TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Terjebak Dalam Dunia Cintanya Daffa!


__ADS_3

***


Setelah libur semester selesai, Kirana, dan Karina pun kembali ke sekolahnya masing-masing.


POV Kirana


"Aku bolehkan duduk disini?" tanya Kirana kepada Daffa.


"Ya bolehlah, inikan masih tempat duduk lo, santai aja kali!" balas Daffa sedikit tersenyum.


"Iya, lagian tadi juga aku udah minta izin kok sama Karina!" sahut Kirana sambil menyimpan tasnya dan duduk.


"Ya ampun Kir, udah lo santai aja, elo sama Karina kan masih sodara, mana mungkinlah Karina nyuruh lo buat gak duduk bareng gue," jawab Daffa.


"Iya sih, tapikan kalo ada orang yang gak suka bisa dilebih-lebihkan, Daff!" balas Kirana lagi.


"Udahlah gak usah dipikirin, gue sama Karina gak akan respon omongan orang, kecuali kalo lihat sendiri guenya," jawab Daffa.


"Ya baguslah kalo gitu," balas Kirana singkat, dan Daffa pun hanya tersenyum saja.


"Oh iya Kir, apa di sekolahnya Karina kalo duduk kayak kita ini?" tanya Daffa lagi.


"Enggak kok, disana duduknya cewek ya sama cewek lagi, begitupun sama cowok, lagian yang di belakang nya Karina juga masih temen-temennya, jadi amanlah Karina gak akan ada yang ganggu!" terang Kirana.


"Oh yang empat cowok itu, termasuk pacar lo, kan?" tanya Daffa.


"Iya Daff, Karina kan punya empat sahabat cowok disana?" balas Kirana.


"Oh gitu, iya sih gue juga sempet denger soal sahabatnya itu, yaudahlah gapapa bagus juga ada yang jagain meskipun gue jauh, begitupun dengan elo, gue siap kok bantuin lo, santai aja!" ujar Daffa sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Iya makasih lho," balas Kirana, dan Daffa pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


POV Karina


"Karin kapan dong kita bisa nongkrong bareng kek dulu?" tanya Alan sambil duduk dikursinya sendiri.


"Iya nih lo sibuk terus sama cowok tamvan lo itu, sampe gak ada waktu sama kita!" sambung Bayu sambil duduk diatas mejanya Karina.


"Jangan pacaran mululah, tengok kita bertiga dong yang masih jomblo ini, emang lu gak kasian apa sama kita?" ujar Farel sambil duduk disampingnya Karina.


"Teraktir kitalah kali-kali, ya itung-itung PJ (pajak jadian) dari kalian berdua?" sambung Kiki yang duduk disampingnya Alan.


"Bisa gak sih ngomongnya jangan gantian kek gitu, pusing nih gue jawabnya, satu-satu kek!" cetus Karina dengan cemberut.


"Ah elah cuman gitu doang, yaudah nih gue yang ngomong, elo sama Alan harus teraktir kita bertiga, jangan sibuk pacaran mulu!" balas Farel dengan mata julingnya.


"Eh kalo ngomong dijaga ye, siapa pula yang pacaran terus, gue ada aja dirumah jarang pacaran, noh si Alan yang pacaran mulu sama sodara gue, lagian hubungan gue kan banyak masalahnya kan jadi gak setiap hari ketemu!" ujar Karina sambil melemparkan sebuah balpen ke badannya Alan dan sedikit tersenyum jahil.


"Elu sih biangnya, kalo elo gak nembak Kirana masalahnya gak akan kek gini, gara-gara elukan gue jadi terjebak dalam dunia cintanya si Daffa, mana ada orang yang gak sukanya lagi, nyebelin!" kesal Karina sambil menyubit pahanya Bayu yang duduk diatas meja.


"Awww ... sakit Karin, kok malah gue yang dicubit sih!" cetus Bayu sambil meringis kesakitan dan mengusap-usap pahanya yang terasa panas karna cubitan dari Karina.


Sedangkan Farel hanya tertawa melihat Bayu yang kesakitan.


"Gemes gue lihat elu Bay, gue aja gemes apalai cewek lain, iyakan Rel?" tanya Karina sambil menatap Farel yang berada di sampingnya.


"Ah iya gemes, saking gemesnya ni, ya, gue pengen jitak pala lu!" ujar Farel sambil mengacak-acak rambutnya Bayu.


"Apaan si luh, pengen gue baku hantam, hahh?" teriak Bayu sambil bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Hantam aja bosku, jangan di kasih kendor, tuman...!" canda Kiki sambil tertawa.


Bayu pun langsung saja membalas perlakuannya Farel dan mengacak-acak rambutnya Farel, dan kini merekapun saling bertatapan siap tempur yang lainnya, namun Karina langsung menghentikan pertengkaran kedua sahabatnya itu.


"Udah berhenti dong, kalian berantem kayak bocah aja tau gak, lagian berantemnya kek gitu malah kek cewek!" ujar Karina sambil menarik tangannya Farel untuk duduk kembali.


"Nah lho, kok gue gak ada yang narik sih?" tutur Bayu sambil duduk lagi dimeja.


"Kejauhan gue kalo narik lo, Bay!" balas Karina.


"Yaudah kapan nih jadinya kita buat nongkrong lagi ber-lima?" tanya Kiki.


"Berlima doang, ntar kalo Kirana salah paham emang lu mau tanggung jawab gitu, Ki?" tanya Karina sambil melirik ke arah Kiki.


"Ya soal Kirana gampang, ada Alan kan yang bisa jelasin, kalo masalahnya sama cowok lu gimana?" ujar Kiki.


"Ya gak masalah, tinggal jelasin aja kalo gue mau traktir kalian makan, rebeskan?" balas Karina dengan santainya.


"Yaudahlah gak usah ber-lima, kita ajakin aja semunya biar rame, toh cowok lo orkay kan?" tanya Kiki lagi.


"Emangnya kenapa? Lu mau ditraktir sama cowok gue juga, Ki?" balas Karina.


"Tentunya. Biar bisa makan banyak, kan elu sama cowok lu, kan sama-sama dari keluarga orkay, jadi ya gapapalah kalo mau traktir kita semua?" cetus Kiki dengan senyum miringnya.


"Yelah, Alan sama Kirana juga sama kan, jadi yaudahlah dari berempat aja, nanti kita urus buat semuanya, okeh!" ujar Karina.


"Okeh deh rebes!" balas Kiki.


Setelah itu Guru yang tak hadir pun digantikan dengan Guru lain, Karina dan yang lainnya pun mulai belajar.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2