TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Sengaja dan Kegatelan!


__ADS_3

***


Ke esokan harinya, Kirana, dan Karina pun kembali menjalankan rutinitasnya seperti biasa, yaitu dengan bersekolah.


Bayang-bayang soal poto yang di perlihatkan Angel pun masih saja melekat di pikiran, sampai-sampai Karina pun tak fokus dalam belajarnya, sedangkan Kirana disana masih tetap saja dekat dengan Daffa, tanpa memikirkan perasaannya Karina.


"Daffa, nanti istirahat kita bareng lagikan?" tanya Kirana, dengan menyunggingkan senyum kecilnya.


"Kenapa harus gabung kita terus, bukannya lo udah biasa sendiri, ya," cetus Alex, dengan nada tak sukanya, karna Alex yang paling tinggi rasa pekanya, terhadap seseorang.


"Lex? Gapapa kali, Kirana kan temen kita, kalo dia mau gabung yaudahlah gak masalah?" balas Daffa, menenangkan sahabatnya itu.


"Terserah!" ucap Alex singkat.


"Gapapa kok Daff, kalo emang gak boleh, biar aku istirahat sama yang lain aja!" ujar Kirana kemudian.


"Gak usah baperan deh, gabung aja sama kita, Alex itu cuman becanda tadi, jadi__, yaudahlah gk usah dibahas," balas Daffa.


"Iya deh!" jawab Kirana.


***


Setelah istirahat tiba, Kirana pun pergi ke kantin barengan dengan Daffa, Alex yang tak suka melihat Kirana yang menempel terus dengan Daffa pun, hanya memperlihatkan sikap acuhnya, dan tetap bercanda dengan Daniel.


POV Angel and the Geng


"Kayaknya si Kirana sengaja deh, ngedeketin Daffa kek gitu, ih kesel banget deh gue, mana itu sodaranya gak percaya lagi sama gue, terus gue harus gimana dong, gue jugakan mau jadi seseorang yang spesial di hatinya Daffa!" ucap Angel, dengan menyoret-nyoret bukunya karna kesal.


"Kegatelan deh itu si Kirana, pokoknya kita bertiga harus pantauin dia terus, biar kita gak ketinggalan, siapa tahu ajakan ada pemandangan indah lagi, kalo bisakan kita video aja sekalian, terus tunjukin lagi deh sama kembarannya si Kirana itu?" balas Olive, dengan tersenyum miring.


"Yaudah tunggu apa lagi, ayo dong kita ke kantin, siapa tahu ajakan ada adegan sweet lagi kek kemaren?" ajak Angel, dengan bergegas bangun, dan menarik kedua temannya untuk pergi ke kantin dengan segera.


***


Angel, dan kedua temannya pun memilih tempat duduk yang sedikit jauh dari tempatnya Daffa, dan terus memperhatikan mereka.


"Kenapa sih, Daffa harus ngebiarin si Kirana duduk di sampingnya, kenapa gak di sampingnya Alex, atau juga Daniel aja, bikin bete deh!" ucap Angel, dengan kesal.


"Iya yah, lagian itu si Kirana gak mikir banget deh, kan dia juga tahu kalo Daffa itu cowok kembaran nya kan, tapi malah di embat juga, lagian ini mereka kakaknya yang mana si, Kirana apa si Karina?" ucap Angel, dengan tetap kesal, dan bertanya-tanya soal siapa kakaknya di antara si kembar ini.


"Mana gue tahu, soal itu gampang, kita cari tahu saja nanti, oh iya lihat tuh si Kirana mulai maen deh dia, pake acara nyuapin Daffa segala, mana si Daffa nya gak nolak lagi?" ujar Vivi, dengan mulai mengeluarkan ponselnya, dan merekam kejadian itu.


"Lah ... ini mah gua ngarti nih, si Kirana mungkin suka sama si Daffa, makanya dia berusaha buat ngedeketin si Daffa, biar nanti setelah di putusin cowoknya, kan ada si Daffa yang deket sama dia?" balas Olive, yang asal menebak saja.


