
TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2
Alex pun mulai membantu Karina melepaskan semua benda yang memasang di atas kepala nya Karina itu, dan Karina pun mulai membersihkan make up yang menghiasi wajah cantik nya itu dengan toner.
Setelah selesai semuanya, Karina hanya tinggal melepaskan gaun pengantin nya, dan mengganti nya dengan baju tidur.
"Aku mau mandi dulu, ya." ucap nya gemetar, lalu mengambil piyama nya di lemari, dan langsung memasuki kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang, kok gue merasa canggung gini, ya. Gue gak biasa kalau harus berdekatan sama Alex, ya, gue tahu sekarang dia suami gue, tapi dulu nya dia sahabat nya Daffa. Aduh ... canggung banget gue." batin nya, sambil bolak-balik di dalam kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandi nya, dan memakai piyama yang di ambil nya tadi di lemari.
Alex yang sudah menunggu Karina keluar dari kamar mandi pun hanya bisa memandangi pintu, dan berharap pintu segera terbuka. Namun harap nya seperti sia-sia, karena Karina tak juga nampak di balik pintu kamar mandi itu.
Alex pun mulai merasa cemas, dan mulai berdiri untuk memeriksa keadaan nya Karina.
Tok! Tok! Tok!
"Karina, kamu gapapa kan. Aku sudah hawatir menunggu mu." panggil Alex di balik pintu dengan suara lembut, dan bernada cemas itu.
Deg!
Jantung nya Karina berdetak cepat, saat mendengar panggilan dari Alex. Karina nampak bingung harus memberi alasan apa kepada suami nya itu.
"Ya Allah ... aku belum siap semua nya, apa aku akan di marahi jika nanti menolak. Apa kau tidak akan memaafkan aku." alih-alih suara hati nya merasa cemas, dan Karina pun mulai membuka pintu kamar mandi, dan nampak lah Alex yang sedang memandang nya sambil tersenyum, karena mendapati sang empunya baik-baik saja.
Alex pun mengambil handuk nya, dan langsung melakukan ritual mandi nya. Karina hanya duduk bersantai di sofa sambil menyalakan tv, dan ponsel yang di pegang nya.
Karina menatap layar di ponsel nya yang memperlihatkan gambar dirinya, dan Alex saat mengucap Ijab Kabul tadi. Perlahan senyum nya terlukis di bibir ranum nya Karina, dan Karina pun mengusap lembut layar ponsel itu untuk menggeser gambar ke gambar selanjut nya.
Lagi-lagi senyum nya menghiasi wajah cantik nya, dan Alex yang sudah selesai dengan mandi nya pun langsung tersenyum kecil saat mendapati istri nya sedang tersenyum itu.
Seperti nya Karina menyadari kalau ada orang yang memandangi nya, dan Karina pun melirik nya untuk memastikan orang itu suami nya atau bukan, dan....
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ...!" Karina berteriak, dan langsung menutup mata nya dengan tangan, kala melihat Alex yang hanya menggunakan handuk di bawah pinggang saja.
"Hei ... kenapa kau berteriak. Apa ada masalah denganku." Alex pun terlihat kebingungan, padahal dia sendiri sudah memakai handuk yang benar untuk menutupi bagian sensitif nya, tapi kenapa dia malah berteriak, fikir nya.
Karina masih membenamkan wajah nya di kedua telapak tangan nya. "Ku mohon, pakai lah bajumu, jangan membuat mata suci ku jadi ternodai karena mu." balas nya, manis sekali, fikir Alex sambil menyeringai.
__ADS_1
Karina pun bernafas lega, saat Alex sudah mulai memakai baju nya. "Apa dia sudah gila. Kenapa dia hanya menggunakan handuk sepinggang, itu membuat mata ku berdosa." batin nya berdecak.
"Apa yang kamu lakukan disana. Bukan nya ini sudah malam. Apa kamu sengaja ingin bermain dulu denganku. Okeh kita lakukan malam ini." ucap nya dengan suara lantang, sehingga membuat Karina harus menutup telinga nya rapat-rapat, agar tak mendengar ucapan berdosa yang terlontar dari mulut suami nya itu.
"Ya Allah berdosa banget, bagaimana mungkin dia tidak men-sensor ucapan nya, apa dia tidak tahu malu." gumam-gumam yang hanya mampu di dengar oleh nya saja.
"Kenapa diam. Aku sedang berbicara denganmu, Karina." Karina hanya menoleh sebentar lalu terfokus lagi pada televisi yang di tonton nya.
Karena merasa tidak ada jawaban dari Karina, Alex pun langsung melangkah kan kaki nya untuk duduk di samping nya Karina.
Karina yang sedang fokus nonton pun sampai tak menyadari kalau Alex sudah duduk di samping nya, bahkan sedang memandang nya.
Alex tersenyum, dan tetap memperhatikan lekuk wajah cantik nya Karina. "Imut sekali, cantik yang natural, bahkan kamu mampu membuat aku terpesona akan indah nya ciptaan mu ya Allah ...." batin nya, dan rasa nya ingin sekali Alex menyentuh pipi mulus bersih putih itu dengan jemari nya sekarang, namun Alex menahan nya agar tak membuat Karina terganggu.
