
Karina pun mengangguk, dan mereka berdua pun keluar dari mension megah itu, dan Alex pun mulai membukakan pintu mobil nya untuk Karina, dan Karina pun masuk ke dalam mobil itu begitu pun dengan Alex. Alex pun langsung menancap gas pedal nya dan mulai berangkat ke tempat yang dimana sudah di fikir kan oleh Alex.
Sesampai nya di sebuah mal, Alex pun langsung memarkirkan mobilnya dan mulai mengajak Karina untuk berkeliling sambil belanja di dalam mal itu.
"Kamu mau belanja apa aja terserah, aku gak bakalan larang kamu." ucapnya lembut.
"Gimana nanti aja, sekarang kita lihat-lihat aja dulu," balasnya, Alex pun mengangguk.
Karina pun terus menggenggam tangan nya Alex dan mulai mengajak Alex ke tempat tas branded, dan Karina pun sedikit melihat-lihat nya.
"Kamu mau, ambil saja mana yang kamu suka." tuturnya lagi, dan tak lupa pelayan disana pun ikut mengikuti dan menawarkan barang terbaru disana.
"Ini ada tas import yang baru realis disini lho mbak, harganya juga terjangkau dan banyak sekali warnanya, kalau Mbak mau saya bisa ambilkan beberapa warna yang sangat elegan untuk mbak." ucap pelayan itu dengan ramah.
Sebelum Karina menjawab, Karina pun sedikit menatap ke arah Alex dan Alex pun mengangguk pertanda boleh.
"Boleh deh, tapi warna nya jangan yang terlalu ngejreng, ya, yang elegan buat saya saja," balas Karina sambil tersenyum, lalu pelayan itu mulai mengambilkan tas dengan beberapa warna yang sangat elegan sedangkan Karina kembali melihat-lihat tas yang lain nya.
Tak lama pelayan itu kembali datang dengan beberapa warna cantik dari tas import itu.
"Nah ini mbak warna yang sangat cocok untuk anda, silahkan di pilih yang menurut anda sesuai dengan keinginan." ucap pelayan itu sembari memperlihatkan tas yang di bawanya.
"Wah ... warna nya lucu banget, jadi pengen semuanya," balas Karina lalu mengambil satu warna kesukaan nya yaitu warna matcha.
"Mbak, tolong bungkus saja semua warna yang mbak pegang dan ini kartu ATM saya." ucapnya sembari memberikan ATM ke pelayan itu, dan sang pelayan pun menerimanya lalu membawanya ke kasir.
"Sayang, itu harga nya lumayan lho, buat apa aku tas sebanyak itu." ucap Karina sambil menatap ke arah Alex.
"Kamu suka kan, apapun yang kamu suka ya udah beli aja, gak usah banyak komen," balasnya dengan datar.
Karina pun hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum lalu memeluk tubuhnya Alex.
Tak lama pelayan tadi pun kembali datang dengan beberapa Tote bag yang di bawanya, dan langsung memberikannya pada Karina begitu pun dengan ATM nya.
"Terimakasih, ya." ucap Karina setelah menerima beberapa tote bag itu.
"Terimakasih kembali mbak, jangan lupa nanti mampir kesini lagi, ya," balas pelayan itu dengan ramah.
"Bye." Karina pun langsung melambaikan tangannya, dan pelayan itu pun membalasnya dengan senang hati.
Karina dan suaminya pun pergi meninggalkan tempat tas dan kembali melihat-lihat ke tempat yang lain.
"OMG ... sepertinya mereka sepasang pengantin baru deh, kelihatan banget mbaknya begitu senang mendapat kan pendamping pengertian seperti mas yang tadi, aduh ... aku jadi pengen juga punya suami yang kayak gitu, mimpi lu ketinggian Kinara!" gumamnya sambil sedikit menepuk kepala nya lalu tersenyum kikuk.
Temannya yang melihat kelakuan Kinara pun langsung menghampiri nya, dan menepuk punggungnya dengan pelan.
"Kamu kenapa Kin, kok senyum-senyum kayak orang gila begitu." tanya Ina yang sudah menatap ke arah Kinara.
"Hehe ... aku gapapa kok In, cuman tadi ada sepasang pengantin baru kayak nya, mereka cocok banget. Yang satu cantik, dan yang satu nya tampan. Aku jadi pengen kayak gitu," balasnya lalu tersenyum.
"Kamu ini, makanya cepet nikah dong." kata Ina.
Kinara pun hanya tersenyum, dan kembali membereskan barang yang ada di toko.
★★★
Karina dan Alex pun kembali memasuki toko sandal dan sepatu, lalu melihat-lihat rancangan terbaru dan Karina pun sepertinya menyukai satu sandal yang hak nya tidak terlalu tinggi.
Karina pun mulai mencoba sandal itu, dan tak lama pelayan toko pun menghampiri.
"Wah ... sandalnya sangat cocok di gunakan oleh mbak, dan ini keluaran terbaru dari toko kami lho mbak." ucap pelayan itu sambil tersenyum.
