TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Salah Paham


__ADS_3

Selamat Membaca😊


***


Keesokan harinya, Alex pun kembali menyuruh para kepercayaan dari papanya untuk penyelidikan kasus tentang siapa dalang yang memberikan racun kepada teman gadisnya itu.


Setelah beberapa hari melewati pencarian itu, akhirnya para kepercayaan pun membawakan satu nama yang tertera di pemesanan makanan yang dipesan, untuk dikirimkan ke apartemennya Karina.


"Saya sudah mengcopy kan nama yang mengirimkan makanan ke apartemennya teman gadis, tuan?" ucap salah satu kepercayaan sambil memberikan copy'an yang disebutkan tadi.


Alex mengambil copy'an itu, dan membacanya, "thanks you, kalian bisa pergi sekarang?" titahnya.


Setelah itu para kepercayaan pun mengundurkan diri dan pergi dari mensionnya Alex Ferguson.


"Damn it! Kenapa harus nama ini yang tertera, kenapa si itu cewek masih gak ada jeranya juga gangguin Karina. Lihatin aja, kalo sampai lo gak mengakui perbuatan lo ini, gue gak akan main-main lagi, sama ucapan gue yang bakalan jeblosin lo kepenjara!" gumam Alex dengan mengacak copy'an yang dipegangnya.


Alex yang terpancing kemarahannya pun langsung saja menghubungi orang yang tertera di copy'an itu, dan mengajaknya untuk bertemu, dan rencananya mereka akan bertemu di caffe estetik.


Angel yang mengiyakan ajakannya Alex pun langsung memberitahukannya pada Daniel, kalo mereka berdua akan bertemu di caffe estetik.


Daniel yang takut kalo Alex bakalan menuduh Angel pun, langsung saja ikut menemui Alex dengan Angel.


***


"Ngapain lo bawa Daniel segala, bukannya gue minta cuman lo doang, ya?" tanya Alex dengan menatap tajam kearah Angel.


"Udah lah Lex, masalah Angel sekarang adalah masalah gue juga, dan gue gak bisa ngebiarin elo nuduh Angel tanpa bukti," balas Daniel dengan tatapan tidak sukanya.


"Gue tahu itu Dan, gue ada buktinya kok, nih coba lo lihat, di copy'an ini, jelas tertera nama dia, dan bagaimana gue gak nuduh dia coba?" tanya Alex dengan herannya.


Daniel pun mengambil copy'an dari tangannya Alex, dan mulai memastikannya, "ya Allah, ini emang bener nama kamu lho, Ngel?" ucap Daniel dengan menggeser kan copy'annya kepada Angel.


"Sumpah deh, gue gak mesen makanan disitu, dan gue aja gak tahu kalo Karina tinggal di apartemen, ini bukan gue Lex?" balas Angel membela diri.


"Kalo emang bukan lo, kenapa nama lo yang ditulis disini, mana jelas lagi Angela Monic, itu nama lo kan? Masa iya sih ada orang yang iseng pake nama lo?" ucap Alex sambil menumpangkan kaki.


"Gue gak tahu Alex, yang intinya gue gak pernah pesan makanan di tempat itu, lagian gue juga mau ngeracunin si Karina buat apaan, gue udah gak berharap lagi sama Daffa, gue udah ikhlasin Daffa sama Karina, jadi buat apa gue ngebahayain dia?" jelas Angel untuk meyakinkan Alex, bahwa bukan dirinyalah yang meracuni Karina.


"Okey... Kali ini gue bakalan percaya sama lo, tapi suatu saat nanti, kalo bukti itu masih menuju kearah elo, gue gak akan semudah itu percaya sama lo," sarkas Alex dengan tegas.


"Udah dong, lo jangan kasar sama Angel, gue yakin kok, pelakunya itu bukan Angel, gue berani jamin deh Lex?" sebegitu sayangnya Daniel sama Angel, sampai-sampai Daniel mau membela Angel dengan keyakinannya sendiri.


"Iya okey, gue bakalan cari bukti yang lain lagi, gue gak bakalan nuduh Angel lagi, yaudah gue cabut duluan," pamit Alex, dan beranjak bangun dari tempat duduknya, Daniel pun mengangguk, dan Alex pun pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


POV Alan and friends


"Gue baru dapat kabar nih, katanya si Karina sempet masuk rumah sakit karna keracunan, lebih tepatnya ada yang racunin dia?" ucap Farel sembari duduk menghadap kearah Alan.


"Serius lo Rel? Kok Kirana gak bilang apa-apa, ya, sama gue," balas Alan sembari bangun dari tidurannya.


"Serius gue, barusan gue denger temen cowoknya si Karin lagi ngobrol sama cewek yang katanya suka jahil sama cewek lo itu," ucap Farel dengan menyilangkan kedua tangannya didada.


"Kurang ajar banget nih orang yang udah ngeracunin sahabat kita, kita gak bisa tinggal diam nih kalo begini caranya, kita juga harus ikut usut masalahnya Karina, biar itu orang dapat balasannya," balas Bayu dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya.


