TIGA BERSAUDARA

TIGA BERSAUDARA
Akhir Dari Perjalanan Kisahnya!


__ADS_3

Selamat Membaca😊


***


Setelah tiba di depan kamar rawat papanya, Karina pun langsung memeluk papanya yang terbaring disana. "Pah ... papa cepet sembuh dong, aku pengen lihat papa di rumah lagi, bukannya disini, papa yang kuat, ya?" kata Karina dengan mengeratkan pelukannya.


"Sayang ... papa udah sembuh kok, papa juga udah pengen pulang, papa udah gak mau di rawat lagi, kapan dokter bilang, kalau papa sudah boleh pulang?" balas Almahendra sambil mengelus lembut rambutnya Karina.


Karina pun terus saja memeluk papanya, Karina takut kalau nanti, Almahendra tahu kalau Kirana di penjara, dan penyakitnya kumat lagi, dan tak lama dari itu, dokter pun masuk ke dalam ruangan.


"Permisi? Maaf kalau saya mengganggu, saya hanya ingin memberitahukan, kalau Pak Almahendra sudah boleh pulang hari ini?" ucap sang dokter dengan senyum ramahnya.


"Alhamdulillah ... jadi hari ini juga sudah bisa pulang, dok?" balas Daffa memastikan.


"Iya, pak Almahendra sudah boleh pulang, kalau terjadi apa-apa lagi, silahkan langsung bawa kesini lagi aja," kata sang dokter.


"Terimakasih, dok?" balas Daffa singkat.


Sang dokter pun mengangguk, dan tersenyum. "Yasudah kalau gitu, saya pamit dulu," ucap sang dokter sambil keluar dari ruangan itu.


"Yaudah biar cepet proses pulangnya, aku mau bayar administrasi dulu?" Daffa pun hendak pergi, namun Karina menarik tangannya Daffa.


"Gak usah Daff, biar aku aja, kan yang di rawat papanya aku, masa harus kamu yang bayar administrasi sih," tolak Karina.


Daffa pun mengelus tangannya Karina. "Gapapa sayang, kan aku juga mau ikut tanggung jawab, papa begini kan karna aku?" keukeuh Daffa.


"Gak usah, gapapa kok, udah, ya, biar aku aja, please jangan ngajakin aku ribut?" kata Karina sambil melepaskan pegangannya dari tangan Daffa, dan langsung pergi untuk mengurus administrasi.


***


Sesampainya di kediaman Almahendra, Daffa pun langsung membawa Almahendra untuk istrahat di kamarnya, dan di bantu Adit, yang sudah membereskan kamarnya papa.


***


Keesokan harinya, Karina pun mulai kembali bersekolah, dan duduk di bangkunya. Tak lama dari itu, Alan, dan yang lainnya pun menghampiri.


Alan pun duduk di bangkunya sendiri. "Karin, kok gue coba hubungi Kirana gak bisa terus, ya, kenapa?" tanya Alan.


"Ada Lan, cuman sorry ni, ya, gue baru mau ngabarin sekarang sama lo?" balas Karina.


"Kenapa emang? Ada masalah?" kata Alan.

__ADS_1


"Iya, Kirana udah di tangkap polisi, dan sekarang sedang di tahan, Kirana terpidana kasus meracuni sodaranya sendiri," ujar Karina dengan berat hati mengatakannya.


Alan pun langsung terlihat lemas, setelah mendengar ucapannya Karina barusan. "Astaghfirullah ... Jadi cewek gue yang udah tega ngeracunin sahabat gue sendiri, sebenernya apa yang Kirana pikirkan waktu itu, kok bisa dia setega itu sama lo?" balas Alan tak percaya.


"Gue gak tahu Lan, mungkin besok gue bakalan jenguk dia lagi di kantor polisi, gue mau ngomong sama dia, kalo lo mau, lo juga bisa kok, jenguk dia?" kata Karina.


"Iya nanti gue jenguk dia, gue mau minta maaf atas kesalahannya cewek gue sama lo? Please, lo jangan dendam sama dia, ya?" balas Alan.


"Dia kakak gue, mana mungkin lah gue mau balas dendam, udah lo santai aja, gue gak kayak gitu kok orangnya," kata Karina sambil tersenyum.


"Makasih, ya?" balas Alan membalas senyumannya Karina.


Dan Karina pun hanya tersenyum kecil.


***


Keesokan harinya, Karina kembali datang untuk menjenguk Kirana, Karina pun tak sendirian, Karina di temani Daffa, dan Alan.


Yang pertama menemui Kirana adalah Alan, sang pacar dari Kirana sendiri.


Alan pun berjalan menuju ke meja yang dimana disana sudah ada Kirana yang menunggu. "Say___yang?" kata-kata Alan yang keluar pertama walau pun berat di ucapkan.


Alan membalas pelukannya Kirana, walau sebenarnya Alan tak percaya bisa melihat sang pacar menjadi tahanan, bahkan tersangka. "Ak___u ... aku gak percaya kamu bisa sejahat ini sama Karina, ada apa? Ad___da masalah kan Kirana? Sampai kamu punya pemikiran seperti itu?" balas Alan dengan rasa kesalnya.