"Cocok yah, menurut kamu yang bagus buat aku yang mana." tanya Karina pada Alex yang sedang berdiri di samping nya.
Alex pun mulai memperhatikan semua sandal yang di gunakan Karina. "Aku gak tahu, kamu yang mau pakai, kamu sukanya yang mana." Alex pun malah balik bertanya.
__ADS_1
"Ih kamu, orang aku nanya pendapat kamu, malah balik nanya aku lagi. Aku juga butuh masukan dari kamu suami aku." Karina pun mulai kesal dengan Alex.
"Ya udah kamu tinggal tunjuk aja yang mana yang kamu suka, karena menurut aku semuanya bagus dan cocok di kaki kamu," balas Alex dengan santainya.
"Ya ... aku gak bisa milih satu, aku suka semuanya." ucap Karina sambil cemberut.
"Mbak di bungkus saja semuanya, ini kartu ATM saya." ucapnya sembari memberikan kartu ATM nya dan Alex pun keluar duluan meninggalkan Karina.
Si mbak pelayan pun tersenyum, lalu membawa semua sepatu itu dan memasukan nya kedalam Tote bag lalu menggesek ATM nya untuk membayar total bayarannya.
Setelah itu si mbak pelayan pun memberikan semua Tote bag itu ke tangannya Karina begitu pun dengan kartu ATM milik Alex.
"Sultan mah beda." gumam Karina sembari membawa Tote bag itu dan menuju ke luar dari toko sepatu itu.
Karina pun menghampiri Alex yang sedang berdiri di samping mobilnya, lalu Alex pun membukakan pintu mobil, dan Karina pun menyimpan semua barang belanjaan nya di kursi belakang.
"Nih kartu ATM kamu." ucap nya sembari memberikan kartu ATM itu ke tangannya Alex, dan Alex pun menerimanya.
"Udah belanjanya, mau lagi gak," balas Alex sembari menatap wajahnya Karina.
"Udah cukup, aku mau pulang saja. Capek tahu." ucapnya lalu masuk ke dalam mobil samping pengemudi.
Alex pun ikut masuk mobil juga, dan mulai memacu mobilnya menuju ke mension nya.
Sesampainya di rumah, Alex pun langsung duduk di sofa sambil selonjoran.
"Yang laper enggak." tanya nya.
"Lumayan, kenapa gitu," balas Karina sembari duduk di sofa yang lain.
"Kita makan aja yuk. Kamu mau makan apa." Alex pun langsung membenarkan posisi duduknya.
"Bebas apa aja, aku pasti makan kok," balas Karina.
Mereka berdua pun mulai makan.
...***************...
Ke esokan paginya, Alex pun mulai bangun pagi dan melakukan ritual mandinya. Setelah selesai dengan setelan kerjanya, Alex pun duduk di sampingnya Karina dan mulai memainkan rambutnya Karina.
Perlahan Alex pun mengusap pipi lembutnya Karina dan memberikan ciuman lembut disana. Karina yang merasa terusik pun langsung mengerjapkan matanya dan menatap ke arah Alex.
"Kamu mau kerja hari ini, kenapa gak bangunin aku dari awal." kata Karina sembari bangun dari tidurnya dan langsung duduk.
"Gapapa kok, aku cuman gak mau ganggu tidur kamu," balasnya lalu tersenyum.
"Ya enggak ganggu dong, cuman kalau gini aku malu, masa keduluan bangun sama kamu sih." ucapnya.
"Gapapa sayang, ya udah sekarang kamu bangun, mau mandi mau enggak terserah kamu, kita sarapan sekarang," ajaknya dan Alex pun mulai berdiri dan Karina pun langsung meraih handuknya dan mandi.
...***************...
Setelah selesai sarapan, Karina pun langsung mengantarkan suaminya sampai ke depan pintu mension setelah itu Alex pun pergi ke kantornya dengan asisten pribadi nya.
Sekitar pukul sembilan pagi, Karina pun berniat untuk jalan-jalan di taman sendiri, Karina sudah meminta izin pada Alex, dan Alex pun mengizinkan nya.
Sesampainya di taman, Karina kembali di pertemukan dengan Jenny istrinya Daffa. Jenny sedang jalan-jalan seperti Karina sendirian.
"Hai ... ketemu lagi kita disini, gue harap elo udah move on dari Daffa." ucapnya sembari tersenyum kecil.
Karina pun membalas senyumannya Jenny. "Sans ajah, gue udah gak punya perasaan apa-apa kok sama Daffa, gak usah hawatir,"
"Gak hawatir sih, cuman suami gue masih suka terbayang-bayang soal lo, itu yang gue benci dari lo." ucapnya.
"Ya lebih di jagain lagi dong suaminya, biar gak keinget terus sama mantannya, lagian nih ya, mau dia masih belum bisa move on juga gue gak perduli," balas Karina.
