TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Kedekatan Daffa dan Jenny, Alex dan Karina


__ADS_3

TIGA_BERSAUDARA_SEASON_2


Author POV


Dua hari telah terlewati, kini Jenny pun mulai memberanikan diri untuk menghampiri atasan nya yang sedang berada di luar apartemen itu.


Jenny pun mendekati atasan nya walau pun sedikit ragu akan di tolak. "Sore, pak?" sapa Jenny dengan senyum nya yang mengembang.


"Sore, Jen!" balas nya sambil tetap menikmati angin sepoy yang menyejukkan tubuh.


"Bapak sedang tidak sibuk? Maaf kalau saya mengganggu waktu nya?" kata Jenny.


"Enggak, ada apa?" balas Daffa sedikit menatap Jenny dan kembali datar.


"Emm ... saya mau ngajakin bapak ngopi di luar, mau?" tawar Jenny dengan posisi yang masih sama.


"Kamu yang mau bayarin, Jen?" Daffa pun mencoba menggoda sekretaris nya itu.


"Boleh, kalau bapak mau?" yang pasti nya Jenny senang dong kalau bisa ngopi bareng sama cowok ganteng cool seperti Daffa itu.


"Ya udah, yuk?" Daffa pun mengiyakan ajakan nya Jenny dan mulai berangkat ke sebuah warung kopi yang tak jauh dari apartemen nya.


Seperti nya Daffa lupa kalau diri nya telah bertunangan dengan gadis nya, hanya karna kelelahan bekerja Daffa sampai melupakan kalau diri nya telah bertunangan.


Setelah memesan kopi mereka berdua pun menikmati kopi nya dan kembali mengobrol.


"Gimana pak, enak gak kopi nya?" tanya Jenny sambil menatap wajah tampan nya Daffa.


"Hemm ... kalau kamu yang bikin seperti nya akan lebih enak lagi dari ini?" balas Daffa menggoda Jenny.


"Bapak bisa saja, tapi kalau bapak mau, saya bisa kok buat kan nanti di apartemen?" kata Jenny sambil tersenyum.


"Baik lah, setiap pagi kamu harus bikin kan kopi, yang biasa saya minum, kalau salah kamu akan mendapat hukuman nya!" tegas Daffa dingin.


"Okeh ...!" kata nya antusias.


Jenny pun merasa senang sehingga berharap yang lebih, dan berharap Daffa juga bisa menyukai nya seperti diri nya yang menyukai Daffa.


Karina POV


Sekitar pukul sepuluh tepat, Karina dan Felicia pun melakukan meeting dengan gender terbesar yang di ajukan klien nya, Karina tak menyangka kalau klien nya kali ini adalah Alex sahabat dari tunangan nya itu.


"Terimakasih atas kerja sama nya pak Alex?" kata Karina sambil menjabat tangan nya Alex.


Alex pun tersenyum. "Sama-sama Bu Karina, kalau begitu saya pamit undur diri?" balas nya sambil keluar dari ruangan meeting dan di ikuti asisten dan sekretaris nya.


Tak lama dari itu, Karina dan Alex pun kembali bertemu di lantai bawah, karna Alex yang belum pergi dari kantor nya Karina.


"Alex? Kok masih disini?" tanya Karina sambil menghampiri Alex.


"Iyaa, tadi ada yang ketinggalan, maka nya gue masih ada disini? Elo mau kemana?" balas Alex sambil menatap wajah nya Karina.


"Oh gitu, ya udah!" kata nya sambil tersenyum kecil.


"Emang nya elo mau kemana?" balas Alex.


"Gue mau beli makan dulu, kenapa?" kata Karina sambil menatap wajah nya Alex.


"Kalau makan siang bareng gue mau gak?" balas Alex menawari Karina.

__ADS_1


"Hemmm ... gimana, ya?" kata Karina sambil berfikir sejenak.


"Hayoo gimana? Bisa gak makan siang bareng?" ajak Alex.


"Boleh lah, yuk?" mereka berdua pun mulai pergi ke resto dan makan bersama disana.