"Ya jelas jangan diam lah, mendingan kita ajakin ketemuan aja si Karin, biar jelas gimana awalnya, gimana?" sambung Kiki dengan berdiri.


"Boleh aja, tapikan dia katanya baru aja dirawat, jadi dia gak mungkin bisa dong buat ketemu kita diluar, mendingan di telpon aja dulu, bisa apa enggak dia ketemuan?" ucap Alan mengusulkan.


"Yaudah biar gue yang telpon, ya?" balas Farel sambil mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi Karina.


✓Via Telpon✓


"Hallo Karin, sorry, ya, kalo gue ganggu waktu istirahat lo, gue sama temen-temen cuman mau ketemu sama lo, kira-kira bisa gak kalo kita ketemu diluar?" kata Farel.


[....]


"Oh gitu, yaudah kalo kita ke rumah lo aja gimana?"


[....]


[....]


"Okey thanks, ya, kita langsung otw kok," kata Farel sembari mematikan sambungan telponnya.


"Gimana, bisa gak?" tanya Alan dengan penasarannya.


"Bisa, cuman kita harus ke apartemennya, soalnya Karina gak tinggal dirumah, gak tahu kenapa," balas Farel sambil bersiap-siap untuk pergi ke apartemennya Karina.


"Okeh deh, ayo gaskeun?" ucap Alan.


Dan mereka berempat pun mulai pergi ke apartemennya Karina.


***


Sesampainya di apartemen, Alan, dan ketiga temannya bertemu dengan Teddy yang sedang duduk di depan pintu menjaga keamanan apartemennya Karina.


"Maaf, kalian mau bertemu siapa?" tanya Teddy dengan berdiri tegak.

__ADS_1


"Kita mau ketemu sama Karina, apa benar ini tempat tinggalnya Karina?" balas Farel.


"Ya benar, apakah kalian sudah ada janji?" tanya Teddy dengan tegas.


"Sudah, dan kita disuruh datang kesini," balas Farel lagi.


"Baiklah, kalian silahkan masuk, dan ingat jangan bikin onar?" ucap Teddy dengan mempersilahkan keempatnya masuk ke dalam apartemennya Karina.


***


"Hai Karin? Gimana kabar lo?" sapa Alan sambil melambaikan tangannya dan mendekati Karina yang sedang duduk santai di kasurnya.


"Hai... Alhamdulillah gue udah baik-baik aja kok, ada apa?" tanya Karina dengan suara seraknya.


"Sorry, ya, kita gak tahu kalo lo mengalami musibah yang mengenaskan itu, soalnya gue gak ada yang ngasih tahu," balas Alan sedikit tersenyum.


"Iya gapapa kok santai aja, mungkin aja kan cewek lo itu gak mau lo nyamperin gue, makanya dia gak ngasih tahu lo," ucap Karina.


"Oh iya, kalian duduk dong, masa mau berdiri aja, anggap rumah sendiri, kalo mau minum, makan, ambil sendiri aja, soalnya gue masih lemes buat jalan," sambung Karina.


"Iya nanti kita ambil kalo aus, udah gapapa santai aja, kedatangan kita kesini, cuman mau tahu, kenapa elo bisa keracunan makanan?" tanya Farel dengan mata menyelidiknya.


"Gue gak tahu Rel, yang gue tahu, cuman pelayan apartemen yang mengantarkan makanan kek gue, gue lupa soal uji makanan, maka dari itu gue keracunan," balas Karina dengan santainya.


"Lo hapal itu makanan di pesannya dimana? Biar nanti, kita yang cek kesana?" tanya Alan.


"Iya gue tahu, tempatnya di sebrang jalan, nama restonya restauran klasik agailt (samaran dari author ya)," jelas Karina.


"Yaudah, kita sih cuman mau tahu aja, kita gak akan lama-lama disini, kita juga harus mencari kebenaran itu, mendingan sekarang lo istirahat aja deh, biar cepet pulih lagi," ucap Alan sambil tersenyum.


"Iya, gue doain deh, semoga pencarian kalian berhasil dengan mulus, ya?" balas Karina tersenyum.


"Okeh!" ucap Alan.


Mereka berempat pun mulai pergi ke resto, yang masuk ke dalam resto, hanya Alan, dan Farel. Kiki, dan Bayu hanya menunggu diluar.


Setelah beberapa menit mencari, akhirnya pencarian Alan, dan Farel pun membuahi hasil yang mengejutkan.


Dalam waktu bersamaan, Daniel, Daffa, dan Alex pun sedang menuju ke resto klasik agailt juga.


Daffa, dan kedua temannya sedikit curiga pada Alan, dan Farel yang menatapnya curiga kearah Daffa.


Daffa, dan kedua temannya jadi salah paham terhadap Alan, dan Farel. Sedangkan Alan, dan Farel terkejut karna penemuan yang mereka dapatkan.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2