__ADS_1
Jenny pun malah langsung menampar pipi nya Karina dengan kencang, sehingga membuat bibir sampingnya tergores dan berdarah.
Karina pun memegangi pipinya dengan tangannya. "Kasar banget sih jadi cewek, kenapa lo jadi gampar gue, emang lo fikir gue mau apa sama suami lo. Gue udah punya suami yang lebih sayang dan pengertian sama gue." ucap Karina sambil menahan rasa sakitnya.
"Elo emang pantas buat di gampar, biasanya cewek yang kayak lo itu suka ganjen sama milik orang," balasnya tanpa berfikir panjang.
"Heh ... gak usah sembarangan deh, gue udah tahu semua kebusukan lo, dari awal elo emang udah suka sama Daffa. Di tambah lagi elo kan yang udah masukin obat perangsang di minumannya Daffa. Rendah banget si diri lo." ucap Karina yang membuat Jenny langsung melotot.
"Tutup mulut lo itu, awas saja kalau sampai lo berani ngadu sama Daffa, gue gak bakalan tinggal diam," balasnya.
"Gue dan suami gue juga gak akan tinggal diam kok, lihat saja nanti pembalasan apa yang akan lo dapat. Seharusnya sih elo juga bisa ngerasain sakit nya di tinggal sama seseorang yang udah lo miliki sekarang." cetusnya gak main-main.
"Gak ... Daffa gak bakalan ninggalin gue, tapi suami lo yang bakalan ninggalin lo," balasnya.
"Oh ya. Berjuang aja terus, buat mempertahankan suami lo itu." Karina pun sedikit tersenyum dan pergi meninggalkan Jenny.
Karina pun kembali pulang ke mensionnya dan melihat Alex sudah menunggu nya di depan pintu ruang utama.
Alex melihat sedikit darah di samping bibirnya Karina dan membuatnya langsung menjadi panik.
"Sayang, ini kenapa." tunjuk nya pada bagian yang terluka itu.
"Gapapa kok, udah kamu gak usah hawatir. Ini bisa di cuci kan," balas Karina.
"Tapi masih kelihatan lebam. Aini ...." teriaknya membuat sang punya nama langsung berlari menghampiri sumber suara itu.
"Iya tuan," balasnya sambil menunduk.
"Tolong ambilkan air hangat dan handuknya." titahnya dan membuat Aini kembali berlari mengambil air hangat itu dan kembali memberikan pada tuannya.
Aini pun kembali ke belakang, dan Alex pun mulai mengobati lukanya Karina.
Alex pun memperhatikan pipinya Karina yang merah seperti bekas tamparan.
"Kenapa pipi kamu merah gini, seperti bekas tamparan, kamu di tampar siapa sih." tanya Alex setelah mengobati lukanya Karina.
"Enggak kok, gak ada yang nampar aku, mungkin karena aku ngusap nya kenceng kali, makanya jadi kayak gini," balas Karina berbohong.
"Aku gak bisa di bohongin, ayo katakan siapa yang sudah berani menampar mu." tanya nya sekali lagi.
"Ok fine ... aku di taman ketemu sama Jenny, dan dia nampar aku karena takut aku rebut Daffa darinya," jawab Karina.
"Hmmm ... kok bisa, bukannya dia tahu kamu istriku sekarang, kenapa dia bisa berfikiran seperti itu." ucapnya sambil menatap wajah Karina.
"Dia bilang, karena Daffa yang masih belum bisa move on dari aku,"
"Daffa gak bisa move on tapi kok malah kamu yang di tampar. Terus dia bilang apa lagi selain itu."
"Aku juga gak tahu, udah lah biarin aja. Lagian aku juga tahu rahasia dia yang sebenarnya,"
"Rahasia. Rahasia apa." tanya nya karena penasaran.
"Dia yang menjebak Daffa dengan obat perangsang yang di simpannya di minuman Daffa, hingga akhirnya Jenny hamil," balas Karina.
"Licik sekali wanita itu. Dia pengen mendapatkan sesuatu dengan cara gak punya harga diri seperti itu. Sungguh tidak patut di contoh."
"Ya udah lah biarin aja, yang terpenting sekarang, aku kan udah punya kamu. Jadi aku gak mau mikirin dia lagi," Karina pun tersenyum.
Alex pun langsung memeluk tubuhnya Karina dengan mesranya. "Makasih, ya. Jadi makin cinta aku sama kamu. Kamu gak usah hawatir, lain kali aku bakalan terus melindungi kamu." ucapnya.
Karina pun mengangguk dan Alex pun terus memeluk tubuh istrinya tanpa mau melepaskan nya. Karena begitu nyaman berada di pelukan sang istri. Alex pun berkali-kali menciumi rambutnya Karina.
Sampai pada akhirnya Alex pun mengajak Karina masuk ke dalam kamarnya, dan mulai melakukan aksinya di atas ranjang bersama istri yang di cintai nya sedari dulu.
bersambung.....
__ADS_1