Suasana di resto pun sangat ramai, Karina dan Alex pun duduk di pojokan karna tempat nya yang hampir penuh karna makanan disana yang enak dan harga nya juga terjangkau.


"Kenapa elo milih resto ini? Padahal yang lebih wah lagi banyak kan?" kata Alex sambil memainkan ponsel nya sebentar dan setelah itu menyimpan nya lagi.


"Ya karna disini makanan nya enak banget, elo cobain aja nanti kalau makanan nya udah dateng?" balas Karina sambil tersenyum dan tak lama makanan yang di pesan pun datang. "Nahh udah dateng akhir nya, cobain?" titah nya. Dan Alex pun mulai menyendok makanan itu ke mulut nya dan mulai menikmati makanan itu.


"Wahh ... makanan nya emang enak, gurih, gak salah lagi elo ngajakin gue kesini?" balas Alex sambil terus menyendok makanan yang lain dan mencoba nya.


"Nah kan, udah gue bilang juga enak, abisin okey?" kata Karina membentuk bulatan jari (👌)


"Ya pasti gue abisin sans aja!" balas Alex tersenyum.


Setelah makan selesai Karina pun langsung berpamitan kepada Alex untuk kembali ke kantor nya. Alex pun ikut pergi juga untuk ke kantor nya sendiri.


Jenny POV


Hari demi hari Jenny lalui bersama atasan nya itu Daffa, mereka berdua pun semakin dekat dan membuat Jenny tak mau melepaskan kesempatan untuk mendapatkan hati nya Daffa.


"Pak, mau menemani saya jalan-jalan tidak?" tanya Jenny mulai genit.


"Kamu mau jalan-jalan kemana? Ini kan sudah malam, Jen?" balas Daffa sambil menatap Jenny.


"Kemana saja, saya bosan disini terus, pengen cari suasana baru?" kata Jenny.


"Baik lah, saya akan temani kamu?" balas Daffa sambil berdiri dari tempat duduk nya.


"Kamu boleh panggil saya bapak hanya di kantor saja, bila di luar kantor panggil Daffa saja?" jelas nya sambil jalan mendahului Jenny.


"Iya pak, ehh Daff!" balas nya ragu.


Setelah itu mereka berdua pun pergi jalan-jalan dengan berjalan kaki.


Suasana malam itu pun sangat mendukung, bintang berkelipan menghiasi indah nya langit, cahaya bulan yang terang pun seperti ikut bahagia kala mereka bahagia.


"Gue seneng banget, akhir nya dia mau gue ajak jalan-jalan juga, dan ini bisa di katakan kalau dia juga menyukai gue. Duhh ... senang nya hati!!!" batin Jenny sambil senyam-senyum sendiri.


Daffa yang memperhatikan Jenny pun langsung berhenti dari langkah nya. "Ada apa Jen? Kok dari tadi senyum-senyum terus?" kata Daffa menatap Jenny.


"Ahh enggak kok, saya hanya senang saja, soal nya bapak, eh maksud saya kamu mau menemani saya jalan-jalan?" balas nya tersenyum kecil.


"Iyaa ... ya sudah kamu mau kemana? Makan bakso apa ice cream?" tanya Daffa kemudian.


"Kalau dua-dua nya boleh, gak?" balas Jenny dengan suara yang di buat manja.


"Tentu saja boleh, kamu mau apa dulu, bakso apa ice cream?" tanya nya lagi.


"Bakso?" jawab nya antusias.


Daffa pun mengangguk setelah itu mereka berdua pun makan bakso dan setelah nya membeli ice cream.


Mereka pun duduk di bawah indah nya bintang menghiasi.


"Kamu mau coba ice cream aku gak?" kata Jenny.

__ADS_1


"Kenapa harus coba? Bukan nya ini sama, ya?" balas Daffa yang tidak tau apa-apa.


"Iya sama, cuman kalau aku yang suapin kamu, ya, beda lagi rasa nya?" kata Jenny dengan menunjukkan puppy eyes nya.


"Masa?" goda Daffa dan Jenny pun tersenyum sambil mengangguk.


