TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Kirana!


__ADS_3

Selamat Membaca😊


***


"Oh ... jadi kalian berdua yang udah ngeracunin Karina? Setega itu, ya, kalian sama temen sendiri, gak nyangka banget gue," ucap Daffa dengan senyum yang sulit di artikan.


"Maksud lo apa ngomong kek gitu, elo jangan Nuduh sembarangan, gue gak mungkin lah ngeracunin sahabat gue sendiri," balas Alan dengan menatap Daffa dalam.


"Udah lah, gak usah ngelak lagi, dengan adanya kalian disini, itu jadi bukti, kalo kalian memang pelakunya!" ucap Daniel.


"Pada ngomong apaan sih, gue sama Alan ada disini karna gu___," balasan Farel yang terpotong karna Daffa.


"Udah lah, kita gak mau dengar penjelasan apapun dari kalian, mendingan sekarang kalian ikut kita?" sambung Daffa dengan memegangi Alan.


"Apaan nih, lepasin gue?" ucap Alan dengan mencoba berontak. Dan


Bugghh!


Alan berhasil meninju bagian mukanya Daffa, dan langsung berlari dari dalam caffe, dan langsung menghampiri Bayu, dan Kiki.


"Damn it banget tu anak, malah mukul gue, hehhhh ... laknat tunggu?" teriak Daffa sambil mengejar Alan, dan Farel.


Alex, dan Daniel pun ikut mengejar.


Saat itu juga Alan, dan Farel langsung menancap gas mobilnya, dan pergi ke apartemennya Karina.


Daffa, Alex, dan Daniel pun mengikuti sampai ke apartemen.

__ADS_1


***


"Kenapa kok pada lari-larian?" tanya Karina yang tidak tahu apa-apa.


"Itu tuh cowok lo, damn it!" balas Alan dengan mendudukkan dirinya di lantai.


"Elo yang damn it! Oh iya sayang, ternyata mereka lho yang ngeracunin kamu, aku gak nyangka, ya, kalo temen-temen kamu itu, seperti itu," ucap Daffa dengan mendekati Karina.


"Elo salah paham a****g, udah gue bilang kan, gue gak ada niatan buat ngeracunin sahabat gue sendiri, keukeuh banget dah lu," kesal Alan dengan melemparkan boneka yang ada di pinggiran ranjang.


"A****g luh, kalo emang bukan lo pelakunya, ngapain tadi pake acara kaget segala, pas gue dateng, sama temen-temen gue?" tanya Daffa dengan penasaran.


"Kita berdua kesana karna mau lihat siapa yang udah mesan makanan buat Karina, dan setelah kita lihat dari datanya, ya, kita kaget lah, bukan nama itu yang selalu gangguin ceweknya si Alan!" balas Farel dengan melirik ke arah Karina.


"Bohong!" sarkas Daffa dengan singkat.


"Daffa udah dong, kamu jangan kek gitu sama temen aku, mereka berempat kesana karna izin dari aku, jadi kamu jangan nuduh mereka dong," ucap Karina membela teman-temannya.


"Ada petunjuk lain sih sebenarnya, cuman gue gak yakin, masa iya sih dia pelakunya," balas Alan dengan mengambil boneka minions, dan menidurinya.


"Siapa? Ayo dong bilang, jangan bikin kita penasaran lah," gertak Daniel dengan menghampiri Alan yang sedang berbaring itu.


"Gini biar gue jelasin dulu, biar kalian juga gak salah paham. Setelah gue lihat di data pemesanan, ternyata yang suka perasa yang di kirim kan si orang itu untuk Karina, ternyata sama dengan perasa yang biasa Kirana makan?" terang Alan dengan beratnya.


"Kirana? Oh iya, gue baru inget, emang iya Kirana yang suka perasa itu, soalnya gue sama kak Citra itu sama rasa, papa juga sama kek gue, cuman Kirana doang yang beda, tapi masa iya Kirana yang ngeracunin gue, gue sama Kirana kan kembar?" ucap Karina dengan kebingungan.


"Kok bisa Kirana? Memangnya ada apa, kok bisa Kirana setega itu sama Karina? Adakah alasan lain? Elo kan cowoknya Kirana?" tanya Daffa kepada Alan.

__ADS_1


"Ya gue gak tahu juga, yang gue tahu kan, perasa itu memang Kirana yang suka, kan tadi gue udah bilang, kalo si Angel itu gimana?" balas Alan dengan kembali bangun dari tidurannya, dan duduk.


"Gue gak yakin, kalo pelakunya si Angel, malah bisa jadi musuh dalam selimut kan, ya itu dia, si Kirana?" ucap Daniel dengan cepat, dan tak bisa menerima kalo Angel adalah dalang di balik kejahatan ini.


"Udah lo tenang aja Dan, kan para kepercayaan gue lagi mencari soal kebenaran ini, jadi lo gak usah hawatir, kalo emang bukan si Angel, gue percaya deh sama lo," balas Alex sambil tersenyum.


Daniel pun tersenyum.


POV Kirana


"Gimana nih, kalo si Alex udah mulai gesit nyari tahu siapa dalangnya, bisa-bisa gue nih yang bakalan ketangkep, si Alex kan gak bisa di remehin, aduh gue harus gimana nih," gumam Kirana di dalam kamarnya sambil mondar-mandir.


"Gue harus tenang, pokoknya gue gak boleh kelihatan kek penjahat, gue harus bersikap kek biasanya aja, okey tenang Kirana, semuanya akan baik-baik saja!" sambung Kirana sambil menenangkan pikirannya.


***


Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya para kepercayaan dari Alex pun membawakan berita yang sangat mengejutkan.


"Lapor tuan Alex?" ucap kepercayaan Alex dengan membungkukkan badannya.


"Iya, ada kabar baru?" tanya Alex sambil meminum minuman yang di sajikan.


"Ada tuan, kalo kami lihat di cctv jalan yang mengarah ke caffe klasik agailt, sepertinya perempuan ini yang telah mengganti data pemesanan dengan nama Angela Monic?" jelas kepercayaan itu dengan menunjukkan bukti cctv.


"Kirana! Yasudah kalian silahkan pergi!" titah Alex, dan para kepercayaan itu keluar dari ruangannya Alex.


"Kirana! Kok bisa sih dia sejahat itu sama sodara sendiri, sampai di racun pula, apa sih maunya dia sebenarnya, gue harus lebih pintar lagi nih, gimana caranya agar gue bisa bertanya sama Kirana, tanpa Kirana curiga sama gue," gumam Alex sambil berfikir.

__ADS_1


"Gue harus ceritain ini sama Daffa deh kayaknya," sambung Alex kemudian.


#bersambung


__ADS_2