Alex pun mulai menghadap kan tubuh nya ke arah Karina, dan menyandarkan kepalanya ke samping kursi, lalu kembali menatap Karina yang masih fokus itu.
Karina pun mulai melirik ke arah samping karena merasa ada yang sedang menatap nya. Karina pun terkejut karena Alex yang masih menatap nya. "Sejak kapan kau ada disini. Jangan bilang kau punya kekuatan magic selain kau menjadi seorang CEO muda sekarang."
Alex pun terkekeh mendengar ucapan nya Karina barusan. "Haha ... apa kau sudah gila. Bahkan saking serius nya kau sampai tak menyadari aku ada disini." lucu sekali fikir nya, memang istri nya ini suka seserius itu kalau menonton tv, bahkan sampai tak menyadari dirinya sejak tadi ada di samping nya. (Bagai tak di anggap saja).
"Berani nya kau, mengatai aku gila." Karina pun memukul lengan nya Alex dengan manja.
Duarr (entah suara apa).....
Mereka pun mulai tersadar saat Alex akan mendekatkan wajah nya ke wajah Karina.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ... apa yang mau kau lakukan. Jangan macam-macam kau denganku." Karina pun melotot, dan tetap saja Alex hanya tersenyum menanggapi ucapan nya Karina barusan.
Karina pun mulai berpindah tempat duduk jadi di bibir ranjang dengan wajah nya yang di tekuk. Alex pun kembali menghampiri Karina, dan duduk di samping nya Karina.
Alex pun mulai menatap Karina dengan tak biasa, tubuh nya kini di rapatkan sangat rapat dengan posisi duduk nya Karina.
"Apaan si. Udah deh kamu tidur sana, gak usah gangguin aku dulu." berharap Alex menurutinya dan pergi, tapi apa yang terjadi, malah Alex memeluk nya dari samping dengan erat.
Karina pun berusaha berontak, namun tak di hiraukan oleh Alex, dan Alex pun tetap memeluk nya.
"Lepasin apaan si, gak usah peluk-peluk gitu, bisa gak." ucap nya tegas sebagai permohonan.
__ADS_1
Alex pun melepaskan pelukan nya, dan menatap Karina. "Kenapa. Padahal aku bebas lho mau ngapain aja sama kamu, ini kan malam pertama kita."
"Please gak usah bahas itu sekarang, aku ngerasa belum siap aja, karena kita ini temen lho awal nya." balas Karina sambil sedikit memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Aku tahu, tapi sekarang kan kita udah halal, mau aku ngapain kamu aja kan gapapa."
"Aku juga tahu, udah lah mendingan kamu tidur aja, gak capek apa dari tadi melek terus, tidur." balas nya masih terdengar lembut.
Alex pun seperti nya tak mendengarkan apa kata Karina, tangan nya mulai menyingkap piyama Karina di bagian bahu nya, dan dengan cepat Karina menutup bahu nya yang sudah kelihatan itu. Sorot mata nya sudah menggambarkan untuk jangan melakukan nya sekarang.
Alex pun menghembuskan nafas kasar nya, dan mulai merebah kan tubuh nya di kasur, dan tak lama di ikuti Karina yang merebah kan tubuh nya juga.
"Gak usah cemberut kayak gitu." kata Karina sambil membalik kan tubuh nya menghadap Alex.
"Enggak kok, ya udah kamu tidur, mungkin kamu yang lelah." balas nya lembut, sambil mengusap pucuk kepalanya Karina, dan mencium kening nya Karina.
Karina pun sedikit tersenyum, dan Alex pun langsung memeluk nya, lalu mereka berdua pun tidur.
★★★
Matahari mulai terbit, sinar nya masuk melalui celah yang ada di balik lubang kecil, mengusik kedua sejoli untuk membuka mata nya.
Mereka berdua pun saling tatap ketika mata mereka mulai fokus menatap keindahan di depan mereka masing-masing.
"Morning sayang." sapa Alex dengan senyum nya yang masih menghiasi wajah tampan nya itu.
"Morning to." balas nya sambil mendudukkan dirinya.
"Mandi sana, atau mau mandi bareng." tanya Alex sambil tersenyum menggoda.
"Apaan sih, ya udah kita mandi, tapi masing-masing. Kamar mandi di rumah kamu ini ada berapa sih." balas nya sambil menatap ke arah Alex.
"Kenapa gak bareng, aja." ucap nya, dan mulai tersenyum jahil.
"Gak ada. Ya udah sana mandi duluan, nanti keburu sarapan gimana." balas nya.
"Iya." ucap nya singkat, lalu mencium pipi nya Karina sebelum menghambur pergi masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Karina pun menyentuh pipi nya yang di cium oleh Alex, dan tersenyum, lalu membenamkan wajah nya menyusup ke dalam bantal, karena malu kalau membayangkan nya.
bersambung.....