
TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
Karina pun menyentuh pipi nya yang di cium oleh Alex, dan tersenyum, lalu membenamkan wajah nya menyusup ke dalam bantal, karena malu kalau membayangkan nya.
Alex yang baru selesai dengan ritual nya pun nampak heran dengan kelakuan nya Karina yang sedang tengkurap menyusupkan wajah nya di bantal.
"Hei ... sedang apa kau disitu. Mengapa tidurmu tengkurap seperti itu, apa kau sedang ingin menggodaku." ucap nya sambil memakai baju santai nya.
Karina pun perlahan duduk dengan bantal yang masih di pegang nya. "Siapa pula yang ingin menggodamu. Aku hanya sedang tidur barusan, dan kenapa kau malah memakai bajumu disini." balas nya.
"Gapapa. Apa menurutmu aku tampan dengan balutan kain yang ku pakai sekarang." tanya nya, dan membuat Karina terkekeh mendengar ucapan nya Alex barusan.
"Kenapa tertawa. Aku kan sedang bertanya padamu, ayo lah kasih penilaian mu tentang pakaianku ini." sambung nya lagi sambil menatap lekat ke wajah nya Nandini.
"Baiklah. Kamu memang sudah tampan sebelum memakai baju itu, jadi mau di gimanain juga tetap tampan, bukan." Karina pun mulai meraih handuk nya, dan berdiri.
Alex pun tersenyum, dan menghampiri karina. "Baik sekali, istriku memang paling pengertian." lalu memeluk Karina dari depan.
"Hei aku belum mandi, lepasin. Aku mau mandi dulu." Alex pun melepaskan pelukannya lalu mencium keningnya Karina lembut.
"Meskipun belum mandi, istriku ini tetap wangi kok. Ya sudah sana, mandi dulu biar tambah wangi." Karina pun mengangguk, dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Alex pun masih bersantai di kamar nya menunggu Karina, sambil sedikit menyisir rapi rambut nya, yang memberi kesan elegan.
Setelah Karina selesai mandi, dan siap dengan pakaiannya, Karina pun duduk di bangku riasnya, dan mulai menyisir rambut panjangnya. Alex yang memperhatikan Karina sedari tadi pun hanya tersenyum saja memandangi punggungnya Karina.
Alex pun mulai menghampiri Karina, dan memeluknya dari belakang. "Aku kangen banget sama kamu, dan aku gak pernah nyangka kalau kita bakalan menikah dan hidup satu atap bersama." ucapnya lembut di samping telinganya Karina.
"Gombal deh, lepasin. Ayo kita turun buat sarapan," ajaknya sambil mencoba melepaskan pelukannya Alex, namun Alex sengaja mengeratkan pelukannya itu.
__ADS_1
Alex pun membuang nafasnya kasar, dan mulai melepaskan pelukannya, lalu menggandeng tangannya Karina untuk turun dari kamarnya.
Mereka pun mulai sarapan di meja makan, yang dimana disana ada Papanya Karina, ada Kirana, Alan, Citra, Adit, dan kedua anaknya Citra.
Davin pun mulai menghampiri Karina. "Nty, Avin mau disuapin sama nty." ucapnya menggemaskan.
"Mau disuapin. Ya udah sini duduk, aunty siapin Avin, ya," Davin pun mengangguk. Karina makan sambil menyuapi Davin.
Setelah selesai sarapan, Kirana dan Alan pun terpaksa harus kembali pulang karena proyek besar di kantornya sedang butuh atasannya, bukan karena sekretaris dan asistennya yang tak mampu, tak klien tender besar ini yang meminta bertemu langsung dengan Alan.
Setelah berpamitan kepada Papa, Citra, dan Adit, Kirana pun mulai menghampiri Alex yang sedang duduk berdua dengan Karina.
"Alex, gue titip Karina, ya, jangan sampai dia sedih, karena gue gak mau melihatnya sedih." ucapnya.
"Gue jamin Karina pasti baik-baik aja selama di samping gue, udah lo gak usah hawatir," balasnya.
Setelah itu Alan, dan Kirana pun kembali pulang ke rumahnya di luar kota.
Alex pun mengajak Karina kembali masuk ke dalam kamarnya. Dan Karina pun hanya menurut saja.
Di Kamar
"Mau apa sih, mendingan kita jalan-jalan aja, beli apa kek di luaran sana." kata Karina masih berdiri.
"Gak mau. Aku maunya menghabiskan waktu libur berdua sama kamu di kamar aja, nanti kalau aku udah kerja lagi, aku bakalan sibuk," balasnya sambil menatap wajah cantiknya Karina.
"Kan aku juga kerja, kamu gak bakalan larang aku buat kerja, kan." tanyanya.
"Enggak kok, asalkan jangan terlalu capek kerjanya, ya udah sini duduk dulu," balasnya sambil duduk duluan, dan menepuk tempat yang kosong di sampingnya.
__ADS_1
Karina pun duduk di sampingnya Alex. "Kenapa." tanyanya lagi.
"Aku kangen sama kamu, dari dulu sekolah aku sudah menyukaimu, tapi kamu malah cinta sama Daffa," jelasnya.
"Udah deh gak usah bahas dia lagi, aku mau fokus sama kamu aja sekarang, di hati aku udah gak ada nama dia lagi, sekarang udah ganti kamu." jujurnya.
Alex pun tersenyum. Gerak-gerik Alex sudah mulai mencurigakan, perlahan Alex pun mendekatkan wajahnya dekat sekali ke wajah Karina, bahkan hembusan nafasnya terasa hangat di wajahnya.
Karina pun menyadari apa yang akan dilakukan Alex, dengan cepat Karina pun menahan bibirnya Alex dengan tangannya, dan perlahan tersenyum.
"Mau ngapain sih, udah deh gak usah macem-macem dulu, tunggu nanti malem aja." ucapnya.
"Nanti malem kamu tidur, gak jadi lagi deh aku mau mesra-mesraan nya, jangan pelit gitu dong, aku cuman mau ngerasain aja dikit, dikit doang gak banyak,"
"Gimana kamu aja lah." Alex pun kembali tersenyum.
Perlahan Alex pun mencium keningnya Karina, lalu turun ke pipi, sampai berhenti di bibir. Alex pun mulai memainkan *****nya di dalam mulut Karina, dan Karina pun membalasnya dengan lembut.
Tangannya pun mulai nakal, tangan itu bergerak menyusuri lekukan tubuhnya Karina, dan berhenti di bagian dadanya Karina.
Karina pun memberhentikan ciumannya, dan memegangi tangannya Alex yang memainkan ********nya Karina.
"Stop. Udah deh gak usah di lanjutin, aku masih capek, nanti aja, ya, malem." ucapnya sambil tersenyum.
"Ya udah iya, tapi beneran, ya, nanti malem," Karina pun mengangguk.
Alex pun kembali tersenyum, dan memeluk tubuhnya Karina, lalu kepalanya Alex ia sandarkan di dadanya Karina. Sepertinya nyaman bersandar disana, ya. Karina pun malah memainkan rambutnya Alex.
bersambung.....
__ADS_1