"Husssshhhh ... Daffa gak kek gitu orangnya, gue tahu Daffa, ceweknya aja yang ke ganjenan sama dia, ampe segitunya!" ucap Angel, dengan yakin.


"Iya sih lo bener juga, cabut aja yuk, masa kita disini cuman lihat yang begituan doang, dapet duit kagak, kesel hati iya, cabut mendingan?" ajak Vivi, dan mulai bangun dari kursinya, Angel, Olive pun mengangguk.


Setelah itu Angel, dan kedua temannya pun pergi dari kantin.

__ADS_1


***


"Gimana caranya kita harus dapetin nomor handphone nya si Karina itu, masa iya gue harus minta Daffa, ntar dia curiga lagi sama gue?" ucap Angel, sambil berfikir.


"Gampang, kita colong nomor aja, biasanya kan handphone si Kirana suka di taro di meja, ya, kan, nah disaat itu kita ambil handphone nya, terus elo yang simpen nomornya, gimana?" ucap Vivi.


"Oke deh!" balas Angel singkat.


***


POV Karina


"Daffa kemana, ya, kok tumben dia gak ngabarin gue, mana handphone nya gak aktif lagi, apa gue coba tanya Alex aja kali, ya?" batin Karina.


Karina pun mencoba mengirim pesan kepada Alex, dan menanyakan soal Daffa, tak lama dari itu, Alex pun membalas pesannya Karina, yang bertuliskan kalo Daffa sedang di kantin bersama dengan Kirana.


Setelah membaca pesan itu, Karina kembali di buat lemas, karna mungkin Karina cemburu dengan kedekatan Kirana, dan Daffa, namun Karina tidak mau membahasnya.


Meskipun Kirana, dan Daffa dekat, Karina tetap pada pendiriannya yang ingin menjauh dari Alan, karna takut ada kesalah pahaman.


"Elo kenapa Rin, kok itu muka cantik lo malah di tekuk kek gitu?" tanya Farel, yang memperhatikan Karina sedari tadi.


"Gue___, gue gapapa kok Rel, cuman lagi kurang tidur aja, kepala gue pusing, kayaknya gue harus ke uks dulu deh!" balas Karina, dengan lesu.


"Oh gitu, yaudah gue anterin elo ke uks yuk, gue hawatir lihat lo kek gini?" ucap Farel.


"Gapapa, gue bisa sendiri kok, oh iya, si Alan, Kiki, Bayu pada kemana? Kok elo gak sama mereka?" tanya Karina, dengan menatap Farel.


"Ah elah Rel, gue gapapa kok, gue kayaknya cuman mau tidur doang di uks, gue capek tahu belajar mulu?" kata Karina berbohong.


"Iyakan biar nambah yakin aja kalo emang lo itu sakit, makanya gue anterin, ayo buruan, jangan nolak mulu dong?" balas Farel, dengan mulai membopong tangannya Karina.


Mereka berdua pun berjalan ke uks.


***


Saat jam masuk, Kirana, Daffa, dan yang lainnya pun masuk ke dalam kelas.


Saat itu juga Kirana memasukan ponselnya ke tasnya.


Saat Kirana mengobrol dengan Daffa, perlahan Angel pun mengambil ponselnya Kirana, dan mulai mencari kontaknya Karina.


Setelah menemukan nama kontak itu, Angel pun langsung memotretnya, dan kembali memasukkan ponselnya Kirana ke dalam tasnya lagi.


Tak lama kemudian, Angel pun menyimpan kontaknya Karina di ponselnya, dan mulai mengirimi video tadi kepada Karina.


*Send a video*.


Setelah Karina mendapati ponselnya berdering sekali tanda pesan WhatsApp masuk, Karina pun langsung membuka ponselnya, dan mulai melihat isi videonya.

__ADS_1


Setelah melihat videonya Karina pun sangat terkejut, dan mata Karina pun sedikit berkaca-kaca.


"Daffa? Kirana? Kalian berdua kok tega sih sama gue, pantesan aja Daffa gak ada ngabarin gue, ternyata lagi sibuk berduaan, ya, sama Kirana, kok elo tega sama gue sih Kir, bukannya elo yang ngelarang gue deketin Alan, tapi elo sendiri malah deketin cowok gue, kalo emang lo mau sama Daffa, kenapa lo malah jadian sama Alan, sih, nyebelin!" gumam Karina, dan langsung mematikan ponselnya.