Setelah itu Jenny pun mulai menyuapi ice cream itu ke mulut nya Daffa dan berbuat jahil sehingga membuat kedua nya tertawa malam itu.


★★★


Semakin hari perubahan nya Daffa pun dapat di rasakan oleh Karina, mulai dari Daffa yang cuek, jarang ngabarin dan gak pernah telpon kalau gak di telpon duluan.


Karina pun mencoba berfikir positif agar hubungan nya tidak terjadi apa-apa dan berharap akan baik-baik saja.


Entah ada angin apa, Alex tiba-tiba saja datang menghampiri Karina yang sedang melamun di ruangan nya itu.


"Ya ampun ni anak, lagi ngelamunin apaan sih, gue dateng aja sampai gak di hiraukan begitu, Karina lo kenapa?" tanya Alex yang masih tak di gubris Karina karna masih melamun.


"Ya Halim ni anak masih belom sadar juga, Karina Almahendra cewek tomboy super cantik, nih akang gandeng___, ehh akang gendang datang nih?" ternyata masih belom mempan guys!


Brakk!


Alex pun menggebrak meja kerja nya Karina dan alhasil Karina pun terperanjat kaget sampai hampir loncat dari duduk nya saking kaget nya karna gebrakan Alex yang begitu keras ...


"Ayam ... ikan ... ayam ... ayam ... ehhh ayam__, Alex? Kalau gue jantungan gimana?" kaget nya sambil menatap tajam ke arah Alex, Alex yang melihat itu pun hanya terkekeh saja.


"Hahaha ... sorry Karin, lagian elo sih ngelamun mulu, gue udah dari tadi lho disini? Gue udah ngomong dari tadi buat nyadarin lo dari lamunan lho yang gak tau elo ngelamunin apa, ya?" kata Alex sambil menggelengkan kepala nya tak mengerti lagi dengan kelakuan nya Karina.


"Ah yang bener? Kok gue gak ngerasa ada yang manggil atau apa itu, gak ada tuh?" balas nya sambil menggaruk tengkuk nya.


"Serius gue, mikirin apaan nih, pekerjaan apa si Daffa?" tanya Alex sambil tersenyum.


"Enggak kok. Ehh___ kantor kita kan beda, kok elo bisa ada di ruangan gue?" Karina pun mulai bingung.


"Gue tau, gue sengaja Dateng kesini pengen ngajakin elo makan siang bareng, tapi gue malah liat elo melamun gak jelas?" jelas Alex.


"Sorry? Ya udah yuk kita makan siang aja, setelah makan gue mau langsung pulang aja, gak enak badan!" balas Karina lesu.


"Okeh!" kata Alex singkat.


Karina dan Alex pun keluar dari ruangan nya Karina dan sebelum pergi makan siang, Karina pun menemui sekretaris nya dulu di temani Alex.


"Fel? Saya mau langsung pulang aja, kamu disini dulu sampai berkas nya di antar gapapa kan?" tanya Karina.


"Oh gitu, iya gapapa kok bu?" balas Felicia lembut sambil tersenyum.


"Ya sudah saya pergi dulu?" Felicia pun mengangguk dan mereka berdua pun langsung menuju ke parkiran dan makan siang di sebuah lestoran.


"Elo beneran gapapa?" tanya Alex karna melihat Karina seperti menyimpan banyak masalah namun tak mau di ceritakan nya kepada Alex.


"Gapapa kok, udah lanjut makan aja, gue baik-baik aja, lo percaya deh sama gue?" balas Karina dengan senyum manis nya yang menyungging.


"Okey. Tapi kalau ada apa-apa, jangan sungkan bilang gue aja, gue siap bantuin elo kok?" kata Alex lembut dan seperti nya Alex hawatir kalau Karina kenapa-napa.


"Iya santai aja, elo dari dulu emang selalu bantuin gue, makasih, ya?"


"No problem ... ya udah lanjut?" Karina pun mengangguk dan mereka berdua pun mulai memakan makanan nya.


Tak lama dari itu Alex pun membayar bill nya dan mereka berdua pun pulang dari lestoran itu.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2