"Aku juga gak tahu, namun saat aku melakukannya aku sudah terpengaruh, akan obsesi aku yang menyukai Daffa, sebelum aku mencintai kamu, mata hatiku telah di butakan karna rasa itu, sehingga aku melakukan kesalahan yang gak aku sadari, Lan!" ucap Kirana menjelaskan masalahnya.


"Jadi ... kamu masih mencintai Daffa? Bukannya kamu juga tahu kalau Daffa itu pacarnya Karina?" balas Alan dengan heran.


"Iya aku tahu, aku iri melihat Karina bisa di cintai Daffa, makanya aku sampai ngelakuin itu, yaudah kamu keluar sana, biarin aku untuk bicara sama Karina?" pinta Kirana.


"Yaudah aku keluar dulu, ya?" pamit Alan sambil bangun dari tempat duduknya, dan pergi untuk menghampiri Karina, dan Daffa.


"Kirana mau bicara sama lo, Karin?" sambung Alan sambil duduk di kursi.


"Okeh ... yaudah sayang, aku ketemu sama Kirana dulu, ya?" ucap Karina sambil tersenyum.


"Aku temenin, ya? Aku takut kamu kenapa-napa?" balas Daffa hawatir.


"Gak usah, aku gak bakalan kenapa-napa, inikan kantor polisi, Kirana gak mungkin mau ngelakuin hal yang macem-macem kan sama aku?" ucap Karina menenangkan Daffa.


"Yaudah, kamu hati-hati, ya?" balas Daffa.

__ADS_1


Karina pun mengangguk, dan tersenyum kecil.


Setelah itu, Karina pun menghampiri Kirana, dan duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Kirana.


Karina pun tersenyum. "Ada apa? Alan bilang elo mau ngomong sama gue?" tanya Karina dengan menatap Kirana.


"Iya. Aku mau minta maaf sama kamu, karna ulah aku, kamu hampir saja mati, maafin aku Karina?" balas Kirana sambil menangis, dan menyesali perbuatannya.


"Oh itu, iya gapapa kok, Kir! Udah gak usah di pikirin lagi, gue udah maafin elo kok, lagian yaudah lah gak usah di bahas lagi, gue gapapa kok," ucap Karina sambil memegang tangannya Kirana.


"Kamu baik banget sih Karina, pantas saja kalau Daffa lebih mencintai kamu, ketimbang aku, aku seharusnya sadar diri, kalo Daffa udah gak mungkin bisa jadi milik aku, karna selama ini, Daffa udah mempunyai bidadari cantik seperti kamu," balas Kirana sambil tersenyum, dan bangun dari tempat duduknya.


Karina pun ikut bangun dari tempat duduknya. "Ahhhhh ... gue jadi pengen nangis deh dengernya, sebenarnya elo juga cantik Kir, cuman elo gak sadar aja, kalau diri lo itu, sebenarnya sempurna untuk sobi gue, Alan!" Karina tersenyum.


Setelah itu Kirana pun memeluk Karina dengan eratnya sambil menangis haru. "Makasi, ya Karin, kamu memang kembaran aku yang paling baik, aku gak pernah nyesel deh punya kembaran sebaik, dan secantik kamu," Kirana pun mengusap punggungnya Karina.


Karina pun membalas untuk mengusap punggungnya Kirana pelan. "Iya sama-sama, kita kan kembar, jadi kita harus saling melengkapi, lo harus janji sama gue, kalo lo punya masalah apapun, elo harus cerita sama gue, dan gak boleh lo pendem sendiri?"


"Iya aku janji sama kamu, oh iya, aku titip papa ke kamu dulu, ya? Please jangan sampai papa tahu aku di penjara, aku gak mau papa kenapa-napa?" ucap Kirana, dan melepaskan pelukannya.


"Baiklah. Gue akan merahasiakannya, elo tenang aja, gue bakalan bikin semua media tutup mulut atas kejadian ini, santai aja, atau mungkin lo mau bebas?" balas Karina tersenyum.


"Nggak Karina! Aku mau tetap disini, dan aku mau keadilan ini bisa bertegak adil! Please, jangan keluarkan apapun hanya untuk membebaskan aku, aku akan melunasi hutangku kepadamu, dengan mendekap di penjera ini?" ucap Kirana memohon.


"Baiklah, akan di kabulkan." balas Karina singkat.


Setelah itu petugas kepolisian pun datang, dan memberitahukan waktu kunjungan sudah habis, dan polisi itu pun membawa Kirana masuk ke dalam tahanannya kembali, Kirana tersenyum, sedangkan Karina merasa sangat sedih, melihat kakaknya harus mendekap di penjara karna perbuatannya itu.


The End!!!


Note : Hidup itu sebuah pilihan, dan jika kamu memilih untuk bersamanya, akan tetapi hatimu memilihnya, kamu tidak akan bisa mengambil keduanya, yang akan kamu terima hanyalah ambang kehancurannya saja.


Pesan : jangan ada iri, dan dengki kepada seseorang, karna iri, dan dengki itu hanya akan menghancurkanmu. Yang intinya belajar ikhlas, dan menerima dengan lapang dada. Sabar, semuanya pasti ada jalan keluarnya!


Ttd : Rina Muamanah


~maaf ya, kalau ceritanya singkat!


~sampai ketemu lagi di season 2!


~happy smile😊!

__ADS_1


__ADS_2