POV Alan


"Gimana Rel, Karina nya ada?" tanya Alan.


"Ada, dia masuk uks tadi, tapi gapapa kok?" balas Farel, dan kembali duduk di kursinya.


"Masuk uks? Kok bisa, memangnya sakit apa dia?" tanya Alan, yang mulai cemas.


"Katanya sih kurang tidur, jadi dia mau tidur doang di uks, udah lo gak usah hawatir Lan, dia baik-baik aja kok!" bala Farel, dan Alan pun sedikit lega.


"Alan kok begitu cemas ya, saat gue bilang Karina ada di uks, apa jangan-jangan si Alan, masih nyimpan perasaan lagi sama Karina, kalo itu bener, terus Kirana mau di kemanain?" batin Farel, yang mulai tak tenang.


"Elo kenapa sih Rel, malah bengong gitu, Kesambet lu, ya?" tanya Kiki, sambil memukul punggungnya Farel pelan.


"Iye, kesambet elu! Ada-ada aja si ah, gak mungkin lah gue kesambet, set*n nya aja takut sama gue!" balas Farel, sedikit tersenyum.


"Pantes aja set*n takut sama lo, orang lu nya aja kek set*n!" ledek Bayu, dan tertawa.


"Paan si lu, gajelas tahu gak!" cetus Farel, Alan, dan Kiki pun hanya tersenyum menanggapi mereka berdua.


"Berisik lu pada, bentar gue mau ke toilet dulu, ya? Udah gak tahan nih?" ucap Alan berbohong, padahal Alan ingin melihat keadaannya Karina. Ketiga temannya pun mengangguk, dan Alan pun mulai meninggalkan kantin.


***


Saat di depan uks, Alan pun melihat Karina sedang menangis, dan Alan pun sangat hawatir.


Alan mencoba menghampiri Karina, dan berdiri di samping tempat tidur Karina.


"Karina? Elo kenapa? Kok malah nangis sendiri kek gini?" tanya Alan, dengan rasa cemasnya.


"Alan! Gue gapapa kok, cuman ada sedikit masalah aja, elo ngapain kesini? Udah lama berdiri disitu?" balas Karina, sambil mengusap kasar air matanya, dan mencoba untuk tegar, dan tersenyum kembali.


"Enggak kok, baru aja gue sampe, eh ternyata gue lihat lo nangis, tadinya gue mau ke toilet lewat sini, eh malah lihat lo yang lagi nangis?" ucap Alan berbohong.


"Oh gitu ya, sorry yah, akhir-akhir ini masalah gue banyak banget, jadi gue coba buang masalah itu dengan nangis, dan sekarang gue udah lega kok, karna udah gue tuangin semua masalah gue, oh iya, Kiki, Bayu, sama Farel kemana? Mereka gak ikut sama lo, kesini?" balas Karina.


"Kan gue udah bilang tadi, gue mau ke toilet, dan gak sengaja lihat lo nangis, jadi gue belok sini deh ke toiletnya, mereka lagi di kantin, elo mau makan, atau mau apa biar di anterin kesini?" ucap Alan.


"Gak usah makasih, gue cuman mau tidur doang kok, udah lo santai aja, gue udah gak akan nangis lagi, malu lah, masa seorang Karina Almahendra nangis sih, biasanya juga gue kuatkan?" balas karina tersenyum kecil.


"Iya gue tahu itu, elo emang anaknya kuat, makanya aneh kalo lo nangis kek gini, yaudah lo tidur sekarang, gue mau lanjut, ya?" ucap Alan, sambil mengusap lembut rambutnya Karina.


"Apaan si lu, iya ini juga mau tidur, yaudah sono, gak usah ganggu gue lagi!" balas Karina, dan sedikit menyunggingkan senyum kecilnya.


Alan pun hanya menggelengkan kepalanya, setelah itu Alan pun keluar dari uks itu, dan kembali ke kantin.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2