonsep segalanya dari awal hingga akhir.
Seorang pegawai Akademi Kerajaan berlari dari arah belakang dengan wajah panik. Yuwen Yue yang sedang mengawasi pekerjaan orang-orangnya langsung bertanya, mengapa orang itu berlari seperti anjing yang ekornya terbakar.
“Wakil Kepala, koki Akademi Kerajaan pingsan karena terlalu banyak menghirup asap!”
“Apa? Apa dia lalat yang baru belajar terbang?”
Yuwen Yue tidak percaya jika koki Akademi Kerajaan pingsan begitu saja. Sepertinya, bukan asap dari kayu bakar yang membuatnya kehilangan kesadaran diri, tetapi pasti karena panik. Mentalnya pasti terkena serangan karena acara yang seharusnya berlangsung dua hari lagi malah terjadi sekarang.
“Guru, ada apa?”
Yuwen Yue menoleh ke belakang. Huang Yunxi baru datang setelah mengecek keadaan di ruang kelas untuk aritmatika. Dia melihat seorang pegawai berlari dari arah belakang Akademi Kerajaan dengan terburu-buru. Jadi, dia langsung bergegas untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Melihat wajah panik si pegawai dan wajah kesal Yuwen Yue, Huang Yunxi menebak bahwa sesuatu yang buruk pasti sedang terjadi.
“Koki Akademi Kerajaan pingsan.”
“Pffttt…. Hahahaha….”
“Yunxi, memangnya ini lucu?”
“Yang lucu itu wajah panikmu ini. Guru, aku bisa mengatasinya!”
Huang Yunxi kemudian pergi ke dapur Akademi Kerajaan. Benar saja, Si Koki Akademi terkapar di pinggi gentong penyimpanan air dengan mulut terbuka. Melihat posenya ini, Huang Yunxi jadi teringat sebuah kartun beruang yang pernah dia tonton saat kecil.
Tubuh Si Koki Akademi besar, perutnya buncit dan tangan serta kakinya pendek. Rambutnya sudah memutih sebagian. Yang membuat Huang Yunxi tidak bisa menahan tawa adalah kumis Si Koki Akademi yang lebat dan panjang, persis seperti seorang kakek tua yang sudah lama bertapa.
“Hei, kau. Singkirkan beruang tua ini dari hadapanku!”
Si Pegawai kemudian memanggil dua orang temannya. Si Koki Akademi yang pingsan kemudian dipindahkan keluar dapur. Kini, hanya tinggal Huang Yunxi yang ada di sana sendirian. Gadis itu mulai berpikir apa yang harus dia siapkan untuk menjamu para utusan yang menyebalkan itu.
__ADS_1
Sebuah ide cemerlang kemudian muncul. Dia punya sistem gaib yang ajaib, jadi dia bisa meminta apapun yang ada dalam pikirannya. Huang Yunxi ingat di sebuah drama Korea yang tokohnya adalah time traveller, tokoh itu menyajikan makanan modern dengan bahan sederhana dan seadanya. Latar di sini juga dunia kuno, jadi mengapa dia tidak melakukan hal yang sama?
Huang Yunxi kemudian memejamkan matanya. Mulutnya komat-kamit seperti sedang berdoa. Kemudian, dengan suara penuh semangat dia berkata,
“Chicken, spageti, pizza, ramen, takoyaki, tom yum, cola!”
Makanan dan minuman yang dia sebutkan seketika muncul di atas meja. Wanginya begitu menguar mengguggah selera. Huang Yunxi juga mengeluarkan beberapa street food lain yang biasa dia konsumsi ketika pulang bermain games. Agar tidak menghilangkan ciri dunia kuno, Huang Yunxi menyertakan tanghulu, kue osmanthus, kue beras, kue kacang hijau dan teh panas yang manis dan wangi.
Huang Yunxi bersorak. Untung saja dia punya sistem ajaib yang meskipun sudah pergi tetapi tetap memberinya apapun yang dia inginkan. Jika tidak, dia tidak mungkin bisa menyediakan semua makanan ini dalam sekejap. Apalagi dia tidak pandai memasak karena Huang Yunxi lebih suka junk food ketimbang masakan rumahan.
“Yunxi, bagaimana persiapan…”
Suara berat seorang pria dari belakang kemudian terdengar. Pria itu ternyata Yuwen Yue yang sedang mengecek semua persiapan. Saat dia melihat makanan aneh dengan wangi yang begitu menggoda, dia tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Lidahnya meronta-ronta ingin merasakan masakan aneh yang tersaji di hadapannya. Yuwen Yue menelan ludah.
“Sudah siap.”
“Makanan aneh apa ini?”
“Kau mau coba?”
Yuwen Yue mengangguk.
Huang Yunxi menyodorkan sepasang sumpit. Satu suapan, dua suapan, tiga suapan, bahkan sampai lima suapan. Semua makanan modern yang dihidangkan sudah dicicipi olehnya. Saat lidahnya bersentuhan dengan bumbu dari masakan-masakan itu, Yuwen Yue merasa tubuhnya melayang jauh ke atas awan. Cita rasa yang dimiliki oleh masakan ini begitu berbeda, seperti ada percampuran bumbu yang tidak bisa dia ukur takarannya. Benar-benar lezat sekali.
Dia hendak menyumpit lagi, namun tangan Huang Yunxi menahannya.
“Ini untuk menyambut tamu agung, bukan untukmu.”
Beberapa pelayan petugas Akademi Kerajaan datang setelah mendengar teriakan Huang Yunxi. Mereka kemudian pergi untuk mengantarkan makanan-makanan ini ke aula utama, tempat yang akan digunakan untuk menyambut para utusan Akademi Tian. Lebih baik disajikan selagi hangat agar para utusan brengsek itu bisa merasakan akibat dari mengusik ketenangan seorang Huang Yunxi dan Akademi Kerajaan.
“Kau yang membuat semua makanan itu?”
“Ya.”
“Bagaimana kau melakukannya? Kau tidak bisa masak dan satu tahun lalu membakar dapur Istana Dong Hua.”
“Itu dulu.”
“Sekarang?”
“Berbeda.”
“Katakan, bagaimana caramu melakukannya?”
“Kau bertanya padaku?”
“Pada setan.”
“Oh. Setan yang kau maksud ada di sampingmu.”
Yuwen Yue seketika menoleh ke kanan dan kirinya. Tidak ada siapapun.
“Jangan bercanda!”
“Aku tidak bercanda!”
Yuwen Yue mulai panik. Gadis nakal ini sepertinya tidak sedang bercanda.
...***...
__ADS_1
...Tambah satu lagi ya, biar kalian senang, hehehe... ...